Jurnal Kesehatan Mercusuar
Not a member yet
    162 research outputs found

    TERAPI KOMPLEMENTER EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI TERHADAP FREKUENSI DIARE DAN KONSISTENSI TINJA PADA BALITA DIARE

    No full text
    Diare merupakan salah satu penyakit pada saluran pencernaan sering terjadi pada anak balita usia 2-5 tahun. Setiap tahunnya terjadi peningkatan prevalensi diare pada anak yaitu 8.305 kasus. Salah satu terapi komplementer untuk penanganan diare adalah dengan daun jambu biji dan madu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji dan madu terhadap frekuensi diare dan konsistensi tinja pada balita yang mengalami diare. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan one group pre-post test without control design. Sampel berjumlah 15 orang balita diare dengan teknik non probability sampling berupa accidental sampling. Penelitian ini menggunakan lembar observasi dan wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap frekuensi diare dan terhadap konsistensi tinja balita yang mengalami diare (p<0,05). Disarankan bagi tenaga kesehatan dapat meberikan terapi komplementer ekstrak daun jambu biji balita yang mengalami diare

    HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN IBU DENGAN PERNIKAHAN DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERJAMBE KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Pernikahan dini merupakan suatu hal yang masih dianggap wajar dan telah menjadi fenomena sosial budaya yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat di beberapa desa di Indonesia. Padahal banyak akibat negatif dari adanya pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara pendidikan ibu dengan pernikahan dini di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe Kabupaten Jember. Metode : Jenis penelitian kuantitatif desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu balita yang berada di Posyandu Durian 17 Desa Randu Agung, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, berjumlah 62 ibu dengan jumlah sampel 49 responden. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Instrument Penelitian menggunakan Kuisioner. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase, analisis bivariat menggunakan Chi-Square dan koefisien kontingensi. Hasil: Presentase pendidikan ibu sebagian besar (73,5%) berpendidikan tinggi untuk pernikahan dini hampir seluruhnya (85,7%) menikah pada usia > 20 tahun. Dari analisis chi-square, p (0,000) < ? (0,05) maka H0 ditolak artinya ada hubungan yang di lanjutkan dengan uji koefisien kontingensi yang diperoleh nilai sebesar 0,655 yang artinya hubungan  kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan kuat antara pendidikan ibu dengan pernikahan dini. Saran kepada para orang tua untuk memberikan prioritas tinggi pada pendidikan anak mereka sehingga kejadian pernikahan dini dapat tertunda

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PEMATANG SIDAMANIK

    No full text
    Kejadian stunting pada balita merupakan masalah yang dialami hampir di setiap dengan kejadian stunting di Dunia tahun 2021 sebesar 32,6% sementara prevalensi stunting di Indonesia tahun 2022 mencapai 21,6%. Faktor utama yang menyebabkan stunting yaitu asupan ASI yang tidak optimal, infeksi berulang dan kekurangan zat gizi mikro. Selain itu juga faktor lain seperti rendahnya pendapatan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pematang Sidamanik. Penelitian merupakan kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasi menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pematang Sidamanik sebanyak 2.124 balita. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki anak dengan status tinggi badan normal sebanyak 80 responden (83,3%), sebagian besar memiliki pendapatan dalam kategori rendah sebanyak 55 responden (57,3%), sebagian besar memiliki anak yang pernah menderita penyakit infeksi sebanyak 54 responden (56,3%), sebagian besar tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 50 responden (52,1%). Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan pendapatan keluarga (p-value 0,022), riwayat penyakit infeksi (p-value 0,003) dan riwayat ASI eksklusif (p-value 0,000) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pendapatan keluarga, riwayat penyakit infeksi dan riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pematang Sidamanik. Diharapkan penelitian ini menjadi masukan bagi Puskesmas dalam membuat kebijakan untuk mengadakan edukasi kepada orang tua untuk melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak balitanya

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN

    No full text
    Rumah sakit adalah bagian menyeluruh dari organisasi sosial dan media yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitatif, dimana pelayanan rumah sakit menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh pasien di Poli Obgyn sebanyak 167 orang. Jumlah sampel yang akan diteliti adalah 62 orang, tehnik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji  regresi logistik. Berdasarkan hasil uji logistik berganda, nilai tabulasi silang antara kepuasan pasien dengan kompetensi teknis  OR= 2.568, akses terhadap pelayanan  OR= 16.947, efektivitas OR=3.741, efisiensi OR = 23.292, kontinuitas OR = 1.018, keamanan OR= 1.326,  hubungan antar manusia OR =7.136  dan kenyamanan OR=8.435. Berdasarkan hasil multivariat semua variabel berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien. Hasil regresi logistik nilai probabilitas menunjukkan bahwa variabel efisiensi paling dominan dengan odds ratio (OR) 23.292 artinya 23 kali mempengaruhi kepuasan pasien. Kesimpulan pada penelitian ini, ada pengaruh kompetensi tehnis, akses terhadap pelayanan, efektifitas, efisiensi, komtinuitas, keamanan, hubungan antar manusia dan kenyamanan terhadapa kepuasan pasien

