118 research outputs found
PENGGUNAAN MODEL AUDITORY INTELECTUALLY REPETITION (AIR) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR
PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN CEFE (COMPETENCY BASED ECONOMIES THROUGH FORMATION OF ENTERPRISES) DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN UMKM DI KOTA CIMAHI PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Meningkatkan Kemandirian
UMKM Di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat
Penelitian dilakukan pada pelatihan UMKM yang selalu menghadapi masalah, mengenai
kelemahan kemandirian pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Kurangnya
kemandirian ini disebabkan oleh keraguan pelaku UMKM dalam berwirausaha,
kurangnya pengetahuan dan banyaknya UMKM yang produktivitasnya rendah.
Kelemahan dalam usaha ini yakni : 1) Rendahnya produktivitas pelaku UMKM, 2)
Rendahnya kualitas sumber daya manusia 3) Belum terselenggaranya model pelatihan
CEFE kepada pelaku UMKM yang berdampak kurangnya kompetensi kewirausahaan dan
bisnis. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan mengembangkan model pelatihan CEFE
dan menganalisis efektivitasnya untuk meningkatkan kemandirian UMKM. Metode yaitu
penelitian dan pengembangan, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian bahwa: model pelatihan CEFE belum pernah dilakukan dalam program
pelatihan di Kota Cimahi. Model Pelatihan CEFE menekankan simulasi permainan dan
simulasi proses bisnis dengan asumsi orang dewasa belajar. Hasil uji efektivitas,
menunjukan ada perbedaan kemampuan berwirausaha pelaku UMKM sebelum dan
sesudah mengikuti model pelatihan CEFE, dengan korelasi yang tinggi. Uji korelasi nilai
t, menunjukan ada ketergantungan skor pre-test hasil pelatihan CEFE dalam
meningkatkan kemampuan berwirausaha. Nilai post-test menunjukan kemampuan
berwirausaha memiliki kecenderungan tinggi. Dapat disimpulkan model pelatihan CEFE
bagi pelaku UMKM telah memberi dampak signifikan terhadap kompetensi pengetahuan
dan keterampilan para peserta pelatihan. Implikasi Teoritis : Penerapan model pelatihan
CEFE berdampak baik pada hasil belajar orang dewasa, tidak selalu menggunakan
teknologi, tapi melibatkan pancaindra, hasilnya lebih baik dalam mengingat dan
memahami materi. Implikasi praktis model pelatihan CEFE efektif untuk menyampaikan
materi pelatihan sehingga mampu memotivasi kembali para pelaku UMKM.
Kata Kunci : Konsep Pelatihan, konsep CEFE, kemandirian dan konsep UMKM
The purpose of this research is to study and develop the CEFE training model and to
analyze its effectiveness to increase the independence of MSMEs. The research was
conducted on the training of MSMEs who always face problems, regarding the weakness
of the independence of MSME actors in developing their business. This lack of
independence is caused by the doubts of MSME actors in entrepreneurship, lack of
knowledge and the number of MSMEs whose productivity is low. Weaknesses in this
effort are: 1) The low productivity of MSME actors, 2) The low quality of human
resources 3) The CEFE training model has not been implemented for MSME actors
which has an impact on the lack of entrepreneurial and business competencies. The
underlying theory is the concept of training, the concept of andragogy, the concept of
independence and the concept of competence, the concept of CEFE and the concept of
MSMEs. The method is research and development, combining qualitative and
quantitative approaches. The results showed that: the CEFE training model had never
been carried out in a training program in Cimahi City. The CEFE Training Model
emphasizes game simulation and business process simulation assuming adults learn. The
results of the effectiveness test show that there are differences in the entrepreneurial
abilities of MSME actors before and after participating in the CEFE training model, with
a high correlation. The correlation test of the t value, shows that there is a dependence of
the pre-test score on the results of the CEFE training in improving entrepreneurial skills.
The post-test value shows that the entrepreneurial ability has a high tendency. It can be
concluded that the CEFE training model for MSME actors has had a significant impact on
the knowledge and skill competencies of the trainees. Theoretical Implications: The
application of the CEFE training model has a good impact on adult learning outcomes,
does not always use technology, but involves the five senses, the results are better in
remembering and understanding the material. The practical implications of the CEFE
training model are effective for delivering training materials so that they can re-motivate
MSME actors.
