9 research outputs found
VARIASI GENETIK DAN BIOEKOLOGI SPESIES Mystus nigriceps (Valenciennes 1840, Bagridae) DIHABITAT PERAIRAN BERBEDA DALAM DOMESTIKASI
Mystus Nigriceps (Valenciennes 1840) dengan nama lokal Ingir-ingir adalah salah
satu spesies ikan dari famili Bagridae yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa dan Borneo.
Spesies ini merupakan ikan konsumsi yang bernilai ekonomis karena disukai masyarakat
lokal. Produksi ikan M. nigriceps hasil tangkapan di alam mengalami penurunan. Usaha
konservasi maupun domestikasi perlu dilakukan dalam upaya pengelolaan spesies M.
nigriceps kedepan.
Sampel M. nigriceps di koleksi langsung di lapangan menggunakan menggunakan
jaring insang dan rawai serta alat yang tangkap lain yang biasa digunakan masyarakat
setempat (Bubu, sempirai dan pancing) dengan bantuan nelayan setempat. Koleksi sampel
dilakukan pada bulan Oktober 2015 sampai juni 2016.Tujuan penelitian adalah untuk (1)
menganalisis variasi karakter morfologi (morfometrik dan meristik), dan variasi genetik M.
nigriceps pada sungai Kampar Kanan, Kampar Kiri di Provinsi Riau dan Tebo Batang Alai di
Provinsi Jambi yang masing-masing disingkat dengan KKA, KKI dan TBA. (2) menganalisis
biologi ikan M. nigriceps, mencakup aspek reproduksi, jenis makanan dan pola pertumbuhan
ikan pada perairan KKA, KKI dan TBA, 3) menganalisis hubungan karakteristik kualitas
perairan dengan ekologi ikan Ingir-ingir pada perairan KKA, KKI dan TBA.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasai karakter morfologi
(morfometrik dan meristik) ikan M. nigriceps di perairan KKA, KKI dan TBA.
Memperlihatkan empat dari 33 karakter yang berbeda secara konsisten. Karakter-karakter
tersebut yaitu pada karakter JBM-TK (Jarak belakang mata - tonjolan kepala), JASD-ASV
(Jarak awal sirip dorsal - awal sirip ventral), JAiSD-ASV(Jarak akhir sirip dorsal - awal
sirip ventral) dan TPSC (Tinggi pangkal sirip caudal). Variasi genetik menggunakan metode
RAPD diperoleh ukuran pita DNA berkisar antara 200-2642 base pairs (bp). Kesamaan
genetik yang ditunjukkan populasi KKA dan KKI. Secara umum ukuran panjang ikan matang
gonad berkisar antara 131.73-145.541 mm. Rata-rata potensi fekunditas yang di hitung pada
ikan M. nigriceps selama penelitian adalah sebanyak 8.662 butir dengan rata-rata diameter
telur adalah 0.157 mm. Fekunditas dan diameter telur terbesar terdapat pada ikan M.
nigriceps yang hidup perairan KKA yaitu rata-rata 8720±50.40 butir dengan rata-rata
diameter telur 0.1535±13.83 mm. Ikan M. nigriceps termasuk kelompok ikan Omnivora.
Komposisi makanan secara umum terdiri dari 11 jenis organisme. Tumbuhan merupakan
makanan utama (56.6%), serpihan hewan dan rotifera sebagai makanan pelengkap (36.20 dan
8.02%) dan sisanya (<4%) sebagai makanan tambahan. Faktor suhu dan kedalaman air
adalah faktor paling kuat mempengaruhi ekologi ikan.
