37 research outputs found

    Peran Teknologi dalam Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa

    No full text
    This research examines the role of technology in increasing accountability in village financial management based on Minister of Home Affairs Regulation Number 20 of 2018. Using a qualitative approach and case study method, this research evaluates the use of various technologies such as the Village Financial Information System (Siskeudes), Village Planning and Budgeting Application (SIPPD), and digital communication platforms in village financial management. The research results show that technology plays a significant role in increasing recording accuracy, reporting speed, transparency and community participation. However, obstacles such as lack of human resource capacity, limited technological infrastructure, and implementation costs are still major challenges. This research's recommendations include increasing human resource capacity through continuous training, developing technological infrastructure, adequate budget allocation, and intensive outreach about the benefits and use of technology.Penelitian ini mengkaji peran teknologi dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa berdasarkan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengevaluasi penggunaan berbagai teknologi seperti Sistem Informasi Keuangan Desa (Siskeudes), Aplikasi Perencanaan dan Penganggaran Desa (SIPPD), dan platform komunikasi digital dalam pengelolaan keuangan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi berperan signifikan dalam meningkatkan akurasi pencatatan, kecepatan pelaporan, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Namun, hambatan seperti kurangnya kapasitas sumber daya manusia, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan biaya implementasi masih menjadi tantangan utama. Rekomendasi penelitian ini mencakup peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan, pengembangan infrastruktur teknologi, alokasi anggaran yang memadai, serta sosialisasi intensif tentang manfaat dan penggunaan teknologi

    Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kabupaten Wajo Berdasarkan Akuntabilitas dan Transparansi

    No full text
    Penelitian ini menganalisis pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di desa-desa se-Kabupaten Wajo dengan fokus pada akuntabilitas dan transparansi. Berdasarkan Permendagri No. 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, penelitian ini mengkaji lima tahapan pengelolaan keuangan desa: perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa desa telah menjalankan tahapan perencanaan dan penatausahaan sesuai prosedur, banyak desa yang masih kurang transparan dalam pelaksanaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan. Proses perencanaan seringkali tidak disertai dengan penyampaian hasil musyawarah kepada Camat, dan banyak desa yang tidak melaporkan keuangan tepat waktu kepada pihak berwenang. Akuntabilitas dan transparansi yang rendah mengurangi efisiensi penggunaan dana desa dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar setiap desa di Kabupaten Wajo lebih mematuhi Permendagri untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan desa. Kata Kunci: Akuntabilitas; Dana Desa; Efisiensi; Keuangan Desa; Transparansi

    Imbal Hasil Atas Modal: Analisis Profitabilitas pada Bank Rakyat Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui imbal hasil atas modal dan analisis profitabilitas PT Bank BRI dengan menganalisis ROIC, RNOA, NOPAT, NOA, ROCE, disagregasi margin laba dan desagregasi perputaran aset. Metode penelitian yang dipakai adalah jenis penelitian kuantitatif dengan Populasi yang digunakan adalah perusahaan jasa sektor industri jasa keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2021-2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling.  Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang cukup komprehensif tentang kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hal ini mencakup ROIC yang rendah, RNOA yang positif, efisiensi operasional yang baik (NOPAT), ROCE yang baik, Efisiensi operasional dan laba bersih margin yang meningkat. Secara keseluruhan, meskipun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menunjukkan kinerja keuangan yang solid dan efisien dalam menghasilkan laba dari operasionalnya

    Analisis Pemberian Natura dan Kenikmatan Pada Karyawan Dalam Mengoptimalkan Beban Pajak Pada PT. Media Fajar,

