Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
160 research outputs found
Sort by
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.) dengan Penambahan Surfaktan Dietanolamida Terhadap Mortalitas Hama Plutella xylostella pada Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensis L.)
Plutella xylostella merupakan hama utama yang menyerang tanaman sawi putih. Serangan di lapangan dapat menimbulkan kerugian mencapai 50-100%. Penggunaan pestisida kimia secara intensif masih dilakukan oleh petani, sehingga dapat menyebabkan efek negatif bagi lingkungan dan manusia. Perlunya pengendalian yang ramah lingkungan salah satunya dengan menggunakan pestisida nabati. Penggunaan daun sirih hutan (Piper aduncum L.) sebagai pestisida nabati mampu menekan populasi P. xylostella di lapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan pestisida nabati sirih hutan (Piper aduncum L.) dalam menekan populasi P. xylostella pada tanaman sawi putih. Penelitian dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yang terdiri dari: A= 0%, B= 2,5%, C= 3%, D= 3,5%, E= 4%, dan F= 4,5%. Setiap perlakuan konsentrasi sirih hutan diberikan senyawa surfaktan dietanolamida (DEA) sebesar 0,2%. Penelitian diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun sirih hutan dengan konsentrasi 4,5% ditambah surfaktan dietanolamida 0,2% mampu menyebabkan mortalitas P. xylostella sebesar 67,5%. Hal tersebut disebabkan bahwa Piper anducum mengandung senyawa aktif piperimida yang berisfat racun yang menyerang pada sistem saraf dan dapat mengakibatkan knockdown serta kematian serangga dengan cepat. Nilai LC50 dari ekstrak daun sirih hutan dalam membunuh P. xylostella sebesar 2,85%. Nilai LT50 dalam waktu 9,8 hari yakni pada konsentrasi 3,5% mampu membunuh 50% P. xylostella. Aplikasi ekstrak daun sirih dengan konsentrasi konsentrasi 4% efektif dalam menekan mortalitas larva P. xylostella
Kepadatan dan Keragaman Acari dan Collembola pada Budidaya Ubi Alabio (Dioscorea alata L.) di Rawa Lebak
Mesofauna seperti Acari dan Collembola memiliki peranan yang sangat penting di dalam tanah, yaitu sebagai organisme dekomposer bahan organik di dalam tanah. Oleh karena itu, mesofauna di dalam tanah dapat digunakan sebagai indikator kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan populasi dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola pada budidaya ubi Alabio di lahan rawa lebak. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi deskriptif. Faktor yang diteliti adalah kepadatan populasi fauna tanah Acari dan Collembola dan keragaman jenis fauna tanah Acari dan Collembola. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa genus Acari yang paling banyak ditemukan adalah Diapterobates sedangkan genus Collembola adalah Acrocyrtus. Nilai keragaman jenis Famili Acari paling tinggi yaitu Sarcoptiformes dan Famili Collembola adalah Isotomidae
Analisis Karakteristik Fisiologis terhadap Konsentrasi AB Mix pada Tanaman Tomat Cherry
Tomat juga digunakan berkhasiat sebagai obat. Tomat mengandung berbagai zat-zat gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, sehingga tomat dimanfaatkan sebagai sumber vitamin C dan vitamin A. Peningkatan produksi tomat dapat dilakukan dengan penggunaan teknologi hidroponik berbasis larutan nutrisi AB Mix dapat meningkatkan kualitas produksi tomat yang dihasilkan, karena rendahnya serangan hama dan penyakit pada tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAL) non Faktorial dengan perlakuan konsentrasi Nutrisi (N), terdiri dari 5 taraf yaitu : N1 = 800 ppm, N2 = 900 ppm, N3 = 1000 ppm, N4 = 1100 ppm dan N5 = 1200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nutrisi AB Mix berpengaruh nyata terhadap bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air relatif daun, umur berbunga, kandungan klorofil a, b dan total. Pemberian konsentrasi AB Mix di atas 800 ppm dapat menurunkan bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar tanaman toma