Keywords: Training concept, CEFE concept, independence and UMKM concep
PENGARUH METODE PENYADARAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA WARGA BELAJAR KEAKSARAAN : Studi dilakukan pada Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Salah satu penyebab terjadinya buta huruf kembali bagi warga belajar keaksaraan adalah faktor minat baca yang belum memasyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk : mendeskripsikan langkah-langkah dan metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar pendidikan keaksaraan di PKBM se-Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi; menganalisis pengaruh metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar keaksaraan fungsional di PKBM se-Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi; mengetahui keunggulan dan kelemahan metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar pendidikan keaksaraan di PKBM se-Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Teori Metode Penyadaran Paulo Friere terdiri dari 2 indikator metode penyadaran yaitu: 1. Kampanye kemampuan baca tulis hitung 2. Kampanye pasca kemampuan baca tulis.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui komunikasi tidak langsung menggunakan instrumen kuesioner, jawaban tertutup berskala lima model likert yang dimodifikasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah 200 warga belajar keaksaraan fungsional di 5 PKBM yang ada di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi yang memiliki keterlibatan dalam program keaksaraan. Teknik untuk ukuran sampel yang diambil adalah sampel random yaitu sebanyak 60 orang, sesuai dengan proporsi jumlah tiap anggota populasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Uji korelasi dengan menggunakan Pearson Product Moment menghasilkan nilai korelasi 0,467 nilai ini menunjukkan cukup kuat pengaruh metode penyadaran terhadap meningkatnya minat baca warga belajar keaksaraan, dengan koefisien determinasi sebesar 47% hal ini berarti bahwa minat baca warga belajar dipengaruhi oleh faktor penerapan metode penyadaran sebesar 47% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yaitu faktor sarana dan prasarana, kurikulum dan tenaga pendidik.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa deskripsi langkah-langkah metode penyadaran yang dilakukan oleh tutor sesuai apa yang telah disusun oleh tim tutor dari fase I kampanye kemampuan baca tulis hitung (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan tindak lanjut) dan fase II kampanye pasca kemampuan baca tulis. Analisis dari metode penyadaran dan minat baca dari hasil angket yang disebar mengindikasikan bahwa sebaran data akan persepsi responden terhadap metode penyadaran (X) dan minat baca variabel X pada program pendidikan keaksaraan fungsional baik. Pengaruh dari metode penyadaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat baca warga belajar keaksaraan.
One of the causes of post- illiteracy amongst the participants of literacy programme is the factor of un-socialized reading culture. Based on this factor, this research aims to: describe the appropriate steps and methods of conscientization with the intent of improving the reading culture of the literacy learners of PKBMs within Southern Cimahi Sub-district in Cimahi city council; analyse the impact of conscientization towards the reading culture of the literacy participants within the respective PKBMs of Southern Cimahi city council; to establish the weaknesses and strengths of the method of conscientization (awareness creation) in improving the learners’ reading culture within the PKBMs of Southern Cimahi Sub-district in Cimahi city council.
The theory of conscientization propounded by Paulo Friere consists of two indicators of awareness, they are: 1) The campaign of reading-writing-counting ability, 2) The campaign of post-ability of reading and writing.
In this research, the researcher used descriptive analysis method. The techniques of data collection were; indirect communication through use of questionnaires, closed answer with a 5 scale model. The technique of data analysis was simple regression. The respondent of this research was a sample of 200 literacy programme participants derived from five PKBMs located in Southern Cimahi Sub-district. The technique for measurement was random sampling of about 60 respondents; this was taken in proportion of the existing number of participants.
The result of this research shows that testing the correlation using Pearson’s product moment leads to a value of 0,467. This value indicates that the influence of awareness creation method greatly improves the learners’ reading culture by a determination coefficient of about 47%. This implies that, the learner’s reading culture is influenced by the Freire’s conscientization method by 47%. And the rest of the factors are influenced by other factors which are not observed in this research. They are the medium of facilitation, infrastructure, curriculum and the educator factor.
The conclusion from the findings of this research shows that: the steps of conscientization method by the tutors’ matches with the phases arranged by the team of tutors ranging from the first phase campaign of reading-writing-counting ability (planning, organization, implementation, controlling, evaluation and the follow up) and the second phase campaign of post-ability of reading and writing. The analysis of awareness method and reading interest from the questionnaire indicate that the perception of the respondents toward the awareness (X) and the reading interest variable (Y) at the functional alphabet education program is good
Pengaruh metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar keaksaraan (studi dilakukan pada Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi)
Salah satu penyebab terjadinya buta huruf kembali bagi warga belajar keaksaraan adalah faktor minat baca yang belum memasyarakat. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan langkah-langkah dan metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar pendidikan keaksaraan di PKBM se-kecamatan Cimahi Selatan, kota Cimahi; menganalisis pengaruh metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar keaksaraan fungsional di PKBM se-kecamatan Cimahi Selatan, kota Cimahi; mengetahui keunggulan dan kelemaham metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar pendidikan keaksaraan di PKBM se-kecamatan Cimahi Selatan, kota Cimahi. Teori metode penyadaran Paulo Friere terdiri dari dua indikator metode penyadaran yaitu: 1. kampanye kemampuan baca tulis hitung 2. kampanye paska kemampuan baca tulis.
