Jurnal Kesehatan Mercusuar
Not a member yet
    162 research outputs found

    HUBUNGAN METODE BABY LED WEANING DENGAN KEJADIAN TERSEDAK (CHOKING) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN

    No full text
    Kejadian tersedak merupakan kasus kegawatdaruratan yang harus mendapatkan penanganan segera, keterlambatan dalam penanganan dapat menyebabkan kematian sehingga dibutuhkan metode baby led weaning agar membangun pola makan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan metode baby led weaning dengan kejadian tersedak (choking) pada bayi di Puskesmas Batang Pane 2 Padang Lawas Utara. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasimenggunakan rancangancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 6-12 bulan 256 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknikpurposive sampling sebanyak 72 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tidak tepat menerapkan metode baby led weaning sebanyak 51 responden (70,8%). Sebagian besar tidak tepat menerapkan metode baby led weaning sebanyak 51 responden (70,8%). Ada hubungan metode baby led weaning dengan kejadian tersedak (choking) pada bayi usia 6-12 bulan dengan nilai p-value 0,002 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan metode baby led weaning dengan kejadian tersedak (choking) pada bayi. Diharapkan bagi ibu yang memiliki balita usia 6-12 bulan untuk dapat menerapkan baby led weaning sebagai opsi metode pemberian MPASI untuk merangsang motorik, meningkatkan nafsu makan dan melatih anak mengenali tekstur makanan

    ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK POST PARTUM DENGAN TEHNIK MARMET TERHADAP KELANCARAN AIR SUSU IBU

    No full text
    Air Susu Ibu (ASI) mengandung beragam  nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan  bayi untuk tumbuh dan berkembang. Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak, kurang optimal, kurang keterikatan emosional dengan ibu, lebih rentan terhadap infeksi, penyakit tidak menular, dan penyakit saluran cerna. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan target 80% pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2022 terdapat 74,62% anak di Banten yang mendapat ASI eksklusif dan Kota Serang merupakan daerah terendah sebesar 41,4%. Kegagalan pemberian ASI Ekslusif  dapat disebabkan oleh Produksi ASI yang tidak lancer, banyak cara dalam memaksimalkan produksi ASI, salah satunya tehnik mermet. Teknik marmet lebih efektif dibandingkan dengan breast care dalam meningkatkan produksi ASI. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan observasi lapangan secara holistik. Pengumpulan data dengan cara anamnesa, observasi, pemeriksaan, dokumentasi dan studi kasus. Asuhan dilakukan pada tanggal 31 Desember 2023 sampai tanggal 07 Januari 2024, asuhan dilakukan secara berturut-turut dengan pemberian tehnik mermet pada payudara ibu. Hasil Penelitian ini didapat adalah tehnik mermet  mempercepat kelancaran ASI

    Pengaruh Buah Bit dan Telur Ayam Rebus Terhadap Peningkatan Hemoglobin Ibu Hamil TM I Di Puskesmas Pasir Putih Tahun 2024

    No full text
    Anemia dalam kehamilan kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya Hemoglobin, sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang. Selama kehamilan, indikasi anemia adalah jika konsentrasi Hemoglobin kurang dari 10,5 sampai dengan 11 g/dl. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kadar Hemoglobin ibu hamil yang diberi Jus Buah Bit dan  Telur Ayam Rebus dalam peningkatan kadar Hemoglobin. Metode penelitian ini akan menggunakan metode studi kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan secara langsung kepada ibu hamil yang mengalami kadar Hb dibawah normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Jus Buah Bit dan Telur Ayam Rebus dalam mengatasi Anemia pada Ibu Hamil TM I Puskesmas Pasir Putih tahun 2024. Penelitian kualitatif, dengan metode studi kasus (case study). Sampel penelitian 2 Ibu hamil dengan Anemia ringan selama 7 hari. Hasil penelitian pada pasien pertama yang diberikan intervensi Buah Bit dan Tablet Fe terhadap peningkatan kadar Hemoglobin pada ibu hamil di PKM tahun 2024. Didapatkan hasil mengalami kenaikan yaitu dari 10,5 gr/dl menjadi 11,3 mg/dl dan keluhan yang dirasakan sudah tidak ada. Pasien kedua diberikan Telur Ayam Rebus dan Tablet Fe, Didapatkan hasil mengalami kenaikan yaitu dari 10,4 gr/dl menjadi 11,6 gr/dl dan keluhan sudah tidak dirasakan. Kesimpulan intervensi Telur Ayam Rebus dan Tablet Fe lebih efektif untuk meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil dibandingkan intervensi yang diberikan Jus Buah Bit dan Tablet Fe. Maka dari itu disarankan ibu hamil mengkonsumi makanan yang kaya zat besi untuk menaikan kadar Hemoglobinnya

