45 research outputs found

    RPS DASAR FISIOLOGI TUMBUHAN

    No full text

    EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI BUAH SPESIES KERABAT MANGGA DI SITUBONDO [ EXPLORATION ANDCHARACTERIZATION OF RELATIVES MANGO FRUIT SPECIES IN SITUBONDO ]

    No full text
    Eksplorasi relatif spesies mangga (Mangifera indica L.), yaitu Hambawang (MangiferafoetidaL), Putaran (Mangiferasp.),  Kasturi (Mangga casturiD.), dan Gandria (Boueamacropylla Griff) dilakukan diempat perkebunan di Kabupaten Situbondo Jawa Timur pada bulan April 2013 sampai dengan Januari 2014. Perbedaan antara accesions yang ditandai dengan jenis buah, bentuk, tekstur kulit, panjang buah, warna kulit, tekstur daging, warna daging dan rasa. Musim berbuah dan hasil antara mangga relatif spesies yang berbeda. Hasil karakterisasi dapat digunakan sebagai bahan dalam pemuliaan mangga. Kata kunci : Eksplorasi, spesies kerabat mangga, karakterisasi

    (Peer + Review + Similarity + Document) Rekayasa Substrat Pada Sistem Budidaya Hidroponik untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Prei ( Allium ampeloprasum L. )

    No full text
    This study aims to determine the effect of substrate engineering on hydroponic cultivation systems to increase the growth and production of leeks (Allium Ampeloprasum L.). The study was conducted using the Randomized Block Design (RBD) method which consisted of one factor, each of which was repeated as many as 3 kai. The treatment used is the composition of coconut fiber media (A), wood charcoal media (B) and brick media (C) with a combination of the three substrates according to the composition comparison. The results showed that, media treatment that affected plant height and number of leaves, namely coconut coir media 25% + 75% wood charcoal. In the root length parameter per sample the media had almost the same effect as plant height, but it only differed in the media percentage, namely 25% wood charcoal + 75% coconut fiber. However, in contrast to the parameters of root weight per sample and the fresh weight of the top of the plant, the media treatment that significantly affected the fresh weight of the top of the plant is the treatment of media B (wood charcoal)

    RESPON BENIH CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) KADALUARSA PADA LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP VIABILITAS, VIGOR DAN PERTUMBUHAN BIBIT

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (   BP3K   )   Kecamatan   Mlandingan,   Desa   Selomukti   Kecamatan   Mlandingan Kabupaten  Situbondo.  Penelitian  dilakukan  mulai  tanggal  13  Mei  2016  sampai dengan 2 Juli 2016. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui respon lama perendaman dengan air kelapa muda terhadap viabilitas, vigor dan pertumbuhan bibit cabai  merah  (Capsicum  annuum  L.)  kadaluarsa,  dan  untuk  mengetahui  efisiensi waktu   perendaman   dengan   air   kelapa   muda   terhadap   viabilitas,   vigor   dan pertumbuhan bibit cabai merah (Capsicum annuum L.) kadaluarsa. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan apabila terdapat hasil yang signifikan dilakukan pengujian uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan lama perendaman dalam air kelapa muda dengan konsentrasi 15% terdiri dari 6 perlakuan. Perlakuan  yang diberikan  adalah  lama  perendaman  benih  yaitu L1  (0 jam,Benih kadaluarsa); L2 (0 jam, Benih tidak kadaluarsa); L3 (L1 , 6 jam); L4 (L1 , 12 jam); L5 (L1 , 18 jam); L6(L1 , 24 jam).  Setiap perlakuan diulang (4)  empat kali. Parameter yang diamati meliputi : kecepatan tumbuh kecambah, persentase daya berkecambah, tinggi bibit, jumlah daun bibit, panjang akar bibit, berat basah, dan berat kering bibit. Hasil penelitian menunjukkan Lama perendaman dengan air kelapa muda menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh terhadap variabel pengamatan persentase daya  kecambah,  jumlah  daun  dan  panjang  akar,  serta  menunjukkan  hasil  yang berbeda nyata pada variabel pengamatan kecepatan tumbuh, tinggi bibit, berat basah dan  berat  kering  bibit  cabai  merah.  Perlakuan  L3  menunjukkan  efesiensi  waktu terbaik pada semua variabel pengamatan, namun secara analisis uji lanjut BNT antara perlakuan L2, L3 dan L4 tersebut menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata / non significant (ns).Kata kunci: benih cabai merah kadaluarsa, bibit, viabilitas dan vigor benih

