91 research outputs found
Analisis Persepsi Prospek Mengenai Atraksi Wisata Dan Aksesibilitas Serta Pengaruhnya Pada Perhatian Dan Ketertarikan Untuk Berkunjung (Studi Kasus di Kawasan Wisata Cangkuang)
ABSTRACK
Irwan Sutirman Wahdiat, Magister Management of Widyatama University.
View analyze propect about tourism attractions and accestability with influence
on attention and interested visiting (Case Study in Region of Cangkuang
tourism)
Garut Regency Government wish to make tourism as prime sector. It is implicity sien
in Garut Regency vision which is written in Distric Rule No. 2000 of Basic Pattern of
Garut Development from 2001 to 2005. It is mentioned that the Vision of Garut is to
make Garut “pangirutan”. The word “pangirutan” here means Garut is to be make as
an interesting place to be visited by many people or as tourism object.
Can tourist object located in Garut especially Cangkuang Object Tourism ? There is,
the objective of the research is to help the management of Cangkuang Tourism Object
by analyzing prospect perception tourist prospects in Bandung City especially awong
university student. The research is carried out by using population sample
“Widyatama Student” of 100 respondent by using Sample Random Sampling Method.
The written predicts that Attaction and Accestability is able to influence attention and
interest in a positive and significantly to visit.
Questionaire data processing result shows that the decription of attraction and
accestability according to prospect perceptions (Widyatama Student) is include
in”HIGH” category, while attentions ang interest to visit is categorized “MEDIUM” .
Data testing of influence on attraction and accestability to attention ang interest to
visit can to be explained by attraction and accestability of 0.49. it can also mean that
factors outside the model influence 0.51 but influence on attraction and accestability
parsially influence 0.40 and 0.37 and correlation between attraction and accestability
is 0. 864ABSTRAKSI
Irwan Sutirman Wahdiat, Magister Manajemen Universitas Widyatama
Bandung. Analisis persepsi prospek mengenai Atraksi Wisata dan Aksesibilitas
serta pengaruhnya pada perhatian dan ketertarikan untuk berkunjung (Studi
Kasus Kawasan Wisata Cangkuang).
Kata Kunci : Atraksi Wisata, Aksesibilitas, Perhatian dan Ketertarikan
Berkunjung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berniat menjadikan pariwisata sebagai sektor
unggulan, secara implisit terlihat dalam visi Kabupaten Garut yang tertuang dalam
Peraturan Daerah Nomor 25 tahun 2000 tentang Pola Dasar Pembangunan Kabupaten
Garut Tahun 2001-2005. Di sana disebutkan, visi Kabupaten Garut adalah menjadikan
Garut pangirutan yang tata tenteram dan tata raharja. Kata pangirutan di sini berarti
Garut ingin dijadikan tempat yang menarik untuk dikunjungi banyak orang atau
tempat wisata.
Apakah objek wisata yang berada di Garut terutama Kawasan Wisata Cangkuang
dapat menarik calon wisatawan ?. Untuk itu tujuan penelitian dimaksudkan yaitu
membantu pengelola Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Cangkuang dengan
menganalisis persepsi prospek (calon wisatawan) di Kota Bandung khususnya di
kalangan pelajar tingkat Perguruan Tinggi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan
sampel populasi “Mahasiswa Widyatama” dengan sampel sebayak 100 responden
dengan menggunakan metode Sample Random Sampling. Peneliti menduga bahwa
Atraksi Wisata dan Aksesibilitas Kawasan Wisata Cangkuang dapat mempengaruhi
perhatian dan ketertarikan secara positif dan signifikan untuk berkunjung.
Hasil pengolahan data kuesioner menunjukan bahwa gambaran Atraksi Wisata dan
Aksesibilitas menurut persepsi prospek (Mahasiswa Widyatama) masuk ke dalam
kategori “TINGGI”, sedangkan Perhatian dan Ketertarikan untuk Berkunjung masuk
ke dalam kategori “SEDANG” . Pengujian data mengenai pengaruh Atraksi Wisata
dan Aksesibilitas terhadap Perhatian dan Ketertarikan berkunjung menunjukan bahwa
Perhatian dan ketertarikan berkunjung dapat dijelaskan oleh Atraksi Wisata dan
Aksesibilitas sebesar 0.49. Hal ini juga dapat diartikan bahwa faktor-faktor diluar
model berpengaruh sebesar 0.51, sedangkan pengaruh Atraksi Wisata dan
Aksesibilitas secara sendiri (Parsial) berpengaruh sebesar 0.40 dan 0.37 serta
hubungan korelasi antara Atraksi Wisata dan Aksesibilitas sebesar 0.86
Pengembangan E-Module Berbasis Experiential Learning untuk Pembelajaran Manajemen Arsip Elektronik di SMK
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghasilkan e-module berbasis experiential learning untuk pembelajaran manajemen arsip elektronik di SMK; 2) Mengetahui kelayakan e-module berbasis experiential learning untuk pembelajaran manajemen arsip elektronik di SMK; dan 3) Mengetahui keefektifan e-module berbasis experiential learning untuk pembelajaran manajemen arsip elektronik di SMK.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah Web-Based Instructional Design (WBID) yang dikembangkan oleh Davidson-Shiver dan Rasmussen. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang dilakukan meliputi: analisis, perencanaan evaluasi, desain terpadu, implementasi, dan evaluasi sumatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik delphi, angket, wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan tes. Data penelitian tahap analisis, perencanaan evaluasi, desain terpadu, dan implementasi dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengujian efektivitas produk pada tahap evaluasi sumatif menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen pretest-posttest non-equivalent control group dengan uji t sampel independen.
