31 research outputs found

    KELUARGA DAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN TINGGI MAHASISWA PENDIDIKAN SENI RUPA DAN PENDIDIKAN BAHASA JAWA

    Get PDF
    oai:jurnalunj.journal.unj.ac.id:article/1034Abstrak Penelitian ini mengkaji dukungan keluarga dalam pembiayaan pendidikan tinggi bagi mahasiswa Pendidikan Seni Rupa dan Pendidikan Bahasa Jawa. Biaya mencakup biaya kuliah dan biaya hidup. Sumber data adalah mahasiswa semester empat Pendidikan Seni Rupa Kelas A, Pendidikan Seni Rupa Kelas B, dan Pendidikan Bahasa Jawa Kelas A pada Fakltas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan survey deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mejawab (1) berapa banyak uang keluarga yang dialokasikan untuk membiayai pendidikan mahasiswa, dan (2) berapa banyak mahasiswa yang didukung penuh oleh orang tuanya?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata total biaya selama empat semester sebesar 31,8 juta rupiah (Pendidikan Seni Rupa Kelas A), 47,9 juta rupiah (Pendidikan Seni Rupa Kelas B), dan 45,7 juta rupiah (Pendidikan Bahasa Jawa Kelas A); (2) persentase mahasiswa yang dibiayai penuh oleh orang tua adalah 77,42% pada mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Kelas A, 65,52% pada mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Kelas B, dan 60% pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa Kelas A. Kata Kunci: keuangan keluarga, pembiayaan, mahasiswa, biaya Abstract This study concerns on family supports the financing of university students whos are study at the Art Education and Javanese Language Education programme. The costs are including tuition fee and living cost. The data was collected from the fourth semester students of Art Education A, Art Education B, and Javanese Language Education A Faculty of Art and Languages, Yogyakarta State University, Indonesia. Quantitative is used as the main approach which is using descriptive survey as the research method. This research purposes are to answer (1) how much money which is allocated as the financial support by students’ family? (2) how many students who are fully supported by their parents? The results show that (1) the averages of total four semester student cost are Rp31.8 million (Art Education A), Rp47.9 million (Art Education B), and Rp45,7 million (Javanese Language Education A); (2) 77.42% Art Education A students are fully funded by their parents, 65.52% Art Education B students are fully funded by their parents, and 60% Javanese Language Education A students are fully funded by their parents. Keywords: family financing, funding, university students, cost

    Kritik terhadap internasionalisasi pendidikan tinggi ala kebijakan politik the New Southbound Taiwan

    Get PDF
    Artikel ini merupakan telaah kritis terhadap internasionalisasi pendidikan tinggi ala kebijakan politik the New Southbound Taiwan. Tujuan studi kepustakaan ini adalah (1) mendeskripsikan politik internasionalisasi pendidikan tinggi Taiwan; (2) membangun kritik terhadap politik internasionaliasi pendidikan tinggi Taiwan; (3) membangun gagasan implementasi politik internasionalisasi pendidikan tinggi di negara-negara berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan berupa re-interpretasi pemikiran dalam artikel kunci terpilih dan pembangunan gagasan oleh peneliti dengan mendasarkan kepada kajian literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Taiwan menjalin kerjasama pendidikan tinggi dengan negara-negara yang terletak di bagian selatan, yang terutama ditempuh melalui mobilitas mahasiswa internasional dari dan ke dalam Taiwan; (2) pilihan politik internasionalisasi pendidikan tinggi Taiwan diindikasikan sebagai upaya dominasi Taiwan kepada negara-negara lain, dan upaya menghimpun sumber daya manusia berbakat untuk menggerakkan pembangunan berbagai sektor di Taiwan; 3) gagasan internasionalisasi pendidikan tinggi di negara-negara berkembang: (a) optimalisasi hubungan multilateral regional; (b) mahasiswa Indonesia studi di luar negeri; (c) peningkatan perguruan tinggi bertaraf internasional; dan (d) pendirian perguruan tinggi asing di negara-negara berkembang

    Reflecting on Personal Experiences: An Auto-ethnography in Search of a Meaningful Educational Management and Administration