    RESPON BENIH JAGUNG (Zea mays L.) KADALUARSA TERHADAP INVIGORASI DENGAN GA3 dan KNO3

    No full text
    ABSTRAKJagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan potensial di Indonesia. Jagung merupakan makanan pokok terpenting kedua setelah beras. Faktor yang mempengaruhi kualitas benih selama penyimpanan antara lain viabilitas awal benih, kematangan benih, proses panen pasca panen benih, kondisi lingkungan di tempat penyimpanan dan lama penyimpanan benih. Benih yang lama disimpan akan mengalami masa kadaluarsa yang mengakibatkan pertumbuhan dan hasil sangat terbatas. Kualitas benih kadaluarsa dapat diperbaiki dengan invigorasi benih. Penelitian dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jember, menggunakan rancangan acak lengkap yang tersusun atas 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu C: kontrol; G1: 250 ppm; G2: 300 ppm; G3: 350 ppm; G4: 400 ppm; K1: 1000 ppm; K2: 5000 ppm; K3: 10000 ppm; dan K4: 5000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan invigorasi meningkatkan viabilitas benih jagung pada parameter daya kecambah dan potensi tumbuh, serta meningkatkan vigor benih jagung pada parameter indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh, juga meningkatkan diameter batang, tinggi tanaman, panjang akar, jumloah daun, berat basah dan berat kering. ABSTRACTCorn (Zea mays L.) is a potential food crop in Indonesia. Corn is the second most important staple food after rice. Factors that influence seed quality during storage include initial seed viability, seed maturity, post-harvest seed harvesting process, environmental conditions at the storage location and length of seed storage. Seeds that are stored for a long time will expire, resulting in very limited growth and yields. The quality of expired seeds can be improved by seed invigoration. The research was carried out at the Muhammadiyah University of Jember, using a completely randomized design consisting of 9 treatments with 3 replications, namely C: control; G1: 250 ppm; G2: 300ppm; G3: 350ppm; G4: 400ppm; K1: 1000 ppm; K2: 5000 ppm; K3: 10000 ppm; and K4: 5000 ppm. The results of the research showed that invigoration treatment increased the viability of corn seeds in the parameters of germination and growth potential, and increased the vigor of corn seeds in the parameters of vigor index, growth speed and growth simultaneity, also increased stem diameter, plant height, root length, number of leaves, wet weight. and dry weight.  Â

    EFEKTIVITAS PUPUK HAYATI CAIR DAN PEMANGKASAN DAUN TERHADAP PRODUKSI OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan interaksi perlakuan konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun terhadap produksi okra (Abelmoschus esculentus L. Moench). Dilaksanakan di Karangrejo, Sumbersari, Jember pada tanggal 22 Nopember 2017 sampai dengan 12 Maret 2018, disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun. Hasil penelitian menunjukkan (a) jumlah buah per sampel terbanyak sebesar 63 buah pada interaksi tanpa pupuk hayati cair dan tanpa pemangkasan daun dapat meningkatkan produksi 3 % dan terhadap jumlah buah per petak terbanyak sebesar 677 buah pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan hasil produksi 21%, dan (b) berat buah per petak terbanyak sebesar 4093,67 gram (konversi 16,37 ton/ha) pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan produksi 51%
    corecore