Hasil penelitian dan pengembangan menyimpulkan bahwa: 1) E-module berbasis experiential learning untuk pembelajaran manajemen arsip elektronik yang dikembangkan memiliki karakteristik: (a) online, (b) interaktif, (c) memiliki kontrol akses, (d) menggunakan strategi experiential learning, (e) mencakup materi manajemen file, alih media arsip, software kearsipan elektronik, dan konsep manajemen arsip elektronik, (f) materi dapat diunduh, (g) tidak menggantikan model belajar di kelas, tetapi memperkuat pembelajaran di kelas (web-supported instruction), dan (h) dapat dilakukan secara synchronous dan asynchronous.; 2) E-module berbasis experiential learning untuk pembelajaran manajemen arsip elektronik yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak digunakan pada aspek materi, pembelajaran, dan media; dan 3) E-module berbasis experiential learning untuk pembelajaran manajemen arsip elektronik terbukti efektif meningkatkan kompetensi siswa pada aspek kognitif, psikomotor, dan afektif
PELAKSANAAN PELAYANAN PRIMA PADA DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN PURWOREJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan prima pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian adalah 2 pegawai penerima tamu di gedung pusat, 2 pegawai penerima tamu di gedung perpustakaan dan 6 masyarakat pengguna layanan. Pemilihan dan penentuan jumlah informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prosedur pelayanan sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat, (2) waktu penyelesaian masih belum pasti, (3) semua biaya penyelesaian gratis, (4) produk pelayanan sudah baik dan sesuai dengan keinginan masyarakat, (5) sarana dan prasarana penunjang masih belum lengkap, (6) petugas sudah melayani masyarakat dengan ramah dan adil, serta telah bekerja sesuai bidang keahliannya masing-masing, tetapi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purworejo masih belum ada petugas pelayanan sebagai penerima tamu
PENGELOLAAN SURAT ELEKTRONIK (E-MAIL) DI KANTOR DISPERINDAG PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengelolaan surat masuk elektronik di Kantor Disperindag Provinsi DIY; 2) mengetahui pengelolaan surat keluar elektronik di Kantor Disperindag Provinsi DIY. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Informan penelitian sebanyak 4 orang yakni 2 orang informan kunci dan 2 orang sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pengelolaan surat masuk elektronik (e-mail) dikelompokkan menjadi dua jenis penanganan yakni surat biasa dan surat penting. Surat biasa yang diterima dapat langsung diproses tanpa melakukan pencetakan menggunakan kertas. Surat penting dilakukan pencetakan ke dalam kertas terlebih dahulu sebelum diproses seperti surat kertas; 2) Pengelolaan surat keluar elektronik dibedakan menjadi dua jenis penanganan yakni surat biasa dan surat penting. Surat biasa langsung dikirim melalui media elektronik e-mail. Surat penting diproses secara elektronik menggunakan e-mail kemudian disusulkan surat berbasis kertas; 3) Hambatan dalam pengelolaan surat elektronik yakni jaringan yang mengalami gangguan dan pegawai yang belum semua terampil menggunakan surat elektronik.Kata kunci : Pengelolaan Surat, E-mail, Kantor Disperinda
Media & model-model pembelajaran inovatif Ed.1 /
Bib. hal. : 85-88xii, 90 hlm. : il. ; 26 cm
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PESERTA DIDIK KELAS XI KOMPETENSI KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK N 1 GODEAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XI kompetensi keahlian administrasi perkantoran di SMK N 1 Godean; 2) pengaruh motivasi berwirausahaan terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XI kompetensi keahlian administrasi perkantoran di SMK N 1 Godean; 3) pengaruh pendidikan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XI kompetensi keahlian administrasi perkantoran di SMK N 1 Godean. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini yaitu 90 orang peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Godean. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh positif dan signifikan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Godean sebesar 14,1%; 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Godean sebesar 29,2%; 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan pendidikan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK N 1 Godean sebesar 36,9%
PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI PREZI DAN POWERPOINT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KORESPONDENSI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X OTOMATISASI DAN TATA KELOLA PERKANTORAN DI SMK NEGERI 1 BANTUL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar korespondensi antara siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran aplikasi prezi dan siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran PowerPoint kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Negeri 1 Bantul. