596 research outputs found

    Support for “Islamic State” in Indonesian prisons

    Get PDF
    This report examines how alliances for and against the "Islamic State" developed among inmates in Indonesian prisons. Introduction A study of networks in Indonesian prisons that support the Islamic State (IS) suggests that relatively simple interventions by prison officials may be able to limit the influence of hardline ideologues. Only a minority of those convicted of terrorism in Indonesia support IS openly, and there is nothing to suggest that their numbers are increasing. If anything, they are declining. The need to understand the dynamics of prison networks is still urgent, however, because pro-IS inmates can constitute key nodes for encouraging or facilitating travel to Syria and because those who support IS generally support the use of violence at home.1 Preventing the growth of IS influence in prisons is therefore a way of reducing the security threat more generally. Indonesian officials are well aware of the problem, and there have been noticeable improvements in supervision of extremist inmates. The challenges are huge, however, and resources are limited. It may be time to take another look at donor assistance in a way that would avoid some of the problems that have plagued past efforts and see if there is a way to encourage local initiatives, locally developed. Indonesia also needs to adopt a law that would make it a crime to travel abroad to join or assist foreign terrorist organisations, although some makeshift solutions are planned that would draw on existing provisions of the Criminal Code. Without such a ban, however, the triangular link between prisons, extremist groups and groups like IS will persist. After the announcement on 29 June 2014 that the organisation called Islamic State of Iraq and Greater Syria (ISIS) had changed its name to Islamic State and declared its leader to be the caliph of all Muslims, ceremonies to pledge loyalty took place in jihadi communities around Indonesia, including in several prisons. The most publicised of these ceremonies took place in Pasir Putih Prison, a “super maximum security” facility on the island of Nusakambangan off the southern coast of Java, where 24 prisoners, including Indonesia’s best known extremist cleric, Abu Bakar Ba’asyir, swore allegiance on 2 July 2014. This report examines the process by which inmates in two prisons in the Nusakambangan complex, Pasir Putih and Kembang Kuning, chose sides after IS was established. For some, choosing for or against was a question of principle, but for many, more personal and pragmatic interests came into the calculus, such as access to extra food. The most militant inmates often have the best supply networks, with donations and contributions coming in on a regular basis through visitors. If that supply dries up, a leader’s hold on his followers can weaken, as Ba’asyir found when his organisation, Jamaah Anshorul Tauhid (JAT), splintered as a result of his oath to IS. When JAT members stopped sending extra provisions, the less ideologically inclined of Ba’asyir’s followers were willing to align with whoever could fill the gap. For many of the extremists, separation from their families and particularly from their children is the hardest part of incarceration, and desire for contact can be a powerful incentive for cooperation. Personal feuds are also important. On the principle of “the enemy of my enemy is my friend”, some inmates joined the IS camp because they had a dispute with someone who was anti-IS. Again, it is critically important for prison officials to try to understand who is on the outs with whom over what, so they can assess the consequences and use it to their advantage. Differences over points of theology and doctrine do of course take place—one of most heated is between takfir mu’ayyan and takfir am, basically whether one brands individuals as nonbelievers (kafir) by virtue of their membership in a group or on the basis of their own misdeeds. The IS supporters are proponents of takfir mu’ayyan and thus see all agents of state, including police and prison officials, as enemies. But while such ideological convictions are deeply held by a few, many in the pro-IS camp have only a weak grasp of doctrine and their decision to join was influenced by more mundane factors. The Nusakambangan case studies show how alliances can change as the result of the arrival of new inmates, a fight, or a change in government policy. Prison officials need to understand the circumstances that can lead to solidarity among inmates in the face of a perceived threat or the break-up of once-solid friendships. And crucially, they need to realise that no matter how well they understand individuals and alliances in prison, everything can change once a prisoner is released

    fish and fishery products microbiology bacteria causing fish spoilage

    Get PDF
    This material describe bacteria which causing spoilage in fish and seafood products

