Jurnal Kesehatan Mercusuar
Not a member yet
    162 research outputs found

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS VIDEO TERHADAP KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI ANAK USIA PRASEKOLAH

    No full text
    Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu bagian yang integral dari kesehatan manusia yang seutuhnya, sehingga upaya dalam bidang kesehatan gigi akan turut berperan dalam meningkatkan sebuah kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Keterampilan menyikat gigi merupakan kemampuan menyikat gigi secara baik dan benar yang menjadi faktor yang cukup penting dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut. Karena perilaku dalam menyikat gigi merupakan faktor dasar dari kebersihan gigi yang dapat menciptakan kebersihan gigi dan mulut. Kebersihan gigi dan mulut dapat menentukan tingkat kesehatan gigi dan mulut seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berbasis video terhadap keterampilan menggosok gigi anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan jenis pre-eksperimen dengan menggunakan metode one group pretest and posttest desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid PAUD Pratama yang berjumlah 43 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji statistik paired t-test. Tingkat sebelum diberikan pendidikan kesehatan mayoritas responden yang mengalami tingkat keterampilan menggosok gigi dengan kategori kurang sebanyak 38 orang (88.4 %). Dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan, mayoritas perubahan tingkat keterampilan kategori baik sebanyak 32 orang (74.4%). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap keterampilan menggosok gigi pada anak usia prasekolah. Hasil uji statistik paired t-test menunjukkan ada pengaruh terdapat pengaruh pendidikan kesehatan berbasis video terhadap keterampilan menggosok gigi dengan nilai p vaule 0,000 (p<0,05). Saran diharapkan pada peneliti selanjutnya agar dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai pengaruh pendidikan kesehatan terhadap keterampilan menggosok gigi pada anak usia prasekolah

    PENGARUH GENETIK IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING: TINJAUAN SISTEMATIKA

    No full text
    Stunting merupakan masalah gizi kronik yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga mengakibatkan gangguan tumbuh kembang. faktor risiko yang dapat menyebabkan stunting diantaranya tinggi badan ibu, ini merupakan indikator keterkaitan antar generasi antara gizi ibu dan anak dan Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari genetik ibu dengan kejadian stunting. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian berupa tinjauan sistematis dengan melakukan kajian dari artikel bertema stunting yang dikaitkan dengan faktor genetik ibu. Artikel yang digunakan dalam penulisan bersumber dari search engine; pubmed dan sciencedirect. Diperoleh  sebanyak 4 artikel dari 78 artikel yang memenuhi kriteria inklusi antara lain terbit tahun 2014 sampai 2024, dengan bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris, subjek penelitian ibu yang memiliki anak balita. Hasil analisa dapat diketahui bahwa gentika (ibu tinggi) berhubungan positif dengan tinggi anak balita yang menyebabkab ibu yang pendek (<145 cm) mempunyai risiko 2,14-3,5 kali anaknya stunting dibandingkan anak yang dilahirkan dari ibu dengan tinggi badan normal (?155 cm). Adanya hubungan antar generasi yang kuat antara ibu bertubuh pendek dan anak yang mengalami stunting, sehingga perlu mempertimbangkan perbaikan berkelanjutan status gizi ibu serta sosial ekonomi

    PENGARUH PEMBERIAN TERAPI GUIDED IMAGERY TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PENDERITA HIPERTENSI

    No full text
    Hipertensi merupakan meningkatknya tekanan darah diatas batas normal atau >140/80 mmHg. Beberapa gejala dari hipertensi seperti sakit kepala, pusing, sesak nafas yang menyebabkan gangguan pada kualitas tidurnya. Salah satu terapi nonfarmaologis yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur ialah terapi guided imagery. Teknik ini memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas tidur dengan mengimajinasikan sesuatu yang indah, terapi ini dilakukan selama 15 menit dan selama 7 hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian terapi guided imagery terhadap kualitas tidur pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperiment design dengan bentuk rancangan one group pretest – posttest design. Jumlah sampel sebanyak 11 responden. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisa dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini didapatkan nilai tengah pretest 9,00 dan posttest 5,00 dengan selisih median 4,00 dan didapatkan p-value 0,003 ( p ? 0,005). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian terapi guided imagery terhadap kualitas tidur pada penderita hipertensi. Disarankan pada penderita hipertensi agar dapat melakukan terapi guided imagery ini sebagai salah satu cara untu meningkatkan kualitas tidur pada penderita hipertensi

    Analisis Faktor Manajemen Terhadap Kepuasan Kerja Perawat di Rsi Malahayati Medan

