1,723,402 research outputs found
Tole Sutikno Ph.D menjadi Profesor - Kepmendikbudristek RI No 58745/M/07/2023
Kepmendikbudristek RI No 58745/M/07/2023 tentang kenaikan Jabatan Akademik Ir. Tole Sutikno, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. menjadi Profesor dalam bidang ilmu Teknik Elektronika, Instrumen, dan Kendali, dengan angka kredit sebesar 922
SK Inpassing pangkat penyetaraan Tole Sutikno, golongan ruang IVb, Pembina Tingkat I
KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
NOMOR 67007/B/07/2023 TENTANG KENAIKAN PANGKAT PENYETARAAN
terhitung mulai tanggal 1 Januari 2024, Prof. Tole Sutikno, S.T., M.T., Ph.D., dinaikkan pangkat penyetaraannya menjadi Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b, dengan masa kerja 20 tahun 9 bula
Kepedulian Sosial Agus Sutikno di Tanggul Indah Melalui Film Dokumenter "Agus Sutikno" Dengan Gaya Expository
Karya tugas akhir penyutradaraan Film dokumenter “Agus Sutikno” mengangkat tentang sosok Agus Sutikno di Tanggul Indah. Dokumenter merupakan sajian dari suatu fakta yang kemudian disampaikan berdasarkan subjektifitas pembuat. Dalam dokumenter “Agus Sutikno” menerapkan konsep penyutradaraan gaya expository yang menggunakan narasi voice over sebagai benang merah cerita yang di isi dengan shot-shot sebagai pengiring narasi. Dokumenter “Agus Sutikno” akan menampilkan dan membahas sosok Agus Sutikno yang peduli terhadap permasalahan sosial dikawasan lokalisasi Tanggul Indah, kota Semarang.
Agus Sutikno berprofesi sebagai pendeta telah lebih dari 12 tahun mengabdikan dirinya diluar gereja, untuk membantu orang-orang di kawasan lokalisasi Tanggul Indah yang mayoritas warganya mengalami kemiskinan, tidak memiliki tempat tinggal, kurang pendidikan, serta profesi yang tidak lazim. Diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sosok Agus Sutikno dan keadaan Tanggul Indah, kota Semarang.
Film dokumenter “Agus Sutinko” dibagi menjadi tiga segmen, pertama akan mengenalkan sosok Agus Sutikno, kedua membahas permasalahan apa saja yang ada di Tanggul Indah dan hal apa saja yang telah di lakukan Agus Sutikno dalam membantu permasalahan di Tanggul Indah, ketiga membahas pencapaian Agus Sutikno dan harapan untuk kedepan
The Power Electronics Handbook: Principles and Applications
The Power Electronics Handbook: Principles and Applications is a comprehensive guide that delves into the rapidly growing field of power electronics. This area of research and application utilizes modern
electronics technology to convert electric power from one form to another, with various applications in everyday life such as air-conditioners, electric cars, and renewable energy sources.
The book covers a wide range of topics including the introduction to power electronics, basic principles, power semiconductor devices, power converters, control techniques, renewable energy systems, and industrial applications. It explores fundamental concepts, circuit elements, different
types of converters (AC-DC, DC-DC, DC-AC, AC-AC), and control methods like PWM and digital control techniques
Tari Berthema"Kamandaka"
Tari Berthema"Kamandaka"
Karya: Bambang Sutikno, Sri Purwanti, Ujian penyajian Tari, Pendapa ISI Surakart
Kendangan Batangan R.W. Kawindro Sutikno: suatu Tinjauan Terhadap Pola Garap Karawitan Di Fakultas Kesenian lnstitut Seni lndonesia Yogyakarta
Karya akhir yang berjudul Kendangan Batangan R.W. Kawindro Sutikno: suatu Tinjauan Terhadap Pola Garap Karawitan Di Fakultas Kesenian lnstitut Seni lndonesia Yogyakarta dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh peranan kendang batangan dalam karayitan uyon-uyon dan kanawitan sebagai iringan tari.
Pemilihan seorang tokoh pengendang adalah saluh satu upayu untuk melestarikan bentuk sekaran kendangan dari seorang pengendang yang cukup mempunyai ketrampilan yang ada di Yogyakarta. R.W. Kawindro Sutikno adalah pengendang yang tidak hanya mempunyai kemampuan dalam kendangan Uyon-uyon tetapi juga dalum garap karawitan sebagai iringan tari. Jenis kendang yang banyak mendukung dalam garap karawitan uyon-uyon dan garap karawitan iringan tari adalah kendang batangan disamping kendang ketipung dan kendang gede. Kendangan yang diajarknn pada Fakultas Kesenian Institut Seni Indonesia Yogyakarta adalah salah satu kendangan R.W. Kawindro Sutikno dari gaya Yogyakarta seperti kendangan lndrang Sorengrono dan kendangan gendhing kethuk loro kerep Gambirsawit pada ciblonnya.
Latar belakang budaya R.W. Kawindro Sutikno sangat mendukung untuk berkambang dalam olah seni karawitan. R.T. Kawindro Sutikno adalah jiwa pewaris dari ayahnya, sahingga anak dari R.W. Kawindro Sutiknu juga banyak yang mewarisi jiwa seni khususnya nada bidang seni tari dan seni musik. Dengan demikian bakat semi yang dimiliki oleh R.W. Kawindro Sutikno sudah ada sejak kecil dan mulai berkembang. Pengalaman berkarawitan dalam bidang karawitan sangat mendukung didalam mencapai kesuksesan menjadi pengendang yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Yogyakarta, Dalam belajar kendang R.T. Kawlndro Sutikno tidak melalui tahap-tahan belajar secara khusus dalam arti mempunyai guru sendiri, tetapi hanya dengan melalui wenuturan, mendengarkan, dan gethok tular dari luar pengendang Yang ada di Yogyakarta maunun di luar Yogyakarta
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
