1,726,487 research outputs found

    Supriyanto

    No full text
    Dalam penelitian ini dilakukan penyangraian hancuran keping biji kakao (nib) lolos ayakan 20 mesh, mengguna- kan enerji gelombang mikro (EGM), untuk pengolahan bubuk cokelat. Pengaruh cara penyangraian tersebut dikaji terhadap sifat fisik dan kimia bubuk cokelat yang dihasilkan, dibandingkan dengan penyangraian konvensional. Pe- nyangraian nib kakao menggunakan EGM dilakukan selama 5 menit diatur pada posisi power 20 % dari 900 watt, penyangraian konvensional dilakukan pada suhu 140 oC selama 40 menit. Bubuk cokelat hasil penyangraian meng- gunakan EGM mempunyai kadar air lebih rendah (3,48 % dibanding 3,88 %), kadar lemak lebih rendah (23,56 % dibanding 25,18 %), ukuran partikel hancuran lebih kecil (10 ? 45 µm dibanding 20 ? 125 µm) dan lebih merata, serta intensitas warna cokelat tidak berbeda dibanding bubuk cokelat hasil penyangraian konvensional (p<0,05). Bubuk cokelat dari hasil penyangraian dengan EGM mempunyai kekuatan flavor, warna, dan kesukaan tidak berbeda, tetapi berasa lebih pahit dan jumlah komponen flavor yang terbentuk lebih banyak. Kandungan polifenol dan aktivitas anti- oksidan bubuk cokelat hasil penyangraian dengan EGM tidak berbeda dengan bubuk cokelat dari hasil penyangraian konvensional(p<0,05)

    KREATIVITAS EKO SUPRIYANTO PADA PENCIPTAAN TARI BALABALA

    Full text link
    Penelitian ini berjudul “Kreativitas Eko Supriyanto pada Penciptaan tari Balabala”, Balabala merupakan karya ke dua dari serial seni pertunjukan berbasis riset, Trilogi Of Jailolo, yang diciptakan oleh Eko Supriyanto pada tahun 2016. Karya tari ini telah tampil dua puluh dua kali di beberapa negara di Asia, Australia dan Eropa dari tahun 2016, dan berlanjut untuk World Tour di tahun 2017 dan sepanjang 2018. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini mengenai bagaimana bentuk pertunjukan tari Balabala karya Eko Supriyanto dan bagaimana kreativitas Eko Supriyanto dalam penciptaan tari Balabala. Tujuan penelitian ini membahas mengenai analisis bentuk dan struktur koreografi tari Balabala dan menemukan ciri-ciri yang baru atau hubungan-hubungan baru dari karya Eko Supriyanto yang telah ada sebelumnya, serta menemukan konsep kebaruan, ide gagasan dalam penciptaan koreografi Balabala. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode deskriptif interpretatif. Kerangka teori yang digunakan teori mengenai aspek koreografi kelompok Y. Sumandiyo Hadi dan teori Participation Action Research (PAR) yaitu Re-Visiting, Re-Questioning dan Re-Interpreting oleh Eko Supriyanto. Teknik pengumpulan data melalui tiga tahap yaitu observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa Eko Supriyanto seorang seniman tari kontemporer mampu membawa inovasi pengembangan dari tradisi ke kontemporer dalam kancah tari kontemporer Indonesia. Balabala disusun berdasarkan pijakan bentuk tari tradisi Soya-Soya, Cakalele dan Beronggeng yang dikemas melalui proses pengembangannya dari tari tradisi ke tari kontemporer. Dalam proses penciptaan tari Balabala menunjukkan bahwa Eko Supriyanto menggunakan teori Participation Action Research (PAR) yaitu Re-Visiting, Re-Questioning dan Re-Interpreting sebagai riset dalam tahap proses kreatif, masing-masing tahap tersebut menghasilkan sebuah inovasi kebaruan dalam wujud pertunjukan tari Balabala. Di tinjau dari berbagai aspek yaitu, gerak, musik tari, tata rias dan busana, tata panggung, tempat pertunjukannya

    PROSES KREATIVITAS EKO SUPRIYANTO DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI TRAJECTORY

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Proses Kreativitas Eko Supriyanto Dalam Penciptaan Karya Tari Trajectory” ini adalah ingin mengkaji tentang kreativitas yang dilakukan oleh Eko Supriyanto. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif, dengan mengacu pada konsep 4P pemikiran Mel Rhodes dikutip oleh Utami Munandar untuk menganalisis dengan melihat elemen (1) pribadi (person) (2) Pendorong (press) ( (3), Proses (process) dan (4) hasil (product). Selain itu digunakan juga teori kreativitas menurut Dedi Supriyadi. Selanjutnya, bentuk koreografi tari Trajectory dianalisis dengan menggunakan pemikiran Sumandyo Hadi yaitu : (1) tema tari, (2) judul tari, (3) penari, (4) gerak tari, (5) iringan tari, (6) rias dan busana, (7) properti tari, (8) pola lantai (9) ruang tari. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat faktor-faktor (internal dan eksternal) yang mempengaruhi Eko Supriyanto, sedangkan kreativitas Eko Supriyanto tercermin dari kemampuan Eko Supriyanto dalam mengaktualisasikan ide gagasan dari Silat BIMA dan Tari Soya-Soya dengan metode pelatihan endurance (ketahanan), kemudian diimplementasikan dalam bentuk karya tari Trajectory. Kata Kunci : Tari Trajectory, Kreativitas, dan Bentuk Koreografi