    Get PDF
    The terms of administration and management in education are still a debate among Indonesian scholars in this discipline. This debate is rooted in their different stance which has implications in practices. This study attempts to address this issue. It aims to find the meaning of educational administration and management, which is considered to be important especially for academicians and students in this field and also practitioners. The study found that the term of educational management in Indonesia is more preferrable among scholars and popular for public, indicating adoption of management values from bussiness management to public institutions. Very few insist the use of administration instead of management, while some others argue that these two terms are interchangeable.     Keywords: meaningful learning; learning experience; educational administration; educational management

    The Influence of Strategic Enrolment Management and Other Factors on the Competence of B.Ed. Graduates

    Get PDF
    The first part of this study consisted of a qualitative literature review to determine which variables other than strategic enrolment management might affect the competence of B.Ed. graduates. It was found that other factors might include teacher archetype, motivation to become a teacher, career planning and professional identity. This study presented the constructed operational definitions of each of the variables and the proposed structural relationships between them. In the second part, a quantitative approach was used and data were collected through a questionnaire. It is recommended that additional qualitative research is conducted to complement the findings of this study. Keywords: strategic enrolment management, teacher education, student teacher, teacher archetype, teacher competenc

    Studi Analisis Pengaruh Sudut Kemiringan Terhadap Daya Keluaran Panel Surya di Kabupaten Karawang

    No full text
    Solar energy is a sustainable and most promising source of energy because the quantity is very large. Energy sources from the sun are expected to be a solution to the problem of energy needs, after many fossil energy sources are decreasing and causing environmental problems. Given Indonesia\u27s location on the equator, it allows sunlight to be received optimally in almost all parts of Indonesia throughout the year. To optimize the intensity of sunlight absorbed by solar panels, the system design requires a panel tilt angle that is most suitable for receiving the greatest solar radiation. The unstable position of the sun caused changes in the output power of the solar panel. Based on these problems, this research was conducted on the effect of tilt angle on the output power of solar panels in Karawang District. The research was conducted through direct data collection on the rooftop of Perum Pemda Sukaharja, Karawang District on October 5, 2023 from 07.00 to 16.00. Solar panels were faced north and given tilt angles of 10°, 20°, and 30°. The highest output power (P) was obtained at 12:00 and the lowest at 07:00. The conclusion of this test is that the solar panel facing north with an angle of 10° has the highest output power of 31.414 Watts with an average measurement result of 18.87 Watts. The 10° tilt angle is the most optimal angle recommendation for solar panels to be applied in Perum Pemda Sukaharja, Karawang District ABSTRAK: Energi surya merupakan sumber energi yang berkelanjutan dan paling menjanjikan karena kuantitasnya sangat besar. Sumber energi dari matahari diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan kebutuhan energi, setelah banyaknya sumber energi fosil yang semakin berkurang dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Mengingat letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, memungkinkan sinar matahari diterima secara optimal hampir di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun. Untuk mengoptimalkan intensitas sinar matahari yang diserap oleh panel surya, perancangan sistemnya memerlukan sudut kemiringan panel yang paling sesuai untuk menerima radiasi matahari terbesar. Posisi matahari yang tidak stabil menyebabkan perubahan daya keluaran panel surya. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian mengenai pengaruh sudut kemiringan terhadap daya keluaran panel surya di Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan melalui pengambilan data secara langsung di rooftop Perum Pemda Sukaharja Kabupaten Karawang pada tanggal 5 Oktober 2023 dari pukul 07.00 sampai 16.00. Panel surya dihadapkan ke arah utara serta diberikan sudut kemiringan 10°, 20°, dan 30°. Diperoleh hasil daya keluaran (P) paling tinggi pada pukul 12.00 dan paling rendah pada pukul 07.00. Kesimpulan dari pengujian ini adalah panel surya yang dihadapkan ke arah utara dengan sudut 10° memiliki daya keluaran tertinggi sebesar 31,414 Watt dengan rata-rata hasil pengukurannya adalah 18,87 Watt. Pada sudut kemiringan 10° merupakan rekomendasi sudut paling optimal bagi panel surya untuk diterapkan di Perum Pemda Sukaharja Kabupaten KarawangEnergi surya merupakan sumber energi yang berkelanjutan dan paling menjanjikan karena kuantitasnya sangat besar. Sumber energi dari matahari diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan kebutuhan energi, setelah banyaknya sumber energi fosil yang semakin berkurang dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Mengingat letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, memungkinkan sinar matahari diterima secara optimal hampir di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun. Untuk mengoptimalkan intensitas sinar matahari yang diserap oleh panel surya, perancangan sistemnya memerlukan sudut kemiringan panel yang paling sesuai untuk menerima radiasi matahari terbesar. Posisi matahari yang tidak stabil menyebabkan perubahan daya keluaran panel surya. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian mengenai pengaruh sudut kemiringan terhadap daya keluaran panel surya di Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan melalui pengambilan data secara langsung di rooftop Perum Pemda Sukaharja Kabupaten Karawang pada tanggal 5 Oktober 2023 dari pukul 07.00 sampai 16.00. Panel surya dihadapkan ke arah utara serta diberikan sudut kemiringan 10°, 20°, dan 30°. Diperoleh hasil daya keluaran (P) paling tinggi pada pukul 12.00 dan paling rendah pada pukul 07.00. Kesimpulan dari pengujian ini adalah panel surya yang dihadapkan ke arah utara dengan sudut 10° memiliki daya keluaran tertinggi sebesar 31,414 Watt dengan rata-rata hasil pengukurannya adalah 18,87 Watt. Pada sudut kemiringan 10° merupakan rekomendasi sudut paling optimal bagi panel surya untuk diterapkan di Kabupaten Karawang

