105 research outputs found

    Self-compassion dan well-being orangtua

    No full text
    Pandemi COVID-19 membuat banyak perubahan pada kondisi keluarga. Keluarga mengalami dampak baik secara langsung maupun tidak langsung dari pandemi ini, seperti adanya kasus positif COVID-19 dalam keluarga, orangtua kehilangan pekerjaan, kondisi finansial dalam keluarga memburuk, dan pembatasan kegiatan keluar rumah yang dapat menyebabkan timbulnya stres dan berkurangnya well-being (Prime et al., 2020). Di Indonesia, kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengurangi penularan COVID-19 menyebabkan dialihkannya kegiatan pembelajaran di sekolah ke rumah (school from home). Hal yang sama juga berlaku bagi kegiatan kerja khususnya dalam bidang non esensial yang mengharuskan orangtua bekerja dari rumah (work from home; Gitiyarko, 2021). Akses internet menjadi hal yang penting karena banyak kegiatan belajar dan kegiatan kerja yang dijalankan secara daring. Situasi ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi orangtua karena selain harus beradaptasi dengan situasi kerja yang baru, orangtua juga harus mendampingi dan mengawasi anak pada saat mereka bersekolah secara daring dan beraktivitas di rumah

    Pengetahuan Mengenai Penanganan Penyakit Diabetes dengan Kepatuhan Melaksanakan Diet Diabetes pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2

    No full text
    Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi akibat berkurangnya produksi hormon insulin yang berfungsi mengubah gula menjadi tenaga. Pola makan mempengaruhi stabilitas kesehatan penderita DM tipe 2 (DM2). Berdasarkan hal ini, diet diabetes merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan mengatasi terjadinya DM. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terlaksana tidaknya diet diabetes adalah pengetahuan individu terhadap penanganan penyakit yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pengetahuan mengenai penanganan penyakit diabetes dengan kepatuhan melaksanakan diet diabetes. Partisipan penelitian adalah 30 orang penderita DM2 dengan rentang usia dewasa hingga lanjut usia (lansia) yang masih aktif beraktivitas dan tinggal di Surabaya. Teknik pengambilan sampel adalah snowball sampling dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil analisis dengan Kendall’s tau b mendapatkan koefisien korelasi sebesar 0,125 dengan p = 0,388 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai penanganan penyakit diabetes dengan kepatuhan melaksanakan diet diabetes. Tingkat kepatuhan dalam menjalankan diet diabetes pada sebagian partisipan tergolong buruk (53,33%), sedangkan tingkat pengetahuan terhadap penyakit diabetes cenderung menyebar pada kategori rendah (36,67%), sedang (23,33%), dan tinggi (26,67%). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengatasi kelemahan penelitian ini seperti jumlah sampel yang terbatas dan memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan melaksanakan diet diabetes berdasarkan teori Health Belief Model

    Strength-Based Parenting and Well-Being in Adolescence [Strength-Based Parenting dan Kesejahteraan Remaja]