    PROSES KREATIVITAS EKO SUPRIYANTO DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI TRAJECTORY

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Proses Kreativitas Eko Supriyanto Dalam Penciptaan Karya Tari Trajectory” ini adalah ingin mengkaji tentang kreativitas yang dilakukan oleh Eko Supriyanto. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif, dengan mengacu pada konsep 4P pemikiran Mel Rhodes dikutip oleh Utami Munandar untuk menganalisis dengan melihat elemen (1) pribadi (person) (2) Pendorong (press) ( (3), Proses (process) dan (4) hasil (product). Selain itu digunakan juga teori kreativitas menurut Dedi Supriyadi. Selanjutnya, bentuk koreografi tari Trajectory dianalisis dengan menggunakan pemikiran Sumandyo Hadi yaitu : (1) tema tari, (2) judul tari, (3) penari, (4) gerak tari, (5) iringan tari, (6) rias dan busana, (7) properti tari, (8) pola lantai (9) ruang tari. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat faktor-faktor (internal dan eksternal) yang mempengaruhi Eko Supriyanto, sedangkan kreativitas Eko Supriyanto tercermin dari kemampuan Eko Supriyanto dalam mengaktualisasikan ide gagasan dari Silat BIMA dan Tari Soya-Soya dengan metode pelatihan endurance (ketahanan), kemudian diimplementasikan dalam bentuk karya tari Trajectory. Kata Kunci : Tari Trajectory, Kreativitas, dan Bentuk Koreografi

    PERANCANGAN APLIKASI ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) PADA INSTALASI RAWAT INAP BERBASIS WEB

    Get PDF
    Pelayanan medik dewasa ini membutuhkan sistem yang lebih efektif dan efisien, baik dalam penggunaan waktu, tenaga maupun sarana. Dalam pengelolaan rekam medik, kenyataan masih umumnya penggunaan rekam medik manual yang dinilai tak lagi andal menangani data medik melahirkan ide konversi rekam medik manual kertas ke rekam medik elektronik karena efektivitas dan efisiensinya. Penelitian ini bertujuan menciptakan aplikasi rekam medik elektronik yang lebih dikenal sebagai EMR (Electronic Medical Record) dari rekam medik kertas di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Ananda Salatiga. Rekam medik elektronik dirancang dengan membuat form-form isian catatan-catatan medik dalam proses perawatan pasien selama dirawat. Data-data medik ini kemudian disimpan dalam basis data sistem dan dikelola secara digital. Setiap kali pengisian data medik pada form-form tertentu, sistem akan menghasilkan kode yang membawa informasi khusus. Pada akhirnya, sistem akan menghasilkan deret kode ICD (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems) dari kode-kode yang dihasilkan pada pengisian form-form catatan medik. Deretan kode-kode ini mampu menggambarkan perkembangan kondisi pasien dan penanganan medik yang diberikan selama perawatan. Data-data medik yang tersimpan dapat ditampilkan kembali dalam bentuk catatan medik digital. Kata kunci: rekam medik, rawat inap, EMR, IC

    HUBUNGAN DINAMIKA PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) DENGAN TINDAKAN PERBAIKAN INFRASTRUKTUR IRIGASI DI KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO

