1,723,917 research outputs found

    ETIKA POLITIK MENURUT FRANZ MAGNIS-SUSENO

    Get PDF
    Artikel ini membahas pemikiran Franz Magnis-Suseno tentang etika politik sebagai salah satu cabang filsafat moral yang mengkaji dimensi politis kehidupan manusia. Pemikiran Magnis-Suseno berangkat dari refleksi kritis atas politik yang seringkali dipandang sebagai arena perebutan kekuasaan yang kotor dan pragmatis. Etika politik dalam pandangannya bertujuan untuk memberikan orientasi moral, membimbing legitimasi kekuasaan, serta mengarahkan politik pada bonum commune (kebaikan bersama). Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan riset kepustakaan (library research), yang menelaah karya-karya utama Magnis-Suseno, terutama Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern, serta literatur filsafat klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Magnis-Suseno menegaskan tiga aspek penting etika politik: legitimasi kekuasaan harus berdasarkan keadilan, politik sebagai sarana mewujudkan martabat manusia, serta keterlibatan kritis masyarakat dalam proses politik. Pemikiran ini memiliki relevansi tinggi bagi konteks politik Indonesia, terutama di tengah fenomena politik identitas, polarisasi, dan lemahnya etika publik

    Konsep Etika Menurut Franz Magnis-Suseno

    Get PDF
    Skripsi ini berjudul konsep etika menurut Franz Magnis-Suseno. Penelitian ini dilakukan untuk melihat konsep etika menurut Franz Magnis-Suseno. Menurut Suseno etika sangat diperlukan dalam kehidupan manusia karena etika membicarakan tentang perilaku manusia, dan juga tentang arti baik dan buruk, serta menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia kepada manusia lainnya. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research), dengan teknik pengumpulan data adalah teknik dokumenter melalui peninggalan tertulis. Analisis data dilakukan dengan deskriptif analisis. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana konsep etika menurut agama; (2) Bagaimana konsep etika menurut Franz Magnis-Suseno. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Konsep etika menurut agama adalah tidak ada pemisahan nilai-nilai etis atau moral dari nilai-nilai hukum. Etika dalam agama Islam mengatur moral dan nilai hukum dalam syari’ah Islam yang dikelompokkan ke dalam lima kategori: perintah keras (wajib), perintah lunak (sunnah), larangan keras (haram), larangan lunak (makruh), dan kebebasan (mubah), masing-masing diberi sanksi berupa hukuman tertentu. Secara teoritik, etika agama Islam bersumber pada sistem nilai ketuhanan, namun tidak mengabaikan sistem nilai manusiawi selama sistem nilai manusiawi tersebut tidak bertentangan dengan sistem nilai ketuhanan. Ajaran etika dalam agama Hindu juga memiliki kedudukan yang amat penting. Ajaran moralitas dalam agama Hindu menuntun umat manusia senantiasa untuk berbuat baik dan benar, menghindari diri dari perbuatan salah dan tidak benar. Sedangkan etika Kristen merupakan suatu tindakan yang bila diukur secara moral dianggap baik, sehingga segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah maka itulah yang baik; 2) Konsep etika menurut Franz Magnis-Suseno bahwa siapapun hendaknya bersikap baik hati, dengan tidak memandang warna kulit, suku, budaya dan agama. Dengan kerangka berpikir seperti itu, moralitas manusia menemukan kesadaran akan hak-hak asasi setiap orang sebagai manusia

    Pemikiran etika Hamka dan Franz Magnis Suseno : Studi komparatif

    Get PDF
    Transformasi kehidupan manusia pada saat ini berada di abad ke-21. Era teknologi berkuasa dan ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat. Salah satu wacana yang cukup sering dibahas adalah perihal dekadensi moral, yaitu banyaknya terjadi penyelewengan moral dalam kehidupan masyarakat. Untuk memperbaiki keadaan masyarakat tersebut, etika memiliki peran penting agar selalu direfleksikan secara kritis dalam kehidupan. Etika berperan sebagai sarana untuk manusia dapat menjadi pribadi yang berbudi luhur. Maka, kajian etika harus selalu dikembangkan. Pemikir etika Indonesia di antaranya adalah Hamka dan Franz Magnis Suseno. Ketertarikan peneliti untuk melakukan kajian perbandingan antara etika Hamka dengan Franz Magnis Suseno dikarenakan kedua tokoh tersebut memiliki latar belakang keagamaan yang cukup pekat. Hamka dengan sufisme Islam, sementara Franz Magnis Suseno sebagai seorang romo Katolik. Pertanyaan tentang apakah keduanya memiliki kesamaan dalam pandangan etikanya atau tidak, dan apakah kedua pemikiran etika tersebut mampu dielaborasi lebih jauh sehingga menghasilkan pemahaman etika yang lebih mendalam dan dapat menjadi pelajaran bagi semua kalangan masyarakat. Penelitian dilakukan dengan metode studi komparatif, yang bertujuan untuk memahami lebih mendalam antara pemikiran etika Hamka dan Franz Magnis Suseno, serta mengetahui persamaan dan perbedaan dalam teori etika Hamka dan Franz Magnis Suseno. Pendekatan penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu bahwa di antara Hamka dan Franz Magnis Suseno memiliki persamaan jenis teori etika yang dikembangkan. Di antaranya adalah dalam etika dan agama, etika keutamaan, etika kebahagiaan, etika politik, serta etika berbangsa dan bernegara. Keduanya juga memiliki perbedaan pemikiran, yaitu dalam hal teori para filsuf yang mempengaruhi pemikiran etikanya, latar belakang pemikiran teologi, dan sumber etika yang menjadi landasan untuk mengembangkan teori etika

