1,721,096 research outputs found

    Analisis Pengelolaan Administrasi Keuangan Dan Pengeluaran Pada Lanud Surya Darma Kalijati

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengelolaan administrasi Keuangan pada kantor pekas lanud surya darma . Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini  adalah menggunakan metode   pendekatan kualitatif. Sumber Data yang diolah di ambil dari laporan  anggaran Kantor pekas lanud surya darma  yang di dapatkan dari laporan tahunan Kantor pekas lanud surya darma . jenis data berupa data kualitatif. Teknik penumpulan data di lakukan dengan cara penumpulan dokumen laporan. yaitu dengan langkah mengumpulkan dan menyaring keterangan-keterangan yang diperoleh secara menyeluruh dan detail, kemudian diuraikan sehingga diperoleh gambaran yang jelas.teknik analisis data berupa deskriftif .berdasarkan penelitian yang di lakukan hasil pengumpulan data pada Kantor pekas lanud suryadarma. .dapat diketahui  bahwa pengelolaan administrasi keuangan pada kantor pekas lanud surya darma sudah sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia

    MEMPEKERJAKAN ANAK DIBAWAH UMUR MENURUT UNDANG UNDANG NO 13 TAHUN 2003 DAN FIQH SIYASAH DI CV SURYA DARMA PEKANBARU

    Full text link
    ABSTRAK Bela Dwi Andriani, (2024): Mempekerjakan Anak di Bawah Umur Menurut Undang Undang No 13 Tahun 2003 Dan Fiqh Siyasah Di CV Surya Darma Pekanbaru Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh diaturnya ketentuan mengenai mempekerjakan anak di bawah umur di dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003. Undang-Undang No 13 Tahun 2003 merupakan Undang-Undang yang mengatur segala peraturan mengenai pekerjaan yakni pada waktu sebelum, selama, dan sesudah bekerja yang harus dilaksanaan sesuai ketentuan yang berlaku namun pada kenyataannya tugas tersebut belum dapat terealisasi dengan baik. Adapun pokok permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana perlindungan hukum bagi pekerja anak di CV Surya Darma Pekanbaru ditinjau berdasarkan Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan? (2) Bagaimana perlindungan hukum bagi pekerja anak di CV. Surya Darma Pekanbaru ditinjau berdasarkan Fiqh Siyasah? Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field Research). Subjek penelitian ini adalah pekerja anak yang terdapat di CV Surya Darma Pekanbaru. Objek pada penelitian ini yaitu peran CV Surya Darma dalam melindungi hak pekerja anak di bawah umur yang terdapat di CV Surya Darma Pekanbaru. Dalam penelitian ini informan yang dipilih adalah pemilik CV Surya Darma dan pelaku pekerja anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yakni semua data yang telah didapat kemudian dijelaskan secara rinci dan sistematis dalam bentuk kata-kata tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. Surya Darma sudah menerapkan apa yang terdapat dalam pasal 69 ayat 2 Undang-Undang Ketenagakerjaan akan tetapi ada sebagian yang belum sesuai dalam pasal tersebut terkait: (1) Perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali; (2) Waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam; (3) Keselamatan dan kesehatan kerja. Sedangkan berdasarkan Fiqh Siyasah praktek pekerja anak di CV. Surya Darma Pekanbaru sudah sesuai dengan ketentuan Islam terkait kewajiban pengusaha terhadap pekerjanya yang meliputi memberi keringanan pekerjaan bagi pekerja anak sesuai dengan kemampuan anak, serta pemberian gaji atau upah tepat pada waktunya Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Pekerja Anak, Fiqh Siyasah

    ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT (Studi Kasus : PT. PNNI Desa Minas Timur, Kabupaten Siak)

