11 research outputs found
PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2013-2017
ABSTRAK Nilai perusahaan berkaitan dengan harga saham, semakin tinggi harga saham maka akan semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapatkan oleh pemegang saham maka nilai yang dimiliki perusahaan semakin naik. Nilai perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dengan periode pengamatan tahun 2013-2015 yang berjumlah 151 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sejumlah 11 perusahaan. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS.
Berdasarkan hasil analisis datamenunjukkan bahwa kebijakan dividen (DPR) dan profitabilitas (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), sedangkan ukuran perusahaan (Size) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini senilai 0,858 yang mana menunjukkan bahwa 85,8% variasi variabel nilai perusahaan (PBV) dapat dijelaskan oleh variasi variabel kebijakan dividen (DPR), profitabilitas (ROE), dan ukuran perusahaan (Size). Sementara itu sisanya sebesar 14,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.
Kata kunci: nilai perusahaan, kebijakan dividen, profitabilitas, ukuran perusahaa
PENGARUH MOTIVASI, STRES KERJA, DAN SELF ESTEEM TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI LOCUS OF CONTROL (STUDI PADA PERUSAHAAN PROPERTY "PROCITY" SURABAYA)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi, stres kerja, dan self esteem terhadap kinerja karyawan melalui locus of control pada PT. Procity Surabaya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan karyawan yang bekerja di PT. Procity yang terdiri dari beberapa divisi diantaranya pemasaran, akuntan, pajak, legal, dan public relation. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan menghasilkan 90 sampel karyawan. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian menggunakan bantuan aplikasi pengolahan data Smart PLS 3.0.
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan, stres kerja berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, self esteem berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerjaa karyawan melalui locus of control, stres kerja berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan melalui locus of control, dan self esteem berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui locus of control
The effect of motivation, work stress, and self esteem on employee performance through locus of control
This study aimed to investigate the effect of motivation, work stress, and self-esteem on employee performance through locus of control at PT. Procity Surabaya. The population of this study were employees of PT. Procity that involves several divisions, such as: marketing, accountants, tax, legal, and public relations. The sampling technique was purposive sampling that observed 90 employees as samples. Moreover, the analysis technique applied a data processing application, i.e., the SmartPLS 3.0
As the results of data analysis, this study indicated that the motivation had significant effect on employee performance; the work stress had insignificant effect on employee performance; the self-esteem had significant effect on employee performance, the motivation had insignificant effect on employee performance through locus of control; the work stress had insignificant effect and on employee performance through locus of control; and the self-esteem had significant effect on employee performance through locus of control
ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA DEPARTEMEN GALANGAN KAPAL
This study analyzes the effect of workload and motivation on work productivity in one of the shipyard departments in Surabaya. The problem stems from project delays and high overtime hours, which indicate an imbalance in workload distribution and potentially low employee motivation. A quantitative causal study using multiple linear regression analysis was employed, and data were collected through questionnaires distributed to 36 employees using a saturated sampling technique. The results indicate that workload and motivation have a positive and significant effect on work productivity. Theoretically, this study contributes to strengthening the empirical evidence of the relationship between workload, motivation, and productivity. From a managerial perspective, the findings suggest that balanced workload distribution and improved employee motivation can help management reduce project delays and minimize overtime hours
ANALYSIS OF POLLUTION LOAD IN THE WELANG RIVER DOWNSTREAM BASED ON ORGANIC AND HEAVY METAL PARAMETERS
