892 research outputs found

    Teacher’s stories on cultivation of self and identity through an online knowledge community

    No full text
    Although teacher self-development and identity has received much attention in teacher education, there is little empirical evidence on how a teacher cultivates their self-development and construct their identities through the online knowledge community (OKC). This paper narratively reports my personal lived experience and participation in several OKCs as a way to develop myself and construct my professional identity as a teacher educator. Using Clandinin and Connelly’s (2000) narrative inquiry spaces, covering time, social interaction, and place, I narrated the great impacts of OKCs on my self-development and identity. My participation in OKCs has intensely developed my pedagogical knowledge and research skills and encouraged me to pursue my academic and professional goals. The OKCs have successfully helped and led me to be able to write articles and publish them in reputable international journals

    Konsep dasar pemeriksaan fisik keperawatan/ Suparmi

    No full text
    viii, 100 hal.: ill.; 23 cm

    Modul Intervensi Expressive Writing Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Marah Pada Remaja

    Get PDF
    Modul dengan judul Intervensi Expressive Writing Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Marah Pada Remaja dikembangkan kolaborasi antara Suparmi dan Anastasia Tiara Putri, yang teah diterapkan pada seorang remaja di panti sosial di Magelang yang mengalami problem emos

    Konsep dasar pemeriksaan fisik keperawatan/ Suparmi

    No full text
    viii, 100 hal.: ill.; 23 cm

    Konsep dasar pemeriksaan fisik keperawatan/ Suparmi

    No full text
    viii, 100 hal.: ill.; 23 cm

    PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI OBAT DI PUSKESMAS MAOSPATI KABUPATEN MAGETAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0 (Studi Kasus Di Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan)

    Get PDF
    ABSTRAK Suparmi, 2014, Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Distribusi Obat di Pukesmas Maospati Kabupaten Magetan dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0. Pusat Farmasi dan Alat Kesehatan bertanggung jawab terhadap pengelolaan obat-obatan dan alat kesehatan yang meliputi perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penggunaan serta pencatatan dan pelaporan. Karena begitu pentingnya peran Pusat Farmasi dan Alat Kesehatan dalam mengatur ketersediaan obat-obatan publik, maka kegiatan pengelolaan obat menjadi hal yang sangat vital. Dari latar belakang tersebut, masalah yang diangkat dalam penulisan tugas akhir ini adalah bagaimanakah pengolahan data obat-obatan di Pusat Farmasi dan Alat Kesehatan dalam hal penerimaan, pengeluaran (pendistribusian), pencatatan dan pelaporan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan perancangan dan pembuatan sistem informasi distribusi obat dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dengan database menggunakan Microsoft Acces. Dengan sistem informasi yang baru ini diharapkan dapat diperoleh beberapa keuntungan antara lain : a). Kecepatan dan keakuratan penyajian data, b). Ketelitian proses penghitungan data dan c). Meminimalkan human error. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sistem informasi obat yang baru mampu menghasilkan informasi yang lebih baik dibandingkan sistem pengolahan data obat yang sedang berjalan dan pengolahan data akan lebih terkontrol karena adanya pembagian level pemakai. Saran yang dapat diberikan adalah penggunaan sistem informasi distribusi obat yang baru dapat dilakukan, karena sudah ada tenaga yang mempunyai dasar pengetahuan dalam mengoperasikan komputer, adanya fasilitas komputer yang cukup mendukung, untuk menjawab kebutuhan informasi tentang keadaan obat dan perancangan dan pembuatan sistem informasi ini dapat diterapkan di Pusat Farmasi dan Alat Kesehatan di Pukesmas Maospati Kabupaten Magetan. Kata kunci : Sistem Informasi, Distribusi Oba

    Resiliensi pada Narapidana Tindak Pidana Narkotika Ditinjau dari Kekuatan Emosional dan Faktor Demografi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kekuatan emosional yang terdiri dari karakter keberanian, harapan, semangat, kecerdasan sosial, cinta, dan humor terhadap resiliensi dan perbedaan faktor demografi (usia, tingkat pendidikan, dan lama menjalani pidana) terhadap resiliensi pada narapidana tindak pidana narkotika. Ada dua hipotesis dalam penelitian ini, yaitu “ada peran signifikan antara kekuatan emosional terhadap resiliensi” dan “ada perbedaan signifikan antara faktor demografi terhadap resiliensi”. Uji hipotesis dilakukan melalui analisis regresi dan ANOVA terhadap 35 narapidana yang berusia antara 45-55 tahun. Hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima dengan menghasilkan nilai F=3,160 (p0,05), tidak ada perbedaan signifikan antara faktor demografi (usia, tingkat pendidikan, dan lama menjalani pidana) terhadap resiliensi pada narapidana tindak pidana narkotika. Kekuatan emosional berkontribusi terhadap resiliensi sebesar 40,4%. Hal ini mengindikasikan kekuatan emosional layak dipertimbangkan untuk menjadi prediktor resiliensi narapidana

    Koreografi Tari Thêngul Karya Suparmi dan Djoko Santoso Di Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    ABSTRACT Izza, Rochimatul. 2016. Koreografi Tari Thêngul Karya Suparmi dan DjokoSantoso Di Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Seni dan DesainFakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. NinikHarini, M.Sn. (2) Tri Wahyuningtyas, S.Pd., M.SiKata Kunci: Koreografi, Tari Thêngul, Wayang Thêngul, Kabupaten BojonegoroWayang Thêngul merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang adadi kabupaten Bojonegoro. Kesenian wayang Thêngul ini merupakan salah suatukesenian wayang golek yang dihadirkan dalam bentuk tiga dimensi. Ciri yangpaling mendasar dari wayang Thêngul adalah gerakan yang terkesan kaku danpatah. Tari Thêngul adalah salah satu tari kreasi baru yang digunakan sebagai tariselamat datang atau tari penyambutan di kabupaten Bojonegoro. Karakteristikgerak kaku-kaku dan patah, rias, serta busana yang ada dalam wayang Thêngulinilah yang menjadi landasan koreografer untuk menciptakan tari Thêngul. Makatidak heran jika gerakan dan penampilan penari tari Thêngul juga terlihat patahpatahdan kaku karena mengadopsi dari wayang Thêngul Bojonegoro yangmenambah keunikan tari tersebut. Terdapat tahap-tahap dalam menciptakansebuah tarian yang berangkat dari kesenian wayang Thêngul hingga menjadi tariyang mengibaratkan wayang Thêngul.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan koreografi tariThêngul karya Suparmi dan Djoko Santoso di kabupaten Bojonegoro.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta menggunakan jenispenelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metodewawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis data dilakukan denganreduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahandata dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa koreografi dalam tariThêngul terdiri dari tiga tahap yaitu melalui eksplorasi, improvisasi, dan forming.Berdasarkan dari penelitian ini, diharapkan adanya penelitian yang lebihlanjut untuk menyempurnakan hasil penelitian ini, khususnya penelitian tentang makna simbolis ragam gerak pada tari Thêngul Kabupaten Bojonegoro

    Ketebalan Tunika Pada Aorta Meancit (Mus Musculus) Swiss Webster Setelah Pemberian Kitin

