1,721,214 research outputs found
Tingkok Nagari : Pengetahuan lokal dan Lingkungan di Nagari Batu Bajanjang, Kec. Lembang Jaya, Kab. Solok
ABSTRAK
Syafnil, 1410822014, Skripsi Strata 1 (S1), Tingkok Nagari : Pengetahuan Lokal Masyarakat Tentang Lingkungan di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, universitas Andalas, Padang, 2018.
Upaya pemenuhan energi nasional diprakarsai pemerintah dengan membangun pusat-pusat pembangkit energi listrik, salah satunya melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Gunung Talang. oleh kerena itu, maka pemerintah melakukan berbagai rencana pembangunan untuk memanfaatkan potensi lingkungan tersebut. Pemerintah yakin cara ini akan bermanfaat untuk pemerantaan pembangunan, ekonomi, dan kesejahteraan nasional yang dimulai dari daerah. Cara ini menuai banyak penolakan diberbagai daerah oleh masyarakat terdampak pembangunan dan atau masyarakat yang merasa akan terkena dampak.
Masyarakat setempat yang menolak pembangunan ini juga memiliki pengatahuan lokal sendiri tentang lingkungan. Pengatahuan ini dipakai masyarakat bisa mengelompokan bentuk-bentuk pengetahuan lokal mereka dan bagaimana implementasinya terhadap lingkungan. Pengetahuan ini juga mengajarkan tentang tindakan yang boleh dilakukan dan tindakan yang dilarang untuuk dilakukan. Maka penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bentuk-bentuk pengetahuan lokal masyarakat setempat dan implementasinya terhadap lingkungan dan menganalisa kenapa pengetahuan tersebut masih di pertahankan dan sebagian bahkan dianggap sakral.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi etnografi, khususnya etnografi realis, dengan mengunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, studi pustaka dan dokumentasi lain-nya untuk mendukung data-data yang diperoleh dari lapangan. Pemilihan informan menggunakan cara purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian, lingkungan bagi masyarakat Nagari Batu Bajanjang merupakan segala yang ada disekitar mereka yang memiliki hubungan dalam semua aktivitas masyarakat setempat, baik kekayaan alam, kebiasaan masyarakat dan aturan adat yang berlaku pada masyarakat setempat. Hal tersebut membuat lingkungan dapat dilihat dalam bentuk/wujud (entitas) ekonomi, sosial dan budaya. Dari hal tersebut membuat ada beberapa pengetahuan lokal yang disakralkan, seperti pengetahuan terhadap tanah ulayat nagari sebagai tanah komunal, pengetahuan tentang sumber daya air dan pengetahuan lokal tentang bertani sekaligus pemeliharaan lingkungan. Tiga pengetahuan tersebut yang menjadi dasar utama masyarakat menolak rencana pembangunan, dikarenakan akan mengganggu hajat hidup masyarakat di nagari ini.