Kata Kunci : Mystus nigriceps, morfrometrik, variasi genetik, kebiasaan makanan, reproduks
STUDI BATANG PIMPING (Themoda gigantea) SEBAGAI BAHAN DASAR PELAMPUNG ALAT TANGKAP PANCING
Batang pimping (Themoda gigantea) merupakan tumbuhan sejenis suku padi-padian yang tersebar di semua pulau Indonesia, mulai dari daratan rendah hingga ketinggian 1450 m dpl. Batang pimping belum banyak dimanfaatkan kegunaannya. Penelitian ini akan memanfaatkan batang pimping untuk dibuat menjadi pelampung. Tujuan penelitian untuk menguji batang pimping sebagai bahan dasar pembuatan pelampung pancing dan menganalisis biaya pembuatannya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen (pengamatan pada sebuah percobaan). Sumber data yang diperoleh adalah data primer dari hasil uji coba dan pengamatan langsung di laboratorium. Unit percobaan dibuat sebanyak 3 model dengan 9 sampel dan satu kontrol. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang pimping (Themoda gigantea) dapat dijadikan pelampung pada alat tangkap pancing dengan rata-rata daya apung terbaik 8.390 kgf.m3, dry weight 1,1 g, wet weight dan water absorption 1,22 % serta kerapatan 0,28 g/cm3. Pelampung berbahan batang pimping juga mudah dibuat dan biaya murah
PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH MENJADI KEBUN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DI KECAMATAN SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA
Alih fungsi lahan dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah, tanaman kelapa sawit yang ditanam di bekas lahan sawah dapat menurunkan kesuburan tanah tersebut. Apabila sifat kimia tanah baik maka pertumbuhan tanaman akan baik disamping pengaruh sifat fisika dan biologi tanah. Komponen kimia tanah berperan terbesar dalam menentukan sifat dan ciri tanah umumnya dan kesuburan tanah pada khususnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat kimia tanah pada lahan akibat alih fungsi lahan sawah menjadi kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang terdiri dari beberapa tahapan. Hasil penelitian ini yaitu konversi lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit menyebabkan perubahan signifikan pada kadar C-organik, Nitrogen dan Pospor. Sementara faktor lain seperti pH, K, dan KTK tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Tinggi rendahnya kandungan unsur hara tanah disebabkan oleh perbedaan penggunaan lahan. Korelasi pada lahan sawah dengan kebun kelapa sawit menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut berinteraksi secara kompleks, yang mempengaruhi kadar masing-masing variabel analisis tanah. Berdasarkan hasil yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa alih fungsi lahan sawah menjadi kebun kelapa sawit sangat berpengaruh pada sifat kimia tanah terutama pada unsur c-organik, nitrogen dan pospor
RANCANG BANGUN SOLAR TRACKER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 DENGAN SENSOR LDR DAN PENAMPIL LCD
Telah dilakukan perancangan solar tracker menggunakan empat buah sensor LDR
untuk mengindera arah gerak matahari. Solar tracker digunakan untuk
menggerakkan sel surya agar mengikuti arah gerak matahari. Rangkaian
elektronik terdiri dari rangkaian catudaya, rangkaian mikrokontroler ATmega8535
dan LCD, rangkaian driver motor stepper dan rangkaian sensor LDR. Rancangan
mekanik menggunakan dua sumbu putar dengan motor stepper tipe unipolar
sebagai penggerak agar sel surya dapat mengikuti gerak semu harian matahari
(dalam arah timur-barat) dan gerak semu tahunan matahari (dalam arah utaraselatan).
Sel surya yang digunakan adalah Amorphous 10 V/30 mA. Hasil
pengukuran menunjukkan kenaikan tegangan mencapai 11,53% dibandingkan
yang tidak menggunakan solar tracker dengan tegangan maksimum 11,57 V.
Kata Kunci : LDR, Sel Surya, solar tracker, mikrokontroler ATmega8535, LC
RANCANG BANGUN SOLAR TRACKER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 DENGAN SENSOR LDR DAN PENAMPIL LCD
ABSTRAKTelah dilakukan perancangan solar tracker menggunakan empat buah sensor LDR untuk mengindera arah gerak matahari. Solar tracker digunakan untuk menggerakkan sel surya agar mengikuti arah gerak matahari. Rangkaian elektronik terdiri dari rangkaian catudaya, rangkaian mikrokontroler ATmega8535, LCD, rangkaian driver motor stepper, dan rangkaian sensor LDR. Rancangan mekanik menggunakan dua sumbu putar dengan motor stepper tipe unipolar sebagai penggerak agar sel surya dapat mengikuti gerak semu harian matahari (dalam arah timur-barat) dan gerak semu tahunan matahari (dalam arah utara-selatan). Sel surya yang digunakan adalah Amorphous 10 V/30 mA. Hasil pengukuran menunjukkan kenaikan tegangan sel surya mencapai 11,53% dibandingkan yang tidak menggunakan solar tracker sedangkan tegangan maksimumnya naik 1,18 V dibandingkan yang statis.Kata Kunci : sensor LDR, sel surya, solar tracker, mikrokontroler ATmega8535, LCDAbstractThis