21 research outputs found
Efektifitas Terapi Slow Stroke Back Massage Terhadap Nyeri Kepala Pasien Hipertensi
Background: In patients with hypertension, headaches will usually appear which are felt by more than 50% of hypertensive patients. Headaches if left untreated can cause sleep disturbances, disturbances in daily activities, emotional disturbances and can even reduce the quality of life of hypertensive patients. Complementary therapy can be one of the nursing interventions for the management of hypertension. One of the complementary therapies that can be used is slow stroke back massage (SSBM). SSBM therapy is carried out by massaging the back area which provides cutaneous stimulation so that it has a relaxing effect.Objective: To determine the effectiveness of slow stroke back massage (SSBM) on headache in hypertensive patientsResearch Methods: This research is a quantitative study with a quasi-experimental design approach using a one group pre and post test approach without control group design. The research was conducted in the Working Area of the Lubuk Buaya Health Center, Padang. Sampling was done by consecutive sampling technique with a sample size of 21 people. SSBM intervention was carried out for 6 days. Headache scale before and after intervention was assessed by Numeric Rating Scale (NRS)Research Results: The average headache scale before SSBM administration was 5.48 and after SSBM administration was 2.24. Based on the statistical t-dependent test, it was found that p value = 0.000 (Ï<0.05), meaning that SSBM was effective in overcoming the problem of headache in hypertensive patients in the Lubuk Buaya Padang Health Center Work Area.Conclusion:Â SSBM can be used for the treatment of hypertension in overcoming the problem of headache in hypertensive patient
STUDI KASUS PENCEGAHAN KOMPLIKASI KAKI DIABETIK DALAM LINGKUP ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN PENDEKATAN TEORI FAMILY CENTERED NURSING
Pengontrolan komplikasi Diabetes Melitus khususnya komplikasi kaki membutuhkan keterlibatan keluarga dalam merawat diabetisi. Melibatkan keluarga dalam merawat diabetisi dapat dilakukan dengan pendekatan teori family centered nursing. Pendekatan teori family centered nursing mendeskripsikan peran aktif keluarga dalam menyelesaikan masalah kesehatan dalam keluarga yang diaplikasikan dalam bentuk asuhan keperawatan keluarga. Metode yang dilakukan adalah studi kasus. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga dalam mengatasi komplikasi kaki diabetik pada diabetisi agregat dewasa. Studi kasus ini dilakukan di Kelurahan Curug Kota Depok. Studi kasus ini dilakukan pada bulan Oktober – April 2017. Jumlah keluarga kelolaan pada studi kasus ini adalah 10 keluarga. Hasil pelaksanaan studi kasus didapatkan terdapat peningkatan tingkat kemandirian keluarga setelah diberikan asuhan keperawatan keluarga. Sebelum diberikan asuhan keluarga, 80% keluarga dengan tingkat kemandirian I. Setelah diberikan asuhan keperawatan keluarga, 80% keluarga dengan tingkat kemandirian III. Diharapkan pada perawat komunitas dalam memberikan asuhan keparawatan keluarga dapat memandirikan keluarga melakukan fungsi perawatan kesehatan keluarga
EFEKTIFITAS TERAPI AKUPRESUR TERHADAP DERAJAT NEUROPATI PADA PASIEN DIABETES MELITUS
Pendahuluan : Neuropati diabetik merupakan komplikasi yang sering terjadi pada kaki Diabetisi. Terapi akupresur bermanfaat dalam menstimulasi aliran energi dalam tubuh sehingga memperbaiki aliran sirkulasi tubuh.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas akupresur terhadap derajat neuropati diabetik pada pasien Diabetes Melitus.Metode : Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre-posttest design without control grup pada 17 responden. Terapi akupresur diberikan selama 7 sesi, 2 hari sekali selama 10 menit. Derajat neuropati dinilai menggunakan Michigan Neuropathy Instrument Scale. Untuk melihat efek akupresur terhadap derajat neuropati pada pasien Diabetes Melitus dilakukan uji bivariat paired t test dengan tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan rerata derajat neuropati pada pasien Diabetes Melitus sebelum dilakukan intervensi akupresur adalah 5,82 dan sesudah intervensi 3,68. Hasil analisis bivariat menunjukkan akupresur efektif dalam menurunkan derajat neuropati pada pasien Diabetes Melitus (p=0,001).Kesimpulan : Terapi akupresur efektif dalam menurunkan derajat neuropati pada pasien Diabetes Melitus. Akupresur dapat dijadikan salah satu alternatif terapi yang dapat diterapkan perawat di masyarakat untuk mencegah terjadinya komplikasi lanjut pada Diabetisi sebagai kelompok rentan