Kata kunci : Etno-ekologi, Lingkungan, Pengetahuan Lokal, Pembanguna
THE RHETORICAL STRUCTURE OF SHORT LECTURE BY FAMOUS APPLIED LINGUISTS JACK C RICHARDS POSTED ON YOUTUBE
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola retorika dari tahapan (Move) dan
Langkah (Step) pada kuliah singkat dari ahli bahasa terapan yang terkenal yaitu
Jack C. Richards yang diunggah di YouTube. Desain penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed method) yang
menggabungkan kualitatif dan kuantitatif. Objek dalam penelitian ini adalah 22
buah video kuliah singkat dari ahli bahasa terkenal yaitu Jack C. Richards yang
diunggah di YouTube. Data dari penelitian ini adalah 22 video transkip dari kuliah
singkat Jack C. Richards yang sudah didownload. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan metode checklist sebagai instrument penelitiannya. Hasil dari
penelitian ini: (1) tiga Tahapan (Moves) dari struktur retorika seperti M1 –
Pendahuluan, M2 – Isi dari Kuliah singkat, dan M3 – Penutup. Ketiga Tahapan
(Move) tersebut selalu mucul 100% pada setiap data analisi dan dikatorikan
sebagai Keharusan (Obligatory). (2) Pertama, Langkah (Steps) yang sering
ditemukan dalam setiap Tahapan (Moves) pada kuliah singkat dengan tingkat
persentase kemunculan 100% dikategorikan sebagai Keharusan (Obligatory)
adalah M2SB – Argumentasi kuliah singkat dan M3SA – Kesimpulan dari inti
pembahasan. Kedua, steps (langkah) yang sering muncul dalam Tahapan
(Moves) di kuliah singkat dengan tingkat persentase kemunculan antara 60-99%
yang diklasifikasikan sebagai Lazim (Conventional) adalah M1SE – Pemberian
topik kuliah singkat, M1SA – Menyapa penonton, M2SC – Ilustrasi dari kuliah
singkat, dan M2SA – Deskripsi kuliah singkat. Peneliti menyimpulkan bahwa
penggabungan dari tiga model analisis dari Ali and Singh (2019), Cheong dalam
Syafnil (2010) dan Seliman (1996) sebagai model usulan dalam mengidentifikasi
struktur retorika Tahapan (Moves) dan Langkah (Steps) dari kuliah singkat
sebagai suatu jenis bentuk analisis lisan cukup efektif digunakan untuk
menganalisis struktur retorika Tahapan (Moves) dan Langkah (Steps) yang
dikategorikan sebagai Keharusan (Obligatory) dan Kelaziman (Conventional)
kuliah singkat dari ahli ilmu bahasa terapan yang terkenal yg diunggah di
Youtube.
Kata kunci: struktur retorika, tahapan (Moves) dan Langkah (Steps); kuliah
singka
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pengawasan Kapal Wisata Bahari Ke Pulau Angso Duo Kota Pariaman
Harry Rahman Syafnil, Nomor Buku Pokok: 1310842002, Pengawasan Kapal Wisata Bahari Ke Pulau Angso Duo Kota Pariaman, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, 2020. Dibimbing oleh: Dr. Roni Ekha Putera, S.IP, M.PA dan Ilham Aldelano Azre, S.IP, MA. Skripsi ini menggunakan referensi 8 buku teori, 4 buku metode penelitian, 5 skripsi dan jurnal serta 9 dokumen dan peraturan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengawasan kapal wisata bahari di Kota Pariaman yang berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Kapal wisata bahari merupakan angkutan laut yang digunakan untuk melakukan penyeberangan ke pantai dan pulau tujuan destinasi wisata. Pengawasan kapal wisata bahari di Kota Pariaman dilakukan oleh Tim Pengawasan dan Pengendalian Angkutan Laut dan Keselamatan Pelayaran Kapal Wisata Bahari Kota Pariaman sesuai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Walikota Pariaman Nomor 182/550/2018 tentang Pembentukan Tim Pengawasan dan Pengendalian Angkutan Laut dan Keselamatan Pelayaran Kapal Wisata Bahari Kota Pariaman. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori T. Hani Handoko tentang tahap-tahap pengawasan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi serta observasi, dan teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian ini yaitu pengawasan terhadap kapal wisata bahari di Kota Pariaman tidak berjalan maksimal disebabkan pelaksanaan kegiatan pengawasan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Tidak adanya regulasi yang berisikan sanksi terhadap penyimpangan yang terjadi saat pengoperasian kapal wisata bahari juga memicu terjadinya penyimpangan. Penyimpangan yang terjadi yaitu ditemukannya kapal wisata bahari yang tidak memiliki dokumen kapal, ditemukannya kapal wisata bahari yang belum menyediakan pelampung dalam jumlah yang cukup serta ditemukannya kapal wisata bahari yang melakukan bongkar muat penumpang di luar garis muat yang ditetapkan
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
