1,723,381 research outputs found
Surat Tugas Abdimas Sugeng Suroso 2022
Surat Tugas Abdimas Sugeng Suroso tahun 2022 dengan judul membuat rencana bisni
GAYA KEPENARIAN SUROSO DALAM TARI TOPENG KLANA KEDUNGMONGGO
Penelitian ini mengkaji tentang tari Topeng Klana Kedungmonggo.
Suroso sebagai salah satu penerus seniman topeng di Dusun
Kedungmonggo yang masih aktif berkesenian dan dianggap mewarisi
gaya kepenarian Karimun dalam tari Topeng Klana Kedungmonggo.
Penulis memberikan judul penelitian ini yaitu “Gaya Kepenarian Suroso
dalam Tari Topeng Klana Kedungmonggo”.
Penelitian ini berupaya mengungkapkan proses regenerasi penari
topeng di Dusun Kedungmonggo dan struktur bentuk tari Topeng Klana
Kedungmonggo yang diteruskan oleh Suroso. Menggunakan penelitian
Kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Cakupan permasalahan
penelitian meliputi proses pewarisan tari Topeng Klana Kedungmonggo
di Dusun Kedungmonggo khususnya dari Karimun ke Suroso,
perbandingan tari Topeng Klana Kedungmonggo sebagai tarian dalam
pertunjukan Wayang Topeng Malang dan sebagai bentuk tari tunggal tari
Topeng Klana Kedungmonggo, dan gaya kepenarian Suroso. Penelitian
ini menggunakan teori proses pewarisan, teori analisis koreografi, dan
analisis konsep gaya emblim-asertif. Penyajian analisis data menggunakan
analisis notasi Laban untuk analisis motif hasil gerak Suroso dan analisis
efforth-shape untuk mengurai ciri karakteristik dalam gaya kepenarian
Suroso.
Berdasarkan analisis terhadap hasil observasi, studi pustaka, dan
wawacara, maka penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat proses
pewarisan mendatar dan miring pada pencapaian kepenarian Suroso,
menerangkan deskripsi gerak tari Topeng Klana Kedungmonggo beserta
analisis karakteristik gaya kepenarian Suroso dalam menampilkan tari
Topeng Klana Kedungmonggo
PERAN SUROSO DALADI HADISISWOYO DALAM PERKEMBANGAN KARAWITAN GAYA SURAKARTA
Peran Suroso Daladi Hadisiswoyo dalam Perkembangan Karawitan Gaya
Surakarta. Skripsi 2013, Kolin Nirwa Dewi, NIM: 09111128, S-1 Jurusan
Karawitan, Institut Seni Indonesia, Surakarta.
Skripsi ini merupakan upaya untuk mengungkap sosok Suroso Daladi
Hadisiswoyo sebagai seniman dan pendidik di bidang karawitan. Sebagai seniman
Daladi lebih banyak berkiprah sebagai vokalis, sementara sebagai pendidik dai
berperan sebagai pengajar tembang. Penelitian ini berusaha menjawab dua
pertanyaan utama yaitu : mengapa Suroso Daladi Hadisiswoyo masih berperan
dalam perkembangan karawitan di Surakarta, dan bagaimana peran dan kontribusi
Suroso Daladi Hadisiswoyo dalam mengembangkan karawitan di Surakarta.
Tujuan dari penelitian ini antara lain mengetahui peran-peran Suroso Daladi
Hadisiswoyo dalam perkembangan karawitan di Surakarta, serta mengetahui
peranan dan kontribusi Suroso Daladi Hadisiswoyo terhadap perkembangan
karawitan di Surakarta. Penulisan ini menggunakan landasan pemikiran yang
berhubungan dengan telaah historis atau disebut dengan pendekatan biografi.
