1,721,056 research outputs found

    POLA ALIRAN DAN PENURUNAN TEKANAN PADA ALIRAN DUA FASE GAS-CAIR MELEWATI PENGECILAN PIPA SECARA MENDADAK

    No full text
    Abstract: The Flow Patterns and Pressure Drop on Two-Phase Gas-Liquid Through Sudden Contraction. The aim of this research is to describe the flow patterns and pressure drop on two-phase gas-liquid through sudden contraction. It limits the contraction coefficient (S) into three variants: S = 0,8; S = 0,6 and S = 0,4. For describing the distribution and pressure drop, it uses two-dimension line graphics. The result shows that (1) the flow pattern in horizontal contraction tends to shape separated flow, meanwhile in vertical contraction it tends to shape homogenous inflated flow; (2) the pressure on pipe surfaces before contraction surface is bigger than those of ducting axis; (3) the pressure on pipe surfaces after contraction surface is smaller than those of ducting axis; (4) the pressure drop turn into bigger on bigger mass flux and mixture quality; (5) the pressure drop in homogenous flow is bigger than those of separated flow; and (6) the difference average between calculated and theoretical pressure drop is less than 20%

    Karakteristik Pompa Centrifugal

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) karakteristik pompa sentrifugal yang memakai impeler type radial, (2) karakteristik pompa sentrifugal yang memakai impeler type backward, (3) perbedaan karakteristik antara pompa sentrifugal yang memakai impeler type radial dengan pompa sentrifugal yang memakai impeler type backward. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan karakteristik antara pompa sentrifugal yang memakai impeler type radial, dengan pompa sentrifugal yang memakai impeler type backward. Pompa sentrifugal yang memakai impeler type backward mem- punyai tinggi angkat dan efisiensi yang lebih besar dibandingkan dengan pompa sentrifugal yang memakai impeler type radial

    Analisis Model Pembelajaran Tipe Think-Pair-Share Berbasis Pemecahan Masalah Terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa

    Full text link
    Pembelajaran fisika sampai saat ini lebih mengutamakan penilaian hasil belajar tanpa menilai proses pembelajarannya. Selain itu, sistem penilaian prestasi siswa lebih banyak didasarkan melalui tes-tes yang sifatnya menguji kemampuan kognitif tingkat rendah sehingga menyebabkan rendahnya prestasi siswa Indonesia di bidang sains khususnya fisika yang masih di bawah rata-rata internasional. Kemampuan kognitif tingkat rendah ini belum melibatkan proses analisis siswa. Untuk melibatkan proses analisis siswa diperlukan tes yang menguji kemampuan kognitif tingkat tinggi. Namun untuk memberikan tes yang dapat menguji kemampuan kognitif tingkat tinggi diperlukan proses pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman langsung pada siswa. Pembelajaran yang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat dikembangkan melalui pembelajaran langsung dengan tujuan agar siswa dapat memperoleh ingatan dalam jangka panjang dan siswa juga dapat mengonstruk pengetahuannya sendiri, tetapi kenyataannya secara umum pembelajaran fisika didominasi dengan metode ceramah. Aktivitas siswa hanya terbatas pada mendengarkan, mencatat, menjawab pertanyaan bila guru memberikan pertanyaan, maka proses pembelajaran tersebut jelas tidak mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam beraktivitas. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) berbasis pemecahan masalah. Model ini dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada diri siswa, membuat siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga siswa belajar konstruktif tidak bersifat hapalan dan melatih siswa untuk melakukan proses berpikir dan mengungkapkan pendapat dalam memecahkan permasalahan yang ada. Dengan adanya model pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang meliputi keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan seiring dengan meningkatnya prestasi belajar siswa serta terwujudnya pmbelajaran fisika yang lebih bermakna

    Hubungan Antara Penguasaan Pengetahuan Prasyarat, Kemampuan Berpikir, dan Lamanya Menyelesaikan Soal dengan Keberhasilam Memecahkan Soal-Soal Kinematika