To assess water pollution in the downstream of the Welang River, this research examines several key water quality indicators, including organic indicators (DO, COD, TSS) and selected toxic substances such as ammonia, chromium, and sulfide. Water samples were collected from four monitoring stations representing the estuarine zone and analyzed using the Pollution Index method in accordance with Government Regulation No. 22 of 2021. The results showed that DO levels varied between 3,6-4,2 mg/L, with COD levels reaching up to 25 mg/L, respectively. The highest level of TSS concentration was recorded at Station 4 (200 mg/L), while the highest ammonia level at Station 2 (1,38 mg/L). Chromium and sulfide levels varied between 0,015–0,031 mg/L and 0,0016–0,0029 mg/L. By integrating both organic and toxic parameters within a unified assessment framework, this approach offers a more detailed characterization of estuarine pollution—an area often underrepresented in national water quality monitoring programs. The analysis indicates that all stations are moderately to heavily polluted. These conditions are likely caused by a combination of domestic waste, agricultural runoff, and effluents from nearby industrial activities. These insights are intended to support better environmental planning and pollution control strategies, especially in coastal and estuarine zones under growing human pressure
ANALISIS EKONOMIS PEMBELIAN DAN PENYEWAAN KAPAL TONGKANG PADA PERUSAHAAN PELAYARAN DI SAMARINDA
This study aims to evaluate the economic feasibility of procuring a 300-ft barge through two schemes: purchase and lease, within the operational context of a shipping company in Samarinda. The analysis employs Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), and Benefit-Cost Ratio (BCR). Linear regression is used to determine the optimal barge dimensions based on payload capacity. Results show that the purchase scheme yields an NPV of Rp 35.38 billion and an IRR of 12.05%, with a PP of 1 year and 11 months. Meanwhile, the lease scheme yields an NPV of Rp 7.85 billion and an IRR of 24%, with positive cash flow from the first year. This study offers strategic recommendations for shipping companies to select procurement models aligned with investment priorities and financial conditions
PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 1 NEGERI KATON KABUPATEN PESAWARAN
ABSTRAK
Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam Terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Kelas X Di SMA Negeri 1 Negeri Katon
Kabupaten Pesawaran. Adapun pendekatan yang penulis gunakan yaitu pendekatan kuantitatif,
pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian survey (survey research). Sumber
data yang diperoleh berupa data primer, adapun teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Sampel
dalam penelitian ini berjumlah 70 responden dengan menggunakan teknik penentuan sampel dengan cara
simple random sampling. Adapun proses analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana,
dengan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai variabel bebas atau independent dan Kedisiplinan
sebagai variabel terikat atau dependent. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, hasil
pengujian hipotesis Pembelajaran Pendidikan Agama Islam menunjukkan nilai > (4,845 >
1,995) atau positif dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian
ini menolak dan menerima Dan diperoleh nilai regresi linier sederhana yaitu Y = 28,167 + 0,399X
dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05 (nilai alpha), berdasarkan output yang diperoleh sebesar 0,399
artinya adalah jika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam semakin baik maka Kedisiplinan Peserta Didik
akan mengalami peningkatan sebesar 39,9%. Kemudian berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi
diperoleh nilai
(R Square) sebesar 0,257 atau 25,7%. Hal ini menunjukkan bahwa, pengaruh variabel
independent (Pembelajaran Pendidikan Agama Islam) terhadap variabel dependent (Kedisiplinan) adalah
sebesar 25,7% sedangkan 74,3% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam
penelitian ini. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap Kedisiplinan Peserta Didik.
Kata kunci : Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Kedisiplinan.
iv
ABSTRACT
The aim of this research is to find out whether there is an influence of Islamic Religious
Education Learning on the Discipline of Class X Students at SMA Negeri 1 Katon, Pesawaran
Regency. The approach that the author uses is a quantitative approach, data collection is carried
out using survey research methods. The data source obtained is primary data, while the data
collection technique is a questionnaire. The sample in this study consisted of 70 respondents
using a sample determination technique using simple random sampling. The data analysis
process uses simple linear regression analysis, with Islamic Religious Education Learning as the
independent variable and Discipline as the dependent variable. Based on the results of research
conducted by the author, the results of testing the Islamic Religious Education Learning
hypothesis show that the value of t_count >〖t〗_table (4.845 > 1.995) or positive with a
significance level of 0.000 < 0.05. Which means that the hypothesis in this study rejects
〖H〗_0 and accepts H_a. And the simple linear regression value obtained is Y = 28.167 +
0.399 .9%. Then, based on the results of the analysis of the coefficient of determination, the R^2
(R Square) value was obtained at 0.257 or 25.7%. This shows that the influence of the
independent variable (Islamic Religious Education Learning) on the dependent variable
(Discipline) is 25.7%, while 74.3% is influenced or explained by other variables not included in
this research. So it can be concluded that Islamic Religious Education Learning has a significant
influence on Student Discipline.