Untuk mengungkap hal tersebut penulis mengandalkan data dari
narasumber dan informan yang berhubungan dengan topik penelitian ini. Untuk
menjelaskan peranan Suroso Daladi Hadisiswoyo dalam perkembangan karawitan
gaya Surakarta digunakan konsep peranan sosiologi untuk menelusuri peranan
Suroso Daladi Hadisiswoyo melalui riwayat hidup, riwayat pendidikan, sebagai
pengajar dan lain sebagainya. Selanjutnya untuk mengungkap pandangan atau
kontribusi Suroso Daladi Hadisiswoyo dalam pandangannya terhadap
perkembangan karawitan gaya Surakarta digunakan konsep sikap.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Suroso Daladi Hadisiswoyo
sebagai seniman yaitu dalam bidang vokal tembang dengan segala kemampuan
yang Ia miliki telah mendedikasi kehidupannya untuk kesejahteraan dan
kelestarian perekembangan karawitan gaya Surakarta. Proses pembentukan
sebagai seniman khususnya seniman pendidikan tidak luput dari berbagai faktor
yang mempengaruhinya yaitu faktor dari lingkungan dan pengalaman-pengalaman
dalam dunia seni
Pemikiran Suroso Imam Zadjuli tentang Pasar Syariah
Skripsi ini menguraikan tentang pasar berbasis prinsip syariah yang disebut dengan pasar syariah. Konsep pasar syariah temukan oleh Suroso Imam Zadjuli. Munculnya pemikiran tentang pasar syariah dilatar belakangi oleh masih banyaknya transaksi-transaksi muamalah yang menyimpang dari syariat Islam.
Jenis penelitian adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Wawancara, yakni pertukaran informasi antara pewawancara (Researcher) dengan yang diwawancarai (objek, tokoh), tujuannya untuk mendapatkan informasi dari narasumber sebagai proses pengambilan dan pelengkapan data. Observasi, yakni pengamatan dan pencatatannya secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala objek penelitian.Dokumentasi, metode mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, buku, majalah dan sebagainya. Rumusan masalahnya antara lain: bagaimana pemikiran Suroso Imam Zadjuli tentang pasar syariah? Serta bagaimana relevansi pemikiran tentang pasar syariah? Tujuan dati penelitian ini adalah: Untuk mengetahui dan memahami pemikiran Suroso Imam Zadjuli tentang pasar syariah.dan Memahami relevansi pemikiran Suroso Imam Zadjuli tentang pasar syariah.
Hasil penelitian ini, menyimpulkan bahwa Pemikiran Suroso Imam Zadjuli tentang pasar syariah adalah Pasar yang berkonsep syariah harus memiliki beberapa prinsip, diantaranya adalah : Persaudaraan, keadilan, kemaslahatan, keseimbangan, unversalisme, dan tanggung jawab. Maka dari beberapa prinsip itu para pegadang diwajibkan menjalankannya dengan mekanisme, (barang yang diperjual belikan dan cara mendapatkannya pun harus jelas dan harus halal, Alat yang digunakan untuk transaksi harus sesuai dan terjamin kelayakannya, Para pedagang harus jujur dalam melakukan transaksi, Tidak ada persaingan antar pedagang, Barang dan trempat dagangan harus bersih, Tidak boleh merokok di dalam pasar, Harga yang murah meriah. Harga sewa tempat murah).Dengan dasar pembangunan pasar syariah adalah Hadist Rahwi Abu Dawud jilid ke 2 hadist 3073. Relevansi pemikiran Suroso Imam Zadjuli terhadap pasar syariah cukup relevan karena baik pedagang yang tidak memiliki tempat untuk menjual barang dagangannya merasa tertolong dan maupun masyarakat sebagai konsumen merasa keberadaan pasar syariah cukup membantu dan mempermudah para pembeli untuk mencari kebutuhan yang terjamin dari segi kehalalan dan kualitas barang yang sesuai dengan harga masyarakat
Analisis Koordinasi Lampu lalu Lintas pada Persimpangan Jl. Jend. A. Yani – Jl. R. Intan, Jl. R. Intan – Jl. R. Panji Suroso, dan Jl. R. Panji Suroso – Jl. Simp. R. Panji Suroso
Persimpangan Jl. Jend. A. Yani – Jl. R. Intan, Jl. R. Intan – Jl. R. Panji Suroso, dan Jl. R. Panji Suroso – Jl. Simp. R. Panji Suroso Kota Malang merupakan persimpangan sangat padat pada jam-jam sibuk dan merupakan tiga persimpangan berurutan yang berjarak pendek. Persimpangan Jend. A. Yani – Jl. R. Intan dengan Jl. R. Intan – Jl. R. Panji Suroso berjarak 196 m, persimpangan Jl. R. Intan – Jl. R. Panji Suroso dengan Jl. R. Panji Suroso – Jl. Simp. R. Panji Suroso berjarak 198 m. Tujuan studi untuk mengevaluasi kinerja ketiga persimpangan dan memodifikasikan sinyal dengan koordinasi sinyal bila hasil evaluasi tingkat pelayanan (ITP) kondisi eksisting tidak memenuhi (ITP < C).
