1,721,481 research outputs found
Program pengarusutamaan gender (PUG) pada kepemimpinan Suparti sebagai Kepala Desa Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar
Pengarusutamaan gender di ranah pemerintahan dan politik khususnya dalam proses pembangunan telah ditetapkan pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional. Dengan diterbitkannya Inpres tersebut maka Pengarusutamaan gender menjadi penting dalam pembangunan baik dalam level nasional maupun lokal seperti kabupaten atau desa. Keberhasilan implementasi PUG tergantung pada kepemimpinan yang sedang berjalan. Tidak sedikit kepemiminan yang memiliki program PUG selama masa jabatannya, salah satunya Suparti. Suparti merupakan pemimpin perempuan pertama di Desa Nglebak yang dilantik menjadi kepala desa pada tahun 2020. Suparti merupakan satu-satunya perempuan yang berhasil menjabat sebagai Kepala Desa di Desa Nglebak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program apa yang ditetapkan oleh Suparti sebagai Kepala Desa, bagaimana Suparti menjalankan program-program pembangunan yang ditetapkan selama kepemimpinannya, dan bagaimana Suparti mengevaluasi program-program pembangunan tersebut dalam periode tahunan.
Untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas, studi ini menggunakan teori yang diadopsi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional dengan menggambarkan fenomena dari data yang diperoleh di lapangan yang dibantu dengan metode penelitian kualitatif yang mengedepankan prosedur penelitian dengan menyajikan data deskriptif. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan metode dokumentasi. Pada penelitian ini pemilihan narasumber dipilih secara purposive.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program-program pembangunan yang dijalankan oleh Suparti memiliki prinsip pengarusutamaan gender sampai pada tahap pelaksanaan saja dan tidak sampai pada tahap evaluasi. Hal tersebut dikarenakan aspek PUG masuk dalam setiap pelaksanaan program pembangunan seperti akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat sesuai dengan teori yang diadopsi dalam Inpres No 9 Tahun 2000. Suparti berusaha semaksimal mungkin menerapkan prinsip pengarusutamaan gender. Sebagian besar program pembangunannya dapat memenuhi kriteria kesetaraan gender. Namun, prinsip pengarusutamaan gender hanya sampai pada tahap pelaksanaan program saja. Pada tahap evaluasi, Suparti tidak memasukan aspek PUG didalamnya. Suparti memilih menilai suatu program pembangunan secara general dan menitikberatkan pada efektifitas dan partisipasi masyarakat. Karena tolok ukur Suparti dalam mengevaluasi hanya sebatas efektifitas dan partisipasi, masih terdapat beberapa pembangunan yang tidak merata.
ABSTRACT:
Gender mainstreaming in the realm of government and politics, especially in the development process, has been stipulated in Presidential Instruction Number 9 of 2000 concerning Gender Mainstreaming in National Development. With the issuance of the Presidential Instruction, gender mainstreaming becomes important in development both at the national and local levels such as districts or villages. The successful implementation of Gender Mainstreaming depends on ongoing leadership. Not a few leaderships have PUG programs during their term of office, one of them is Suparti. Suparti is the first female leader in Nglebak Village to be appointed village head in 2020. Suparti is the only woman who has successfully served as Village Head in Nglebak Village. This study aims to find out what programs were determined by Suparti as the Village Head, how Suparti carried out the development programs set during his leadership, and how Suparti evaluated these development programs in an annual period.
To answer the research questions above, this study uses a theory adopted from Presidential Instruction No. 9 of 2000 concerning Gender Mainstreaming in National Development with describe phenomena from data obtained in the field assisted by qualitative research methods that prioritize research procedures by presenting descriptive data. The type of approach used is a case study approach. Collecting data in this study using the interview method and the documentation method. In this study the selection of informants was chosen purposively.