Respon Pertumbuhan dan Hasil Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) terhadap Aplikasi Pupuk Kandang dan Interval Pemberian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang sapi dan interval pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stevia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021-Februari 2022 di lahan PT. DSR Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Percobaan ini dilakukan secara faktorial menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa interval pemberian air 3 hari sekali berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman dan diameter batang. Pemberian dosis pupuk kandang sapi 6 ton/ha menunjukkan pengaruh nyata pada variabel diameter batan
Induksi Tunas Anggrek Dendrobium discolor dengan Penambahan Konsentrasi 2,4-D secara In vitro
Dendrobium discolor merupakan salah satu anggrek yang memiliki keunikan pada bentuk dan warna bunganya. Bunga yang melengkung ke arah dalam dengan warna kuning keemasan membuat anggrek ini semakin diminati. Kemampuan regenerasi anggrek secara umum sangat lambat jika dibiarkan pada kondisi alamiahnya. Propagasi melalui induksi tunas secara in vitro merupakan usaha perbanyakan yang paling tepat untuk memperbanyak anggrek ini. Penggunaan ZPT 2,4-D mampu menginduksi tunas dengan berperan pada pembelahan sel eksplan D. discolor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh beberapa konsentrasi ZPT 2,4-D dan menemukan konsentrasi terbaik dalam menginduksi tunas anggrek D. discolor secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan beberapa konsentrasi 2,4-D: A (1 mg/L), B (2 mg/L), C (3 mg/L), dan D (4 mg/L). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua perlakuan penambahan 2,4-D dapat memberikan persentase eksplan hidup sebesar 100%. Waktu muncul tunas tercepat ditunjukkan oleh perlakuan 4 mg/L. Propagasi melalui induksi tunas secara in vitro dengan penambahan ZPT 2,4-D sebanyak 4 mg/L merupakan protokol perbanyakan yang optimum untuk anggrek D. discolor
Respon Pemangkasan Pucuk Daun Berdasar Umur Tanaman Terhadap Produktivitas Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Pemangkasan pucuk daun mendorong pertumbuhan tunas lateral, dengan tumbuhnya tunas lateral akan menambah percabangan pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) yang meningkatkan jumlah bunga dan bakal polong per tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk daun terhadap hasil produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor dan tujuh ulangan. Perlakuan pemangkasan pucuk daun tanaman umur 15 hari setelah tanam (P3) menunjukkan hasil presentase berbeda sangat nyata terhadap parameter pengamatan jumlah polong, jumlah biji dan berat total biji. Perlakuan pemangkasan 15 hst (P3) memiliki jumlah polong dengan rerata 26,89 buah, jumlah biji dengan rerata 191,41 biji, berat total biji dengan rerata 11,60 g. Perlakuan pemangkasan pucuk 15 hst (P3) memiliki hasil presentase berbeda nyata terhadap parameter pengamatan berat kering polong dengan rerata 15,45 g
Peningkatan Ketahanan Bawang Merah Terhadap Penyakit Moler dengan Aplikasi Kultur Filtrat Trichoderma
Penyakit moler merupakan penyakit utama pada bawang merah yang telah ditemukan di semua sentra produksi bawang merah dengan intensitas serangan mencapai 30%. Vaksinasi tanaman bawang merah dengan kultur filtrat Trichoderma memberikan harapan dalam pengendalian penyakit moler. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi konsentrasi kultur filtrat Trichoderma terbaik dalam meningkatkan ketahanan bawang merah terhadap penyakit moler. Penelitian disusun dalam RAL faktor tunggal konsentrasi kultur filtrat Trichoderma: 0, 10, 25, 50, 75, dan 100 ppm. Tahapan penelitian adalah isolasi dan karakterisasi Fusarium dan Trichoderma, produksi kultur filtrat Trichoderma, perlakuan kultur filtrat Trichoderma, penanaman, dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kultur filtrat Trichoderma memberikan pengaruh yang sama pada variabel pertumbuhan bawang merah dan variabel penyakit. Namun, perlakuan konsentrasi kultur filtrat 75 ppm cenderung menghambat intensitas serangan paling besar dan paling baik dalam memacu pembentukan senyawa asam salisilat pada tanaman bawang merah
Pengaruh Pemberian PGPR dan Fobio Terhadap Pertumbuhan Caisim (Brassica juncea L.)