Pedoman yang digunakan pada proses evaluasi kinerja persimpangan adalah metode MKJI (1997), sedangkan untuk proses modifikasi sinyal menggunakan metode ARR No.123 (1981). Analisis peningkatan kinerja persimpangan dilakukan dengan perubahan waktu siklus, perubahan geometrik, penambahan lajur, dan penambahan marka beton. Survai traffic counting dilakukan pada hari Rabu, Sabtu, Minggu, dan Senin dengan interval waktu 5 menit pada masing-masing jam sibuk pagi (06.00-08.00), siang (11.00-13.00), dan sore (16.00-18.00).
Pada kondisi awal, persimpangan Jl. Jend. A. Yani – Jl. R. Intan dengan waktu siklus 108 detik, kapasitasnya sebesar 2742 smp/jam dan tundaan rata-rata sebesar 742 det/smp (ITP=F). Persimpangan Jl. R. Intan – Jl. R. Panji Suroso yang merupakan simpang tak bersinyal mempunyai kapasitas 2898 smp/jam dan arus lalu lintas sebesar 4236 smp/jam. Derajat kejenuhan persimpangan ini sebesar 1.46, tundaan totalnya sebesar -38.60 det/smp, dan kapasitas sisanya sebesar -1338 smp/jam (ITP=F). Persimpangan Jl. R. Panji Suroso – Jl. Simp. R. Panji Suroso memiliki waktu siklus 61 detik, kapasitasnya sebesar 3066 smp/jam dan tundaan rata-rata 124.5 (ITP=F). Solusi terbaik untuk ketiga persimpangan adalah pada alternatif K.6, yaitu dengan koordinasi sinyal. Pada alternatif K.6 waktu siklusnya sebesar 44 detik dan waktu kuning 2 detik. Persimpangan A dianalisis dengan kondisi geometrik maupun waktu siklus tetap. Persimpangan B dianalisis dengan penambahan lajur pada pendekat barat arah belok kanan dan marka beton sepanjang 20 m sebagai pemisah arah lurus. Pada persimpangan C, analisis dilakukan dengan perubahan geometrik pada pendekat utara (menjadi 10 m) dan pendekat selatan (menjadi 10 m). Pada persimpangan A didapatkan nilai derajat kejenuhan 0.104 dan tundaan rata-rata 18.407 det/smp (ITP=C). Pada persimpangan B didapatkan nilai derajat kejenuhan 0.477 dan tundaan rata-rata 14.921 det/smp (ITP=B). Sedangkan pada persimpangan C didapatkan nilai derajat kejenuhan 0.046 dan tundaan rata-rata 15.879 det/smp (ITP=C).
Kata kunci : Koordinasi Sinyal, Waktu Siklus, Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tundaan Rata-rat
Dayang Rindu, permata dari Tanjung Iran: cerita rakyat lampung
Penjaringan naskah cerita dilakukan melalui “Sayembara Penulisan Cerita Rakyat Lampung Tahun 2017”. Panitia sayembara memprasyaratkan cerita yang diikutkan dalam sayembara merupakan cerita rakyat yang hidup dalam masyarakat Lampung serta mengandung nilai-nilai positif dan kearifan lokal untuk pembentukan karakter dan budi pekerti luhur bagi anak bangsa.Cerita Dayang Rindu, Permata dari Tanjung Iran yang ditulis oleh Suroso merupakan naskah pemenang keempat yang ditetapkan oleh dewan jur
Analisis beban kerja sebagai dasar penentuan kebutuhan tenaga kerja yang optimal pada PT. Kayu Salasihan Indah Di Bondowoso
Perkembangan kondisi perekonomian yang semakin membaik, serta ditunjang oleh keajuan dibidang tegnologi, memberi suatu harapan kepada dunia usaha untuk tumbuh dan berkembang, keadaan yang demikian akan menimbulkan persaingan yang semakin ketat diantara perusahaan-perusahaan yang ada, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang menghasilkan produk sejenis. semakin ketatnya persaingan serta permintaan konsumen yang berubah-ubah mendorong perusahaan untuk selalu mencari alternatif strategi yang paling baik yang nantinya dapat digunakan sebagai langkah kebijakan dalam mencapai tujuan perusahaan
SISTEM JURAGAN PADA PADEPOKAN ASMARABANGUN DALAM PERTUNJUKAN WAYANG TOPENG MALANG KEDUNGMONGGO VERSI SUROSO
Penelitian ini membahas tentang Sistem Juragan Pada Padepokan
Asmarabangun dalam Pertunjukan Wayang Topeng Malang
Kedungmonggo Versi Suroso. Rumusan masalah (1) bagaimana sistem
juragan diterapkan oleh Suroso dalam kelompok Wayang Topeng Malang
Kedungmonggo, (2) bagaimana sistem pengelolaan itu berpengaruh
terhadap pilihan-pilihan artistik pertunjukan?