    Get PDF
    Eko Supriyadi, H0404007. "HUBUNGAN DINAMIKA PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A) DENGAN TINDAKAN PERBAIKAN INFRASTRUKTUR IRIGASI DI KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO". Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Di bawah bimbingan Dr. Ir. Suwarto, MSi dan Dr. Ir. Kusnandar, MSi. Keberlanjutan pembangunan pertanian tidak lepas dari peran petani dalam pelaksanaan kegiatan pertanian. Dikuatkan dengan adanya program pertanian yang dicanangkan pemerintah tentang Pancayasa Pembangunan Pertanian yang menyangkut lima pilar dalam usaha perbaikan infrastruktur pertanian di antaranya jaringan irigasi. Kualitas dan keandalan jaringan irigasi sangat berpengaruh terhadap pemenuhan ketersedian sumberdaya air dalam pertanian. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas irigasi diperlukan adanya tindakan perbaikan terhadap aringan irigasi. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) mempunyai wewenang dan tanggungjawab untuk melakukan pengelolaan serta pengembangan terhadap jaringan irigasi tingkat usahatani, sehingga kondisi P3A akan menentukan tindakannya dalam perbaikan infrastruktur irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika P3A, mengkaji tindakan perbaikan infrastruktur irigasi, serta mengkaji hubungan antara dinamika P3A dengan tindakan perbaikan infrastruktur irigasi di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode diskriftif analitis dengan teknik survei. Penetapan lokasi penelitian diambil secara sengaja (purposive) yakni Kecamatan Polokarto. Populasi dalam penelitian ini adalah P3A di Kecamatan Polokarto kabupaten Sukoharjo, dengan sampel semua P3A di Kecamatan Polokarto yakni 17 Kelompok. Responden diambil secara sengaja dari tiap-tiap kelompok 4 responden sehingga sebanyak 68 responden. Untuk mengetahui dinamika P3A dan tindakan perbaikan terhadap infrastruktur irigasi digunakan nilai tengah atau median. Untuk mengetahui deraat hubungan antara dinamika P3A dengan tindakan perbaikan infrastruktur irigasi digunakan analisis korelasi rank spearman (rs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kecamatan Polokarto termasuk dalam kategori tinggi. Tindakan perbaikan yang dilakukan P3A terhadap infrastruktur irigasi di Kecamatan polokarto pada kategori tinggi. Uji korelasi Rank Spearman (rs) pada taraf kepercayaan 95 persen terdapat hubungan yang nyata antara antara dinamika kelompok P3A dengan tindakan perbaikan infrastruktur irigasi di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Tujuan kelompok, struktur kelompok, fungsi tugas, pembinaan dan pemeliharaan, kekompakan kelompok, suasana kelompok serta tekanan dalam kelompok berhubungan nyata dan positif dengan tindakan perbaikan terhadap infrastruktur irigasi di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Keefektifan kelompok dan agenda terselubung berhubungan tidak nyata dengan tindakan perbaikan terhadap infrastruktur irigasi di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo

    Current assets and inventory "Getlini EKO" Ltd

    No full text
    Maģistra darba mērķis ir pamatojoties uz apgrozāmo līdzekļu uzskaites teorētisko aspektu jautājumu izpēti, analizēt un novērtēt SIA „Getliņi EKO” apgrozāmo līdzekļu uzskaiti un izstrādāt priekšlikumus to uzskaites pilnveidošanai. Pētot sabiedrību SIA „Getliņi EKO” darba autore, konstatē, ka pastāv virkne nepilnības, kas saistītas ar apgrozāmo līdzekļu uzskaiti. Nav ieviesta kvalitatīva analītiskā uzskaite, kases aparātu uzskaitē nav ievērots vienlīdzīgas uzskaites princips, siltumnīcas ražas uzskaite ir primitīva. Pētījuma rezultātā, pamatojoties uz SIA „Getliņi EKO” esošo uzskaiti un iegūto informāciju pētot pieejamos literatūras avotus, darba autore izstrādā priekšlikumus uzskaites nepilnību novēršanai. Atslēgvārdi: apgrozāmie līdzekļi, krājumu uzskaite, nauda, debitori, novērtējums.The aim of the present paper is to analyse and evaluate the accounting of business assets of “Getliņi EKO” Ltd., as well as to develop suggestions for its improvement, basing on the research of theoretical aspects of business assets accounting. During the research of “Getliņi EKO” Ltd., the author finds several gaps in accounting of business assets. There is no qualitative analytical accounting, the accounting of cash registers lacks the principle of equal accounting, the greenhouse harvest accounting is primitive. As a result of the research, basing on the current accounting at “Getliņi EKO” Ltd., acquired information and available sources of literature, the author of the paper formulates suggestions for correction of accounting flaws. Keywords: business assets, stock accounting, money, debtors, evaluation