    No full text
    Tingkat kepuasan kerja perawat dapat menimbulkan dampak yang berarti bagi tenaga kerja perawat itu sendiri maupun rumah sakit. Kepuasan kinerja perawat yang baik sangat memengaruhi kondisi kerja yang positif dan dinamis, sehingga mampu memberikan benefit nyata, tidak hanya pada rumah sakit atau organisasi, tetapi juga keuntungan bagi tenaga kerja itu sendiri. Sedangkan kepuasan kerja yang kurang baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik, mental maupun tingkah laku pada tenaga kerja perawat dan juga bagi rumah sakit tempatnya bekerja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di RSI Malahayati Medan yaitu sebanyak 130 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan tehnik purposive sampling, yaitu sebanyak 98 orang. Penelitian ini menggunakan univariat, bivariat dan multivariat dalam menganalisa data. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor man, money dan machine memiliki nilai p-value < 0,005 yang artinya ada pengaruh secara signifikan terhadap kepuasa kerja perawat. Sedangkan untuk faktor material dan methode memiliki nilai p-value > 0,005 yang artinya tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja perawat. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat adalah faktor man dengan nilai Odds Ratio tertinggi (OR=5,187). Diharapkan bagi pihak manajemen Rumah Sakit untuk terus berupaya meningkatkan kepuasan kerja bagi perawat. Kepuasan kerja perawat perlu mendapat perhatian serius dari pihak manajemen rumah sakit, karena perawat memegang peran krusial dalam memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada pasien

    HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA

    No full text
    Tingginya masalah kesehatan mental emosional pada remaja di Indonesia berdampak terhadap peningkatan kejadian depresi yang mengakibatkan bunuh diri pada remaja. Salah satu faktor penyebab masalah kesehatan mental remaja pada saat ini adalah akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental emosional remaja. Pengumpulan data dilakukan di SMA Pembangunan Laboratorium UNP pada tanggal 19 Agustus 2022. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel berjumlah 82 responden dengan teknik pengambilan sampel proportional simple  random sampling dan instrument penelitian dengan menggunakan kuesioner intensitas penggunaan media sosial dan Self Reporting Questionnaire (SRQ 20). Hasil penelitian terdapat 67 % responden memiliki intensitas penggunaan media social tinggi, 67 % responden mengalami masalah kesehatan mental emosional, ada hubungan intensitas penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental emosional remaja di SMA Pembangunan Laboratorium UNP (p value= 0,000). Disarankan untuk pihak sekolah untuk dapat memberikan sosialisasi tentang dampak penggunaan media sosial secara berebihan

    Hubungan Pemberian Susu Formula dengan Berat Badan Lebih (Kegemukan) pada Bayi Usia 6 Bulan di Klinik Evi Medika Pekanbaru

    No full text
    Kegemukan adalah kondisi berat tubuh melebihi berat tubuh normal. Pada tahun 2022, diperkirakan 37 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami kelebihan berat badan. Jumlah balita kegemukan secara nasional pada tahun 2022 sebesar 3,5%. Faktor yang diduga erat kaitannya dengan kegemukan pada balita adalah pemberian susu formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan berat badan lebih (kegemukan) pada bayi usia 6 bulan di Klinik Evi Medika Pekanbaru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasi menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia 6 bulan di Klinik Evi Medika Pekanbaru sebanyak 105 orang. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 51 responden dengan teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan susu formula pada bayi usia 6 bulan sebanyak 29 responden (56,9%). Sebagian besar responden memiliki bayi usia 6 bulan dengan berat badan normal sebanyak 26 responden (51%) dan dengan berat badan lebih (kegemukan) sebanyak 25 responden (49%). Ada hubungan pemberian susu formula dengan berat badan lebih (kegemukan) pada bayi usia 6 bulan dengan p-value 0,002 (p<0,05). Diharapkan Klinik Evi Medika Pekanbaru untuk selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui penyuluhan tentang perilaku sehat terutama bagi bayi mengenai keseimbangan nutrisi dan asupan gizi sehingga dapat mencegah terjadinya kegemukan

    HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI USIA 7-12 BULAN DI KLINIK NARISHA KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA

    No full text
    Berdasarkan data yang diperoleh Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevelensi masalah gizi pada anak usia bayi dan balita di Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 21,6% mengalami stunting, sedangkan sebanyak 7,7% mengalami wasting. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang mulai diberikan pada usia 6 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. MP-ASI harus diperkenalkan kepada bayi pada waktu yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dan pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia 7-12 bulan di Klinik Narisha Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia 7-12 bulan di Klinik Narisha sebanyak 53 orang dengan teknik total sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan menengah (SMA/Sederajat) sebanyak 44 responden (83%), sebagian besar IRT sebanyak 46 responden (86,8%), sebagian besar tidak tepat dalam memberikan MP-ASI pada bayi usia 7-12 bulan sebanyak 33 responden (62,3%). Ada hubungan pendidikan ibu (p=0,001) dan pekerjaan ibu (p=0,001) dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia 7-12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pendidikan dan pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia 7-12 bulan di Klinik Narisha Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Sumatera. Diharapkan penelitian ini dijadikan informasi mengenai ketepatan praktik pemberian MP-ASI pada bayi sehingga perawat dapat secara rutin memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu bayi usia 0-6 bulan agar memberikan MP-ASI tepat waktu