Penelitian ini menggunakan fenomenologi presepsi yang
dikemukakan oleh Maurice Merlau-Ponty. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kualitatif. Data diperoleh dari studi pustaka,
observasi, studi dokumentasi, dan wawancara.
Hasil dari penelitian ini bahwa sistem juragan yang diterapkan oleh
Suroso pada Padepokan Asmarabangun berpengaruh penting terhadap
pilihan artistic yang dihadirkan dalam setiap pertunjukan, karena
pemikiran bersumber dari satu orang yaitu, Suroso. Sistem Juragan yang
diterapkan pada Padepokan Asmarabangun bersifat Demokratis dengan
mempertimbangkan kesepakatan dari para anggota.
Kata Kunci: sistem juragan, Wayang Topeng Malang Kedungmonggo, Suroso
Klenengan Jawa "JINEMAN MIJIL,Ktw.SUBAKASTAWA ayak-ayakan sl.sangaldr.JANGKRIK GENGGONG,lrs.pl.pathet.sanga"
Klenengan Jawa "JINEMAN MIJIL,Ktw.SUBAKASTAWA ayak-ayakan sl.sangaldr.JANGKRIK GENGGONG,lrs.pl.pathet.sanga"
Penyaji: Budi Suroso Putra Ujian Penyajian Jur. Karawitan ISI Surakart
Kinerja Simpang Bersinyal Di Jalan Panji Suroso Kecamatan Blimbing Kota Malang
Kemacetan disebabkan oleh kelemahan sistem pengaturan lampu lalu lintas, banyaknya persimpangan jalan, banyaknya kendaraan yang turun ke jalan, musim, kondisi jalan, dan lain-lain. Simpang empat bersinyal Sunandar Priyosudarmo Kecamatan Blimbing Kota Malang merupakan salah satu simpang yang mengalami kemacetan. Kemacetan pada simpang tersebut disebabkan oleh Jalan Panji Suroso yang merupakan akses jalan menuju Terminal Arjosari. Arus kendaraan dari Malang ke arah Blitar dan Pakis sebagian besar oleh kendaraan ringan dan kendaraan berat. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya empat simpang bersinyal yang lokasinya berdekatan di sepanjang ruas Jalan Panji Suroso. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arakteristik, kinerja jalan dan simpang bersinyal, serta menentukan manajemen lalu lintas yang tepat untuk ruas jalan Panji Suroso Kecamatan Blimbing Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis karakteristik lalu lintas, analisis kinerja jalan, analisis kinerja simpang bersinyal. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan bahwa empat simpang bersinyal di sepanjang ruas jalan Panji Suroso memiliki tingkat pelayanan E – F dengan tundaan > 25 det/kend. Sedangkan ruas Jalan Panji Suroso memiliki tingkat pelayanan C – E dengan nilai derajat kejenuhan > 0,75. Setelah dilakukan simulasi manajemen kapasitas berupa perubahan fase dan waktu siklus yang sebelumnya 4 fase menjadi 2 fase, dan manajemen demand berupa pengalihan rute lalu lintas kendaraan berat dan pengaturan jalan satu arah, kinerja simpang bersinyal mengalami kenaikan dari E-F menjadi C-F dan kinerja jalan mengalami kenaikan dari C-D menjadi B-C
- …
