155 research outputs found
Pelaksana Blok Munculan 3.3 April-Juni 2018 dr. Restu Susanti,Sp.S, M.Biomed
Pelaksana Blok Munculan 3.3 April-Juni 2018 dr. Restu Susanti,Sp.S, M.Biome
TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PENDISTRIBUSIAN BERAS BERSUBSIDI (Studi Kasus di Dusun Tiga Desa Restu Baru Kecamatan. Rumbia Kabupaten. Lampung Tengah)
Jual beli dalam arti umum ialah suatu perikatan tukar-menukar sesuatu yang
bukan kemanfaatan atau kenikmatan. Perikatan adalah akad yang mengikat kedua
belah pihak. Sesuatu yang bukan manfaat ialah bahwa benda yang ditukarkan adalah
dzat (berbentuk), ia berfungsi sebagai objek penjualan, jadi bukan manfaatnya atau
hasilnya. Distribusi dalam islam adalah menyalurkan rezeki (harta kekayaan) untuk
diinfakkan (didistribusikan) demi kepentingan diri sendiri maupun orang lain. Raskin
merupakan salah satu dari berbagai program-program pro rakyat yang diluncurkan
oleh pemerintah Indonesia sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan.
Hal ini telah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun
2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Instruksi Presiden Nomor
3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang berkeadilan. Namun, dalam
prakteknya program Raskin di Desa Restu Baru Kecamatan Rumbia Kabupaten
Lampung Tengah masih belum sesuai harapan karena masih banyak beras Raskin
yang kwalitasnya kurang baik dan tingkat kecurangan serta pembagian secara merata
atau dibagikan kepada semua masyarakat.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pendistribusian
raskin di Desa Restu Baru Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung tengah dan
bagaimana pandangan hukum Islam terhadap pendistribusian raskin di Desa Restu
Baru Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui proses pendistribusian raskin di Desa Restu Baru Kecamatan Rumbia
Kabupaten Lampung tengah serta mengetahui pandangan hukum Islam terhadap
pendistribusian raskin di Desa Restu Baru Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung
Tengah
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan data primer
dan data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode
observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Metode analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan
induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendistribusian Raskin di Desa Restu
Baru secara merata kepada masyarakat desa baik miskin maupun tidak miskin
sesungguhnya tidak sesuai dengan Pedoman Umum, Petunjuk Pelaksanaan, dan
Petunjuk Teknis Raskin. Namun, di Desa Restu Baru aturan tersebut diabaikan karena
disebabkan oleh berbagai alasan dan pertimbangan antara lain, kurangnya informasi
yang diterima masyarakat tentang Raskin sehingga terjadi ketidaktahuan mengenai
pihak yang berhak atas Raskin, sulitnya memilih rumah tangga yang benar-benar
miskin. Praktek distribusi bagi rata Raskin di Desa Restu Baru adalah tidak sesuai
dengan prinsip kemaslahatan dan prinsip keadilan karena tujuan pendistribusian
raskin adalah untuk orang-orang miskin. Pendistribusian raskin bagi orang yang
mampu adalah tidak dibenarkan. Pendistribusian raskin yang bertentangan dengan
prinsip kemaslahatan dan keadilan adalah dilarang menurut hukum islam
PENGARUH VITAMIN D3 DAN KYNURENIC ACID TERHADAP BIOMARKER NYERI DAN KEPARAHAN MIGRAIN KRONIS
ABSTRAK
PENGARUH VITAMIN D3 DAN KYNURENIC ACID TERHADAP
BIOMARKER NYERI DAN KEPARAHAN MIGRAIN KRONIS
Restu Susanti
Latar belakang: Migrain merupakan gangguan neurologi dengan prevalensi dan
morbiditas yang tinggi terutama di kalangan dewasa muda dan wanita. Migrain
menempati peringkat kedua penyebab disabilitas. Peningkatan intensitas dan
frekuensi serangan membutuhkan tatalaksana abortif dan preventif yang tepat.
Gangguan neurovaskular dan proses neuroinflamasi berperan pada patogenesis
migrain dan menjadi dasar pemberian terapi. CGRP, glutamat, dan NLRP3
berperan pada patogenesis migrain kronis. Peran vitamin D sebagai anti inflamasi
dan Kynurenic Acid (KYNA) sebagai antagonis reseptor NMDA saat ini
dikembangkan sebagai terapi preventif migrain kronis.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian vitamin
D3 dan KYNA terhadap kadar CGRP, glutamat, NLRP3, dan keparahan migrain
kronis.
Metode: Penelitian ini berupa eksperimental (double blind clinical trial). Subjek
penelitian penderita migrain kronis yang berobat di poliklinik Saraf di RSUP DR.