    Full text link
    ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT (Studi Kasus : PT. PNNI Desa Minas Timur, Kabupaten Siak) SURYA DARMA NIM : 11355103010 Tanggal Sidang : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. Soebrantas No. 155 Pekanbaru ABSTRAK Penggunaan bahan bakar fosil masih mendominasi sebagai bahan bakar pembangkit listrik, kondisi ini membuktikan bahwa kita masih bergantung pada energi fosil. Perlu adanya usaha serius dan sistematis untuk mengembakan dan menerapkan sumber energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, khususnya di PKS PT. Persada Nusa Nabati Indonesia, PKS ini belum memanfaatkan limbah cair hasil dari pabrik yang berupa POME, dengan belum termanfaatkan dengan maksimal, limbah ini mampu mencemari lingkungan. Sementara dilihat dari jumlah potensi POME adalah sebesar 686,47m3/hari, apabila dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan energi listrik sebesar 26.009,14 kWh dan mampu menanggulangi permasalahan kekurangan energi listrik di PKS. Teknologi yang dapat diterapkan untuk menghasilkan biogas adalah anaerobic digestion. Berdasarkan perhitungan analisis teknis produksi biogas, digester, pemurnian biogas, dan perhitungan gas engine, volume biogas berjumlah 20.780,75m³/h, menghasilkan daya listrik sebesar 1.083,71 kW atau sebesar 1.08 MW. Analisis ekonomi menggunakan metode Cost Benefit Analysis dengan parameter Cash Flow, NPV, dan Payback Periode, selama umur proyek 20 tahun dan tingkat suku bunga sebesar 2% menghasilkan Payback Periode 16,4 tahun. Berdasarkan analisis teknis dan ekonomi hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem pembangkit listrik tenaga biogas di pabrik kelapa sawit di PT. Persada Nusa Nabati Indonesia ini layak untuk dilanjutkan Kata kunci : fosil, pome, biogas, anaerobic digester,energi listrik,cost benefit analysi

    PENERAPAN UNDANG-UNDANG FIDAUSA NOMOR 42 TAHUN 1999 DAN UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA TERHADAP NASABAH YANG MELAKUKAN WANPRESTASI KREDIT MACET PADA FINANCE (Studi Kasus Mandiri Utama Finance Tulungagung)

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Penerapan Undang-Undang Fidusia Nomor 42 Tahun 1999 dABSTRAKan Undang-Undang Hukum Pidana Terhadap Nasabah Yang Melakukan Wanprestasi Kredit Macet Pada Finance (Studi Kasus Mandiri Utama Finance Tulungagung)”.ini ditulis oleh Chevin Surya Darma, NIM 126103203234, Prodi Hukum Tata Negara (HTN), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, di bimbing oleh Ahmad Yuzki Arifian Nawafi, M.IP Kata Kunci : Kredit Macet, Wanprestasi, Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999, Undang- Undang Hukum Pidana Penelitian itu dilatar belakangi oleh perilaku konsumen yang sering dijumpai permasalahan kredit macet yang dilakukan oleh debitur dikarenakan tidak membayar angsuran dengan tepat waktu bahkan terjadi kemacetan angsuran kepada kreditor (perusahaan leasing) yang mengakibatkan kerugian besar untuk perusahaan. Kredit Macet atau pembiayaan bermasalah adalah suatu kondisi pembiayaan yang ada penyimpangan (deviasi) atas terms of lending yang disepakati dalam pembayaran kembali pembiayaan itu sehingga terjadi keterlambatan, diperlukan tindakan yuridis, atau diduga ada kemungkinan potensi loss. Dalam portofolio pembiayaan, pembiayaan bermasalah masih merupakan pengelolaan pokok, karena resiko dan faktor kerugian terhadap risk asset tersebut akan memengaruhi kesehatan. Wanprestasi adalah tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajiban sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian yang dibuat antara kreditur dengan debitur. Wanprestasi atau tidak dipenuhinnya janji dapat terjadi baik karena disengaja maupun tidak disengajaDapat kita lihat pada salah satu perusahaan leasing yang ada di tulungagung, banyak konsumen atau debitur yang menggunakan jasa perusahaan leasing tersebut untuk melakukan transaksi kredit sepeda motor pada Mandiri Utama Finance. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang jaminan fidusia salah satu fungsinya adalah untuk memenuhi kebutuhan hukum yang dapat memacu pembangunan nasional dan untuk menjamin kepastian hukum serta mampu memberikan perlindungan hukum bagi pihak yang berkepentingan. Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang idak dapat dibebani hak tanggungan sebgaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan Pemberi Fidusia, sebagai agunan bagi pelunasasn utang tertentu yang memberikan kedudukan yang sangat diutamakan kepada Penerima Fidusia terhadap kreditor lainnya. Menurut pandangan Undang-Undang Hukum Pidana Bahkan apabila debitor mengalihkan benda objek fidusia yang dilakukan dibawah tangan kepada pihak lain tidak dapat dijerat dengan UU No. 42 Tahun 1999 Tentang jaminan fidusia, karena tidak syah atau legalnya perjanjian jaminan fidusia yang dibuat. Mungkin saja debitor yang mengalihkan barang objek jaminan fidusia di laporkan atas tuduhan penggelapan sesuai. Pasal 372 KUHPidana menentukan :”hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah”