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis adakah korelasi antara penguasaan pengetahuan prasyarat (prinsip-prinsip kinematika dan matematika), kemampuan berpikir, dan lamanya menyelesaikan soal dengan keberhasilan memecahkan soal-soal kinematika, (2) untuk menganalisis kontribusi dari penguasaan pengetahuan prasyarat, kemampuan berpikir, dan lamanya menyelesaikan soal dalam memprediksi keberhasilan memecahkan soal-soal kinematika. Subjek penelitian adalah mahasiswa PTM FPTK IKIP Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada korelasi (r = 0,79) antara penguasaan pengetahuan prasyarat dan kemampuan berpikir dengan keberhasilan memecahkan soal-soal kinematika, namun tidak ada korelasi antara lamanya menyelesaikan soal dengan keberhasilan memecahkan soal-soal kinematika; dan (2) dalam memprediksi keberhasilan memecahkan soal-soal kinematika, penguasaan prinsip-prinsip kinematika dan matematika memberi kontribusi 42,59%, kemampuan berpikir 35%, dan lamanya menyelesaikan soal 1,44%

    PENERAPAN PEWARNA ALAMI BIJI ALPUKAT PADA KAIN KATUN

    Full text link
    ABSTRAKBiji alpukat dapat diekstrak menjadi zat warna alam karena mengandung senyawa tanin yang dapat menimbulkan warna cokelat atau kecokelatan. Kelemahan zat warna alam dalam proses pewarnaan tekstil yakni memiliki ketahanan luntur yang rendah. Oleh karena itu, pada proses pencelupan bahan tekstil dengan zat warna alam dibutuhkan proses fiksasi agar warna memiliki ketahanan luntur yang baik. Pewarna alami dari biji alpukat telah diterapkan pada kain katun. Ketahanan luntur pewarna alami telah diuji dengan memvariasikan massa tawas sebagai bahan fiksasi terhadap nilai perubahan intensitas cahaya pada air residu hasil pencucian kain katun. Perlakuan menggunakan variasi massa tawas 10g hingga 60g dengan waktu pencelupan selama 10 menit. Desain penelitian terdiri dari ekstraksi biji alpukat sebagai sumber zat warna alam, mordanting dan pencelupan kain katun ke dalam larutan zat warna, fiksasi kain katun, dan pengujian ketahanan luntur warna pada kain katun menggunakan luxmeter setelah pencucian menggunakan air biasa dan air deterjen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel yang menggunakan massa tawas 60g menghasilkan tingkat kelunturan warna paling kecil dengan nilai perubahan intensitas cahaya 9,58lux pada hasil pencucian dengan air biasa dan 3,11lux pada hasil pencucian dengan air deterjen. Semakin tinggi massa tawas yang digunakan sebagai bahan fiksasi pada kain katun, maka pewarna alami biji alpukat memiliki ketahanan luntur yang semakin baik. Penggunaan sampel tawas 60g sebagai bahan fiksasi efektif dalam menjaga ketahanan luntur pewarna alami biji alpukat pada kain katun. Kata kunci: Biji Alpukat; Kain Katun; Pewarna Alami; Tawas. ABSTRACTAvocado seeds could be extracted into natural dyes because they contained of tannin. Tannin as a dyes substances would cause brown or brownish color. The weakness of natural dyes in the textile dyeing process that has a low fade resistance. Therefore, the dyeing process of textile materials with natural dyes were needed fixation process in order that color had a well fade resistance. The natural dyes from avocado seeds had been applicated on cotton textile. The fade resistance of natural dyes had been tested by varying the mass of Al2(SO4)3as a fixation to the value of light intensity difference on the residue water of the cotton textile washing. The treatment used the mass variation of 10g to 60g Al2(SO4)3by dyeing for 10 minutes. The study design consisted of avocado seeds extraction as a source of natural dyes, mordanting of cotton textile, dyeing of cotton textile in a dye solution, fixation of cotton textile and test the fade resistance of natural dyes on cotton textile using a luxmeter after washing by water and detergent solution. The results showed that the sample used a mass of 60g Al2(SO4)3produced the smallest color fade degree with the value of light intensity difference on the residue water was 9.58lux of washing by water and 3.11lux of washing by detergent solution. The higher mass of Al2(SO4)3was used as fixation on cotton textile, the natural dyes of avocado seeds had a better fade resistance. The using of 60g Al2(SO4)3sample as a fixation material was effective for kept the fade resistance of natural dyes from avocado seeds on cotton textile. Keywords: Avocado Seeds; Cotton Textile; Natural Dyes

