Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
Not a member yet
    160 research outputs found

    Studi Keanekaragaman Collembola Pada Enam Jenis Tipe Lahan

    Full text link
    Collembola (Springtail) merupakan  mikroarthopoda tanah yang ditemukan hampir pada semua ekosistem. Collembola memiliki peran penting di dalam ekosistem sebagai perombak bahan organik, pemakan jamur, bioindikator perubahan keadaan tanah, serta menjaga keseimbangan ekosistem. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari kelimpahan dan keanekaragaman Collembola pada tipe penggunaan lahan yang berbeda, serta kaitannya dengan faktor lingkungan. Collembola dikumpulkan dari enam tipe penggunaan lahan yang berbeda, yaitu hutan primer, hutan sekunder, semak belukar tua, semak belukar muda, hutan paska bakar dan hutan karet yang dilakukan pada bulan Agustus 2017. Collembola diekstraksi dari sampel tanah menggunakan modifikasi Berlese Funnel Extractor. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 37 genus Collembola yang berasal dari 4 ordo dan 14 famili. Collembola yang ditemukan di seluruh area yang diamati, baik di tanah maupun di serasah memiliki kelimpahan dan keanekaragaman bervariasi, yaitu di tanah ditemukan 4 ordo, 9 famili, dan 12 genus dengan total rata-rata kelimpahan 603 individu m-2,  sedangkan di serasah didapatkan 4 ordo, 11 famili dan 20 genus dengan total rata-rata 944 individu m-2.  Isotomiella merupakan genus dengan angka kelimpahan tertinggi dibanding dengan genus yang lain. Berdasarkan hasil analisis korelasi, beberapa genus Collembola mempunyai hubungan positif dengan C/N rasio, C-organik, N-total dan kadar air

    Uji Viabilitas dan Kemampuan Fungi Pelarut Fosfor pada Media Pembawa Dedak Padi selama Masa Penyimpanan

    Full text link
    Mutu pupuk hayati sangat ditentukan berdasarkan proses formulasi menggunakan bahan pembawa yang tepat dengan mikrob yang digunakan. Bahan pembawa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan salah satunya adalah dedak padi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi dedak padi sebagai bahan pembawa untuk menjaga viabilitas dan kemampuan fungi pelarut P selama masa penyimpanan. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari persiapan bahan pembawa dedak padi, uji viabilitas fungi pelarut P pada bahan pembawa dedak padi dan pengujian kemampuan mikrob pelarut P selama masa penyimpanan. Dedak padi memiliki kadar air sebesar 9,1%, kadar abu 15,76%, kadar serat kasar 13,69%, kadar lemak 4,54%, kadar protein 8,29%, kadar karbohidrat 48,62%, kandungan karbon organik (C) 36,85%, Nitrogen (N) 1,82 %, C/N 20,2. Dedak padi memiliki potensi untuk menjaga viabilitas dan kemampuan dari fungi pelarut P. Bahan pembawa dedak padi mampu menjaga viabilitas fungi pelarut sampai minggu ke-12 dengan jumlah populasi akhir fungi pada media PDA sebesar log 6,55 (3,6 x 106 CFU/g) dan populasi akhir  fungi pada media Pikovskaya sebesar log 6,54 (3,53 x 106 CFU/g). Kemampuan fungi dalam melarutkan P cenderung fluktuaktif pada minggu ke-3 (192,01 ppm) sampai dengan minggu ke-6 (123,247 ppm) dan cenderung stabil pada minggu ke-9 (173,04 ppm) sampai dengan minggu ke-12 (165,69 ppm)

    Pengaruh Kalium Dan Giberelin Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga ( Brassica oleraceae L. var botrytis)

    Full text link
    Tanaman kubis bunga merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan. Tahun 2016-2017 tanaman kubis bunga mengalami penurunan produktivitas. Teknik yang dapat digunakan adalah teknik pemupukan dan teknik pemberian ZPT. Contoh pupuk yang sangat dibutuhkan oleh kubis bunga adalah pupuk kalium. Pemberian zat pengatur tumbuh pada tanaman juga akan  mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman kubis bunga. Contoh hormon pertumbuhan yang digunakan adalah hormon giberelin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk kalium dan hormon giberelin pada tanaman kubis bunga serta mengetahui dosis dan konsentrasi yang optimal pada perlakuan pupuk kalium dan hormon giberelin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama yang digunakan adalah dosis kalium (K) dan faktor kedua adalah konsentrasi giberalin (G). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lebar daun, diameter bunga, kandungan klorofil, volume akar, berat segar bunga dan berat kering bunga. Pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga yang tertinggi adalah pada kombinasi perlakuan dosis pupuk kalium 3,2 gr/tan (K2) dan konsentrasi hormon giberelin 100 ppm (G2). Kombinasi perlakuan ini sangat optimal digunakan untuk meningkatkan berat segar bunga, kandungan klorofil dan berat kering bunga.  