Penelitian ini menggunakan metode desktiptif analisis.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa deskripsi langkah-langkah metode penyadaran yang dilakukan oleh tutor sesuai apa yang telah disusun oleh tim tutor dari fase I kampanye kemampuan baca tulis hitung (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi dan tindak lanjut) dan fase II kampanye pasca kemampuan baca tulis. Analisis dari metode penyadaran dan minat baca dari hasil angket yang disebar mengindikasikan bahwa sebaran data akan persepsi responden terhadap metode penyadaran (X) dan minat baca variabel X pada program pendidikan keaksaraan fungsional baik. Pengaruh dari metode penyadaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat baca warga belajar keaksaraan
Pengaruh metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar keaksaraan
Penelitian ini bertujuan untuk : mendeskripsikan langkah-langkah dan metode penyadaran, menganalisis pengaruh dan mengetahui kelebihan dan kelemahan metode penyadaran dalam meningkatkan minat baca warga belajar pendidikan keaksaraan di PKBM se-Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Teori Metode Penyadaran Paulo Fiere terdiri dari 2 indikator metode penyadaran yaitu : 1. Kampanye kemampuan baca tulis hitung 2. Kampanye pasca kemampuan baca tulis.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Teknis analisis data adalah regresi sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah 200 warga belajar keaksaraan fungsional di 5 PKBM di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi yang memiliki keterlibatan dalam program keaksaraan. Jumlah sampel yaitu sebanyak 60 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji korelasi dengan menggunakan Pearson Product Moment menghasilkan nilai korelasi 0,467 nilai ini menunjukkan cukup kuat pengaruh metode penyadaran terhadap meningkatnya minat baca warga belajar keaksaraan, dengan koefisien determinasi sebesar 47% hal ini berarti bahwa minat baca warga belajar dipengaruhi oleh faktor penerapan metode penyadaran sebesar 47% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yaitu faktor sarana dan prasarana, kurikulum dan tenaga pendidik.
Kesimpulan bahwa deskripsi langkah-langkah metode penyadaran yang dilakukan oleh tutor sesuai apa yang telah disusun oleh tim tutor dari fase I kampanye kemampuan baca tulis hitung dan fase II kampanye pasca kemampuan baca tulis. Pengaruh dari metode penyadaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat baca warga belajar keaksaraan
GHEORGHE CUCU – THE COMPOSER'S CREATIONS IN MANUSCRIPT
In 1970, I.B.M.B.O.R. (The Missionary Biblical Institute of the Romanian Orthodox Church) published “Hymns of the Divine Liturgy arranged for mixed chorus”. This work contains only 50 hymns – just a small section of the composer’s creation. Nicolae Lungu, the author of the foreword on this edition, mentioned: “many hymns were issued in booklets, handbooks and musical periodicals; other hymns were preserved in manuscript, waiting to be published” (Gheorghe Cucu, Cântările Sfintei Liturghii..., (Holy Liturgy Songs...), Bucharest, 1970, p. IV). In this study we refer to the manuscripts kept in the Romanian Academy Library. Albeit much of Cucu’s musical scores were published and were shared by most of the Romanian and Diaspora choirs, there still remains an unexplored part of Cucu’s creation that completes the image of his personality as composer, conductor and professor
Analisis mutu kursus
Studi ini bertujuan untuk mengetahui mutu lembaga kursus yang ada di Indonesia melalui indikator ketersediaan layanan pendidikan kursus, indikator kualitas layanan pendidikan dan indikator kesetaraan layanan pendidikan kursus. Kajian teoritis pada penelitian ini adalah konsep kursus dan konsep mutu/kualitas. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan teknik studi dokumentasi. Populasi kajian ini adalah semua lembaga kursus di Indonesia. Jumlah sampel terpilih adalah lembaga kursus yang tersebar di 33 provinsi
Model Pendekatan Kompetensi Pembelajaran Kesetaraan Program Paket C Di PKBM Ash-Shoddiq Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar, materi, metode, media, sumber belajar dan analisis kebutuhan pembelajaran di PKBM paket C Ash-Shoddiq untuk melaksanakan diklat yang relevan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam desain penelitian. Pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data sebagai model interaktif. Kajian dilakukan di PKBM Ash-Shoddiq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi hasil belajar lebih erat kaitannya dengan keterampilan atau kemampuan. Unsur-unsur proses belajar mengajar sangat besar pengaruhnya terhadap jalannya proses belajar mengajar, unsur-unsur tersebut adalah objek yang akan dikuasai (siswa), pelatih (pelatih/pengajar), interaksi antara siswa dan guru. , tujuan pembelajaran, alat dan metode serta lokasi kejadian (lingkungan pendidikan). Metode, media dan materi pembelajaran juga dibangun dalam satu kesatuan sistem yang lebih banyak memanfaatkan kondisi lingkungan. Program paket C satuan pendidikan nonformal memenuhi kebutuhan masyarakat akan makna pendidika
