1,721,837 research outputs found
ASEP SUNANDAR SUNARYA: MENJADI DALANG WAYANG GOLEK YANG POPULER
Not many people knew As~p Sunandar\u27s journey whom became famous puppeteer in West Java. The topic about As~p Sunandar led me to research and write this paper. I began formulating the topic as sinden at As~p Sunandar\u27s theater troupe. I know that I was doing ethnomusicology or fieldwork: by getting to know As~p Sunandar who make the new style of wayanggol~k performances, studying and performing the music itself, and talking to whoever had the patience to listen to me. The conclusion ofpaperwasAs~p Sunandarfocused on the innovative nature of the wayang gol~k performance.
ASÉP SUNANDAR SUNARYA: MENJADI DALANG WAYANG GOLÉK YANG POPULER
Not many people knew Asép Sunandar’s journey who became a famous puppeteer in West Java. The topic about Asép Sunandar led me to research and write this paper. I began formulating the topic as sinden at Asép Sunandar’s theater troupe. I know that I was doing ethnomusicology or fieldwork: by getting to know Asép Sunandar who make the new style of wayanggolék performances, studying and performing the music itself, and talking to whoever had the patience to listen to me. The conclusion of the paper was Asép Sunandar focused on the innovative nature of the wayang golék performanc
ASÉP SUNANDAR SUNARYA: MENJADI DALANG WAYANG GOLÉK YANG POPULER
Not many people knew Asép Sunandar’s journey who became a famous puppeteer in West Java. The topic about Asép Sunandar led me to research and write this paper. I began formulating the topic as sinden at Asép Sunandar’s theater troupe. I know that I was doing ethnomusicology or fieldwork: by getting to know Asép Sunandar who make the new style of wayanggolék performances, studying and performing the music itself, and talking to whoever had the patience to listen to me. The conclusion of the paper was Asép Sunandar focused on the innovative nature of the wayang golék performanc
Komunikasi Dalang dalam Konsep Mandala Wiwaha Asep Sunandar Sunarya
This study suggests the findings of field research on communication made by a puppeteer of Wayang Golek Purwa, Asep Sunandar Sunarya. This study is categorized into qualitative research with a phenomenological approach. The result of the study shows that Asep Sunandar Sunarya has performed his communication competencies as a communicative puppeteer. Communication competencies owned by Asep Sunandar Sunarya to the audience is based on his experience which is called the concept of Mandala Wiwaha. The concept of Mandala Wiwaha is a concept of technique, insight, message and audience mastery. The concept of Mandala Wiwaha has made Asep Sunandar Sunarya a famous puppeteer who posses his own “popularity" compared to the other puppeteers. Through this concept Asep Sunandar Sunarya puts the audience as an important part every time he conducts his performance.
ASÉP SUNANDAR SUNARYA: MENJADI DALANG WAYANG GOLÉK YANG POPULER
Not many people knew Asép Sunandar’s journey who became a famous puppeteer in West Java. The topic about Asép Sunandar led me to research and write this paper. I began formulating the topic as sinden at Asép Sunandar’s theater troupe. I know that I was doing ethnomusicology or fieldwork: by getting to know Asép Sunandar who make the new style of wayanggolék performances, studying and performing the music itself, and talking to whoever had the patience to listen to me. The conclusion of the paper was Asép Sunandar focused on the innovative nature of the wayang golék performanc
ASÉP SUNANDAR SUNARYA: MENJADI DALANG WAYANG GOLÉK YANG POPULER
Not many people knew Asép Sunandar’s journey who became a famous puppeteer in West Java. The topic about Asép Sunandar led me to research and write this paper. I began formulating the topic as sinden at Asép Sunandar’s theater troupe. I know that I was doing ethnomusicology or fieldwork: by getting to know Asép Sunandar who make the new style of wayanggolék performances, studying and performing the music itself, and talking to whoever had the patience to listen to me. The conclusion of the paper was Asép Sunandar focused on the innovative nature of the wayang golék performanc
Pesan dakwah Semar dalam pagelaran Wayang Golek Lakon kitab Sastra Jendra Rahayu Ningrat Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya (Giri Harja III)
Dakwah dapat diartikan sebagai upaya untuk menyerukan ajaran islam, menegaskan, memanggil memohon dan meminta kepada manusia ke jalan yang baik dan benar. Strategi dakwah mestinya memiliki berbagai macam cara agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat agar tidak sepi peminat khususnya generasi milenial yang cenderung gampang bosan. Adanya fenomena ini mendorong pada da’I untuk senantiasa memiliki strategi yang tidak biasa. Contohnya adalah dakwah yang dilakukan oleh Asep Sunandar Sunarya yang fokus mengkolaborasikan antara wayang dengan dakwah. Dengan maksud agar pesan dapat lebih diterima oleh masyarakat, lebih alternatif, dekat dengan masyarakat dan budaya juga menarik perhatian seluruh target tanpa melihat umur, khususnya kalangan yang menyukai dunia peradaban.
