Jurnal Kesehatan Mercusuar
Not a member yet
162 research outputs found
Sort by
DESKRIPSI KEMAMPUAN BAHASA ANAK DOWN SYNDROME USIA 3 TAHUN DALAM MEMPERSIAPKAN LAYANAN TERAPI WICARA
Down syndrome merupakan kelainan kromosomal genetik karena terjadi penambahan kromosom pada kromosom 21, dan adanya gangguan pembelahan kromosom yang disebut non–disjungsi. Kondisi Down Syndrome berdampak pada gangguan perkembangan bahasa. Riset terbaru tahun 2018 menunjukkan data kecacatan sejak lahir anak usia 24 hingga 59 bulan sebanyak 0, 41 persen. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, terdapat lima anak downsyndrom dan hanya tiga orang yang memenuhi kriteria permasalahan pada penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi kemampuan bahasa anak Down syndrome usia 3 tahun dalam mempersiapkan layanan terapi wicara. Desain dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan tes. Subjek penelitian ini adalah anak Down Syndrome yang berjumlah tiga orang. Data penelitian ini di analisis secara kuantitatif menggunakan tes kemudian hasilnya dipersentasekan, sedangkan data kualitatifnya dalam bentuk deskirpsi dan narasi dari hasil persentase data kuantitatif. Dari hasil penelitian berdasarkan kuisioner pragmatic ceklist didapatkan respon “tidak ada” sebanyak 40 item, “menggunakan gesture” sebanyak 5 item. Jadi, dapat disimpulkan deskripsi perkembangan kemampuan bahasa pada anak Down syndrome yaitu untuk sindrom bahasa ditemukan kemampuan pre linguistik, bahasa reseptif dan bahasa ekspresif yang tidak setara dengan usia kronologis
PENGARUH PIJAT REFLEKSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI
Hipertensi disebut sebagai pembunuh gelap karena salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Penderita hipertensi dari tahun ke tahun terus berkembang di Indonesia, prevalensi hipertensi cukup tinggi. Menurut National Basic Health Survey, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 15-24 tahun adalah 8,7%, pada kelompok 25-34 tahun adalah 14,7%, 35-44 tahun 24,8%, 45-54 tahun 35,6%, 55-64 tahun 45,9%, 65-74 tahun 57,6%, dan lebih dari 75 tahun adalah 63,8%. Pengobatan secara non farmakologis seperti pijat refleksi diharapkan mampu menurunkan angka kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pijat refleksi terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Air Joman. Jenis penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan Desain penelitian one group pretest-posttest, populasi penelitian sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 14 orang. Instrument menggunaka spynomanometer. Penyajian data dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji T berpasangan (paired sampel t test). Hasil penelitian yaitu, rata-rata tekanan darah sebelum pijat refleksi pada penderita hipertensi sistolik sebesar 158,57 mmHg, diastolik sebesar 99,28 mmHg. Rata-rata tekanan darah sesudah pijat refleksi pada penderita hipertensi sistolik sebesar 145,48 mmHg, diastolik sebesar 95,72 mmHg. Hasil uji statistik T berpasangan menunjukan ada pengaruh pijat refleksi terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan nilai p value sebesar 0,001 untuk sistolik dan 0,022 untuk diastolik. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh pijat refleksi terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini diharapkan sebagai landasan dalam bekerja sama dengan tim kesehatan lain, seperti tim kesehatan komunitas serta memberikan wawasan bagi masyarakat dengan memberikan informasi bahwa pijat refleksi efektif dalam pengobatan non farmakolog
PENGARUH STIMULASI SENSORY FAMILY’S AUDITORY TERHADAP TINGKAT KESADARAN PASIEN CEDERA KEPALA
Cedera kepala merupakan suatu trauma atau cedera yang mengenai kulit kepala, tulang tengkorak dan otak. Biasanya, pasien diawali dengan penurunan kesadaran sehingga membutuhkan pemberian stimulasi lebih awal. Stimulasi yang paling efektif dalam meningkatkan kesadaran yaitu stimulasi auditory menggunkan suara keluarga, sehingga peneliti ingin meneliti pengaruh stimulasi sensory family’s auditory terhadap peningkatan kesadara pasien cedera kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh stimulasi sensory family’s auditory dalam meningkatkan kesadaran pada pasien. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Ekperimental dengan design one group Pretest-posttest. Popoulasi dalam penelitian ini adalah pasien cedera kepala yang mengalami penurunan kesadaran. Jumlah sampel 20. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode consecutive sampling, sebelum diberikan terapi peneliti melakukan pre-test, terapi stimulasi stimulasi sensory family’s auditory diberikan selama 5 hari dan pada hari kelima dilakukan post-test. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian yaitu uji paired sampel T-Test. Hasil uji statistik menunjukan adanya pengaruh stimulasi sensory family’s auditory dalam meningkatkan kesadaran pasien (p= 0.00) Dapat disimpulkan bahwa stimulasi sensory family’s auditory merupakan terapi adjuvant dari terapi farmakologi dan memiliki pengaruh dalam meningkatkan kesadaran pasien, keluarga dapat membantu mempercepat peningkatan kesadaran pasien. Sehingga disarankan untuk melibatkan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram, yang dapat meningkatkan risiko stunting dan gangguan pertumbuhan pada anak. BBLR dapat disebabkan oleh faktor ibu, janin, plasenta, dan lingkungan. Masalah yang ditimbulkan BBLR antara lain gangguan metabolik, imunitas, pernapasan, dan sistem peredaran darah. Di Yogyakarta, angka kejadian BBLR mengalami peningkatan sebesar 7,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan teknik total sampling pada 140 responden, dan data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah umur ibu (p=0.012), paritas (p=0.000), dan umur kehamilan (p=0.000). Peneliti menyarankan agar petugas kesehatan lebih disiplin dalam pencatatan rekam medis sesuai dengan aturan yang berlaku untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kesimpulannya: Faktor umur ibu, paritas, dan umur kehamilan berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN NUTRISI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA
Masalah gizi pada anak dapat menyebabkan gangguan dalam tumbuh kembang, yang dipengaruhi oleh faktor asupan nutrisi. Ibu memiliki peran penting dalam pemberian nutrisi melalui praktik responsive feeding. Data WHO pada tahun 2022, terdapat (22,3%) 148,1 juta anak di bawah 5 tahun yang terlalu pendek dibandingkan usianya (stunting), (6,8%) 45 juta anak terlalu kurus dibandingkan tinggi badannya (wasting), dan (5,6%) 37 juta anak terlalu berat dibandingkan tinggi badannya (overweight). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara praktik pemberian nutrisi dan status gizi pada balita. Metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sewon II. Subjek penelitian sebanyak 96 orang dipilih dengan teknik purposive sampling dan quota sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, timbangan, dan microtoise. Data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ibu dengan praktik pemberian nutrisi tepat (50%) dan kurang (50%). Untuk status gizi balita, gizi baik mencapai 90,6%, sementara malnutrisi 9,4%. Terdapat hubungan signifikan antara praktik pemberian nutrisi dengan status gizi balita (p = 0,031 < 0,05). Kesimpulannya, ada hubungan antara praktik pemberian nutrisi dengan status gizi pada balita. Diharapkan ibu dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai responsive feeding, memahami isyarat lapar dan kenyang anak, serta mengurangi gangguan saat makan untuk memperbaiki status gizi balita
PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP Dr. M. DJAMIL PADANG
Kasus kanker payudara merupakan salah satu permasalahan yang serius. Terdapat 19,3 juta kasus dengan jumlah kematian tahun 2020 sebesar 10 juta jiwa (World Health Organization). Provinsi Sumatera Barat menduduki urutan pertama pasien kanker payudara di Indonesia tahun 2019 mencapai 479 orang. Kemoterapi merupakan tindakan yang dapat memberikan efek samping seperti kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. M.Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan design one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 11 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Intervensi yang diberikan berupa terapi murottal Al-quran yang diberikan selama 20 menit. Hasil penelitian didapatkan rerata skor kecemasan pre-test 31,09 dan rerata skor kecemasan post-test 12,45. Uji statistik menggunakan paired sampel T-test didapatkan nilai p value 0,000. Dalam penelitian ini terdapat ada pengaruh pemberian terapi murotal Al-qu’an dengan tingkat kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi bagi perawat khususnya di ruangan kemoterapi dalam penurunan tingkat kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE DAN KAYU MANIS TERHADAP PENURUNAN DISMENORE REMAJA PUTRI
Dismenore primer bila tidak ditangani akan berbahaya. Dismenore primer dapat menyebabkan depresi, infertilitas, gangguan fungsi seksual, penurunan kualitas hidup karena ketidakmampuan melakukan aktivitas normal dan dapat meningkatkan angka kematian. Dismenore primer akan menurunkan kualitas hidup dan akan sangat merugikan penderita dismenore jika tidak diatasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jahe dan air rebusan kayu manis terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore pada remaja putri di Puskesmas Angsana tahun 2024. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah 2 orang remaja putri usia 15 tahun dengan dismenore primer yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Angsana dan mampu berkomunikasi dengan baik. Hasil penelitian terdapat pengaruh pemberian air rebusan jahe dan air rebusan kayu manis terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore pada remaja putri dan terdapat perbedaan waktu proses penurunan intensitas nyeri dismenore yang terjadi antara yang di berikan intervensi air rebusan jahe pada evaluasi ke-1 menstruasi hari ke-3 skala nyeri 1, sedangkan pada informan diberikan intervensi air rebusan kayu manis evaluasi ke-1 menstruasi hari ke-3 skala nyeri 2. Pada informan 1 dan informan 2 terdapat kesamaan hilang nyeri dismenorea pada hari ke-5 menstruasi. Diharapakan dapat dimplementasikan pemberian air rebusan jahe dan air rebusan kayu manis untuk mengurangi intensitas nyeri dismenore pada remaja putri
ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK DENGAN PENDEKATAN CONTINUITY OF CARE TERHADAP KESEHATAN MENTAL IBU POSTPARTUM
Kesehatan mental ibu postpartum merupakan salah satu aspek penting dalam perawatan kesehatan ibu, terutama setelah melahirkan. Masa postpartum atau masa setelah persalinan sering kali dihadapkan pada perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Namun, di banyak kasus, perhatian terhadap kesehatan mental ibu postpartum sering kali kurang mendapatkan perhatian yang memadai, Secara global, diperkirakan sekitar 13% dari ibu nifas mengalami gangguan kesehatan mental, khususnya depresi pasca persalinan (WHO, 2015). Di Indonesia, diperkirakan 26% ibu pasca melahirkan mengalami depresi (Nurbaeti et al, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Asuhan Kebidanan Holistik Dengan Pendekatan Continuity of Care Terhadap Kesehatan Mental Ibu Postpartum. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest case control design. Sampel menggunakan total sampling dengan sampel tanpa perlakuan adalah 34 ibu dan sampel perlakuan 34 ibu Uji hipotesis penelitian ini menggunakan non-parametrik Mann-Whitney test memperoleh nilai 302.500 yang dikonversikan ke nilai Z dan diperoleh -3.419 dengan hasil signifikan 0.001 (<0.005), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pengukuran kesehatan mental antara kontrol dan perlakuan. Pentingnya dukungan emosional dari pasangan, keluarga, dan teman-teman. Dukungan sosial yang kuat dapat membantu ibu menghadapi stres, kecemasan, atau bahkan depresi pasca-persalina
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK
Masa balita adalah masa keemasan perkembangan individu. Ibu yang mempunyai pengetahuan dan sikap yang baik serta dapat menstimulasi anak dengan baik sehingga perkembangan anak dapat sesuai dengan usianya berdasarkan studi pendahuan bahwa terdapat beberapa anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan status gizi anak terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 3-5 tahun di PMB Ny. M Desa Wargaasih Ke.c Kadupandak Kab. Cianjur tahun 2023. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan cara primer, analisis menggunakan uji chi square. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 3-5 tahun Desa Margaasih Kec. Kadupandak Kab. Cianjur tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 orang anak balita. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan gizi anak terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 3-5 tahun di PMB Ny. M Desa Wargaasih Kec. Kadupandak Kab. Cianjur Tahun 2023. Maka dapat disimpulkan bahwa danya hubungan hubungan antara pengetahuan, sikap dan status gizi anak terhadap perkembangan motoric kasar anak. Diharapkan tenaga kesehatan lebih giat promkes seputar perkembanga motoric kasar pada anak
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Inap
Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan dan dokumen yang terdiri dari identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Ketidaklengkapan rekam medis dapat menjadi masalah, dikarenakan rekam medis ini dapat memberikan informasi terinci tentang apa yang sudah terjadi kepada pasien selama berada di rumah sakit, hal ini juga akan berdampak pada mutu rekam medis dan terhadap pelayanan yang diberikan terhadap rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap RSUD Sulthan Thaha Shaifuddin Tebo. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan fenomologe mengambil data primer maupun data sekunder. Informan pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan purposive sampling dengan informan utama dokter rawat inap 6 orang dan perawat 6 orang, sedangkan informan triangulasi kepala unit rekam medis 1 orang dan kepala unit pelayanan medis 1 orang. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan faktor sumber daya manusia, semua informan berperan dalam pengisian berkas rekam medis dan mengetahui arti penting dari rekam medis. Faktor sarana dan prasarana, form rekam medis yang dibutuhkan selalu tersedia dan lengkap. Faktor metode SOP pengisian berkas rekam medis sudah tersedia dan sudah diterapkan. Faktor kebijakan tidak terdapat sanksi jika mengisi rekam medis tidak lengkap. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sumber daya manusia, sarana dan prasarana, metode dan kebijakan. Untuk faktor sumber daya manusia, disarankan memperketat kedisiplinan para petugas dalam pengisian berkas rekam medis. Untuk faktor sarana dan prasarana, disarankan menyegerakan pemakaian rekam medis elektronik di pelayanan rawat inap. Untuk faktor metode, disarankan melakukan evaluasi terkait SOP pengisian berkas rekam medis. Untuk faktor kebijakan, memberikan sanksi kepada petugas kesehatan yang mengisi berkas rekam medis tidak lengkap