    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Hayati Dan Dosis Pupuk Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica Oleraceae)

    Full text link
    Kailan (Brassica oleraceae) merupakan salah satu tanaman dari famili kubis-kubisan. Kailan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Pada tahun 2018 produksi kailan mengalami penurunan mencapai 100 ribu ton. Penyebab turunnya produksi kailan seperti rendahnya kesuburan tanah dan tingginya ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk anorganik. Pemanfaatan pupuk hayati dan pupuk kotoran ayam merupakan salah satu alternatif dalam budidaya tanaman kailan. Penelitian ini dilakukan secara faktorial dengan pola dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor utama yaitu konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk kotoran ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat interaksi konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap variabel berat kering dengan kombinasi perlakuan konsentrasi pupuk hayati 30 ml/liter air dan dosis pupuk kotoran ayam 300 kg/ha; (2) Konsentrasi pupuk hayati 30 ml/liter air berpengaruh nyata terhadap berat segar tanaman; (3) Dosis pupuk kotoran ayam dosis 300 kg/ha berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, volume akar dan berat segar tanaman.

    Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Formula Sulfur Silikat Terhadap Pertumbuhan, Hasil Dan Mutu Beras Ciherang

    Full text link
    Penambahan unsur hara sulfur pada dua sampai tiga dekade terakhir sangat penting diberikan untuk memperbaiki defisiensi unsur hara sulfur dan peningkatan hasil serta kualitas tanaman serta pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi yang rendah dapat disebabkan oleh ketersediaan silika yang rendah. Ketersediaan unsur hara silika pada tanah di Indonesia mengalami penurunan hingga 11-20%. Rendahnya kandungan silika tersedia dalam tanah diakibatkan bahan induk tanah, minimnya pengembalian bahan organik, dan banyak mengalami leaching. Peran sulfur sebagai penyusun asam amino esensial (sistein, metionin, dan sistin), peningkatan produksi klorofil, sintesis protein, dan berperan pada fungsi serta pembentuk struktur pada tumbuhan serta peran silika menjadikan tanaman tidak mudah rebah dan meningkatkan kesehatan tanaman secara umum. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2021 di lahan terbuka perumahan jalan karimata nomor 5 Sumbersari, Jember serta untuk kegiatan analisis tanah. Variabel yang diamati yaitu kehijauan daun, jumlah anakan, jumlah malai per rumpun, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah kering panen per rumpun, bobot 100 bulir gabah, potensi hasil, Kandungan Sulfur Gabah Padi, Kandungan Silika Gabah Padi, Protein terlarut, Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan pada beras. Hasil penelitian menunjukan perlakuan 1250 ppm menunjukan hasil rata – rata terbaik pada pertumbuhan pada fase vegetatif dan generatif. Variabel panjang malai dan bobot 100 biji menunjukan adanya pengaruh signifikan pemberian pupuk formula sulfur silicate dibandingkan dengan kontr

    Studi Karakteristik Bakteri Pelarut Kalium (BPK) pada Lahan Tebu (Saccharum officinarum Linn)

    Full text link
    Kalium merupakan salah satu unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang cukup banyak. Kadar kalium dalam tanah terus menurun seiring dengan meningkatnya penggunakan pupuk kimia. Sebagian pupuk kimia telah diproduksi di Indonesia, kecuali kalium hampir seluruhnya berasal dari impor. Pengembangan produksi pupuk kalium di Indonesia sebetulnya dapat dilakukan dengan memanfaatkan mineral primer maupun sekunder yang mengandung kalium. Sayangnya miner tersebut menyediakan kalium dalam bentuk yang tidak tersedia. Salah satu cara untuk menjadikan kalium tersedia adalah dengan memanfaatkan bakteri perakaran yang disebut Bakteri Pelarut Kalium (BPK). BPK merupakan bakteri yang memiliki kemampuan melarutkan kalium yang terikat pada mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah isolasi dan karakterisasi BPK yang berasal dari lahan tebu. BPK diisolasi dengan cara ditumbuhkan pada media Alksandrov agar. Selanjutnya dilakukan seleksi BPK berdasarkan panjang diameter BPK. BPK terpilih kemudian dilakukan karakterisasi morfologi dan fisiologi. Hasil penelitian didapatkan 502 BPK dengan karakter morfologi utama memiliki bentuk bundar dengan tepian licin, elevasi berbentuk cembung dan warna koloni bening serta memiliki gram positif. Selain itu BPK memiliki karakter fisiologis utama bersifat anaerob, motalitas positif, dan megatif pada uji katalase serta fermentasi gul