research aims to design a solar tracker using a four-quadrant LDR that used for sensing the position of the sun. Solar tracker is the tools used to follow the direction of motion of the sun. The electronic circuits consisting of a power supply circuit, microcontroller ATmega8535 and LCD circuit, stepper motor driver circuit and LDR sensor circuit. The mechanical design using dual axis with stepper motor as an actuator to position the solar cell tilted appropriately to face the sun directly at all times by tracking daily apparent motion of the sun (east-west motion) and yearly apparent motion of the sun (north-south motion). Solar cell that used is amorphous 10V/30mA. The result shows that the solar tracker use has increased the maximum voltage up to 11.53 % compared to the static solar cell.Keywords : LDR, Solar cell, solar tracker, microcontroller Atmega8535, LC
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA KESISWAAN BERBASISKAN WEB PADA SMP ISLAM AL-IKHLAS
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA KESISWAAN BERBASISKAN WEB PADA SMP ISLAM AL-IKHLA
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Perhitungan Kimia Komputasi pada Materi Senyawa Turunan Alkana Kelas XII SMA
Senyawa turunan alkana merupakan salah satu materi kimia yang dapat dibuat menarik untuk dipelajari, namun faktanya materi tersebut termasuk materi yang dianggap sulit oleh sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis perhitungan kimia komputasi pada materi senyawa turunan alkana kelas XII SMA. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 2 Kotapinang. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi ahli, lembar observasi, angket dan instrumen tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kelayakan, analisis kepraktisan dan analisis keefektifan dengan uji One-Sample T-Test dan Paired-Sample T-Test. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk pembelajaran berupa media pembelajaran berbasis perhitungan kimia komputasi pada materi senyawa turunan alkana kelas XII SMA yang telah memenuhi kriteria layak, praktis dan efektik digunakan dalam meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Kelayakan media pembelajaran terpenuhi secara kualitatif berdasarkan hasil penilaian validator ahli materi dan validator ahli menurut standar BSNP. Kepraktisan telah terpenuhi secara kualitatif berdasarkan konsistensi dua ukuran yaitu hasil pengamat keterlaksanaan pembelajaran dan hasil angket siswa. Keefektifan media pembelajaran terpenuhi secara kuantitatif berdasarkan rata-rata peningkatan hasil belajar siswa serta hasil pengujian statistik dengan nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05. Temuan penelitian ini membawa implikasi bahwa untuk menciptakan proses pembelajaran kimia yang bermakna, melibatkan siswa secara aktif dalam belajar, serta memudahkan siswa mengkontruksi pengetahuan dan pikirannya terhadap konsep kimia yang abstrak, haruslah diawali dengan mengembangkan media pembelajaran yang layak, praktis dan efektif digunakan pada proses pembelajaran di dalam kelas, salah satunya dengan mengembangkan media pembelajaran berbasis perhitungan kimia komputasi. Perlu adanya inovasi dan penelitian lebih lanjut pada tingkatan kelas maupun materi kimia lainnya, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan motivasi, dan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar, serta diharapkan dapat mengoptimalkan proses pembelajaran kimia di dalam kelas
Charging Quality of 100 Amper-hours Battery Using a Silicon Photovoltaic at Different Altitude in Semarang Region
Rancang Bangun Sistem Telemetri Nikabel Pemantauan Tingkat Kekeruhan Air di PDAM Menggunakan Transceiver nRF24L01+ dan Arduino Uno R3
Telah dirancang sebuah sistem telemetri nirkabel pemantauan tingkat kekeruhan air di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Data tingkat kekeruhan air diambil dari air dalam reservoir PDAM yang diukur oleh sistem sensor TSD-10. Data ditransmisikan melalui udara dengan memodulasikan ke bentuk gelombang elekromagnetik oleh transceiver nRF24L01+ pada unit pemancar. Gelombang beroperasi pada frekuensi radio 2,4 GHz. Data akan diterima oleh transceiver nRF24L01+ di laboratorium PDAM pada jarak 250 m sebagai unit penerima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ruang terbuka transceiver nRF24L01+ mampu mentransmisikan data tingkat kekeruhan air saat cuaca cerah hingga 1 km dan 600 m saat cuaca hujan. Sistem sensor TSD-10 memiliki sensitivitas -1,5 mV/NTU dengan besar persentase kesalahan terbesar adalah 12,07% dan yang terkecil 0,48% serta dapat mengukur hingga 1000 NTU. Sistem ini memiliki data logging tingkat kekeruhan air pada unit penerima menggunakan program labVIEW pada komputer yang terhubung dengan arduino UNO R3. Kata kunci : telemetri nirkabel, nRF24L01+, arduino UNO R3, tingkat kekeruhan air, labVIEW.</jats:p