Efektifitas Akupresur Terhadap Derajat Restless Leg Syndrome Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis
Komplikasi yang sering dialami oleh pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisis adalah Restless Leg Syndrome (RLS). RLS terjadi karena penurunan fungsi neuron dopaminergik diensafalik A11. Akupresur dapat menstimulasi reseptor sensori dan fungsi saraf otonom sehingga menimbulkan vasoaktif neuropeptida calcitonin gene-related peptide dan substansi p yang berdampak pada peningkatan aliran darah dan memperbaiki fungsi neuron dopaminergik diensafalik A11. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas akupresur terhadap derajat RLS pada pasien hemodialisis. Desain penelitian adalah quasi experiment menggunakan pendekatan pre dan post with control group design. Penelitian ini terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan besar sampel 15 orang kelompok kontrol dan 15 orang kelompok intervensi. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner International Restless Leg Syndrome Scale. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Paired T-Test dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan akupresur efektif menurunkan derajat restless leg syndrome pada pasien hemodialisis pada kelompok intervensi (p=0,001). Disimpulkan bahwa akpresur efektif dalam menurunkan derajata restless leg syndrome pada pasien hemodialisis. Diharapkan perawat dapat menerapkan terapi akupresur pada pasien yang menjalani hemodialisis khususnya pasien yang mengalami restless leg syndrome
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN CONTINUITY OF CARE PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA MASA PANDEMI COVID19
Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 apabila tidak ditangani dengan baik maka akan menyebabkan berbagai komplikasi. Pasien DM Tipe 2 memerlukan continuity of care karena tidak bisa disembuhkan. Dengan adanya continuity of care pasien dapat beradaptasi dan mandiri dalam mengontrol gula darahnya serta komplikasi yang mungkin timbul. Pandemi COVID-19 membuat pasien takut untuk kontrol penyakit ke pelayanan kesehatan. Pasien takut tertular virus corona. Dukungan keluarga menjadi salah satu aspek keberhasilan dalam continuity of care sehingga pasien menjadi mandiri dan beradaptasi dengan kondisinya. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pelaksanaan continuity of care pasien DM tipe 2 pada masa pandemi COVID-19. Desain penelitian adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling dengan besar sampel 4 2orang. Hasil penelitian dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan pelaksanaan continuity of care pasien DM tipe 2 pada masa pandemi COVID-19 (p<0,05). Diharapkan pelayanan keperawatan dapat melibatkan keluarga sebagai sumber dukungan bagi pasien dalam proses perawatan untuk menjamin keberlangsungan continuity of care
Diabetic Foot Self Care Pada Diabetisi
ABSTRACT: DIABETIC FOOT SELF CARE ON DIABETES PATIENTS Background: Diabetes Mellitus (DM) can cause complications in various body systems. One of the complications of DM is complications in the feet which can cause diabetic foot ulcers and lead to leg amputation. Diabetic foot complications can be prevented by performing routine foot care or diabetic foot care. Objective: The purpose of this study was to determine the description of diabetic foot care in patients with diabetes mellitus consisting of personal self-care, podiatric care, and footwear and socks. Method: This type of research is descriptive quantitative research. Data was collected using a diabetic foot care questionnaire. The number of samples in this study was 51 people. The sampling method is a non-probability technique using consecutive sampling. The study was conducted in the Kuranji Health Center Working Area in July – November 2021. Result: The results showed that most respondents (64.70%) had poor personal self-care in foot care, 82.3% of respondents had poor podiatric care habits. and 52.94% of respondents have good habits in choosing footwear. Conclusion: From the results of the study, it was concluded that people with diabetes have bad habits in performing foot care so that this is one of the risk factors for complications in the feet. To increase awareness of people with diabetes in performing foot care, it is recommended that nurses can provide education and teach people with diabetes to take care of their feet Keywords: Diabetes Mellitus; Foot Complications; Foot Care INTISARI : DIABETIC FOOT SELF CARE PADA DIABETISI Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai sistem tubuh. Salah satu komplikasi DM adalah komplikasi pada kaki yang dapat menimbulkan ulkus kaki diabetik dan berujung dengan amputasi kaki. Pencegahan komplikasi pada kaki dapat dilakukan diabetisi dengan melakukan perawatan kaki rutin atau diabetic foot care.