    ANALISA PENGARUH PANJANG KUMPARAN PRIMER PADA TRANSFORMATOR TERHADAP GAYA GERAK LISTRIK YANG DIHASILKAN

    No full text
    Transformator dibuat untuk menyesuaikan tegangan yang dibutuhkan dalam konsumsi energi listrik arus bolak balik. Dimana sebuah peralatan elektronik memiliki spesifik tegangan tertentu dalam menjalankannya. Seperti tegangan listrik yang dijual oleh pembangkit listrik Negara (PLN) yaitu 220 V, sehingga dibutuhkan sebuah transformator yang dapat menghasilkan tegangan keluaran tetap pada kisaran tersebut. Berdasarkan kebutuhan tersebut sehingga dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan yang dihasilkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan yang dihasilkan. Hubungan variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan keluaran kumparan sekunder dibuat dalam bentuk tabel dan grafik. Selain itu, juga dilakukan analisis pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap daya listrik pada transformator. Dimana daya listrik yang diukur untuk mengetahui besar konsumsi listrik dari setiap variasi kumparan pada transformator. Pengukuran tegangan keluaran kumparan sekunder dilakukan pada setiap variasi panjang kumparan primer. Variasi panjang kumparan primer dari 1 cm hingga 15 cm dengan selisih 1 cm. Sedangkan untuk kumparan sekunder berjumlah 3 yaitu dengan panjang 3 cm, 6 cm, dan 9 cm. Begitu juga pengukuran daya listrik dilakukan pada setiap variasi panjang kumparan primer, dengan metode 3 volt meter. Dari hasil pengukuran tersebut dihitung daya listrik dan sudut faktor daya. Sedangkan untuk menentukan besar kesalahan pengukuran digunakan standart deviasi. Besar tegangan keluaran yang terukur pada kumparan sekunder berubah secara linier terhadap variasi panjang kumparan primer, yaitu semakin panjang kumparan primer tegangan yang terukur semakin kecil. Besar R-square dari grafik untuk kumparan sekunder 3 cm, 6 cm, dan 9 cm yaitu 0.9603, 0.9775, dan 0.9822. Namun bila dilihat dari seluruh data pada kumparan sekunder yang sama, terdapat beberapa anomali, yaitu dengan bertambah panjang kumparan primer, tegangan yang terukur tidak mengalami penurunan. Yaitu untuk kumparan sekunder 3 cm terjadi pada panjang kumparan primer 12 cm. Sedangkan pada kumparan sekunder 6 cm terjadi pada panjang kumparan primer 10 cm, dan 14 cm. Dan pada kumpran sekunder 9 cm terjadi pada kumparan primer 15 cm. Untuk sudut faktor daya didapatkan nilai yang perubahannya tidak terlalu baik. Hal ini bila ditinjau dari pengaruh panjang kumparan terhadap pergeseran daya tidak terlau besar berdasarkan persamaan. Besar sudut faktor daya yang didapatkan bekisar pada 760 hingga 780 untuk setiap variasi panjang kumparan primer dengan panjang kumparan sekunder 3 cm. Untuk panjang kumparan sekunder 6 cm didapatkan besar sudut berkisar 760 hingga 770. Sedangkan pada kumparan sekunder 9 cm besar sudut faktor daya yaitu berkisar pada 760 hingga 790. Ketika dilihat dari besar kesalah pengukuran dengan standar deviasi nilai terkecil pada kumparan sekunder 3 cm yaitu 12.70 pada kumparan primer 13 dan 15 cm dan terbesar 13.50 pada kumparan primer 1 dan 2 cm. Untuk panjang kumparan sekunder 6 cm kesalan pengukuran dari standar deviasi yaitu terkecil 12.40 pada kumparan primer 14 cm dan terbesar 13.10 pada kumparan primer 2 cm. Sedangkan pada kumparan sekunder 9 cm besar keslahan dari standar deviasi yaitu terkecil 12.60 pada kumparan primer 15 cm dan terbesar 13.20 pada kumparan primer 2 cm
    corecore