    PREVALENSI KEJADIAN STUNTING, WASTING DAN UNDERWEIGHT PADA BALITA

    No full text
    Malnutrisi adalah istilah umum yang mencakup kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Stunting, wasting, dan kekurangan berat badan adalah tiga masalah gizi yang menjadi perhatian khusus pemerintah, terutama di negara-negara berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prevalensi kejadian underweight, stunting dan wasting di Kenagarian Pinaga kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi target terdiri dari seluruh anak usia balita di Kecamatan Pinaga Pasaman Barat Yang berjumlah  96 subjek penelitian. Penilaian status gizi anak dilakukan pada bulan Januari sampai Juli  2024 dengan mengukur berat dan panjang badan anak di Posyandu. Sedangkan pengambilan data tambahan, seperti  umur, status vitamin A, kelengkapan status imunisasi dan ASI Ekslusif dilakukan dengan mewawancarai orangtua atau wali anak. Instrumen yang digunakan adalah formulir pengukuran, timbangan digital yang sudah dikalibrasi dengan ketelitian 100g, dan alat ukur panjang badan. Hasil pengukuran dipetakan kedalam kurva pertumbuhan anak WHO yang dibagi menjadi 3 indikator, yaitu berat badan menurut usia (BB/U), tinggi badan menurut usia (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Prevalensi kejadian underweight pada balita sebesar 17,4%,  kejadian stunting  pada balita sebesar  27,9%,  dan prevalensi kejadian wasting  pada balita sebesar 10,6%  di Kenagarian Pinaga Kabupaten Pasaman Barat. Pendidikan kesehatan mengenai pemberian gizi seimbang serta praktik pemberian nutrisi yang baik dan benar sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman orangtua terutama ibu dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak balita

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG GIZI DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIK PADA KEHAMILAN

    No full text
    Kekurangan energi kronis (KEK) merupakan salah satu masalah ibu hamil, penyebab tidak langsung terjadinya KEK adalah pengetahuan ibu tentang nutrisi. Dampak KEK adalah anemia, prematur, BBLR, dan stunting. Data WHO 2021 ibu hamil KEK sebanyak 629 ibu (73,2 %) dari AKI. di Indonesia sebanyak 17,3%, di Sumatera Utara 1.383 ibu hamil KEK,  di tempat penelitian 15 orang ibu KEK. Tujuan penelitian menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi dengan kejadian Kek di wilayah kerja puskesmas Simundol. Penelitian kuantitatif, pendekatan Case Control. Penelitian di wilayah kerja puskesmas Simundol, dari agustus sampai november 2023. Populasi adalah ibu hamil yaitu 173, sampel berjumlah 30 orang ibu hamil, perbandingan 1:1 yaitu 15 kelompok kasus dan 15 kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan instrumen. Analisa data mengunakan chi square. Diperoleh hasil dari 15 responden KEK sebanyak 93,3% berpengetahuan kurang dari 15 responden tidak KEK sebanyak 66,7% berpengetahuan baik. Uji statistik didapatkan p-value =0,002 ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Simundol. OR menunjukkan responden berpengetahuan kurang 28,0 kali mengalami KEK dibandingkan dengan pengetahuan baik (95% CI 2,821- 277,961). Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian KEK ibu hamil. Perlu meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi kehamilan

    Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Khusus Bedah (RSK) Ropanasuri Padang