M. Djamil Padang, RS Swasta, dan Puskesmas di kota Padang dari bulan Mei 2022
hingga Juni 2023. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diberikan
headache diary dan dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Perlakuan yang
diberikan berupa vitamin D3 2000 IU satu kali sehari dan/atau KYNA yang terdapat
dalam propolis 2 x 2 tetes setiap hari selama 12 minggu. Kelompok I adalah
kelompok kontrol negatif (plasebo), kelompok II diberikan vitamin D3, kelompok
III diberikan KYNA, serta kelompok IV diberikan vitamin D3 dan KYNA. Pada
keempat kelompok tetap mendapat tatalaksana rutin terapi migrain. Pemeriksaan
kadar biomarker dengan metode ELISA, severitas nyeri dengan MIGSEV,
frekuensi dan durasi dengan headache diary, serta disabilitas dengan MIDAS.
Pemeriksaan dilakukan saat awal dan setelah perlakuan. Dilakukan analisis statistik
untuk mengetahui pengaruh perlakuan.
Hasil: Didapatkan 48 subjek penderita migrain kronis dengan rerata kadar vitamin
D3 pada 23.61±4.68 ng/ml dengan median usia 33 tahun. Terdapat penurunan
frekuensi dan durasi nyeri kepala yang bermakna pada semua kelompok perlakuan.
Terdapat pengaruh pemberian vitamin D3 dan KYNA terhadap penurunan kadar
glutamat dan NLRP3, intensitas, severitas dan disabilitas migrain.
Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pada penderita migrain kronis terjadi
insufisiensi vitamin D3. Suplementasi vitamin D3 dan/atau KYNA dapat
mengurangi frekuensi, durasi, severitas dan disabilitas migrain kronis. Pemberian
vitamin D3 dan/atau KYNA memengaruhi kadar NLRP3 dan glutama
SISTEM INFORMASI PEMESANAN BARANG PADA CV RESTU PERDANA PALEMBANG BERBASIS WEB
Pesatnya perkembangan komputer dan teknologi informasi menjadi pemicu berbagai perusahaan untuk memanfaatkan sistem informasi berbasis dekstop maupun Web. CV. Restu Perdana Palembang pun membutuhkan sebuah sistem informasi untuk memperoleh peluang bersaing dan meningkatkan eksistensi perusahaan. Permasalahan yang dialami oleh CV. Restu Perdana Palembang yaitu belum adanya media pemasaran mengakibatkan sulitny perusahaan memasarkan produk maupun meningkatkan produktifitas, kurang cepat merespon keluhan pelanggan, dan kebutuhan pelanggan akan transaksi kapan saja dan di mana saja. Metodologi yang digunakan adalah RUP (Rational Unified Process) dengan metode iterasi. Implementasi desain program menggunakan bahasa PHP6, Sedangkan DBMS menggunakan MySQL. Dalam sistem informasi ini terdapat fungsi untuk Login dalam 2 versi yaitu pelanggan tetap dan pelanggan biasa ,register ,ubah password , pesan produk , tambah jumlah pesa produk ,cari produk input ,pembayaran ,tambah data admin ,tambah data produk ,input berita , input data produk ,input kritik dan saran . Dengan adanya sistem informasi pemesanan berbasis web ini dapat memberikan kemudahan dan meminimalkan kesalahan yang terjadi pada bagian administrasi serta stakeholders yang terkait dengan kegiatan pemesanan tersebu
Immunology Aspects in Tension-Type Headache Chronicity
Tension-Type Headache (TTH) headache is a type of primary headache which mostly complained by patients. The pain often ignored due to low mortality rates. Inadequate management makes the pain becoming chronic and causing a high disability rate. Many factors involved in transforming infrequent tension-type headache to chronic tension-type headache. A deeper understanding of the immune system's role in the pathophysiological process and modulation of chronic pain could be a potential target for developing therapies in managing chronic pain.Keywords: chronic tension-type headache, immunology aspect, pathophysiolog
Pengaruh Akusisii Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Publik Yang Listed Di Bursa Efek Jakarta
Dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan (yang signifikan)kinerja keuangan perusahaan antara sebelum dan sesudah akuisisi
Peningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Permainan Batu Berwarna di TK Restu Ibu Ketinggian Kabupaten Lima Puluh Kota
Penelitian ini dilatarbelakangi karena kemampuan berhitung anak masih rendah, maka dari itu tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berhitung melalui permainan batu berwarna.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh anak kelas TK Restu Ibu Ketinggian Kabupaten Lima Puluh Kota yang berjumlah 15 orang yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Penelitian ini dilakukan 2 siklus masing-masing siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan anak dalam aspek menyebutkan bilangan dari 1-20, aspek membuat urutan bilangan 1-20 dan mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan melalui permainan batu bewarna pada siklus I terlihat masih rendah, karena belum sesuai dengan harapan maka penelitian ini dilanjutkan ke siklus II, pada siklus II sudah terjadi peningkatan yang sangat signifikan, dari ketiga aspek yang dinilai jumlah anak yang mengalami peningkatan kemampuan dari kategori rendah menjadi sangat tinggi sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Dengan demikian permainan batu berwarna dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak
HUBUNGAN KADAR SERUM BRAIN DERIVED NEUROTROPHIC FACTORS DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PASKA CEDERA KEPALA
Latar Belakang dan Tujuan
Gangguan fungsi kognitif merupakan sequele cedera kepala yang bersifat kronis berhubungan dengan kemampuan regenerasi, perbaikan, dan plastisitas sel serta proses belajar. Brain derived neurotrophic factor (BDNF) merupakan suatu faktor neurotrophic yang berperan penting dalam plastisitas dan proses belajar. Penelitian tentang gangguan kognitif dan respon neurogenesis paska cedera kepala belum banyak dilakukan. Sehingga penting untuk mengetahui hubungan kadar serum BDNF dengan gangguan fungsi kognitif paska cedera kepala.