Tujuan dari penelitian ini diantarana adalah yaitu : (1) menggambarkan mengenai apa saja yang menjadi materi dakwah Ki Asep Sunandar Sunarya (2) menggambarkan teknis yang digunakan oleh Ki Asep Sunandar Sunarya (3) untuk mengetahui pesan dakwah yang disampaikan oleh Ki Asep sunandar Sunarya dalam pagelaran wayang lakon Kitab Sastra Jedra Rahayu Ningrat.
Dalam penelitian ini berfokus pada pesan yang disampaikan oleh da’I kepada mad’u. penelitian ini menggunakan teori komunikasi model SMCR (Berlo 1960) yang di dalamnya membahas sumber, pesan, media dan penerima.
Hasil dari penelitian ini adalah pembawaan tata bahasa, gaya humoris, dan Gerakan khas yang dimiliki oleh Ki Dalan Asep Sunandar sunarya mampu untuk menjadi metode efektif dalam menyampaikan dakwah karena aspek komunikasi terpenuhi. Seperti sumber yang jelas dengan dalil yang sesuai, pesan yang tersampaikan dengan baik, baik yang disisipkan lewat obrolan secara langsung maupun pesan tersirat. Media yang mendukung yakni wayang golek serta mad’u yang hadir di pertunjukan. Adapun pesan yang terkandung dalam pagelaran wayang yang dibawakan oleh Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya adalah menekankan mad’u untuk senantiasa mengedepankan adab dan akhlak diatas segalanya terutama kepada Allah SWT. Dibalik beradab kepada Allah, Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya juga memberitahu mad’u untuk tidak melupakan adab kepada sesame makhluk di dunia, terutama manusia, hewan, tumbuhan dan alam itu sendiri. Karena apabila kita tidak beradab kepada sesame makhluk, maka esensi kita sebagai manusia yang berakhlak tidak akan terpenuhi
Analilis Wacana Materi Khotbah Jumat Muhasabah Dzikrulmaut Ustaz Dr. H. Sunandar, M.Ag (2010-2011)
Berdakwah melalui khotbah Jumat merupakan sarana media dakwah yang dinilai cukup efektif dalam menyampaikan pesan � pesan dakwah dari pada media dakwah lainnya. Khotbah adalah sarana istimewa dalam dakwah untuk menyampaikan pesan dan menerangkan fikrah tertentu secara indoktiner, di antara sarana khotbah adalah membawa pendengar untuk menyimak, menerima, dan membangkitkan rasa dalam hatinya terhadap pesan yang disampaikan Khotib. Namun tidak diragukan lagi bahwa tema materi khotbah adalah masalah utamanya, setelah Ustaz Dr. H. Sunandar, M.Ag memilih tema tentang muhasabah dzikrulmaut inilah yang akan menjadi fikrah dalam materi khotbah Jumatnya untuk mengajak manusia kembali kepada Allah melalui muhasabah dzikrulmaut. Lalu yang menjadi pertanyaan utama adalah Bagaimana wacana pesan dakwah yang dikemas oleh Ustaz Dr. H. Sunandar, M.Ag dalam khotbahnya? Bagaimana kognisi sosial dan konteks sosial yang melatar belakangi khotbah Jumat Ustaz Dr. H. Sunandar, M.Ag? Secara kajian teori, penulis mengambil teori yang sudah sering dipakai pada saat ini yaitu analisis wacana Teun A. Van Dijk yang bersifat menganalisis teks. Menurutnya penelitian wacana tidak hanya terbatas pada teks semata, tetapi juga bagaimana suatu teks diproduksi dan juga melihat bagaimana struktur sosial, dominasi dan kelompok kekuasaan yang ada dalam masyarakat dan bagaimana kognisi atau fikiran serta kesadaran yang membentuk dan berpengaruh terhadap teks tertentu.dilihat juga dari kognisi sosial dan konteks sosial. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis wacana dengan pendekatan kualitatif. data yang diperoleh oleh peneliti langsung dari objek penelitian. Yaitu berupa rekaman khotbah jum'at yang disampaikan oleh Ustaz Dr. H. Sunandar, M.Ag tahun 2010-2011. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi teks dengan mengumpulkan beberapa bahan baik dari buku maupun internet yang berkaitan dengan penelitian. Penulis menyimpulkan bahwa wacana pesan dakwah yang dikemas oleh Ustaz. Dr. H. Sunandar, M.Ag dalam khotbahnya menggunakan kata-kata tabsyir dan indzar yang lugas serta mengemas kisah aktual yang inspiratif dan penuh dengan hikmah. Jika dilihat dari kognisi sosial ketiga judul materi khotbah Jumat ini mengajak untuk larut dalam kajian yang berisi pelajaran, kisah, atau permasalahan kematian yang patut menjadi renungan. Dalam konteks sosial dapat diketahui bahwa alasan beliau dalam menulis materi khotbah Jumat ini adalah untuk membuktikan bahwa pesan moral dan sosial dapat menjadi sebegitu menarik bila diolah secara kreatif
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)..KONSEP QUANTUM TEACHING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM PERSPEKTIF BOBBI DEPORTER
ABSTRAK
Sunandar. 2021. Konsep Quantum Teaching Dalam Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar Siswa Dalam Perspektif Bobbi DePorter. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Dr. Kharisul Wathoni, S.Ag. M.Pd.I
Kata kunci : Quantum Teaching, Motivasi, dan Minat
Sudah banyak persoalan yang dibicarakan didalam dunia pendidikan ini terkhusus diindonesia hingga saat ini, masalah tersebut masih saja tetap terjadi yaitu masalah potensial dalam pembelajaran kebanyakan pemelajaran saat ini masih menggunakan strategi yang lama alangkah baiknya ditambah dengan strategi Quantum Teaching bukannya menghilangkan strategi yang lama tapi ditambah dengan strategi yang sekarang, karena strategi pemelajaran ini adalah apa yang disebut dengan pemelajaran (Quantum Teaching). Pembelajaran ini merupakan cara baru yang memudahkan proses belajar, yang memadukan unsur seni dan pencapain ynag terarah, untuk segala mata pelajaran.
Masalah yang diteliti adalah : 1. Bagaimana konsep Quantum Teaching dalam proses pembelajaran? 2. Bagaimana relevansi Quantum Teaching dalam peningkatan motivasi dan minat belajar siswa?
Dalam penelitan yang menggunakan pendekatan perpustakaan (library research), penelitian library research merupakan telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaah kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang releven. Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk mengumpulkan sata dan informasi dari buku-buku, majalah, jurnal ilmiah, makalah, working paper, dan thesis serta disertasi.
Untuk penerapan strategi quantum teaching pada pembelajaran itu akan menjadi tugas berat bagi guru yang mengajarnya karena untuk menerapakan stretegi tersebut guru harus memiliki skill yang bagus dan kemapuan yang mumpuni, Maka dari itu diperlukan seorang pendidik yang professional, sebagai seorang pendidik yang professional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D4). Untuk menghubungkan antara Quantum Teaching dengan motivasi dan minat belajar diperlukan seorang guru yang professional, Seorang guru yang profesional harus bisa memberiakn perubahan belajar yang lebih meriah dan menggali apa saja yang mampu membangkitkan minat dan motivasi peserta didik. Namun terkadang setiap mata pelajaran berbeda-beda tingkat kesulitannya
- …