    SALT

    Full text link
    ABSTRAK SALT merupakan karya penutup dari serial seni pertunjukan berbasis riset, Trilogy of Dancing Jailolo, yang diciptakan oleh Eko Supriyanto. Komponen dalam karya ini meliputi riset ketubuhan gerak “Jathilan” dari tari tradisional Magelang dan “Cakalele”, tarian perang di Halmahera Barat. Latar belakang yang mendasari SALT adalah terjadinya perubahan dari kultur petani menjadi kultur maritim, di mana dalam bentuk riset di lapangannya menjadikan Eko Supriyanto seorang penyelam scuba professional. Selain itu, teknik, keahlian, serta pengalaman di dunia nyata turut berkontribusi dalam terbentuknya karya SALT. Penggabungan riset nyata di lapangan dengan riset terdahulu terkait silent tourism, desentralisasi, komunitas, pemuda dan industri, serta seni pertunjukan memberikan sebuah perspektif baru bagi Eko Supriyanto dalam pemahaman akar tubuhnya sebagai penari tarian Jawa klasik yang dekat dengan budaya agrikultur. Selain itu, disertasi ini juga menjelaskan kompleksitas dan perjalanan tubuh tari Eko Supriyanto pada ruang penjelahan anti-gravitasi bawah permukaan laut Jailolo. Kata kunci: tari, seni pertunjukkan, silent tourism

    Tari Berthema"Nyai"

    No full text
    Tari Berthema"Nyai" Karya: Eko Supriyanto, Ujian penyajian tugas akhir Jur. Tari, Pendapa ISI Surakart

    Pemilihan bahasa Tobati-bahasa Indonesia di kalangan penutur jati bahasa Tobati

    Full text link
    Hadirnya buku Pemilihan Bahasa Tobati-Bahasa Indonesia di Kalangan Penutur Jati Bahasa Tobati ini merupakan hasil penelitian bahasa yang ditulis oleh Sitti Mariati S., Supriyanto Widodo, Suharyanto, dan Novaria Panggabean. Buku hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa telah terjadi pergeseran penggunaan bahasa oleh masyarakat Tobati dan Enggoros dari bahasa Tobati ke bahasa Indonesia. Dalam ranah keluarga misalnya, masyarakat Tobati juga Enggros ketika berbicara dengan ayah, ibu, dan kakaknya tentang persolan sehari-hari sama seringnya menggunakan bahasa Tobati dan bahasa Indonesia. Namun, ketika mereka berbicara dengan adiknya atau kakaknya, cenderung mendekati lebih sering menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa Tobati. Sedangkan ketika mereka berbicara dengan anak-anak, berkecenderungan sering menggunakan bahasa Indonesia. Kondisi dan situasi kebahasaan seperti itu tentu sangat memprihatinkan, lebih-lebih jumlah penutur bahasa Tobati berjumlah 617 orang. Oleh karena itu, penelitian pemilihan bahasa sangat penting untuk dikaji mengingat bahasa berkaitan dengan identitas. Penutur yang sudah tidak mampu berbahasa daerahnya, tentu kehilangan identitas kedaerahannya. Melihat rendahnya sikap masyarakat Tobati dan Enggros terhadap bahasa ibunya dapat dikatakan bahwa bahasa Tobati sudah tidak aman. Berdasarkan hasil penelitian ini Balai Bahasa Papua juga para pemangku kepentingan kebahasaan di Papua, khususnya di Kota Jayapura dapat terdorong untuk melakukan kegiatan nyata seperti menyusun kamus, menyusun bahan ajar, menyusun ortografi bahasa Tobati, dan lain-lain

    IBUIBU BELU - Bodies Of Borders

    Full text link
    Merupakan karya seni pertunjukan berupa karya Seni tari, dengan judul IBUIBU BELU - Bodies Of Borders karya dari Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A

    Pengantar teknologi informasi/ Supriyanto

    No full text
    ix, 499 hal. : ill.; 27 cm

    Lakon ludruk jawa timur/ Supriyanto

    No full text
    xii, 115 hal. : ill. ; 23 c

    Pengantar teknologi informasi/ Supriyanto

    No full text
    ix, 499 hal. : ill.; 27 cm
    corecore