    Model Pembelajaran Kolaboratif dengan Tutor Sebaya pada Pokok Bahasan Rangkaian Seri-Paralel Hambatan Listrik

    Full text link
    Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas masih sering ditemukan peserta didik yang kurang aktif atau tidak aktif sama sekali dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan tidak meratanya ilmu yang disampaikan oleh seorang guru dan terjadi kesulitan dalam melakukan penilaian kepada peserta didik di dalam kelas. Model pembelajaran kolaboratif dengan tutor sebaya merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Setiap kelompok terdiri dari peserta didik yang berprestasi rendah, sedang dan peserta didik yang berprestasi tinggi bertindak sebagai tutor. Tujuannya agar setiap peserta didik merasa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan tidak malu dalam mengemukakan pendapat atau gagasan kepada sesama teman kelompoknya. Dengan demikian akan didapatkan pemerataan ilmu yang diterima oleh peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran. Telah dibuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengenai pokok bahasan Rangkaian Seri-Paralel Hambatan Listrik yang sesuai dengan model pembelajaran kolaboratif dengan tutor sebaya.Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas masih sering ditemukan peserta didik yangkurang aktif atau tidak aktif sama sekali dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.Hal tersebutmenyebabkan tidak meratanya ilmu yang disampaikan oleh seorang guru dan terjadi kesulitandalam melakukan penilaian kepada peserta didik di dalam kelas. Model pembelajaran kolaboratifdengan tutor sebaya merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajarandi kelas. Setiap kelompok terdiri dari peserta didik yang berprestasi rendah, sedang dan pesertadidik yang berprestasi tinggi bertindak sebagai tutor. Tujuannya agar setiap peserta didik merasaterlibat aktif dalam proses pembelajaran dan tidak malu dalam mengemukakan pendapat ataugagasan kepada sesama teman kelompoknya. Dengan demikian akan didapatkan pemerataan ilmuyang diterima oleh peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran. Telah dibuat RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengenai pokok bahasan Rangkaian Seri-Paralel HambatanListrik yang sesuai dengan model pembelajaran kolaboratif dengan tutor sebaya

    Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berbasis Kemampuan Pemecahan Masalah

    Full text link
    Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita, terutama soal cerita dengan kemampuan pemecahan masalah yang meliputi tahap memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita berbasis kemampuan pemecahan masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Santo Yosef Singkawang sebanyak 15 siswa. Instrumen yang digunakan berupa soal tes sebanyak 2 butir soal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita berbasis kemampuan pemecahan masalah yang meliputi: (1) pada tahap memahami masalah, siswa kesulitan dalam memahami maksud dari soal serta tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal, (2) pada tahap merencanakan penyelesaian, siswa kesulitan dalam menyusun rencana penyelesaian karena belum terbiasa mengerjakan soal cerita sehingga kesulitan dalam hal mengaplikasikan konsep, (3) pada tahap menyelesaikan perencanaan, siswa mengalami kesulitan karena salah dalam menuliskan rumus pada tahap perencanaan strategi penyelesaian, sehingga hasil dari perhitungan penyelesaian juga salah, (4) pada tahap memeriksa kembali, siswa mengalami kesulitan dalam memeriksa kembali hasil pekerjaan karena tidak memberikan kesimpulan terhadap hasil pekerjaannya, tidak menyelesaikan soal dengan baik dan salah dalam hasil perhitungannya

    PENGARUH PENGGUNAAN ROLLER ROCKER ARM TERHADAP DAYA MOTOR PADA MOTOR MIO FINO

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan roller rocker arm terhadap daya motor pada motor mio fino. penelitian ini menggunakan alat uji daya mesin sepeda motor yaito dynotest. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, bentuk rancangan yang digunakan dalam penelitian eksperimental ini adalah post test only design. Dalam penelitian ini ada dua tahap pengambilan data yaitu pengambilan data daya dengan menggunakan rocker arm (standart) yang kedua menggunakan roller rocker arm (jenis rocker arm). Hasil dari analisis data menggunakan aplikasi SPSS for windowns menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan roller rocker arm terhadap daya motor pada motor mio fino
    corecore