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran diabetic foot care pada pasien diabetes melitus yang terdiri dari personal self care, podiatric care, serta footwear and sock.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner diabetic foot care. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 51 orang. Metode pengambilan sampel adalah dengan Teknik non probability dengan menggunakan consecutive sampling. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji pada Bulan Juli – November 2021.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (64,70%) memiliki personal self care yang kurang baik dalam perawatan kaki, 82,3% responden memiliki kebiasan podiatric care yang kurang baik dan 52,94% responden memiliki kebiasaan baik dalam pemilihan alas kaki.Kesimpulan : Diabetisi memiliki kebiasaan yang kurang baik dalam melakukan perawatan kaki sehingga ini menjadi salah satu faktor resiko terjadinya komplikasi pada kaki. Untuk meningkatkan kesadaran diabetisi dalam melakukan perawatan kaki disarankan perawat dapat memberikan edukasi dan mengajarkan diabetisi untuk melakukan perawatan kaki Kata Kunci : Diabetes Melitus; Komplikasi Kaki; Perawatan Kak
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMP PERTIWI SITEBA PADANG
ABSTRAKKurangnya pengetahuan, informasi tentang seks serta persepsi remaja mengenai seluk beluk seks yang salah merupakan salah satu indikator meningkatnya perilaku seks bebas di kalangan remaja.Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada remaja awal tentang kesehatan reproduksi remaja. Metode yang dilakukan adalah merancang dan pembuatan bahan praktek pengabdian, memberikan materi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan metode penyuluhan. Hasil pengabdian didapatkan peserta sangat antusias dalam kegiatan penyuluhan, terlihat dari 85% peserta aktif dalam kegiatan (bertanya dan menjawab pertanyaan). Selain itu berdasarkan evaluasi secara lisan 80% peserta dapat menjelaskan kembali tentang definisi kesehatan reproduksi remaja, cara menjaga organ reproduksi, infeksi organ reproduksi, HIV – AIDS. Disarankan kepada pihak sekolah bekerja sama dengan pihak puskesmas dalam memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi Remaja, SMP ABSTRACTLack of knowledge, information about sex and perceptions of adolescents about the ins and outs of sex are one of the indicators of increased free sex behavior among adolescents. The aim of community service is to provide knowledge to early adolescents about adolescent reproductive health. The method used is designing and manufacturing devotion practice materials, providing material about adolescent reproductive health with counseling methods. The results of the dedication obtained by the participants were very enthusiastic in the counseling activities, seen from 85% of active participants in the activity (asking and answering questions). Also based on oral evaluation 80% of participants can explain again about the definition of adolescent reproductive health, how to look after the reproductive organs, reproductive organs infections, HIV - AIDS. It is recommended that the school collaborates with the health center in providing information on adolescent reproductive health Key word: Adolescent Reproductive Health, Middle Schoo
UPAYA PENINGKATAN MANAJEMEN DIRI PASIEN DIABETES MELITUS DI POSYANDU LANSIA
Mitra dalam kegiatan ini adalah Posyandu Lansia. Permasalahan mitra yang ditemukan adalah belum terimplementasinya perawatan yang berkelanjutan pada lansia diabetes melitus (DM) sehingga beresiko terhadap munculnya komplikasi DM pada lansia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengimplementasikan perawatan yang berkelanjutan dalam manajemen penyakit DM pada lansia dengan menggunakan aplikasi berbasis android. membuat aplikasi berkaitan dengan manajemen diri pasien DM, memberikan edukasi kepada lansia tentang pilar penatalaksanaan diabetes menggunakan edukasi, melatih kader dalam perawatan DM (mencek gula darah dan menggunakan aplikasi) serta memberikan bantuan fasilitas penunjang Posyandu. Jumlah sasaran mitra dalam kegiatan ini terdiri dari 5 orang kader dan 15 orang lansia. Lokasi kegiatan adalah di Posyandu lansia RW 01, Kelurahan Korong Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dari tanggal 28 Oktober – 15 November 2024. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra. Lansia dan kader diharapkan dapat mengaplikasikan penatalaksanaan DM dalam perawatan sehari-hari sehingga mencegah munculnya komplikasi