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan bentuk desain nonequivalent control grup design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Paket Keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 1 Bantul berjumlah 64 siswa yang juga dijadikan sampel penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan tes, yaitu tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Uji validitas instrumen dilakukan dengan expert judgment dan untuk uji coba instrumen tes hasil belajar dilakukan pada 32 siswa kelas X OTKP SMK Negeri 1 Depok. Uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus Kuder-Richardson (KR-20). Uji hipotesis yang digunakan adalah analisis uji-t (t-test). Hasil analisis data selisih pretest dan posttest menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar korespondensi yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran aplikasi prezi dan siswa yang diajar dengan menggunakan media pembelajaran PowerPoint. Pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran aplikasi prezi memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan aplikasi prezi. Hal tersebut berdasarkan nilai thitung = 1,942 lebih besar dari ttabel = 1,669 (thitung ˃ ttabel) dan nilai signifikansi 0,035 lebih kecil dari 0,05 (0,035 ˂ 0,05)
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI OLEH PERANGKAT DESA GANDULAN KECAMATAN KALORAN KABUPATEN TEMANGGUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Perangkat Desa Gandulan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan kunci (key informan) penelitian yaitu Kepala Desa Gandulan Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Informan pendukung terdiri dari Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan dan Kasi Pembangunan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data ditentukan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) tugas pemrosesan data yang meliputi menangkap data, mentransmisikan data, menyimpan data, mengambil data, memanipulasi data, serta menampilkan data belum berjalan dengan baik. (2)pemanfaatan TIK dalam memudahkan berkomunikasi dan memperoleh informasi belum optimal. (3) penggunaan TIK dalam mengembangkan kemampuan dan kesadaran masyarakat masih rendah. 4) penggunaan TIK dalam menunjang dan meningkatkan kualitas pendidikan masih rendah. (5) penggunaan TIK dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publik belum meningkat. (6) penggunaan TIK dalam mendorong pertumbuhan demokrasi masih rendah. (7) penggunaan TIK dalam menciptakan lapangan kerja serta membuka peluang bisnis baru masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya Perangkat Desa yang belum bisa mengoperasikan komputer dengan baik dan tepat. Kata kunci: pemanfaatan, teknologi informasi dan komunikasi, perangkat des
Inclusiveness of citizens' roles in its development through Merdeka Belajar Kampus Merdeka curriculum in higher education
Education is the main key to human resource development, enabling individuals to improve their abilities and skills in the formal and non-formal domains, compete, and develop potential in the world of work. However, significant challenges arise for higher education graduates, where some of them experience open unemployment because they have not been fully absorbed in the labor market. This research is focused on the concept of human resource development inclusiveness in the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Curriculum in Indonesian Higher Education. This study used a literature study approach, referring to previously published research. The analysis was conducted to explore the extent of higher education's impact on the open unemployment rate and how changes in curriculum and learning methods could help overcome these challenges. It was hoped that the results of this study could contribute to further understanding of the relationship between higher education and open unemployment, as well as provide insights into solutions that can be implemented to improve the employability of graduates in the labor market
ERISE: A Web-Based Learning System for Digital Records Management in Vocational High Schools
This study aims to develop the Electronic Record Information System for Education (ERISE) as a learning medium to accommodate practical learning of digital archive management at VHS OMBS. The research employed a Research and Development (R&D) method using the Richey & Klein model, consisting of three phases: design, development, and evaluation. The respondents in this study were 14 individuals, comprising seven teachers, five archival practitioners, and two media experts. Data were collected using questionnaires, focus group discussions (FGDs), and interviews, with instruments including a 5-point Likert-scale questionnaire, FGD guidelines, and interview protocols. Data were analyzed descriptively, with raw scores converted to a 5-point scale and the minimum media feasibility category set at a “B” rating. The results indicate that (1) the ERISE application has been developed as a web-based learning system for digital archive management practice by the needs analysis, design, and development stages; and (2) the feasibility test yielded an average score in the “Very Good” (“A”) category. This learning medium is expected to make a concrete contribution to enriching vocational practice, particularly by facilitating the entire archiving process starting from receipt, recording, distribution, classification, retention, and digital signatures
- …