Keywords: Islamic Religious Education Learning, Discipline
TINJAUAN FIQIH SIYASAH TERHADAP PENERAPAN PASAL 297 UNDANG-UNDANG LALU LINTAS NOMOR 22 TAHUN 2009 MENGENAI PENANGANAN BALAP LIAR OLEH KEPOLISIAN SEKTOR TALANG PADANG KABUPATEN TANGGAMUS
ABSTRAK
Kenakalan remaja adalah suatu perilaku menyimpang yang dapat
meresahkan masyarakat dan lingkungan sekitar, seperti maraknya kegiatan
balapan liar di kalangan remaja tanpa mematuhi standar keamanan dan
keselamatan berkendara. Balap liar adalah kegiatan beradu cepat kendaraan,
baik sepeda motor maupun mobil, yang dilakukan diatas lintasan umum.
Artinya kegiatan ini sama sekali tidak digelar dilintasan balap resmi,
melainkan di jalan raya. Aksi tersebut merupakan aksi balap motor secara
ilegal yang dilakukan mayoritas dari para remaja yang jelas melanggar
ketentuan dan dapat dianggap sebagai kegiatan yang merugikan namun masih
ada saja masyarakat atau kalangan remaja yang melanggar sehingga
terjadinya kecelakaan. Aksi balapan liar merupakan tindakan yang melanggar
hukum dan sanksi yang seharusnya diberikan kepada pelaku balap motor liar
harus sesuai dengan sanksi yang tercantum dalam Undang-Undang tentang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Berdasarkan latar belakang masalah di atas,
maka penulis dapat mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut
yaitu,(1) Bagaimana Implementasi Pasal 297 Undang-Undang lalu lintas
Nomor 22 tahun 2009 mengenai penanganan Balap Liar oleh Polsek Talang
Padang Kabupaten Tanggamus? (2) Bagaimana Tinjauan Fiqih Siyasah
Terhadap Penanganan Balap Liar berdasarkan pasal 297 Undang-undang
nomor 22 tahun 2009 di Talang Padang Kabupaten Tanggamus?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
penelitian lapangan (field Research). Teknik pengumpulan data adalah
Observasi, wawancara dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan
adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek
penelitian yaitu 3 Anggota Kepolisian Sektor, 2 Pelaku Balap Liar, 1 Pemilik
Bengkel, 1 Pemilik Motor dan 2 Masyarakat Talang Padang.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Penerapan
Pasal 297 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 terhadap penanganan balap
liar dilakukan melalui dua tindakan yakni upaya represif dan preventif.
Upaya represif dengan menangkap pelaku serta motor-motor yang tertangkap
razia pada aksi balap liar tersebut untuk dilakukan pembinaan setelah itu
pemberian sanksi terhadap pelaku, sedangkan upaya Preventif/pencegahan
yakni melakukan patroli di lokasi yang sering terjadi aksi balap liar. (2)
Penerapan fiqih siyasah dalam Penerapan Pasal 297 UU No.22 Tahun 2009
terhadap penanganan balap liar di Talang Padang sejalan dengan prinsip
kemaslahatan fiqih siyasah. Penerapan pasal tersebut bertujuan untuk
menciptakan keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan bersama. Sanksi yang
lebih tegas dan komprehensif diharapkan dapat memberikan efek jera yang
lebih kuat dan mengurangi insiden balap liar. ABSTRACT
Juvenile delinquency is a deviant behavior that can disturb the
community and the surrounding environment, such as the rise of illegal
racing activities among teenagers without complying with safety and security
standards for driving. Illegal racing is an activity of competing vehicles, both
motorbikes and cars, which is carried out on a public track. This means that
this activity is not held on an official race track at all, but on the highway.
This action is an illegal motorcycle racing action carried out mostly by
teenagers who clearly violate the provisions and can be considered a
detrimental activity, but there are still people or teenagers who violate it,
resulting in accidents. Illegal racing is an act that violates the law and the
sanctions that should be given to perpetrators of illegal motorcycle racing
must be in accordance with the sanctions stated in the Law on Traffic and
Road Transportation. Based on the background of the problem above, the
author can put forward the following problem formulation, namely, (1) How
is the Implementation of Article 297 of Traffic Law Number 22 of 2009
concerning the handling of Illegal Racing by the Talang Padang Police,
Tanggamus Regency? (2) How does the Fiqh Siyasah Review relate to the
Implementation of Illegal Racing under Article 297 of Law Number 22 of
2009 in Talang Padang, Tanggamus Regency?