Caisim (Brassica juncea L.) merupakan sayuran subtropis, namun memiliki daya adaptasi yang baik terhadap iklim tropis. Untuk meningkatkan hasil produksi diperlukan pupuk hayati yang mampu menyediakan unsur hara didalam tanah, salah satunya diperlukan adanya PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian PGPR dan Fobio pada budidaya caisim, serta mengetahui pengaruh kedua PGPR tersebut. Penelitian menggunakan metode Rancang Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah kontrol dengan tidak diberikan apapun pada media tanam. Faktor kedua adalah pemberian PGPR pada media tanam yang diaplikasikan dengan jarak 3 hari dalam satu minggu. Faktor ketiga adalah pemberian Biopestisida Fobio pada media tanam yang diaplikasikan dengan jarak 3 hari dalam satu minggu. Perlakuan yang diberikan yaitu menggunakan PGPR dan Biopestisida Fobio dengan konsentrasi yang diberikan masing-masing perlakuan sebanyak 10 ml/liter, yang diaplikasikan sebanyak 2 kali. Hasil yang didapatkan untuk tinggi tanaman pemberian Biopestisida Fobio memiliki nilai rata-rata tertinggi, sedangkan jumlah daun pemberian PGPR memiliki nilai rerata tertinggi
Respon Pertumbuhan Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Var. Astri Terhadap Dosis Kompos Daun Lamtoro, Kulit Pisang dan Cangkang Telur
Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus menyebabkan penurunan kesuburan tanah dan terganggunya mikroorganisme dalam tanah. Solusi untuk meninimalkan dampak dari pemakaian pupuk anorganik salah satunya yaitu penggunaan pupuk kompos dari campuran bahan organik seperti daun lamtoro, kulit pisang, dan cangkang telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kompos daun lamtoro, kulit pisang, dan cangkang telur terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor dosis pupuk kompos daun lamtoro, kulit pisang, dan cangkang telur yaitu P1 (0 gram/ tanaman), P2 (20 gram/ tanaman), P3 (40 gram/ tanaman), P4 (60 gram/ tanaman), P5 (80 gram/ tanaman). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis kompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot akar basah, bobot akar kering, bobot tajuk basah, bobot tajuk kering, bobot brangkasan basah, dan bobot brangkasan kering, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap total klorofil. Perlakuan dosis kompos 80 gram/ tanaman memberikan hasil terbaik dalam memacu komponen pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy
Pengaruh Mikoriza dan Vermikompos terhadap Laju Pertumbuhan Nilam (Pogostemon cablin, Benth) pada Inceptisol
Produktivitas nilam (Pogostemon cablin Benth) sebagai salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dapat ditingkatkan dengan penggunaan pupuk hayati dan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh FMA dan pupuk organik terhadap kolonisasi FMA dan kadar hara tanaman nilam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor yang diuji dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah FMA (tanpa FMA, A. tuberculata dan Glomus sp), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk organik (0, 10, dan 20 t ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. tuberculata memberikan pengaruh lebih tinggi terhadap kolpnisasi FMA, Glomus sp.memberikan pengaruh lebih besar terhadap kadar nitrogen (N) dan fosfor (P). Kedua spesies FMA tersebut memberikan pengaruh yang sama terhadap kadar kalium (K) tanaman. Peningkatan dosis pupuk organik menurunkan kolonisasi FMA namun meningkatkan kadar N, P, dan K tanaman. Kedua spesies FMA tersebut memberikan respon negatif terhadap tingginya dosis pupuk organik dalam mempengaruhi kolonisasi FMA. Aplikasi pupuk organik mengurangi pengaruh A. tuberculata terhadap kadar K tanaman, namun sebaliknya dengan Glomus sp. Hasil penelitian ini menunjukkan FMA dan pupuk organik, tanaman baik sebagai aplikasi tunggal maupun ganda, merupakan strategi untuk meningkatkan produktivitas tanaman nilam