EFEKTIVITAS MENTORING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN: Studi pada Program UI/UX Design Studi Independen Bersertifikat Batch 4 di Startup Campus
Studi Independen Bersertifikat merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kualitas pembelajaran pada setiap peserta sangat ditentukan oleh kemampuan peserta dalam mengorganisasikan diri dalam belajar. Di samping itu, proses mentoring oleh mentor menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pembelajaran dalam program tersebut. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mentoring (variabel X) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran (variabel Y) pada program UI/UX Design Studi Independen Bersertifikat Batch 4 di Startup Campus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel diambil menggunakan teknik Slovin dengan toleransi kesalahan tertentu, yang menghasilkan sejumlah responden dari populasi peserta. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata mentoring berada pada kategori tinggi, begitu pula dengan skor rata-rata kualitas pembelajaran yang juga termasuk dalam kategori sangat tinggi. Secara khusus penelitian menemukan: 1) mentoring memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, dengan kontribusi yang cukup besar; 2) dua fungsi utama mentoring, yaitu fungsi karier dan fungsi psikososial memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan peserta; 3) kualitas pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah peserta mengikuti mentoring. Hal ini menunjukkan bahwa mentoring menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan suatu individu dalam pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan untuk mengoptimalkan mentoring dalam meningkatkan pengalaman pembelajaran, terutama pembelajaran secara daring. Implikasi mentoring yang terstruktur dapat membantu peserta mencapai tujuan pembelajaran dan meningkatkan kesiapan mereka dalam dunia kerja.
Certified Independent Study is part of Merdeka Belajar Kampus Merdeka which is designed to provide a meaningful learning experience. The quality of learning for each participant is largely determined by their ability to organize themselves in learning. In addition, the mentoring process by mentors is an important factor in determining the quality of learning in the program. Based on this, this study aims to analyze the effectiveness of mentoring (variable X) in improving the quality of learning (variable Y) in the UI/UX Design Certified Independent Study Batch 4 program at Startup Campus. The research used a quantitative approach with a descriptive method. The sample was taken using the Slovin technique with a certain error tolerance, which resulted in several respondents from the participant population. Data were collected through distributing questionnaires and analyzed using simple linear regression. In general, the results showed that the average score of mentoring was in the high category, as well as the average score of learning quality which was also in the very high category. Specifically, the study found: 1) mentoring has a significant influence on improving the quality of learning, with a considerable contribution; 2) the two main functions of mentoring, namely career function and psychosocial function play an important role in supporting the development of participants; 3) the quality of learning showed a significant improvement after participants participated in mentoring. This shows that mentoring is one of the keys to developing an individual in learning. This research recommends optimizing mentoring to enhance the learning experience, especially online learning. Structured mentoring implies that it can help participants achieve their learning goals and improve their readiness in the world of work
Contributions to Using IT in Education: An Educational Video Player
Following the trends of IT use in education we propose four main principles of educational application development: anytime-anywhere access (including access for mobile devices); user-generated content; assigning users an active role inside the platform; creating a correlation between natural activities and educational activities – adding fun into the equation. With these principles in mind we developed a small Educational Player – a movie player that connects to a database to show information relevant to the events in the movie, more specific to the exact key-frame (in the movie time-line) at the moment of the request. Though the application is still in a conceptual form, its possibilities make us confident in its future success either as an informal way of learning, or by using it in a formal educational context either as an e-learning tool, either as interactivity tool in a traditional classroom setting.E-learning, Educational Technologies, Multimedia Applications
- …