    LITERASI KESEHATAN PENDERITA HIPERTENSI

    No full text
    Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia dan menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan kondisi komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner dan gagal ginjal. Peningkatan kasus hipertensi di Indonesia terjadi dari 28,5% menjadi 34,1%, Sedangkan di Sumatera Barat kasus hipertensi meningkat dari 22,6% menjadi 25,4%Upaya individu untuk mengendalikan tekanan darah masih kurang. Mengelola tekanan darah tinggi tidak terlepas dari kemampuan individu untuk mengakses dan memahami informasi kesehatan, menggunakan layanan kesehatan, dan mengambil keputusan medis yang tepat yang dikenal dengan literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tingkat Literasi Kesehatan penderita hipertensi Puskesmas Padang Pasir tahun 2023. Penelitian ini menggunakan studi kuantitatif, dengan jumlah 78 sampel mengunakan kuesioner HLS-EU-SQ10-IDN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada dalam kategori bermasalah dengan rincian 31 responden dengan persentase 39,7%, 4 responden (5,1%) dengan kategori literasi Kesehatan sempurna, 19 responden (24,4%) dengan literasi kesehatan yang bermasalah, dan 24 responden (30,8%) dengan kategori literasi Kesehatan yang tidak mencukupi. Hal ini menunjukkan gambaran literasi kesehatan penderita hipertensi Puskesmas Padang Pasir tahun 2023 termasuk kedalam kategori bermasalah. Untuk itu penyedia layanan kesehatan perlu merancang intervensi yang lebih efektif dan menyeluruh untuk meningkatkan literasi kesehatan pada penderita hipertensi

    EFEKTIVITAS METODE PLAY THERAPHY PADA KASUS DISGLOSIA PSIKOSOSIAL (AUTISM SPECTRUME DISORDER)

    No full text
    Masalah interaksi sosial banyak terjadi pada kasus perkembangan salah satunya pada anak Dislogia Psikososial (Autisme Spectrum Disorder) yaitu gangguan perkembangan pervasive, dimana menunjukkan gejala gagalnya perkembangan kemampuan sosial yang kompleks. Selain itu masalah pada kasus autis adalah atensi, kontak mata dan masalah pragmatic sosial. Adapun tujuan dari studi kasus iniuntuk mengetahui apakah metode play theraphy efektif meningkatkan kontak mata pada klien autis spectrum disorder sebanyak 6 sesi selama 30 menit per sesi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan penanganan atau metode play theraphy. Sampel penelitian adalah 1 orang anak autis yang berusia 5 tahun . Teknik pengumpulan data adalah dengan cara dilakukannya pre test dan post test setelah diberikan terapi. Teknik analis dengan melihat rata-rata kemampuan klien dalam mempertahankan kontak matanya berhasil jika kemampuan kontak mata 3 detik, cukup berhasil kemampuan kontak mata 1-2 detik, tidak berhasil kemampuan kontak matanya 0 detik. Diperoleh dari hasil pretest dengan rata-rata kontak mata yaitu 0 detik, sedangkan untuk hasil postest diperoleh rata-rata kontak matanya 1,83 detik. (Association, 2013)Disimpulkan bahwa metode play theraphy dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kontak mata

    ANALISIS PELAKSANAAN BABY SPA SECARA MANDIRI DI KLINIK BIDAN SURYANINGSIH DESA LENGKONG KECAMATAN LANGSA BARO

    No full text
    Spa merupakan suatu pelayanan kesehatan yang dilakukan holistik guna mencapai keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa dengan begitu akan tercapai kondisi kesehatan optimal. Baby spa merupakan perawatan spa tubuh pada bayi yang dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mandi berendam atau berenang dan pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan baby spa secara mandiri di Klinik Bidan Suryaningsih Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 2-12 bulan dan mendapatkan pelayanan baby spa sebanyak 117 orang. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 54 responden dengan teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden kurang baik dalam pelaksanaan baby spa secara mandiri sebanyak 26 responden (51%). Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan baby spa secara mandiri sebagian besar kurang di Klinik Bidan Suryaningsih Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro. Bagi tempat penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam asuhan pada bayi dan balita terkait pentingnya baby spa yaitu dengan pemberian informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu pentingnya baby spa dan mengajarkan ibu agar mampu melakukan baby spa secara mandiri

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Mercusuar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