    Analisis Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan

    No full text
    Kemenkes RI menyatakan kualitas pelayanan kesehatan merupakan segala hal yang meliputi kinerja yang menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, tidak saja yang dapat menimbulkan kepuasan bagi pasien sesuai dengan kepuasan rata-rata penduduk tetapi juga sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan. Mutu menjadi salah satu elemen penting dalam setiap pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pihak penyedia jasa pelayanan kesehatan harus selalu menjaga mutu pelayanan yang diberikan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelayanan terhadap kepuasan pasien BPJS. Jenis penelitian ini menggunakan survei analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan di klinik spesialis mata SMEC Palu tahun 2023 dengan rata-rata pasien yaitu sebanyak 322 orang pasien kunjungan pengambilan sampel dengan metode accidental  sampling, dengan sampel berjumlah 76 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui bahwa kepuasan pasien berpengaruh terhadap bukti fisik p-value = 0.054, kehandalan p-value  = 0.007, daya tanggap p-value = 0.025, jaminan p-value = 0.572 dan empati p-value p = 0,001, artinya ada pengaruh bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap kepuasan pasien. Dari hasil analisis multivariat diketahui variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel kehandalan dengan nilai OR 83.966. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel Kehandalan  bernilai lebih dominan, artinya variabel Kehandalan paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Klinik Spesialis Mata SMEC Palu. Bagi rumah sakit dapat mengambil kebijakan guna meningkatkan kinerja petugas kesehatan sehingga menghasilkan kinerja yang optimal

    PERKEMBANGAN KEMAMPUAN NARATIF MAKROSTRUKTURAL USIA PRASEKOLAH

    No full text
    Kemampuan naratif menjadi kemampuan yang sangat krusial dan dibutuhkan oleh anak-anak untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan menjalani proses pendidikan di sekolah. Penelitian ini sebagai studi pendahuluan yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran profil keterampilan narasi makrostruktural berdasarkan kelompok umur anak-anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sembilan belas anak usia empat hingga tujuh tahun dengan perkembangan tipikal, berpartisipasi dalam penelitian. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan satu gambar sikuen. Pada proses pengambilan data, setiap anak diminta menceritakan secara lisan sebuah cerita bergambar yang terdiri dari empat kartu gambar berurutan. Setiap ujaran ditranskrip dan diberikan skor berdasarkan komponen naratifnya. Berdasarkan analisis, terdapat perbedaan penguasaan elemen dari unsur makrostruktur pada anak-anak usia prasekolah (F = 3.87; p<0.05). Semakin bertambahnya usia, maka semakin lengkap unsur narasi dalam sebuah cerita yang dihasilkan oleh anak-anak usia prasekolah. Atas dasar itu, terapis wicara disarankan untuk menilai kemampuan naratif anak berdasarkan elemen penguasaan pada setiap usia

    Determinan Penerimaan Vaksinasi Covid-19 Pada Masyarakat Kota Padang

    No full text
    Vaksinasi merupakan imunisasi aktif dengan memberikan antigen dari suatu patogen yang dilemahkan. Usaha pemerintah di dunia untuk menanggulangi penyebaran covid 19 adalah dengan melakukan program vaksinasi covid 19 kepada masyarakat. Pada awal 2021 beberapa vaksin telah menunjukkan data kemanjuran yang kuat dan uji klinis telah diizinkan untuk penggunaan umum. Namun kemanjuran vaksin yang efektif akan memiliki manfaat terhadap kesehatan masyarakat yang terbatas jika masyarakat menganggap vaksin itu tidak aman sehingga tidak bersedia di vaksinasi. Cakupan vaksinasi di Kota Padang tahun 2021 baru mencapai 40,5%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan penerimaan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat di Kota Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Padang dengan sampel adalah penduduk di Kota Padang sebanyak 100 orang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan google form. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Data di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 51% masyarakat menolak vaksinasi Covid 19, 44% masyarakat memiliki persepsi hambatan negatif, 55% masyarakat memiliki persepsi kerentanan negatif, 60% memiliki persepsi manfaat negatif dan 53% masyarakat memiliki persepsi keparahan negatif. Terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi hambatan (p-value=0,041), persepsi kerentanan (p-value=0,028), persepsi manfaat (p-value=0,016) dan persepsi keparahan (p-value=0,003) dengan penerimaan vaksinasi Covid 19 pada masayarakat di Kota Padang. Penerimaan vaksinasi sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat. Edukasi yang komprehensif perlu dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga terbentuk persepsi yang positif

    Implementasi Terapi Bermain Flash Card Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Autisme