    No full text
    Sumber daya manusia sangat penting artinya di dalam menentukan \ud kelangsungan hidup suatu perusahaan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk \ud meningkatkan produktivitas karyawan adalah pemberian apresiasi atas segala upaya \ud ataupun karya yang telah mereka buat terhadap kemajuan perusahaan, salah satunya \ud adalah Natura dan Kenikmatan. Pemberian natura dan kenikmatan pada karyawan \ud juga memberikan dampak lain. Dampak itu yakni berkurangnya laba bruto \ud karena pembiayaan yang dilakukan untuk membayar biaya yang harus \ud dikeluarkan untuk pemberian natura dan kenikmatan tersebut. Hal yang positif dari \ud kondisi ini adalah menurunnya besaran pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh \ud perusahaan. \ud Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana perusahaan melaksanakan \ud pemberian Natura dan Kenikmatan pada karyawan dalam rangka mengoptimalkan \ud beban pajak untuk meminimalkan jumlah pajak yang harus dibayar namun tidak \ud bertentangan dengan Undang-undang Perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) \ud Mengetahui sejauh mana pelaksanaan pemberian Natura dan Kenikmatan untuk \ud meningkatkan kinerja karyawan sebuan perusahaan dan (2) mengetahui sejauh mana \ud pengoptimalan pengurangan beban pajak untuk meminimalkan jumlah pajak \ud perusahaan. \ud Penulis memilih PT. Media Fajar sebagai objek dari penelitian ini sebagai \ud perusahaan informasi dan media massa terbesar di bagian timur Indonesia dengan \ud pengumpulan data melalui survey, studi kepustakaan, dan wawancara langsung \ud dengan pihak-pihak terkait dengan keuangan dan perpajakan perusahaan. \ud Kesimpulan sebagai hasil dari penelitian ini adalah pemberian Natura dan \ud Kenikmatan pada karyawan yang tepat pada perusahaan akan membawa implikasi \ud positif dengan berkurangnya beban pajak yang harus dibayarkan tanpa harus \ud melanggar Undang-undang perpajakan maupun aturan-aturan dalam SAK. Natura \ud dan Kenikmatan menjadi pengeluaran bagi perusahaan dan akan menjadi komponen \ud pengurang terhadap laba kotor sehingga akan meminimalkan beban pajak yang harus \ud ditanggung oleh perusahaan

    Implementasi Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa (Kajian Penerapan Permendagri 20 Tahun 2018)

    No full text
    This research aims to analyze the accountability of village financial management based on Minister of Home Affairs Regulation Number 20 of 2018 concerning Village Fund Management. The intended accountability of village financial management consists of five stages, namely planning, implementation, administration, reporting and accountability for village finances. The data source in this research uses primary data. Data collection techniques were carried out using documentation and interviews. Data analysis was carried out using comparative descriptive. The results of this research indicate that Accountability for Financial Management in Munte Village, Tana Lili District, North Luwu Regency, South Sulawesi does not comply with the assessment indicators in Minister of Home Affairs Regulation No. 20 of 2018 at the planning, implementation and reporting stages, while at the administration stage and accountability stage it is appropriate.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan keuangan desa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Dana Desa. Akuntabilitas pengelolaan keuangan desa yang dimaksudkan terdiri atas lima tahap yaitu perencanaa, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kompratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Munte, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tidak sesuai indikator  penilaian dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20 Tahun 2018 pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan sedangkan pada tahap penatausahaan, dan tahap pertanggungjawaban sudah sesuai

    Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Luwu Utara Melalui Pemaksimalan Pemungutan Pajak Hotel dan Restoran

    No full text
    Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar potensi pajak hotel dan seberapa jauh bentuk perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara dalam menggali potensi pajak hotel. Untuk menghitung potensi dan efektivitas pajak hotel digunakan beberapa variabel terkait yaitu jumlah kamar, tarif rata-rata kamar, jumlah hari dalam setahun, tingkat penghunian kamar, dan besarnya tarif pajak hotel yang ditentukan. Data penelitian ini diperoleh dari studi pustaka dan beberapa observasi serta survei dan wawancara langsung dengan pihak terkait dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pajak hotel sangat besar, jauh diatas nilai realisasi penerimaan pajak hotel. Pengukuran perbandingan ini tercermin dalam efektivitas pajak hotel yang nilainya terus mengalami kenaikan setiap tahunnya dari tahun 2010 sampai tahun 2012, namun mengalami penurunan di tahun 2013 dan kembali mengalami kenaikan di tahun 2014 tetapi nilai yang ada tidak lebih dari 50% setiap tahunnya, masih jauh dibawah kriteria efektif yaitu sebesar 100%. Kata kunci : Pajak Hotel, PAD, Potensi Pajak Hotel, Efektivitas Pajak Hote

