1,720,966 research outputs found
SUSTAINABILITY REPORT DAN TATA KELOLA: INFLUENCERS DALAM KINERJA PERUSAHAAN PROPERTY & KONSTRUKSI
Banyak penelitian telah dikembangkan untuk menjawab tren perlunya pelaporan berkelanjutan (Sustainability Report) sebagai informasi tambahan bagi para investor untuk semakin menumbuhkan kinerja perusahaan property dan konstruksi. Tetapi di sisi lain Good Corporate Governance (GCG) atau Tata Kelola yang Baik juga menjadi isu hangat untuk mendorong kemunculan Sustainability Report dan Kinerja Perusahaan. Penelitian ini melibatkan sampel 11 perusahaan property dan konstruksi dalam daftar LQ45 Bursa Efek Indonesia yang selalu melaporkan laporan tahunannya selama tahun 2012 – 2016. Metode penelitiannya menggunakan SEM berbasis Component yang bertujuan untuk memprediksi model GCG dan Sustainability Report dalam memperkuat kinerja perusahaan. Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa variable GCG memberi pengaruh positif terhadap Sustainability Report dan Kinerja Perusahaan. Sementara, Sustainability Report juga memberi pengaruh positif terhadap Kinerja Perusahaan walaupun secara hasil analisis korelasinya lemah
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN CO-WORKING SPACE BERBASIS HEALING SEBAGAI ALTERNATIF PERKANTORAN DI SURABAYA
Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memaparkan segala sesuatu mengenai healing co-working space. Dalam penulisan tugas akhir ini pengumpulan data didapat melalui buku, e-book, maupun jurnal. Banyak hal berupa informasi yang diperoleh yang tentunya mempermudah dalam penyusunan pra tugas akhir ini. Tidak hanya itu, kita juga dapat mengetahui hal penting yang belum kita ketahui sebelumnya mengenai (1) co-working space, (2) minimal ruangan yang diadakan, (3)serta penyediaan fasilitas dasar co-working space. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah kurangnya pemahaman desainer akan kesehatan pengguna bangunan terutama dalam aspek tingkat stress pengguna bangunan
PERAN PENTING GREEN INTANGIBLE RESOURCES DALAM KAPASITAS DINAMIS KAMPUNG SURABAYA
Kecenderungan perkembangan ekonomi di Asia yang lebih menekankan pada investasi dalam infrastruktur ekonomi dibandingkan dengan sosial dan lingkungan akan memiliki pengaruh pada bisnis yang beroperasi. Sementara itu, menipisnya sumber daya alam dan persaingan yang tinggi juga memicu banyak inovasi lingkungan. Semua ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat kota untuk mulai memperbaiki lingkungan tempat mereka tinggal dan bersama-sama dengan pemerintah kota untuk menciptakan keberlanjutan di sektor ekonomi, sosial dan lingkungan. Kapasitas dinamis kampung-kampung perkotaan di Surabaya yang mampu mengeksploitasi sumber daya hijau tak berwujudnya (green intangible resources) pada akhirnya memegang peran penting untuk terwujudnya kota Surabaya yang hijau dan berkelanjutan. Dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat eksploratif, diharapkan penelitian ini mampu memberikan gambaran sumber daya tersebut dalam karakteristik kondisi sosial-budaya warga, kesadaran lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan teknologi sederhana yang dikembangkan
INOVASI LINGKUNGAN: PEMBERDAYAAN SOSIAL MASYARAKAT KAMPUNG PERKOTAAN (STUDI KASUS DI SURABAYA)
The leading kampung in the city of Surabaya has become a self-supporting social entity with a hybrid organizationalfunction. This has made Surabaya one of the Global Green Cities in 2017. These kampungs in Surabaya carry outcommunity empowerment independently in their function to complement or balance the government functions. Theempowerment puts forward social functions based on environmental innovation in creating commercial goals that provide benefits for its members. This study aims to find the determinants of environmental innovation resulting from social empowerment of urban village communities with a qualitative approach. The researcher acts as an instrument withsix sources from five selected leading kampungs: Mangrove Kampung, Bratang Binangun Kampung, Grudo Kampung,Maspati Kampung, and Jambangan Kampung. Data were collected through field observations and document searches forapproximately two months from August to September 2019. The analysis and validation were processed by triangulation,checking group members, and rich descriptions of the essence of environmental innovation in the city of Surabaya
Perancangan furnitur sebagai fasilitas belajar anak autisme yang mengimplementasikan prinsip Universal Design
Education is an effort to improve human resource quality and growth in a country, especially for those who have disabilities. According to the Central Bureau of Statistics, in 2020, as many as 5% of Indonesia’s population are disabled. Autism is one of the pervasive intellectual disabilities in children that hinders the development of cognitive, language, behavior, communication, and social interaction. In 2019, the work vacancy for the disabled only covers 0.28% of the general job opportunity in Indonesia and further decreased by 0.1% in 2020. Therefore, to improve the human life quality of the disabled, an appropriate education system and facilities that apply Universal Design compliance to their needs were essential. The uses 5 steps of Design Thinking methods consist of Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test methods are hopefully will resolve the problem systematically, in detail, and accurately. The result produced multifunction furnitur by applying FURNURTURE, which stands for Furniture and Nurture, as the design concept. FURNITURE has several functions, namely; an education facility, a therapeutic facility, and storage by applying the Universal Design principle. Hopefully, the design, product, and design principles could stand as a model for other autism educational facilities and services