    Uji Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Dan Teknik Aplikasi Terhadap Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) Varietas Dega 1

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dari konsentrasi pupuk organik cair (POC) dan teknik aplikasi terhadap hasil tanaman kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) varietas Dega 1. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2022 di lahan Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang dengan ketinggian tempat penelitian ±437 m di atas permukaan laut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial (4x2) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC yang terdiri dari 0 ml, 105 ml, 210 ml, dan 315 ml. Faktor kedua adalah teknik aplikasi yang terdiri dari kocor dan tetes. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi POC dan teknik aplikasi POC tidak memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, panjang akar, jumlah cabang produktif, jumlah polong total, jumlah polong isi, berat kering biji, berat 100 biji, dan laju pertumbuhan tanama

    Respon Pertumbuhan Dan Produksi Berbagai Varietas Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Terhadap Pemberian Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Alami (Air Kelapa) Pada Sistem Rakit Apung

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi berbagai varietas tanaman pakcoy (Brassica rapa L.)terhadap pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh alami (air kelapa) pada sistem rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan bulan, April 2021 - Juni 2022 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split Plot (petak terbagi) dari dua factor (3x3). Dua faktor tersebut yaitu konsentrasi zpt alami (air kelapa) (Z) sebagai petak utama, dalam 3 taraf, yaitu : Z1 = 75 ml/L, Z2 = 150 ml/L, Z3 = 225 ml/L dan varietas pakcoy (V) sebagai anak petak, dalam 3 taraf, yaitu : V1 = Green pakcoy, V2 = White pakcoy, V3 = Brisk Green pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi zpt alami (air kelapa) berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy, perlakuan terbaik adalah konsentrasi 75 ml/L. Perlakuan varietas pakcoy berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy, perlakuan terbaik adalah varietas White pakcoy. Interaksi antara konsentrasi zpt alami (air kelapa) dengan varietas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy, interaksi perlakuan terbaik adalah konsentrasi 75 ml/L dalam varietas White pakco

    Identifikasi Nitrat, Karotenoid Dan Vitamin C Pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica Chinensis L) Di Beberapa Ketinggian Tempat Budidaya Yang Berbeda

    Full text link
    Tujuan riset ini adalah identifikasi kandungan nitrat, karotenoid, dan vitamin C pada tanaman sawi hijau (Brasica chinensis L) yang dipengaruhi oleh beberapa ketinggian tempat budidaya yang berbeda. Jenis penelitian cross sectional dengan teknik sekali bidik (one snapshot) digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian adalah sawi hijau yang diambil dari beberapa titik yang memiliki ketinggian berbeda, yaitu dataran rendah (Desa Pabean, Dringu, Probolinggo), sedang (Desa Curahdami, Sukorambi, Jember) dan tinggi (Desa Kandang Tepus, Senduro, Lumajang). Analisis data dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil identifikasi nitrat, karotenoid dan vitamin C diperoleh ketinggian tempat mempunyai pengaruh positif dan bermakna terhadap kandungan nitrat, karotenoid dan vitamin C dengan kecenderungan bahwa semakin tinggi tempat budidayanya maka kandungan nitrat, karotenoid vitamin C juga akan semakin meningkat

    Pengaruh Bubuk Serai dan Daun Jeruk Purut terhadap Mortalitas Kutu Beras (Sitophilus oryzae L.) di Penyimpanan

    Full text link
    Beras berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan, namun dalam mewujudkan hal tersebut terjadi kendala. Salah satu kendalanya yaitu terjadinya serangan hama di penyimpanan. Hama yang menyerang yaitu kutu beras dan harus dikendalikan agar peranan beras dapat terwujud yaitu dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bubuk serai dan daun jeruk purut terhadap mortalitas kutu beras di penyimpanan dan untuk mengetahui bubuk yang paling efektif. Penelitian ini dimulai dari bulan Januari sampai bulan April 2021 dan di laksanakan di Laboratorium Produksi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu bubuk daun jeruk purut dengan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu bubuk serai dengan 3 taraf perlakuan, sehingga terdapat 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian bubuk serai dan daun jeruk purut berpengaruh terhadap mortalitas dan waktu kematian kutu beras di penyimpanan. Serai maupun daun jeruk purut memiliki bahan aktif berupa minyak atsiri yang senyawa utamanya seperti sitronellal, sitronellol dan geraniol. Perlakuan yang paling efektif yaitu perlakuan P2S2 (30 g bubuk daun jeruk purut dan 30 g bubuk serai) dengan mortalitas 42,67 % dan waktu kematian 0.57 ekor/harinya

    153

    full texts

    160

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