    TINJAUAN TENTANG PROFESIONALISME BARU (NEW PROFESSIONALISM) PADA ERA STANDARDISASI KOMPETENSI GURU

    Get PDF
    Globalisasi telah mengubah tatanan pendidikan, termasuk profesionalisme guru dan pengajaran itu sendiri. Kesuksesan pendidikan diasosiasian dengan capaian prestasi siswa yang diukur melalui pengukuran hasil belajar siswa pada ujian nasional dan internasional. Begitu pula dengan profesionalisme guru yang sekarang distandardisasikan dengan berbasis kepada pendekatan kompetensi. Seseorang dapat dikatakan sebagai profesional ketika memenuhi standar yang ditetapkan oleh pihak yang memiliki otoritas, seringkali adalah pemerintah, daripada organisasi atau badan dari internal profesi guru itu sendiri. Pemenuhan standar kompetensi guru dari pihak eksternal profesi merupakan sebuah keniscayaan dalam profesionalisme baru (new professionalism) yang menekankan akuntabilitas (accountability) dan orientasi hasil (outcome oriented). Hal ini bertentangan dengan profesionalisme tradisional yang menekankan otonomi (professional autonomy) dan pertimbangan profesional (professional judgement) yang berbasis bangunan keilmuan secara ilmiah (body of knowledge), yang kesemuanya berasal dari internal profesi guru. Profesionalisme guru senyatanya mesti menyinkronkan baik pandangan tradisional maupun kontemporer. Kata kunci: profesionalisme guru, profesionalisme baru, kompetensi, standar kompetensi, akuntabilita

    MODEL PROGRAM PENDIDIKAN GURU PRAJABATAN: DARI PENGHAPUSAN AKTA IV MENUJU SERTIFIKAT PROFESI

    Get PDF
    Tidak ada penyelenggaraan program pendidikan profesi guru prajabatan yang secara mapan dan masif pasca penghapusan Akta IV. Guru prajabatan yang lulus dari jenjang sarjana tidak lagi memegang Akta IV ketika di sisi lain kesempatan mengikuti pendidikan profesi guru pun belum ada. Terdapat kekosongan program dan  lisensi  mengajar  bagi  guru  prajabatan.  Maka  bermunculan  model-model program pendidikan guru prajabatan yang berperan memperkuat kompetensi guru pada masa pasca penghapusan Akta IV dan belum terselenggarakannya pendidikan profesi guru. Beberapa alternatif model program pendidikan guru prajabatan pada jenjang S1 adalah sebagai berikut. Model pertama, program mayor ganda sarjana pendidikan ditambah ilmu murni. Model kedua, program mayor ganda sarjana ilmu murni ditambah sarjana pendidikan. Model ketiga, program mayor dan gelar ganda sarjana pendidikan dari minimal dua perguruan tinggi berbeda. Model keempat, program Sarjana Pendidikan mayor-minor.   Kata kunci: program pendidikan guru, pendidikan profesi guru, prajabata

    Manajemen enrolmen strategis mahasiswa calon guru

    No full text
    iii, 252 halaman : 23 c
    corecore