    No full text
    Salah satu permasalahan terbesar pada anak autisme adalah gangguan interaksi sosial yaitu individu tidak dapat berkomunikasi secara ekspresif. Interaksi sosial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dampak negatif dari terganggunya interaksi sosial adalah frustasi karena anak tidak mampu mengungkapkan keinginan dan perasaannya. Terapi bermain merupakan salah satu pendekatan untuk mengurangi gangguan interaksi sosial tersebut. Media sangat penting untuk membangun motivasi anak dalam belajar dan berkomunikasi. Flash card telah terbukti dapat meningkatkan interaksi sosial anak autisme dengan cara bermain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan anak pada kasus anak autisme yang mengalami gangguan interaksi sosial dengan penerapan terapi bermain flash card. Metode penelitian adalah studi kasus pada dua orang subjek anak autisme dari SLBN Musi Rawas. Terapi bermain flash card dilakukan selama lima hari. Evaluasi subtest bahasa dan interaksi sosial menggunakan instrument ATEC (Autism Treatment Evaluaation Checklist). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kategori rendah menjadi tinggi untuk kedua subtest pada masing-masing subjek. Skor bahasa pada subjek I yaitu 5 menjadi 10, subjek II skor 8 menjadi 15; subtest interaksi sosial subjek I skor 10 menjadi 31, subjek II skor 11 menjadi 35. Terapi bermain flash card terbukti dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak dengan autisme. Terapi bermain flash card dapat dimasukkan ke dalam salah satu metode pembelajaran di sekolah luar biasa

    Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Menggunakan Telur Ayam Kampung Dan Telur Ayam Boiler Terhadap Luka Perineum

    No full text
    e causes of maternal death in Indonesia in 2019 were still dominated by bleeding (1,280 cases), hypertension (1,066 cases), infection (207 cases). One of the risk factors for perineal infection is prolonged healing of perineal wounds. Research to measure the effect of giving broiler chicken eggs on the healing of perineal wounds in postpartum mothers. This research method is to use a case study to introduce the administration of boiled free-range chicken eggs and boiled chicken boiler eggs for perineal wounds in postpartum mothers. This activity was carried out on two postpartum mothers who were in the PMB Midwife K area on July 3 2023-July 14 2023 and each postpartum mother was given the intervention of providing boiled free-range chicken eggs and boiler chicken eggs. The results of this research are that postpartum mothers who were given free-range chicken egg intervention experienced a significant decrease, namely with a score of 1, compared to postpartum mothers who were given free-range chicken egg intervention, namely with a score of 3. Researchers are expected to be able to use the intervention of giving free-range chicken eggs and by providing boiled chicken eggs as a form of intervention that helps reduce perineal wounds in postpartum mothers

    Determinan Tingkat Literasi Kesehatan Masyarakat yang Berkunjung ke Puskesmas

    No full text
    Literasi kesehatan penting untuk diketahui karena berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk memperoleh informasi kesehatan dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan kesehatannya. literasi Kesehatan masyarakat Indonesia masih rendah. Gambaran terkait kondisi literasi Kesehatan yang rendah dapat dilihat pada Indeks pembangunan manusia (IPM) di Indonesia tahun 2021 adalah 0,705, nilai ini membuat Indonesia berada di peringkat 114 dari 191 negara di dunia. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya tingkat literasi kesehatan pengunjung Puskesmas Tanjuang Baru serta hubungan antara Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan dan Akses Informasi Kesehatan dengan Tingkat Literasi Kesehatan. Penelitian ini menggunakan studi kuantitatif, desain potong lintang (cross sectional study) dengan Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berkunjung selama periode pengambilan data dengan sample 110 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive samplingHasil penelitian ini menunjukkan 20% responden memiliki tingkat literasi Kesehatan tinggi dan 80% responden memiliki tingkat literasi Kesehatan yang rendah. Dimana faktor yang berhubungan dengan tingkat literasi Kesehatan masyarakat aalah Pendidikan dan akses informasi Kesehatan. Terdapat faktor yang signifikan antara Pendidikan dan akses informasi Kesehatan terhadap tingkat literasi Kesehatan masyarakat yang berkunjung ke puskesmas tanjung baru, sebaliknya tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, dan jenis kelamin tehadap tingkat literasi Kesehatan masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Tanjung Baru. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa keluarga merupakan yang paling sering menjadi sumber informasi kesehatan, maka ada baiknya mempertimbangkan program edukasi kesehatan dalam bentuk dukungan keluarga serta memperbanyak konseling, home visit keluarga dan penyebaran media cetak kepada keluarga dan juga presentase literasi kesehatan rendah lebih besar pada usia lansia, maka dapat dipertimbangkan untuk membuat program pendampingan untuk pasien usia lanjut untuk meningkatkan literasi kesehatan mereka

    28

    full texts

    162

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Mercusuar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