    ETIKA JAWA (STUDI EPISTIMOLOGI PEMIKIRAN ETIKA FRANZ MAGNIS SUSENO)

    Get PDF
    Franz Magnis Suseno adalah seorang filsuf dan teolog yang secara khusus menelusuri nilai-nilai etis dalam tradisi Jawa. Pendekatan epistemologisnya melibatkan pemahaman mendalam tentang sumber-sumber pengetahuan dalam budaya Jawa, termasuk penggunaan bahasa, simbol, dan praktik kehidupan sehari-hari. Dalam studi epistemologi pemikiran Franz Magnis Suseno tentang etika Jawa, penelitian mungkin melibatkan analisis terhadap karya-karya tulisnya seperti buku "Etika Jawa: Sebuah Analisa Filsafat Moral". Dalam analisis tersebut, akan dibahas bagaimana Suseno memahami proses memperoleh pengetahuan etika dalam budaya Jawa, termasuk peran budaya, tradisi, dan bahasa dalam pembentukan pemahaman tentang moralitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui; 1) Konsep etika Jawa di Indonesia, 2) Konsep etika dalam pandangan Franz Magnis Suseno, 3) Mengetahui kontruksi epistimologi etika Franz Magnis Suseno. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filosofi, kemudian metode pengumpulan data melalui penelitian pustaka atau Library Research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Franz menggabungkan unsur-unsur tradisional Jawa dengan konsep-konsep filsafat Barat untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang etika, 2) Pentingnya hidup selaras dengan alam dalam budaya Jawa. 3) nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial dalam masyarakat Jawa yang dianggapnya sebagai landasan etika yang kuat, dan 4) Franz menekankan relevansi nilai-nilai etika Jawa dalam konteks modern, bagaimana nilai-nilai tradisional dapat memberikan panduan dalam menghadapi tantangan etis dalam masyarakat yang semakin kompleks dan terglobalisasi

    Diksi pada Kuliah Umum Etika Franz Magnis Suseno S.J. Serta Implikasinya

    Get PDF
    The aimed of this research was to describe the used of diction in stadium general of ethic from Prof. Dr. Franz Magnis Suseno S.J and its implication to learning Indonesia language at Senior High School. The method of the research was qualitative descriptive method. Based on the overall analysis, the author concluded that the diction in stadium general of ethic from Prof. Dr. Franz Magnis Suseno S.J. on Youtube consisted of 331 denotative words, 132 connotative words which covered 88 positive connotative words and 44 negative connotative words and context. The implication of diction in learning Indonesia language in Senior High School was the study material at the first grade students of the odd semester about making exposition text by using structure and aspect of language.Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan diksi pada kuliah umum etika Prof. Dr. Franz Magnis Suseno S.J. serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan diksi pada kuliah umum etika Prof. Dr. Franz Magnis Suseno S.J. di Youtube terdapat 331 kata bermakna denotasi, 132 kata bermakna konotasi, meliputi 88 kata bermakna konotasi positif dan 44 kata bermakna konotasi negatif serta konteksnya. Implikasi penggunaan diksi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA yaitu materi pembelajaran siswa kelas X semester ganjil tentang mengkontruksi teks eksposisi dengan struktur dan aspek kebahasaan.Kata kunci : diksi, pembelajaran, kuliah umum etika di youtube

    ETIKA JAWA (STUDI EPISTIMOLOGI PEMIKIRAN ETIKA FRANZ MAGNIS SUSENO

    No full text
    Franz Magnis Suseno adalah seorang filsuf dan teolog yang secara khusus menelusuri nilai-nilai etis dalam tradisi Jawa. Pendekatan epistemologisnya melibatkan pemahaman mendalam tentang sumber-sumber pengetahuan dalam budaya Jawa, termasuk penggunaan bahasa, simbol, dan praktik kehidupan sehari- hari. Dalam studi epistemologi pemikiran Franz Magnis Suseno tentang etika Jawa, penelitian mungkin melibatkan analisis terhadap karya-karya tulisnya seperti buku "Etika Jawa: Sebuah Analisa Filsafat Moral". Dalam analisis tersebut, akan dibahas bagaimana Suseno memahami proses memperoleh pengetahuan etika dalam budaya Jawa, termasuk peran budaya, tradisi, dan bahasa dalam pembentukan pemahaman tentang moralitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui; 1) Konsep etika Jawa di Indonesia, 2) Konsep etika dalam pandangan Franz Magnis Suseno, 3) Mengetahui kontruksi epistimologi etika Franz Magnis Suseno. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filosofi, kemudian metode pengumpulan data melalui penelitian pustaka atau Library Research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Franz menggabungkan unsur-unsur tradisional Jawa dengan konsep- konsep filsafat Barat untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang etika, 2) Pentingnya hidup selaras dengan alam dalam budaya Jawa. 3) nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial dalam masyarakat Jawa yang dianggapnya sebagai landasan etika yang kuat, dan 4) Franz menekankan relevansi nilai-nilai etika Jawa dalam konteks modern, bagaimana nilai-nilai tradisional dapat memberikan panduan dalam menghadapi tantangan etis dalam masyarakat yang semakin kompleks dan terglobalisasi
    corecore