    System Pembuktian Terbalik Oleh Tertuduh Kasus Korupsi Dalam Prespektif HAM (Study Putusan No.120/Pid.B.Sus/TPK/2016/PN.Sby)

    Full text link
    Korupsi merupakan sesuatu yang rawan di Indonesia, dalam UUD 1945 Negara Indonesia merupakan Negara dengan Dasar Hukum (rechtstaat) serta tidak berdasarkan kekuasaan sistim pembuktian dalam kasus tidak Pidana korupsi sering kali menggunakan pembuktian terbalik merupakan komponen dari perlindungan HAM, memberikan kesempatan kepada tertuduh atau yang memiliki harta kekayaan hasil korupsi untuk memberikan bukti bahwa itu bukan merupakan hasil dari tindak Pidana korupsi. Berkaitan dengan sistem pembuktian terbalik oleh terdakwa kasus korupsi sesuai pada kasus Putusan No 120/ Pid.Sus/ TPK/ 2016/PN.Sby. berdasarkan prespektif HAM dari sisi HAM menjadi noelty (keterbaruan) yang penulis fokuskan kepada pengamatan ini. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka yang yang menjadi permasalahan di dalam pengamatan ini merupakan sebagai berikut: aspek sistem pembuktian terbalik dalam penegakan hukum tindak Pidana korupsi menghilangkan HAM serta bagaimana pembuktian terbalik pada kasus tindak Pidana korupsi dalam prespekti hak sasasi manusia ( Study Putusan No 120/ Pid.Sus/TPK/2016/PN.Sby). Dalam penulisan tesis ini, metode penelitian di pergunakan adalah penelitian yudiris dengan menggunakan pendekatan Undang undang serta pendekatan kasus yang di analisis secara kualitatif dan sekunder dan bahan hukum yang relepan baik secara filosofis dan sisologis maupun yuridis telah sesuai dengan Sistim pembuktian terbalik yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD Negara RI tahun 1945, kesimpulan menunjukan bahwa sistem pembuktikan terbalik dalam penegakan tindak pidana korupsi bukan merupakan pelanggaran HAM, dalam pengamatan ini perlu membuat peraturan yang lebih terperinci terkait dengan aturan atau tatacara Beben pembuktian terbalik supaya tidak ada lagi kerancuan dalam penerapannya. Kata Kunci: Pembuktian Terbalik, Korupsi, HAM/ ABSTRACT Name : Surya Darma Simbolon. ID : 1902190050 Title : Reverse Evidence System by Defensertats of Corruption Cases in Human Rights Perspective (Case Study No. 120/ Pid.Sus/ TPK/2016/PN.Sby)” Corruption is something that is vulnerable in Indonesia, in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the State of Indonesia is a State with a Legal Basis (rechtstaat) and is not based on the power of the evidentiary system. who owns wealth resulting from corruption to provide evidence that it is not the result of a criminal act of corruption. In connection with the reversed proof system by the defensertat in the corruption case according to the Decision Number 120/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Sby. based on the perspective of human rights from the point of view of human rights to be noelty (updated) which the author focuses on in this research. Based on the background of the problem above, the problems in this research are as follows: the aspect of the reversed proof system in law enforcement of criminal acts of corruption eliminates human rights and how to reverse proof in cases of corruption in the perspective of human rights (Study Decision Number 120/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Sby). In writing this thesis, the research method used is juridical research using at law approach as well as acase approach that analyzed qualitatively and secondarily and relevant legal materials both philosophically and psychologically and juridically are in accordance with the reverse proof system that does not conflict with Pancasila and the 1945 constitution of Republik of Indonesia, the conclution show that the reserve system of evidence in the enforcement of criminal acts of corruption is not a violation of human rights, in this observation it is necessary to make more detailed regulations related to the rules or procedures for reserve proofing so that there is no more confusion in its application keywords: Reservse Evidence, Corruption, Human Right

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore