1,721,045 research outputs found

    OPTIMALISASI BIMBINGAN BELAJAR DENGAN STRATEGI KISS ME MY DARLING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DI SMP NEGERI 10 BANDAR LAMPUNG

    Full text link
    This classroom action research is aimed at seeing causes of socio economy factors and cognitive competence as seen on students ’ achievement. Data are collected using process approach which are based upon questionnaire and observatiom guide. The subjects are the 30 of the IX grade students of SMPN 10 Bandar Lampung. The study runs for three cycles conducted from July to September 2008 involving four teachers as collaborators. The learning method using --KISS ME MY DARLING-- can improve and motivate learning activities and the achievement

    Efektivitas Penerimaan Pajak UMKM Berdasarkan PP No. 46 Tahun 2013 dan Kontribusi terhadap Penerimaan

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas, kontribusi, laju pertumbuhan penerimaan pajak serta faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pajak UMKM berdasarkan PP No. 46 tahun 2013 menurut pendapat pegawai pajak pada KPP Pratama Sekayu. Penulis menganalisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, dengan menggunakan data sekunder berupa data dokumentasi, observasi dan hasil wawancara mengenai penerimaan pajak UMKM berdasarkan PP No. 46 tahun 2013. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa efektivitas penerimaan pajak UMKM berdasarkan PP No. 46 tahun 2013 dan kontribusi terhadap PPh pasal 4 ayat 2 pada KPP Pratama Sekayu masih cendrung tidak efektif dan kurang berkontribusi, namun laju pertumbuhan penerimaan mengalami peningkatan serta faktor-faktor yang teridentifikasi mempengaruhi penerimaan pajak secara garis besar dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan dan/atau persepsi wajib pajak yang masih rendah. Kata Kunci : PP No. 46 tahun 2013, Efektivitas, Kontribusi, Laju pertumbuhan. Abstract: This riset is to known the level of effectiveness, contributions, tax revenue growth rate and the factors affect tax revenues MSMEs based on PP. No.46 Year 2013 in the opinion of tax officials on Tax Services Office Pratama Sekayu. The authors analyzed data using descriptive analysis techniques, secondary data, documentation, observation and interviews on tax revenues MSMEs based on PP No. 46 year 2013. Based on the results of data analyzed and discussion by the author suggests that effectiveness of tax revenue MSMEs based on PP. No.46 Year 2013 and contributed PPh Pasal 4 Ayat 2 on Tax Services Office Pratama Sekayu still tends to be ineffective and lacking contribute, but the rate of revenue growth has increased as well as the factors identified affect tax revenues marginally influenced by the level of compliance and/or perception compulsory taxpayer are still low. Keywords: PP No. 46 Year 2013, Effective, Contribution, Growth Rate

    Pengaruh Faktor Individu dan Lingkungan Terhadap Keputusan Mahasiswa Menjadi Wirausaha Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Pamulang

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor individu dan lingkungan baik secara parsial dan simultan terhadap keputusan menjadi wirausaha pada Mahasiswa Universitas Pamulang. Model penelitian bersifat asosiatif kuantitatif dengan pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Unpam yang berwirausaha dan jumlah sampel berdasarkan Slovin berjumlah 100 (digenapkan), sampling dengan teknik aksidental Metode pengumpulan data melalui kuesioner dengan skala Likert, Pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data: Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji asumsi klasik, Uji Regresi Linier , Uji Koefisien Determinan, Uji Parsial (Uji t) dan Uji Simultan (Uji F).  Hasil Penelitian diperoleh: (1) Terdapat pengaruh yang siginifikan antara faktor individu terhadap keputusan menjadi wirausaha pada mahasiswa Universitas Pamulang. Model regresi linier Y = 20,055+0,726Xi dengan nilai korelasi r =0,726 (korelasi kuat), serta nilai t hitung 10,439 >t tabel 1,985 dengan nilai sig.0,000 (<0,05). (2) Terdapat pengaruh yang siginifikan antara faktor lingkungan terhadap keputusan menjadi wirausaha pada mahasiswa Universitas Pamulang. Model regresi linier Y = 7,956+0,705X2 dengan nilai korelasi r =0,705 (korelasi kuat), serta nilai t hitung 9,845>t tabel 1,985 dengan nilai sig.0,000 (<0,05). (3)Terdapat pengaruh yang siginifikan antara faktor individu dan lingkungan secara simultan terhadap keputusan menjadi wirausaha pada mahasiswa Universitas Pamulang. Model regresi linier berganda Y = 7,002+0,486X1+0,441X2, dengan nilai korelasi berganda R =0,814 (korelasi sangat kuat), dan nilai koefisen determinasi adjusted R² sebesar 0,656 serta nilai F hitung 95,575>F tabel 1,43 dengan nilai sig.0,000 (<0,05). Kata Kunci: Faktor Individu; Faktor Lingkungan,Keputusan; Mahasiswa Unpa

    PENGARUH PROMOSI DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PENGUNJUNG PADA TAMAN WISATA SEHAT TELAGA SINDUR BOGOR

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Promosi dan Kualitas Layanan terhadap Keputusan pengunjung pada Taman Wisata Sehat Telaga Sindur Bogor baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode asosiatif kuantitatif dengan pengujian hipotesisi. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Taman Wisata Sehat  Telaga Sindur dengan jumlah sampel 100 responden (dibulatkan).Metode pengumpulan data dengan penyebaran angket (kuesioner). Teknik analisis data dengan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, model regresi linier, koefisien determinasi, uji t dan uji F. Hasil penelitian (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara promosi terhadap keputusan pengunjung pada taman wisata telaga sindur. Bukti model persamaan Y= 8,694 + 0,628X1 dan uji t hitung (7,990) lebih besar dari t-tabel (1,985) dan p.sig.0,00 <0,05. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas layanan terhadap keputusan pengunjung pada Taman wisata telaga sindur. Bukti model persamaan Y= 14,068 +0,498X2 dan uji t hitung (5,684) lebih besar dari t-tabel (1,985) dan p.sig.0,00 <0,05. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel promosi dan kualitas layanan secara simultan terhadap keputusan pengunjung pada Taman Wisata Sehat Telaga Sindur, Bogor. Bukti model regresi linier berganda Y= 1,981 + 0,507X1 + 0,225X2 dan uji F hitung (36,627) lebih besar dari F-tabel (1,43) dan p.sig.0,00 <0,05. Variabel promosi dan kualias layanan secara simultan mempunyai kontribusi sebesar 41,9% terhadap keputusan pengunjung pada Taman Wisata Sehat telaga Sindur, dan selebihnya 58,1% dipengaruhi oleh faktor faktor lain yang tidak diteliti. Kata Kunci: Promosi, Kualitas layanan, Keputusan pengunjun

    ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN

    No full text
    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan suatu gambaran atau tolak ukur penting keberhasilan suatu daerah di dalam meningkatkan potensi perekonomian daerah terutama dalam pendapatan. Peranan APBD sebagai pendorong dan salah satu penentu tercapainya target dan sasaran makro ekonomi daerah diarahkan untuk mengatasi berbagai kendala dan permasalahan pokok yangmerupakan tantangan dalam mewujudkan agenda masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja APBD Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah(DPPKAD) Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2013-2015 atas penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggunakan rasio keuangan efisiensi dan efektifitas. Pengukuran ini ditujukan untuk mengetahui apakah kinerja APBD DPPKAD telah efisien dan efektif, kemudian mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan PAD pada DPPKAD Kabupaten Musi Banyuasin. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dari tahun 2013-2015 dan dengan menggunakan teknik analisis data berupa data kuantitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kinerja APBD DPPKAD KabupatenMusi Banyuasin atas penerimaan PAD sudah efisien, hanya saja ditinjau dari sudut efektivitas kinerja APBD tidak efektif, karena realisasi yang didapatkan tidak bisa melebihi anggaran yang ditentukan.Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, APBD, Efisiensi dan Efektivita

    ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN PTKP 2015 TERHADAP PERHITUNGAN PPH PASAL 21 PEGAWAI PADA PT PERKEBUNAN MITRA OGAN KEBUN MUBA

    Full text link
    The purpose of this research are determine how the calculation of Income Tax Point 21 before and after the change of Non-Taxable Income the new  and the effect of changes in Non-Taxable Income to the calculation ofannual Income Tax Point 21 employees in 2015. The type of data used are primary data and secondary data. The data was collected through interviews, observation, documentation and literature. The technicques of data analysis is quantitative technicques. The results showed that after the Non-Taxable Income new changes cause the number of employee Income Tax Point 21 is smaller. In addition, the calculation of the annual Income Tax Point 21 employees in 2015 after new Non-Taxable Income led to overpayment of Income Tax Point 21. For that is expectedPT Perkebunan Mitra Ogan Kebun MUBA should always be up to date on the development of tax legislation in force in Indonesia to avoid errors in the calculation and withholding tax payable causing harm to employees, companies and the State

    PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN LAHAN (Studi Kasus Kelompok Peduli Api di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat)

    Full text link
    Setiap tahun terutama pada saat musim kemarau Kalimantan Barat selalu diselimuti kabut asap akibat pembakaran atau kebakaran hutan dan lahan. Sejak tahun 2004 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mendorong peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan khususnya pada 9 kecamatan rawan kebakaran lahan yang menjadi penyebab utama terjadinya kabut asap di sekitar kawasan Bandara Supadio Pontianak, namun jumlah titik api dan kasus kebakaran di lahan-lahan pertanian masih signifikan dan belum membuahkan hasil yang optimal. Berpijak pada kenyataan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mencari akar permasalahan dan faktor penyebab belum efektifnya peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2008. Tipe penelitian adalah deskriptif. Data utama dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan narasumber yang mengetahui dan terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan serta didukung data hasil kegiatan observasi lapangan. Data yang terhimpun kemudian dianalisis dengan teknik trianggulasi. Pemilihan alternatif kebijakan dalam upaya penanganan kebakaran lahan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan : (1) sering terjadinya kebakaran lahan di Kecamatan Rasau Jaya disebabkan masih dilakukan penyiapan lahan dengan cara dibakar terutama untuk kegiatan pertanian tanaman pangan semusim; kebakaran lahan yang terjadi di Kecamatan Rasau Jaya adalah kebakaran pada lahan-lahan pertanian yang dibiarkan kosong, (2) pencegahan kebakaran lahan telah diupayakan melalui pembakaran terkendali, penetapan aturan desa dan kesepakatan masyarakat yang terbukti efektif mencegah kebakaran lahan; upaya penanggulangan kebakaran lahan telah dilaksanakan masyarakat secara spontan dan bergotong royong dengan memprioritaskan lahan yang memiliki potensi ekonomi; pelibatan masyarakat yang dilakukan pemerintah melalui pembentukan Kelompok Peduli Api hingga saat ini belum efektif karena masih bersifat formalitas, (3) masih sering terjadinya kebakaran lahan bukan dikarenakan kurangnya peran serta masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan namun lebih karena adanya perbedaan sudut pandang antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat memandang bahwa kebakaran yang saat ini terjadi adalah kebakaran pada lahan pertanian yang dibiarkan kosong sehingga tidak perlu dipadamkan karena tidak adanya aset ekonomi yang perlu diselamatkan, selain itu lahan pertanian yang dibiarkan kosong juga merupakan sumber bersarangnya hama pertanian yang sangat merugikan masyarakat. Bagi pemerintah semua kebakaran perlu diupayakan untuk dipadamkan sehingga kebakaran di lahan pertanian yang dibiarkan kosong pun haruslah menjadi fokus penanganan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diusulkan : mengintegrasikan kebijakan pemerintah dan pengelolaan lingkungan yang dilakukan masyarakat dengan melakukan revitalisasi pembentukan Kelompok Peduli Api, peningkatan keterampilan masyarakat dan sarana penanggulangan kebakaran lahan, peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengolahan lahan pertanian tanpa bakar, pengintegrasian antara pertanian dan peternakan serta penetapan sistem zonasi pemanfaatan lahan gambut untuk budidaya pertanian. Every year especially at dry season West Kalimantan is always covered by haze fog, caused by forest and land fires. Since 2004 the government of West Kalimantan Province has been encouraging community participatory to prevent and overcome land fire, especially at nine sub-districts which have potential for land fire and that would be the main cause of haze fog disaster at around Supadio Airport of Pontianak. However the number of hot spot and land clearing on agricultural lands are still significant and has not given optimal result. Based on the reality, the aims of this research are to indentify causes of land fire and effectivity of community participatory to prevent and overcome land fire. The research was held from March to April 2008. Type of this research is descriptive. Interviews with the key persons and field observation method are employed. These data were analyzed by a triangulation technique. The choice on alternative policies in the effort of land fire prevention applied a SWOT analysis. The results of research shows : (1) Local people have been doing land preparation with burning method, especially for a season food plant farming; The land fire at Rasau Jaya sub-district was firing on empty land farming, (2) The prevention of land fire has been using controlled land burning, village rule and community agreement that approved effective to prevent land fire; The effort to deal with land fire has been done by local people with spontaneous and mutual co-operation which had priority for economic potential land; Community participatory has been sponcored by the government by forming Kelompok Peduli Api, Which has not been effective because of its formality status, (3) Land fire still occurs very often and mostly is not caused by low community participatory to prevent and overcome land fire but caused by the difference point of view between the local people and the government. The Local people see the fire on empty land farming doesn't need to be extinguished because they don't have economic asset to secure. Beside the empty land farming is a breding place of farming disease which are very detriment for the local people. For the government, every fire cases should be overcome, therefore fire even on empty land farming also become focus to overcome. To deal with the problems it is recommended : integration government policy and local people environmental management by revitalizing Kelompok Peduli Api, skilled improvement society to overcome land fire, upgrading ability of agricultural farm without burning, integration between ranch and agriculture, and zoning system in peatland for farming

    Pengaruh saluran distribusi terhadap volume penjualan pada Perusahaan Limun “Segar” Jombang

    Full text link
    Penelitian ini merupakan studi kasus pada Perusahaan Limun “SEGAR” Jombang dengan judul “Pengaruh Saluran Distribusi Terhadap Volume Penjualan Pada Perusahaan Limun “Segar” Jombang”.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dan pengaruh saluran distribusi volume penjualan pada Perusahaan Limun “SEGAR” Jombang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi terhadap biaya saluran distribusi yang dikeluarkan dan pengaruh peningkatan biaya terhadap volume penjualan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa saluran distribusi berpengaruh positif searah, artinya kenaikan terhadap variabel independen X (saluran distribusi) akan mendorong peningkatan variabel dependen Y (penjualan), dengan asumsi bahwa faktor yang lain bersifat tetap. Nilai koefisien regresi sebesar 70,869 yang berarti jika dilakukan penambahan biaya saluran distribusi sebesar satu satuan, maka akan terjadi peningkatan volume penjualan sebesar 70,869 satuan

    UJI PERBANDINGAN HASIL PRAKTIK KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA PRODI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PAMULANG Sunanto

    Full text link
    ABSTRAK Telah dilaksanakan Uji Perbandingan Hasil Praktik Kewirausahaan Mahasiswa Prodi Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil praktik kewirausahaan mahasiswa antara prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi di Universitas pamulang. Penelitian ini menggunakan desain komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah mahasiswa regular C yang yang tercatat memenuhi syarat (lulus) praktik kewirausahaan pada semester Genap 2017/2018 dengan menggunakan sampel jenuh berjumlah 2227 mahasiswa yang terbagi dalam 66 kelas (48 kelas Manajemen dan 18 kelas Akuntansi). Teknik analisis data dibantu dengan program SPSS dan pengujian hipotesis dengan metode Mann Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil praktik kewirausahaan mahasiswa regular C Prodi Manajemen dengan Prodi Akuntansi. Hal ini dibuktikan dengan Uji Mann Whitney dengan nilai Asymp. Sig. (2 tailed) 0,02 <0,05 yang berarti Ho ditolak

    RANCANG BANGUN SISTEM BRINE COOLING UNTUK PENYIMPANAN UDANG 5 KG MENGGUNAKAN SECONDARY REFRIGERANT JENIS ETHYLENE GLYCOL

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan nilai kinerja dari mesin brine cooling dengan media refrrigeran sekunder menggunakan 100% ethylene glycol. Serta mengetahui kinerja mesin pendingin COP dengan metode sistem konvensional yang ditambahkan refrigeran sekunder untuk mendinginkan produk yang ada pada dalam kabin. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti melakukan perhitungan beban pendinginan pada sistem brine cooling. Beban pendinginan yang dihasilkan pada mesin brine cooling yaitu 0,85 kJ/s, temperatur ethylene glycol yang dicapai dalam 2 jam yaitu -16,5°C dan temperatur produk yang dicapai dalam 2 jam -4°C, COPactual yang didapat dari sistem brine cooling ini ialah 3,14 dan efisiensi 72 %, daya listrik 29,2 Watt. Dan daya listrik perbulan Rp 26.317,8
    corecore