    No full text
    Adolescents’ well-being deserves attention as it promotes adolescents’ general health. Parenting is a factor that may influence adolescents’ well-being. Unfortunately, some parents provide only limited support to their adolescents and show ineffective parenting. Strength-based parenting (SBP) is a parenting style where parents seek to deliberately identify and develop positive conditions, processes, and qualities in their children. Research conducted in Western culture showed that strength-based parenting (SBP) was associated with adolescents’ subjective well-being, particularly life satisfaction. This present study extends the past research by involving adolescent sample from Eastern culture (Indonesia) and including the measure that combines both subjective and psychological well-being. Particularly, this study examined if strength-based parenting (SBP; strength knowledge and strength use) predicted adolescent well-being. Participants were 191 high school students in Surabaya (15-18 years old). Participants completed the Pemberton Happiness Index (PHI) and Strength-Based Parenting Scale (SBPS). Results showed that both strength knowledge and strength use were positively related to adolescent well-being. This indicates that parents’ recognition and encouragement to use adolescents’ strengths has helped adolescents to understand their own potentials and therefore, generate positive feelings and meaningful experiences. Thus, strength-based parenting (SBP) does not only benefit adolescents from Western culture, but also adolescents from Eastern culture (Indonesia).   Kesejahteraan remaja perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan kesehatan remaja secara umum. Pengasuhan orangtua merupakan salah satu faktor yang mungkin mempengaruhi kesejahteraan remaja. Namun, sebagian orangtua memberikan dukungan yang terbatas kepada anak remajanya dan menerapkan pengasuhan yang kurang efektif. Strength-based parenting (SBP) merupakan gaya pengasuhan dimana orangtua secara sengaja mengidentifikasi dan mengembangkan kondisi, proses, dan kualitas positif anak. Riset yang dilakukan dalam budaya Barat menunjukkan bahwa strength-based parenting (SBP) berkorelasi dengan kesejahteraan subjektif remaja, khususnya kepuasan hidup. Penelitian ini memperluas penelitian sebelumnya dengan melibatkan sampel remaja dari budaya Timur (Indonesia) dan menggunakan alat ukur yang menggabungkan kesejahteraan subjektif dan psikologis. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah strength-based parenting (SBP; strength knowledge dan strength use) dapat memprediksi kesejahteraan remaja. Penelitian ini melibatkan 191 orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya (15-18 tahun). Partisipan mengisi Pemberton Happiness Index (PHI) dan Strength-Based Parenting Scale (SBPS). Hasilnya menunjukkan bahwa strength knowledge dan strength use berhubungan positif dengan kesejahteraan remaja. Hal ini menandakan bahwa pengetahuan orangtua tentang kekuatan remaja dan dorongan orangtua agar remaja menggunakannya dapat membantu remaja memahami potensi-potensinya dan karena itu, menumbuhkan perasaan positif dan pengalaman yang bermakna. Dengan demikian, strength-based parenting (SBP) tidak hanya bermanfaat bagi remaja dalam budaya Barat, tetapi juga remaja dari budaya Timur (Indonesia)

    Menggunakan pendekatan berbasis kekuatan dalam pengasuhan

    No full text
    Latar Belakang: Mengasuh anak merupakan hal yang menantang bagi banyak orangtua karena orangtua harus menghadapi anak dengan berbagai macam perilakunya mulai dari yang menyenangkan hingga menjengkelkan. Banyak cara yang diterapkan oleh orangtua untuk menghadapi perilaku anak yang bermasalah, seperti memarahi, menggunakan kekerasan dan membuat anak merasa bersalah. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang cenderung mengkoreksi perilaku anak, pendekatan berbasis kekuatan, StrengthBased Parenting, justru melihat anak dari sisi positifnya sehingga bersifat menumbuhkan dan mengembangkan anak. Hanya saja penelitian mengenai pengasuhan berbasis kekuatan masih relatif terbatas, terlebih di Indonesia. Tujuan: Artikel ini akan mengulas hal-hal yang berkaitan dengan pengasuhan berbasis kekuatan, termasuk hasilhasil penelitian yang telah dilakukan di Indonesia. Metode: Literature review dilakukan untuk menelusuri artikel-artikel penelitian mengenai pengasuhan berbasis kekuatan yang dipublikasikan secara internasional maupun nasional. Hasil: Sekalipun belum banyak penelitian mengenai pengasuhan berbasis kekuatan, mayoritas hasil penelitian yang ada mendukung dampak positif dari pengasuhan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan berbasis kekuatan, anak menjadi lebih percaya diri, memiliki coping stres yang lebih baik, lebih sejahtera dan bahagia. Kesimpulan: Diharapkan pendekatan berbasis kekuatan dapat dikembangkan lagi melalui penelitian. Diharapkan pula lebih banyak orangtua Indonesia dapat menerapkannya mengingat dampak positif dari pendekatan tersebut bagi keluarga