Penerapan Family Centered Care dalam Penanganan Resiko Jatuh Pada Lansia
Pengontrolan resiko jatuh pada lansia membutuhkan pelayanan kesehatan terpadu yang mencakup upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif serta dukungan keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan keluarga dalam pencegahan dan penatalaksanaan resiko jatuh pada lansia. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan kepada kader dan keluarga tentang pencegahan dan penatalaksanaa resiko jatuh. Sasaran kegiatan ini adalah kader dan keluarga lansia dengan jumlah 20 orang. Lokasi kegiatan adalah di RW 09 Kelurahan Gunung Sarik, Kota Padang, Sumatera Barat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dari tanggal 7 September – 8 November 2022. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sasaran, 90% kader dan keluarga memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan dan penatalaksanaan resiko jatuh setelah kegiatan. Kader dan keluarga diharapkan dapat menerapkan pencegahan resiko jatuh pada lansi
Pemanfaatan Media Edukasi Audio Visual dengan Pendekatan Family Centered Nursing dalam Penatalaksanaan Diabetes Melitus
ABSTRAK Pencegahan komplikasi Diabetes Melitus dapat dilakukan dengan pemberian edukasi kepada pasien dengan melibatkan keluarga sebagai support sistem pasien dalam mengelola penyakitnya. Kampuang Health Care Center merupakan salah satu tempat praktik mandiri perawat yang banyak melayani pasien DM dengan komplikasi ulkus kaki diabetik. Edukasi pilar penatalaksanaan DM belum optimal diberikan pada pasien DM yang berkunjung ke Kampung Health Care Center, keluarga dan pasien juga belum sebenuhnya memahami perawatan penyakit diabetes di rumah sehingga bisa berdampak pada munculnya berbagai komplikasi DM yang akhirnya dapat menurunkan status kesehatan pasien. Solusi permasalahan dan metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan menyediakan media edukasi audiovisual dan booklet penatalaksanaan DM yang dapat dengan mudah digunakan mitra dalam memberikan edukasi, pendampingan mitra dalam menggunakan media edukasi kepada pasien dan keluarga dalam pengelolaan penyakit diabetes di rumah. Hasil kegiatan ini didapatkan program edukasi dapat berjalan optimal sebagai tindakan pencegahan komplikasi lanjut DM pada pasien, terdapat peningkatan pengetahuan keluarga tentang penatalaksanaan DM. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan pasien DM melalui peningkatan pengetahuan dan kepatuhan dari pasien dan keluarga dalam mengelola penyakitnya. Kata Kunci: Edukasi, Diabetes Melitus, Family Centered Nursing ABSTRACT Prevention of complications of Diabetes Mellitus can be done by providing education to patients by involving the family as a support system for patients in managing their disease. Kampuang Health Care Center is a nurse's independent practice that serves many DM patients with complications of diabetic foot ulcers. Education on the pillars of DM management has not been optimally given to DM patients who visit the Kampung Health Care Center, families and patients also do not fully understand diabetes care at home so that it can have an impact on the emergence of various DM complications which can ultimately reduce the patient's health status. The solution to the problem and method of implementing the activity is by providing audiovisual educational media and DM management booklets that partners can easily use in providing education, assisting partners in using educational media to patients and families in managing diabetes at home. The results of this activity show that educational programs can run optimally as a preventive measure for advanced complications of DM in patients, there is an increase in family knowledge about the management of DM. The education provided is expected to improve the health status of DM patients through increased knowledge and compliance of patients and families in managing their disease. Keywords: Education, Diabetes Mellitus, Family Centered Nursin