    Get PDF
    Suparmi. J2B 001 109. Ketebalan Tunika pada Aorta Mencit (Mus musculus) Swiss Webster setelah Pemberian Kitin. (Di bawah bimbingan Enny Yusuf W.Y. dan Sunarno). Lemak diperlukan tubuh untuk cadangan energi, proses metabolisme dan berbagai fungsi lain. Namun, kadar lemak yang abnormal dalam sirkulasi darah dapat menyebabkan gangguan fungsi fisiologis tubuh. Oleh karena itu, jumlah asupan lemak dalam pakan yang dikonsumsi harus tetap seimbang dengan jumlah kandungan gizi yang lain. Kitin mampu mengikat lemak pakan dalam lambung, sehingga dapat mencegah absorpsi dan penyimpanan lemak ke dalam jaringan secara berlebihan. Pemanfaatan kitin sebagai suplemen pakan terbukti dapat menurunkan absorpsi lemak dan diduga dapat menstimulasi penghambatan absorpsi nutrien lain seperti karbohidrat dan protein. Penelitian pemberian kitin terhadap mencit (Mus musculus) Swiss Webster ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perm kitin sebagai suplemen pakan yang mampu menurunkan absorpsi nutrien sehingga menyebabkan gangguan proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh, yang terekspresi pada menurunnya ketebalan tunika pada aorta mencit tersebut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Masing-masing perlakuan adalah P0: tanpa kitin sebagai kontrol; P1: dosis kitin 1,3 mg/ekor/hari; P2:dosis kitin 1,95 mg/ekor/hari; dan P3: dosis kitin 2,6 mg/ekor/hari. Pemberian campuran kitin dengan air dilakukan secara per oral dengan menggunakan gavage sebanyak 0,5 ml/ekor/hari. Parameter yang diamati meliputi parameter utama, yaitu ketebalan tunika pada aorta (i.tm) yang terdiri dari tunika intima-media dan tunika adventisia serta parameter pendukung, yaitu berat pakan terkonsumsi (g). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova, untuk hasil yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan BNT pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa pemberian kitin sebagai suplemen pakan pada mencit (Mus musculus) Swiss Webster mampu menurunkan ketebalan tunika intima-media aorta. Perlakuan pemberian kitin 1,3; 1,95 dan 2,6 mg/ekor/hari tidak menyebabkan perbedaan secara nyata ketebalan tunika adventisia dan tebal total tunika pada aorta mencit. Mencit yang diberi penambahan kitin 2,6 mg/ekor/hari mengalami peningkatan konsumsi pakan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian kitin yang diberikan dengan dosis dan jangka waktu yang tepat dapat menurunkan tebal tunika intima-media aorta sehingga bisa digunakan sebagai suplemen pakan yang berperan dalam penurunan lemak darah. ii

    Bentuk Lagu Olang Binti Karya Suparmi Di Group Randai Ali Baba Desa Titian Modang Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi

    Get PDF
    Tujuan Lagu Olang Binti untuk mengetahui Bentuk Lagu Olang Binti Karya Suparmi di Group Randai Ali Baba Desa Titian Modang Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi.Lagu Olang Binti adalah salah satu lagu randai Group Randai Ali Baba Desa Titian Modang yang diciptakan Suparmi, karena tidak hanya kaum tetua saja yang mau mendengar lagu ini, bahkan anak-anak muda ikut mendengarkan lagu Olang Binti baik itu masyarakat setempat maupun daerah-daerah lain yang memiliki kultur yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif yaitu menggambarkan tentang apa adanya tentang sesuatu variable gejala atau keadaan. Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran yang nyata mengenai bentuk lagu Olang Binti. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskritif non interaktif, di mana data diolah dengan menggunakan teori ilmu bentuk musik sesuai teori atau gagasan para ahli. Menurut Karl-Edmund, bentuk lagu dapat dilakukan dengan memotong-motong sebuah lagu menjadi beberapa bagian. Pemotongan pada bentuk lagu dapat dilihat diakhir kalimatnya yang mencirikan kesan selesai yang kemudian dapat dilanjutkan kembali (1996:6).Unsur-unsur Bentuk lagu Olang Binti yaitu : Motif, frase, kalimat, musik, dan Tema. Unsur-unsur utama musik yaitu : 1) melodi, 2) ritme, 3) harmoni, 4) timbre (1939:33).Teknik pengumpulan data adalah: teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Kata Kunci : Bentuk, Lagu Olang Binti, Randa
    corecore