    Strength-Based Parenting as a Predictor of Adolescent Self-Esteem

    No full text
    This study aimed to investigate whether strength-based parenting, in particular both aspects of parenting (strength knowledge and strength use), could predict adolescent self-esteem. Participants were 215 adolescents who were studied at a high school in Surabaya. Data were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale to measure self-esteem and the Strength-Based Parenting scale (Strength Knowledge Scale and Strength Use Scale) to measure strength-based parenting. Based on correlation analysis, significant positive relationships were found between strength knowledge and self-esteem, and between strength use and self-esteem. The result of multiple regression analysis revealed that strength knowledge and strength use predicted adolescent self-esteem, but only strength knowledge made a significant unique contribution to adolescent self-esteem.Keywords: self-esteem; adolescents; strength-based parenting

    HUBUNGAN ANTARA KEBERSYUKURAN (GRATITUDE) DENGAN STRES PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME

    No full text
    In comparison to typical developing children, children with autism spectrum disorder have unusual development. Nurturing and raising children with special needs, particularly children with autism spectrum disorder, are challenging. Parents often experience distress because have to support and accompany their children in a wide range of therapies that can be tiring and costly. Positive emotions such as gratitude could be developed to alleviate parental stress. This study aimed to test the relationship between gratitude and stress among mothers who had children with autism spectrum disorder. Participants were 40 mothers of children with autism spectrum disorder. They were recruited from therapy centres, special schools, and inclusive schools in Sidoarjo. The measures used in the study were the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) and Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6). Results showed a significant, negative correlation between gratitude and maternal stress, r = -0.310, p = 0.007 (p < 0.05). The higher the levels of maternal gratitude, the lower the levels of maternal stress, and vice versa, the lower the levels of maternal gratitude, the higher the levels of maternal stress. The tendency to be grateful seems to reduce the stress levels of mothers who had children with autism spectrum disorder

    The Mediating Role of Parenting: How parental well-being and distress influence child behaviors

    No full text
    Children’s problem behaviors should be managed properly while their prosocial behaviors should be nurtured. As parents play a significant role in children’s lives, their well-being and psychological distress could influence children’s behavior through different mechanisms. This study investigated the roles of effective parenting (positive encouragement and parent-child relationship) and ineffective parenting (parental inconsistency and coercive parenting) in mediating the relationships between parental well-being and psychological distress, and children’s problem and prosocial behavior as reported by parents. One-hundred and seventy-three parents of primary school children completed a paper and pencil survey consisting relevant measures. Mediation analyses using PROCESS macros showed that parental well-being and psychological distress significantly influenced children’s problem behavior through effective and ineffective parenting, respectively. However, only parental well-being significantly influenced children’s prosocial behavior through effective parenting. The results highlight the importance of parental well-being, as it fosters positive parenting practices and promotes prosocial behavior in children. Keywords: child problem behaviors, child prosocial behaviors, parenting, psychological distress, parental well-being

    Well-Being Orang Tua, Pengasuhan Otoritatif, dan Perilaku Bermasalah pada Remaja

    No full text
    The presence of behavioural problems in adolescents is influenced by their parents. This study aimed to examine the relationships between parental well-being and adolescents’ behavioural problems with authoritative parenting as a mediator variable. It was hypothesized that parental well-being influenced adolescents’ behavioral problems through authoritative parenting. Participants were 142 parents (fathers or mothers) of X and Y Junior High School students in Surabaya. They were asked to complete well-being scale (Pemberton Happiness Index) and parenting scale (Parenting Style and Dimension Questionnaire), and rate the levels of behavioural problems of their child using the Strength and Difficulties Questionnaire. Simple mediation analyses showed that authoritative parenting mediated parental well-being and adolescents’ behavioural problems. Parents with higher levels of well-being tended to employ authoritative parenting style that resulted lower levels of adolecents’ behavioural problems
    corecore