1,722,330 research outputs found
Suluk sang pembaharu : perjuangan dan ajaran syaikh siti jenar (buku empat)
Pada buku ketiga sampai kelima kami menghadirkan "identitas" baru pada seri "syaikh siti jenar" karya agus sunyoto ini dengan judul sang pembaharu : perjuangan dan ajaran syaikh siti jenar.x, 376 hlm, 18 x 11,9 c
Konsep manusia perspektif Syaikh Siti Jenar dalam novel Heptalogi karya Agus Sunyoto
This study aims to discuss and provide an explanation of the concept of human beings in the view of Syaikh Siti Jenar in the heptalogi novel by Agus Sunyoto. The method used in this study is the literature method using a qualitative approach. The primary source in this study is the heptalogi novel book by Agus Sunyoto which totals seven books. Meanwhile, secondary data is in the form of journal articles, papers, and other documents that support the research. The result of this research is a depiction of how the concept of man according to Shaikh Siti Jenar in the novel heptalogi by Agus Sunyoto. According to Syaikh Siti Jenar, every human being is in his firtah free, there is no justification for the concept of kawula-gusti in man, according to him, man is also a being who has privileges and a perfect being (insan al-kamil) who has the duty of being God's representative on this earth (caliph Allah fi al-ardh) to change and provide renewal in a better direction for mankind.
Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan memberikan penjelasan tentang konsep manusia dalam pandangan Syaikh Siti Jenar dalam novel heptalogi karya Agus Sunyoto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah buku novel heptalogi karya dari Agus Sunyoto yang berjumlah tujuh buku. Sedangkan data sekunder berupa artikel jurnal, makalah, dan juga dokumen lain yang mendukung dengan penelitian tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah suatu penggambaran tentang bagaimana konsep manusia menurut Syaikh Siti Jenar dalam novel heptalogi karya Agus Sunyoto. Menurut Syaikh Siti Jenar, setiap manusia itu pada firtahnya adalah merdeka, tidak dibenarkan adanya konsep kawula-gusti dalam manusia, menurutnya pula manusia itu adalah makhluk yang memiliki keistimewaan dan makhluk yang sempurna (insan al-kamil) yang memiliki tugas sebagai wakil Allah di muka bumi ini (khalifah Allah fi al-ardh) mengubah dan memberikan pembaharuan ke arah yang lebih baik lagi bagi umat manusia
PROSES KREATIF EKO SUNYOTO DALAM KARYA TARI SRI KINARA DI SANGGAR KINNARA KINNARI BOROBUDUR
Proses Kreatif Tari Sri Kinara merupakan serangkaian tahapan penciptaan
karya tari yang dilakukan Eko Sunyoto untuk menghasilkan sebuah Tari Sri Kinara.
Ide dan konsep Eko Sunyoto berasal dari sebuah relief Avadhana Candi Borobudur
yang menceritakan proses sayembara keahlian dan kecakapan memanah untuk
memperistri Manohara. Berdasarkan fenomena tersebut menjadikan Tari Sri Kinara
unik dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan
proses kreatif Eko Sunyoto dalam karya Tari Sri Kinara dan faktor pendorong yang
mempengaruhi proses kreatif Eko Sunyoto dalam karya Tari Sri Kinara.
Metode yang digunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang
mengarah pada proses kreatif dan faktor pendorong yang mempengaruhi kreativitas
tari dengan pendekatan koreografis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diperiksa
melalui teknik triangulasi, kemudian data dianalisis melalui teknik reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Kreativitas Tari Sri Kinara
melalui 4 dimensi kreativitas di antaranya: person (orang), press (dorongan),
process (proses), dan product (produk). Tahap-tahap yang dilakukan dalam proses
kreativitas tari adalah eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Pada tahap
eksplorasi Eko Sunyoto mencari gerak berdasarkan fenomena cerita relief Candi
Borobudur. Kedua, tahap improvisasi Eko Sunyoto mengembangkan beberapa
motif gerak sehingga lebih menarik. Beberapa gerakan dari tokoh Sudhana
merupakan gerakan improvisasi dari penari sehingga menampilkan kesan Sudhana
yang gagah dan berwibawa tanpa menghilangkan motif gerak sebelumnya. Eko
Sunyoto melalui tahap komposisi dan evaluasi kemudian melakukan pentrasferan
gerak kepada penari. Faktor yang mempengaruhi proses penciptaan tari Sri Kinara
di antaranya lingkungan, sarana dan fasilitas, keterampilan, identitas atau gaya,
orisinalitas, dan apresiasi.
Saran dari peneliti agar penari di Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur agar
lebih giat dalam menghafalkan ragam gerak tari dan belajar tentang wirasa, wiraga,
dan wirama. Hal itu dapat menjadikan acuan bagi penari sehingga tarian lebih indah
dan rapi untuk dipertontonkan. Pada Sanggar Kinnara Kinnari agar terus
mengembangkan potensi penari melalui inovasi-inovasi karya tari sesuai dengan
perkembangan zama
KONSEP MASYARAKAT SYEIKH SITI JENAR DALAM NOVEL HEPTALOGY KARYA AGUS SUNYOTO
Sebagai seorang sastrawan, Agus Sunyoto cukup unik dan menarik untuk melihat Konsep masyarakat Syeikh siti jenar. Salah satunya dengan Novel Heptalogy Syeikh Siti Jenar yang menggambarkan perjuangan untuk keluar dari keterpurukan dan penindasan terhadap masyarakat. Selain itu, cara peneltian yang dilakukan oleh Agus sunyoto tidak hanya berdasarkan sumber naskah ataupun teks-teks badab. Akan tetapi uniknya Agus Sunyoto melakukan penelitian sosial terhadap ajaran Syeikh Siti Jenar yang ada di sekitarnya.
Adapun Rumusan Masalah dari penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Konsep masyarakat Syeikh Siti Jenar dalam Novel Heptalogy karya Agus sunyoto. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka yang bersifat Kualitatif-deskriptif kemudian menggunakan analisis deskriptif-hermeneutika.
Subjek penelitian ini adalah adalah tujuh Novel Syeikh Siti Jenar karya Agus Sunyoto. Yaitu, Suluk Abdul Jalil, Perjalanan Ruhani Syeikh Siti Jenar jilid satu dan dua. Kemudian, Suluk Sang Pembaharu, Perjuangan dan Ajaran Syeikh Siti Jenar jilid ke tiga, empat, dan lima. Suluk Malanag Sungsang, Konflik dan Penyimpangan Ajaran Syeikh Siti Jenar jilid enam dan tujuh.
Dari penelitian ini, penulis menarik kesimpulan bahwa Konsep Masyarakat Syeikh Siti Jenar adalah membangun tatanan baru yang di dalamnya terdapat sebuah masyarakat yang sadar akan keberadaan dirinya sebagai manusia yang merdeka, sederajat, dan seluruh aspek kehidupan baik berupa nilai, amal perbuatan, jalan fikiran, jiwa dan raga terpancar dari nilai-nilai islam. Konsep masyarakat menurut Syeikh Siti Jenar adalah sekumpulan manusia yang memiliki derajat yang sama dan saling bekerja sama. Pemikiran Syeikh siti jenar tentang konsep masyarakat tidak seluruhnya dapat diterima oleh umat islam itu sendiri, karena terdapat suatu ide yang dianggap kotroversial
- …