    Studi Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Barang Milik Daerah pada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis penggunaan SIMDA barang milik daerah pada pemerintah Kabupaten Luwu Utara dengan menggunakan model faktor penentu kesuksesan sistem informasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden sebagai pengguna SIMDA barang milik daerah di pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini dijalankan dengan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi SIMDA barang milik daerah di Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berjalan secara baik, salah satu faktor pendorongnya adalah kesiapan infrastruktur teknologi informasi (IT). Kata Kunci: Akuntansi pemerintah daerah; SIMDA; sistem informas

    PERSEPSI INVESTOR DAN KREDITUR TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT DI INDONESIA: STUDI TERHADAP LEMBAGA INVESTASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

    No full text
    Kesimpulan Dari hasil penelitian terlihat bahwa Reputasi adalah dimensi kualitas audit yang paling penting bagi pengguna (mean-skor 4,30). Peringkat dimensi penting Kedua adalah Kemampuan, dengan rata-skor 4,27, diikuti oleh Experience (mean 4,15). Hal ini menunjukkan bahwa para pengguna laporan keuangan perusahaan sangat memperhatikan reputasi dari pihak auditor selaku pihak penilai. Reputasi merupakan nilai yang harus dibayar oleh para pengguna dengan mempercayai hasil audit dari para auditor. Para pengguna mengambil keputusan berdasarkan hasil pemeriksaan pihak auditor. Untuk itu, tidak mengherankan apabila para pengguna sangat memperhatikan factor reputasi auditor atau kantor akuntan public ini. Hasil penelitian yang lain menunjukkan bahwa dimensi independen dianggap sebagai dimensi tidak penting untuk kualitas audit, dibandingkan dengan dimensi lain. Nilai rata-rata 3,48 adalah skor terendah. Ini adalah hasil yang tak terduga. Para pengguna laporan audit diharapkan sangat memperhatikan independensi para auditor. Akan tetapi hal ini tidak diperoleh pada penelitian kali ini. Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, maka diharapkan para auditor untuk terus memperhatikan dan mempertahankan reputasi mereka pada masyarakat. Hal ini dikarenakan reputasi merupakan factor kualitas audit yang sangat diperhatikan oleh para pemakai laporan keuangan dan laporan audit di Indonesia

    Effect of Government Performance Information Transparency on Level of Public Trust: An Experinmental Study

    No full text
    This research aims to investigate how can be a way for the government to increase public confidence in the process and performance they do in order to provide services to the community in Indonesia. For this matter, a 2x2 factorial experiment was conducted involving 37 students who have programmed Public Sector Accounting courses. The result of the research shows the relationship between the transparency and the level of trust. The high degree of openness / transparency for informations has high level of trust. While informations with low levels of openness have a low level of trust as well. Keywords: public sector accounting, transparenc

    Studi Pertanggungjawaban Dana Desa dalam Pendekatan Akuntansi Pemerintahan

    No full text
    Abstrak Tujuan penelitiaan ini yaitu Untuk mengetahui penyajian laporan pertanggunjawaban keuangan sudah sesuai dengan prosedur dalam pendekatan Standar Akuntansi pemerintahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan Teknik analisis data yang digunakan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa desa yang menjadi sampel telah menerapkan pendekatan standar akuntansi pemerintahan dan menerapkan prinsip pertisipasi dan transparansi. Hal ini dibuktikan dengan pengelolaan dana desa yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban dan kehadiran masyarakat dalam forum masyarakat desa. Selain itu pemerintah desa juga terbuka dalam menerima saran dari masyarakat demi kemajuan pembangunan desa. Kata Kunci: akuntansi; dana desa; pemerintahan; pertanggungjawaban. AbstractThe purpose of this research is to find out that the presentation of financial accountability reports is in accordance with the procedures in the government accounting standard approach. This research is a descriptive research using a qualitative approach. Data collection techniques used observation, interviews, documentation and data analysis techniques used qualitative descriptions. The results of the study show that the sample villages have implemented a government accounting standard approach and applied the principles of participation and transparency. This is evidenced by the management of village funds starting from planning, implementation, administration, reporting and accountability and the presence of the community in village community forums. In addition, the village government is also open to receiving suggestions from the community for the progress of village development. Keywords: accounting; government; responsibility; village fund
    corecore