    No full text
    Kinerja merupakan hasil dari pekerjaan yang berhubungan erat dengan tujuan strategis organisasi dan kepuasan pasien. Kinerja perawat yang baik secara langsung akan mempengaruhi kinerja rumah sakit. Berdasarkan data pasien rawat inap pada tahun 2021 sebanyak 2426 pasien, mengalami peningkatan pada tahun 2022 menjadi 2582 pasien dan tahun 2023 menjadi 2866 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Khusus Bedah (RSK) Ropanasuri Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain kualitatif dan teknik wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah perawat. Data dianalisis dengan menggunakan analisis tematik dan kode secara manual pada transkrip wawancara. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa faktor personal belum optimal dan perlu adanya peningkatan lebih lanjut dalam pengetahuan dan pemahaman perawat terhadap tugas dan fungsinya. Faktor kepemimpinan yang memberikan motivasi telah dilaksanakan namun belum optimal. Faktor kerjasama antar perawat secara umum sudah kompak dalam melaksanakan tugas. Faktor sistem yang diterapkan rumah sakit ini adalah sistem pembagian kerja dan sarana dan prasarana penunjang kerja sudah lengkap dan memadai. Faktor kontekstual belum optimal karena masih ada perawat yang kurang serius dalam bekerja sehingga dapat berdampak pada perawat lain dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat di ruang rawat inap secara keseluruhan belum optimal dan masih perlu ditingkatkan baik dari segi personal, kepemimpinan, kolaborasi, sistem, dan faktor kontekstual. Disarankan kepada pimpinan dan perawat untuk melakukan upaya peningkatan pengetahuan perawat lebih lanjut, memberikan pelatihan, dan memotivasi perawat agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik

    PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA YANG MENGKONSUMSI PISANG AMBON DENGAN MENGKONSUMSI MADU

    No full text
    Kadar hemoglobin pada ibu hamil dinyatakan kurang yaitu apabila < 10 g/dL. Kekurangan kadar hemoglobin atau anemia pada ibu hamil biasanya kekurangan asupan zat besi. Angka kejadaian anemia di Kabupaten Pandeglang menunjukan bahwa jumlah ibu hamil dengan anemia pada tahun 2019 sebanyak 61,5%, tahun 2020 63,02% dan tahun 2021 67,77% Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pisang ambon dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Metode Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah sampel penelitian sebanyak 2 responden ibu hamil trimester II yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Perdana pada bulan Januari 2024. Kedua responden diberikan intervensi berbeda (responden 1 diberi intervensi pisang ambon dan responden 2 diberi intervensi madu) selama 7 hari dengan 2x kunjungan evaluasi (hari ke-3 dan hari ke-7). Hasil asuhan kebidanan ada pengaruh pemberian pisang ambon dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II setelah dilakukan intervensi selama 7 hari. Ada perbedaan peningkatan kadar hemoglobin pada kedua responden dengan rerata kenaikan kadar Hb responden 1 sebanyak 0,5 gr/dL dan responden 2 sebanyak 0,6 gr/dL. Diharapkan dapat menambah wawasan klien tentang cara meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia

    LITERASI KESEHATAN IBU DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET BESI DIANTARA IBU HAMIL

    No full text
    Pemberian tablet besi menjadi salah satu langkah untuk mencegah anemia diantara ibu hamil di Indonesia. Akan tetapi, tingkat kepatuhan konsumsi tablet besi diantara ibu hamil masih bervariasi dan cenderung rendah, yaitu 56%. Literasi kesehatan ibu menjadi salah satu faktor yang berkontribusi dalam kepatuhan terhadap regimen medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan ibu dan kepatuhan dalam konsumsi tablet besi diantara ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. 305 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukoharjo, Jawa Tengah dan Puskemas Kediri, Jawa Timur dengan usia minimal 18 tahun dan tidak memiliki komplikasi kehamilan berpartisipasi dalam penelitian ini. Mayoritas ibu hamil memiliki tingkat literasi kesehatan yang kurang (inadequate). Uji ANOVA menyimpulkan terdapat perbedaan signifikan antara literasi kesehatan ibu dan kepatuhan konsumsi tablet besi ((F3, 301) = 48.48, p<0.001, ?p2 = 0.325). Perbedaan tersebut ditemukan diantara keempat level literasi kesehatan ibu (inadequate, problematic, sufficient, excellent) sesuai hasil post hoc analysis. Ibu hamil dengan literasi kesehatan lebih tinggi memiliki tingkat kepatuhan konsumsi tablet besi yang lebih baik. Profesional kesehatan dan penyedia layanan kesehatan disarankan untuk memperkuat program literasi kesehatan ibu hamil dengan tujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang manfaat tablet besi dan mengonsumsinya secra teratur. Upaya ini diharapkan mampu membantu mengurangi angka anemia pada ibu hamil di Indonesia