Ruang Bagi Demensia
Demensia/ kepikunan adalah suatu sindrom yang menyebabkan penderitanya mengalami penurunan daya ingat sehingga berdampak pada kemampuan penderita melakukan aktivitasnya sehari-hari. Demensia banyak diderita oleh kaum lansia, yaitu mereka yang berusia lebih dari 60 tahun. Menurut data statistik, jumlah penderita demensia di Indonesia maupun global diprediksi akan terus mengalami peningkatan dan menyerang kategori usia yang lebih muda. Hampir semua orang akan mengalami demensia, namun sayangnya hingga kini demensia belum ada obatnya. Untuk itu, hal yang bisa dilakukan adalah tindakan yang bersifat preventif dan terapis. Menanggapi fakta ini penting banget lho untuk mengenal desain rumah yang ramah penderita demensia! Apalagi buat kamu yang tinggal bersama orang tua ataupun kakek nenek yang berusia lebih dari 60 tahun. Desain rumah yang ramah penderita demensia, dapat membantu memperlambat munculnya gejala kepikunan dan menjadi terapi pasif untuk mengurangi gejala yang ada. Melalui buku ini, kamu akan belajar lebih banyak mengenai beberapa pendekatan interior yang bisa kamu lakukan di rumah
Designing Space for Autism
Setiap insan manusia berhak dihargai dan dihormati. Dunia yang amat sangat luas ini berisikan beragam jenis insan. Mulai dari perbedaan jenis kelamin, usia, sifat, bentuk tubuh, dan kemampuan. Satu hal yang sering kita lupakan dan abaikan, bahwa setiap individu punya kemampuan yang berbeda-beda. Kelebihan dan kekurangan seakan jadi pelengkap, namun sering kali kekurangan yang jadi pusatnya. Sering kali kekurangan menjadi alasan kita untuk abai dan memilih tidak berbuat lebih. Dengan mengenali kekurangan, kita menjadi paham bagaimana harus bertindak. Buku ini akan menjadi jawaban untuk mengenal
tentang Autism Spectrum Disorder (ASD) dan menghadirkan solusi untuk menciptakan fasilitas serta lingkungan yang dibutuhkan teman-teman autisme
dari sudut pandang desain interior
Models of furniture design using coconut wood based on local culture for global and domestic markets
This study provides, for creative industries, a convenient overview of
a process that is still rarely used. This study aims to provide a model
of furniture design and production that can compete with the
growth of furniture exports and market demand. Demand is
increasing for furniture that is not mass-produced and is based on
local culture. The design thinking approach was used to produce
this model. This process consists of several steps, such as the study
of references, group discussions with expert participants and the
exploration and development of design products by students; the
products are based on local culture with coconut wood as the main
material. This research improves upon previous models. Building a
knowledge base in the initial phase was very important and
involved the identification and extraction of local resources. This
phase needs to be supported by experiential activities of ‘digging’
to extract design boundaries, along with other activities involving
the transformation of ideas into visual schemes as sources of design
inspiration. This phase is then followed by interpretation and
execution, including feasibility tests of the design product
Evaluasi Pasca Huni Elemen Pembentuk Interior Rumah Dome, Nglepen, Yogyakarta
Sebuah hunian baru tidak hanya sebatas tempat tinggal yang baru untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi juga berhubungan dengan kebiasaan penghuni yang mempengaruhi keawetan suatu bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi elemen pembentuk interior rumah dome setelah 8 tahun dihuni. Sehingga perlu suatu identifikasi mengenai kondisi saat ini dan mencari tahu penyebab dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi dengan harapan ada langkah pencegahan agar tidak sampai terjadi kondisi yang tidak diinginkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berdasarkan studi kasus dengan pendekatan metode Evaluasi Pasca Huni. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan elemen pembentuk interior yang dilakukan pada tahap indikatif sampai investigasi. Data diperoleh dengan teknik pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan membandingkan hasil wawancara penghuni dengan partisipan ahli, lalu kesimpulan ditarik secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominan rumah dome mengalami degradasi (penurunan) pada elemen pembentuk interiornya akan tetapi masih ada yang kondisinya masih baik. Penurunan kondisi pada elemen pembentuk interior rumah dome disebabkan faktor alam, pemilihan material, pengerjaan, dan perilaku. Sedangkan elemen pembentuk interior yang masih baik disebabkan karena perilaku penghuni itu sendiri.
- …