The results of this study indicate that the development programs implemented by Suparti have the principle of gender mainstreaming up to the implementation stage only and not to the evaluation stage. This is because PUG aspects are included in every implementation of development programs such as access, participation, control, and benefits in accordance with the theory adopted in Presidential Decree No. 9 of 2000. Suparti tries as much as possible to apply the principle of gender mainstreaming. Most of its development programs meet the criteria for gender equality. However, the principle of gender mainstreaming only extends to the program implementation stage. At the evaluation stage, Suparti did not include PUG aspects in it. Suparti chooses to assess a development program in general and focuses on effectiveness and community participation. Because Suparti's benchmarks in evaluating are only limited to effectiveness and participation, there are still some uneven developments
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pengambilan Keputusan Memilih Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Bidan Praktik Swasta Titik Sri Suparti Boyolali
AbstrakMakin menurunnya peserta Intra Uterine Device (IUD) atau AKDR, dan meningkatnya pengguna pil dan suntik serta animo yang tinggi terhadap \u27 implant merupakan salah satu bukti kesertaan masyarakat dalam ber-KB belum mempertimbangkan rasionalitas, efektivitas, dan efisiensi. Menurut survey pendahuluan di BPS Titik Sri Suparti Boyolali yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2007 tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ibu memilih AKDR hasilnya yaitu karena efektif, efisien, tidak cocok dengan kontrasepsi lain, dan pernah mengalami kegagalan KB suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa faktor pribadi, faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas mempengaruhi ibu dalam pengambilan keputusan memilih alat kontrasepsi dalam rahim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berlokasi di Wilayah BPS Titik Sri Suparti Boyolali, Desa Tabang Wetan, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan dilaksanakan pada bulan Oktober - Nopember 2007. Sedangakan informan dalam penelitian ini adalah ibu yang menjadi akseptor KB AKDR dengan pengambilan sample menggunakan accidental sampling. Pengambilan data pada informan penelitian menggunakan metode diskusi kelompok tearah dan wawancara mendalam. Beberapa faktor dari pribadi yang mempengaruhi sebagian besar ibu memilih AKDR di BPS Titik Sri Suparti diantaranya adalah faktor usia, faktor paritas / jumlah kelahiran anak, faktor tujuan reproduksi dan faktor pengaruh dari orang lain. Sedangkan untuk faktor hubungan sanggama tidak mempengaruhi untuk memilih AKDR. Selain itu faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas juga mempengaruhi sebagian besar ibu untuk memilih AKDR.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pengambilan keputusan memilih AKDR di BPS Titik Sri Suparti diantaranya adalah faktor usia, faktor paritas / jumlah kelahiran anak, faktor tujuan reproduksi, dan faktor pengaruh orang lain yang termasuk dalam faktor pribadi, selain itu faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas.Kata Kunci : Faktor-faktor yang mempengaruhi. AKD
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Pengembangan Penyusunan Modul Dalam Rangka Implementasi Kurikulum SMK (SMEA) Berbasis Kompetensi 2004
Rahayu, P. W., Suparti, Sudarmiatin, Suwami. 2006. Pengembangan Penyusunan Modul Dalam Rangka Implementasi Kurikulum SMK (SMEA) Berbasis Kompetensi 2004. Penelitian Hibah Bersaing XIV/1 DibiayaiDitlitabmasy, Ditjend Dikti, Depdiknas, Jakarta. Salah satu karakteristik dari KBK 2004 adalah pembelajaran modular.Pembelajaran modular dalam kenyataannya masih banyak kendala di lapangan.Guru-guru di SMEA Negeri dan Swasta di kota dan kabupaten Malangmengalami beberapa kendala, a.l: (a) keterbatasan sumber referensi ; (b) rendahnyapenguasaan guru terhadap teknologi; (c) keterbatasan sarana dan prasaranapenunjang yang dimiliki sekolah; (d) masih rendahnya pemahaman guru terhadappentingnya penyusunan modul; (e) rendahnya daya beli siswa dalam membelimodul; (f) masing-masing guru memiliki persepsi yang berbeda tentang KBK2004.Karena didasari kebutuhan modul dalarn pembelajaran, maka padapenelitian tahun pertama ini peneliti mencoba membuat modul untuk mata diklatkewirausahaan program keahlian penjualan. Sasaran penelitian tahun pertama ialah dihasilkannya modul siswa danpanduan untuk guru pada mata diklat kewirausahaan program keahlian penjualanyang valid, applicable, individualized, efisien, efektif. Rencana sasaran tahunkedua adalah uji coba modul di lapangan agar dihasilkan modul yang dapatdiimplemetasikan di kota dan kabupaten Malang, yang telah disesuaikan dengansituasi dan kondisi sekolah
- …