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU REMAJA TERHADAP PENCEGAHAN HIV/AIDS

    No full text
    AIDS merupakan suatu penyakit dengan sejumlah gejala dan infeksi yang timbul dikarenakan menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi virus HIV. WHO mengumumkan sejak awal epidemic, 85,6 juta orang terinfeksi virus HIV dan sekitar 40,4 juta orang telah meninggal karena HIV. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang memengaruhi perilaku remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah Mix Methods dengan model penelitian Sequential Explanatory. Populasi penelitian ini seluruh siswa sebanyak 772 orang dengan sampel menggunakan teknik proportional stratified sampling sebanyak 89 orang. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa pengetahuan dengan nilai p = 0,020, sikap p = 0,024), sumber informasi p = 0,002 dan peran teman sebaya p = 0,005, yang artinya memiliki pengaruh terhadap pencegahan HIV/AIDS, sedangkan hasil penelitian kualitatif menunjukkan pengetahuan siswa masih kurang baik, sikap atau kesadaran siswa masih belum ke arah positif, sumber informasi yang didapat melalui media cetak dan tidak ada teman yang berperan dalam pencegahan HIV/AIDS. Variabel yang paling besar memiliki pengaruhnya terhadap pencegahan HIV/AIDS yaitu variabel peran teman sebaya dengan nilai OR = 22,491. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pengetahuan, sikap, sumber informasi dan peran teman sebaya terhadap pencegahan HIV/AIDS

    ANALISIS KINERJA BERDASARKAN BALANCED SCORECARD

    No full text
    Rumah sakit merupakah sebuah sektor publik dimana memiliki fungsi sebagai pusat pelayanan. Sehingga diperlukan penilaian kinerja dari berbagi sudut pandang dalam meningkatkan dan mengoptimalisasi pelayanan yang diberikan. Rumah sakit umum haji medan merupakan salah satu sektor publik yang sudah ditetapkan sebagai BLUD sehingga perlu memperhatikan lebih terhadap kinerja rumah sakit itu sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan metode operational research secara studi cross sectional dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif menggunakan single case study. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer melalui kuesioner yang ditujukan pada pasien dan karyawan rumah sakit dan data sekunder melalui observasi dan telaah dokumen. Pengukuran kinerja dengan menggunakan metode balance scorecard meliputi empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, pertumbuhan dan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian kinerja dengan pendekatan model balance scorecard adalah : 1) perspektif keuangan terdapat pada dua indikator yang hasil pencapaian rata-ratanya tidak sesuai dengan standar baku rumah sakit yakni perputaran piutang di atas 50-70 hari, rasio aktivitas tidak efektif karena target dibawah 100%. 2) perspektif pelanggan bahwa kepuasan pelanggan baik dengan skor rata-rata 4,23. 3) perspektif proses bisnis internal terdapat dua variable yang hasil capaian rata-ratanya di bawah standar ideal rumah sakit yakni average length of stay dan turn over interval sedangkan bed turnover rate berada diatas standar rumah sakit 40-50 kali serta gross death rate  > 45/1000 penderita keluar dan net death rate >25/1000 ideal; 4) perspektif pertumbuhan dan pembelajaran produktivitas karyawan meningkat, setiap tahunnya serta kepuasan karyawan baik dengan skor rata-rata 4,11. Tahun 2020-2023 mengalami kenaikan dan sudah memenuhi kriteria dari 4 perspektif tersebut

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Mercusuar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