Metode
Studi observational kohort pada 30 pasien cedera kepala di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Bulan November 2014 sampai Juni 2015. Pengambilan sampel darah diambil saat masuk dan saat follow up satu bulan bersamaan dengan pemeriksaan kognitif. Perbedaan rerata kadar serum BDNF saat masuk dan satu bulan onset dianalis dengan uji t berpasangan. Analisis hubungan kadar serum BDNF saat masuk dengan fungsi kognitif dengan uji Chi-square, sedangkan analisis hubungan kadar serum BDNF satu bulan onset dan faktor-faktor yang mempengaruhi kognitif paska cedera kepala dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan Spearman.
Hasil
Rerata kadar serum BDNF saat masuk 576,849 ±306,645 pg/ml sedangkan rerata BDNF satu bulan onset 897,462±344,916 pg/ml. Terdapat perbedaan bermakna kadar BDNF saat masuk dan satu bulan onset dengan nilai p<0,001. Terdapat hubungan bermakna antara kadar serum BDNF saat masuk dengan gangguan fungsi kognitif (nilai p: 0,004; RR: 2,667; IK 96%). Terdapat korelasi antara BDNF satu bulan onset, umur, nilai GCS dan lama pendidikan dengan gangguan fungsi kognitif paska cedera kepala.
Kesimpulan
Terdapat hubungan bermakna kadar serum BDNF saat cedera kepala dengan gangguan fungsi kognitif paska cedera kepala.
Kata kunci : Brain derived neurotrophic factor, cedera kepala, gangguan kogniti
SUNCT, NYERI TRIGEMINAL YANG JARANG
Short-lasting unilateral neuralgiform headache attacks with conjunctival injection and tearing (SUNCT) are a subset of short-lasting unilateral neuralgiform headache attacks. SUNCT is a condition that is rarely encountered and is characterized by typical moderate to severe neuralgia pain located in the first division area of the trigeminal nerve that can be felt in any part of the head. SUNCT can be primary and secondary. Typical SUNCT symptoms include severe unilateral headache with autonomic symptoms with bilateral conjunctival injection and lacrimation with an attack frequency more than 60 times per day (range 3 to 200) which can occur spontaneously or be triggered by a mechanical stimulus in an area that is innervated by the trigeminal nerve , and without a refractory period thereafter. The current treatment is still diverse, including therapy with anti-epileptic drugs, interventional therapy, or invasive procedures. The diagnosis and management of complex therapies in patients with SUNCT still need further understanding.Short-lasting unilateral neuralgiform headache attacks with conjunctival injection and tearing (SUNCT) merupakan salah satu sub bagian dari short-lasting unilateral neuralgiform headache attacks. SUNCT sendiri merupakan suatu kondisi yang jarang ditemui dan ditandai dengan nyeri neuralgia tipikal sedang sampai hebat yang berlokasi pada area divisi pertama dari nervus trigeminus yang dapat dirasakan di bagian kepala mana saja. SUNCT bersifat primer dan sekunder. Gejala khas berupa nyeri kepala hebat unilateral dengan gejala otonom dengan injeksi konjungtiva bilateral dan lakrimasi dengan frekuensi serangan lebih dari 60 kali per hari (range 3 sampai 200), di mana serangan ini dapat terjadi secara spontan atau dipicu oleh stimulus mekanik pada daerah yang dipersarafi oleh nervus trigeminus dan tanpa periode refraktori setelahnya. Tatalaksana yang diberikan saat ini masih beragam yaitu pemberian obat anti epilepsi, terapi intervensional, ataupun prosedur invasif. Dibutuhkan pemahaman lanjut dalam diagnosis dan manajemen terapi yang kompleks dalam mentatalaksana pasien dengan SUNCT
- …