This study used a qualitative method with a field research approach.
Data collection techniques were observation, interviews, and documentation.
The data analysis techniques used were data reduction, data presentation,
and drawing conclusions. The research subjects were 3 Sector Police
Members, 2 Illegal Racers, 1 Workshop Owner, 1 Motorcycle Owner and 2
Talang Padang Residents.
Based on the research results, it can be concluded that (1) The
implementation of Article 297 of Law No. 22 of 2009 regarding illegal racing
is carried out through two measures: repressive and preventive measures.
Repressive measures involve arresting perpetrators and motorcycles caught
in raids for guidance and then imposing sanctions on the perpetrators.
Preventive measures involve patrolling locations where illegal racing
frequently occurs. (2) The application of Islamic jurisprudence (fiqh siyasah)
in the handling of illegal racing in Talang Padang aligns with the principle
of public welfare (kemaslahah) in Islamic jurisprudence. The application of
this article aims to create security, order, and shared prosperity. Firmer and
more comprehensive sanctions are expected to provide a stronger deterrent
effect and reduce illegal racing incidents
Implementation of the K-Means Algorithm on Household Electric Load
Peningkatan konsumsi energi listrik rumah tangga menuntut adanya strategi pengelolaan daya yang lebih efisien. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis pola konsumsi listrik adalah dengan menerapkan algoritma K-Means Clustering. Algoritma ini memungkinkan pengelompokan data konsumsi listrik berdasarkan kesamaan pola penggunaan daya, sehingga dapat membantu dalam memahami perilaku konsumsi energi rumah tangga serta memberikan rekomendasi efisiensi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma K-Means pada data konsumsi listrik rumah tangga yang dikumpulkan dengan interval satu menit selama periode tertentu. Data yang digunakan mencakup berbagai parameter kelistrikan seperti daya aktif, daya reaktif, tegangan, dan nilai sub-metering dari beberapa perangkat listrik. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan praproses data, penerapan algoritma K-Means untuk pengelompokan pola konsumsi daya, serta evaluasi hasil clustering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma K-Means mampu mengelompokkan pola konsumsi listrik rumah tangga menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat penggunaan daya. Pengelompokan ini dapat membantu pengguna dalam mengidentifikasi perangkat dengan konsumsi energi tinggi serta merancang strategi penghematan energi. Selain itu, hasil analisis dapat digunakan oleh penyedia layanan listrik untuk mengoptimalkan distribusi daya dan merancang kebijakan yang lebih efisien. Hasil penelitian optimal menunjukkan jumlah cluster=3
Implementasi Perbandingan Algoritma k-Means dan DB-Scan Pada Beban Listrik Rumah Tangga
Konsumsi daya listrik rumah tangga merupakan aspek penting dalam manajemen energi, terutama dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan listrik. Clustering merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengelompokkan pola konsumsi daya listrik berdasarkan karakteristik tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa algoritma K-Means dan Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) dalam mengelompokkan beban listrik rumah tangga. Dataset yang digunakan berasal dari Household Electric Power Consumption yang tersedia di Kaggle, yang mencatat konsumsi daya listrik rumah tangga dalam satuan menit selama beberapa tahun. Data yang telah diproses melalui tahapan pembersihan, normalisasi, dan reduksi dimensi kemudian diklasterisasi menggunakan K-Means dan DBSCAN. Evaluasi performa dilakukan berdasarkan Silhouette Score dan Davies-Bouldin Index untuk mengukur kualitas klaster yang dihasilkan oleh kedua algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-Means lebih unggul dalam mengelompokkan data dengan pola konsumsi yang jelas dan terdistribusi secara linier, sementara DBSCAN lebih efektif dalam mendeteksi klaster dengan kepadatan yang bervariasi serta mengidentifikasi data pencilan (outliers). Dengan demikian, pemilihan algoritma klasterisasi sangat bergantung pada karakteristik data dan tujuan analisis yang ingin dicapai
