1,720,958 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Penerapan Asas Contra Legem dalam pembagian harta bersama: Analisis putusan nomor 5481/Pdt.G/2023/PA.Badg

    Full text link
    Pembagian harta bersama diatur pada Pasal 97 KHI, bahwa janda atau duda yang telah bercerai berhak mendapatkan 50:50 bagian dari harta bersama, sepanjang tidak ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan. Praktik pada putusan Pengadilan Agama Bandung Nomor: 5481/Pdt.G/2023/PA.Badg ini Majelis Hakim tidak memutuskan bagian sama rata, melainkan memutuskan 40% untuk pihak Penggugat (istri) dan 60% untuk pihak Tergugat (suami). Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1. Untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 5481/Pdt.G/2023/PA.Badg tentang harta bersama. 2. Untuk mengetahui metode penemuan hukum hakim dalam Putusan Nomor 5481/Pdt.G/2023/PA.Badg tentang harta bersama. 3. Untuk mengetahui akibat hukum dari Putusan Nomor 5481/Pdt.G/2023/PA. Badg tentang harta bersama. Dalam penelitian ini menggunakan teori keadilan. Ketentuan harta bersama dalam hukum perkawinan di Indonesia merupakan sebuah perjanjian yang dikehendaki oleh Undang-Undang. Pembagian harta bersama dengan nilai samarata antara suami istri menjadi norma yang terdapat dalam hukum perkawinan. Norma ini berlaku selama pasangan suami istri tidak mengadakan perjanjian yang lain. Penelitian menggunakan metode analisis isi (content analysis), dengan pendekatan yuridis normatif, dengan jenis data kualitatif. Sumber data primer yang digunakan, yaitu Putusan Nomor 5481/Pdt.G/2023/PA.Badg. Adapun sumber data sekundernya yaitu diperoleh dari hasil-hasil kajian hukum, Al-Quran, UndangUndang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) tedapat putusan hakim Pengadilan Agama Bandung dalam Putusan nomor 5481/Pdt.G/2023/PA.Badg. Hasil penelitian ini yaitu: 1. Hakim tidak mempergunakan pasal 97 KHI. Dengan mempertimbangkan dari jumlah konstribusi prestasi hasil kerja antara Penggugat dan Tergugat selama rumah tangga. Perbedaan itulah yang jelas nyata memberikan rasa keadilan bagi kedua belah pihak terlebih juga Tergugat pasca perceraiannya dengan Penggugat tinggal dan mengurus kedua anaknya sendiri dan menanggung kebutuhan diri dan kedua anaknya 2. Dalam perkara tersebut majelis hakim melakukan penemuan hukum menggunakan metode konstruksi hukum dengan jenis pengahalusan hukum atau pengkonkritan hukum, dalam metode ini Peraturan Perundang-undangan atau KHI dipandang sebagai hal yang abstrak dan kemudian dikonkritkan dengan melihat pada fakta persidangan yang ditemukan, yaitu bahwa mantan istri telah ditanggung kebutuhannya oleh suami barunya sehingga kemanfaatan dan keadilan pembagian harta bersama lebih tepat jika bagian Tergugat lebih besar 3. Akibat hukum dari putusan ini berlaku terhadap pihak yang secara fisik menguasai harta bersama, yaitu Tergugat. Maka, pelaksanaan putusan atau eksekusi harta harus dibagi sesuai porsi yang ditetapkan dalam putusan demi menegakkan keadilan

    PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR : Penelitian Tindakan Kelas pada Pokok Bahasan Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan di Kelas IV SD Negri 1 Sukajadi Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta

    Full text link
    Belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik dan belajar dilakukan oleh siswa. Rendahnya hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA, diduga kuat karena materi-materi dalam IPA dianggap kurang menarik dan menjenuhkan berupa hapalan yang bersifat abstrak. Proses pembelajaran menjadi tidak menyenangkan dan membosankan, ketika bahan belajar tidak memadai. Memahami sesuatu yang abstrak memerlukan konsentrasi yang tinggi, sedangkan anak usia sekolah dasar baru berada pada tahap oprasional konkrit sehingga belum mampu berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Dengan demikian siswa seringkali mengalami kesulitan dalam belajar. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dikelas IV SDN 1 Sukajadi kec. pondoksalam kab. purwakarta melalui metode demonstrasi. Selain itu juga untuk mengetahui respon dan minat yang ditunjukan siswa pada respon pembelajaran IPA serta untuk mengetahui hasil akhir dari metode demonstrasi. Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan pada proses dan hasil yang dicapai pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 siklus, dimana setiap siklus meliputi perencanaan tindakan (planning), tahap pelaksanaan tindakan (action), tahap pengamatan (observe), tahap Analisis, refleksi dan revisi, seperti itu seterusnya dilaksanakan dalam 3 siklus. Skripsi ini dibimbing oleh : Drs. Mujono,S.Pd, M.pd dan Dra. Erna Suwangsih,S.Pd, M.p

    Peranan kepala sekolah sebagai supervisor pengajaran terhadap peningkatan konpentensi guru dalam proses belajar mengajar di MTs Tarbiyatul Falah Bantargerbang Bekasi

    No full text
    Penulis membatasi pada masalah sebagai berikut: a. Peranan dan fungsi kepala sekolah sebagai supervisor pengajaran di MTs Tarbiyatul Falah Bantar Gebang - Bekasi. b. Kompetensi guru dalarn proses belajar mengajar di MTs Tarbiyatul Falah Bantar Gebang - Bekasi. c. Usaha yang dilakukan kepala sekolah terhadap peningkatkan kompetensi guru dalam Proses Belajar Mengaja

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore