1,722,462 research outputs found
Sukamto dan karya-karya grafisnya
Sukamto adalah salah satu dari beberapa seniman grafis lainya yang masih tetap konsisten menekuni seni grafis sampai sekarang. Banyak faktor yang mempengaruhi proses kreatifitas Sukamto, salah satu diantaranya adalah faktor lingkungan yang sangat berperan dalam setiap gagasan, ide, maupun gagasan yang melatar belakangi sebuah karya seni. Seni grafis khususnya
Peranan Amdal pada proyek busway di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta koridor VIII / oleh Sonny Sukamto
abstrak (A). NAMA : Sonny Sukamto (NIM : 205020052) (C). Judul Skripsi : ?PERANAN AMDAL PADA PROYEK BUSWAY DI DAERAH KHUSUS IBU KOTA JAKARTA KORIDOR VIII?. (D). Halaman : ix + 71 + 35 + 2008 (E). Kata Kunci : Peranan AMDAL dalam Proyek Bus Way (F). Isi : Pembangunan dilakukan dengan memanfaatkan secara terus-menerus sumber daya alam guna meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup rakyat. Dalam pelaksanaan pembangunan perlu diupayakan untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam guna meningkatkan kualitas kehidupan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan nasional dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan pada kehidupan di sekitarnya. Upaya pengendalian dampak lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari tindakan pengawasan agar ditaatinya ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup. Suatu perangkat hukum yang bersifat preventif berupa ijin melakukan usaha dan/atau kegiatan lain. Oleh karena itu, dalam ijin harus dicantumkan secara tegas syarat dan kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan lainnya. Faktor-faktor apa saja yang menjadi alasan tetap berjalannya proyek Busway di Jakarta Koridor VIII tanpa penerapan AMDAL? Bagaimana pertanggungjawaban yuridis dari Dinas Perhubungan yang tidak melakukan AMDAL tepat pada waktunya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup?. Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dan penelitian hukum empiris. Alasan tetap dijalankanya proyek jalan Busway koridor VIII antara lain : bahwa Jalan Metro Pondok Indah sudah merupakan jalan nasional, jadi proyek ini merupakan proyek pemerintah. Pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan amdal pembangunan koridor VIII busway ini adalah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah, dan Dewan Transportasi Kota. Sebaiknya sebelum pekerjaan Busway Koridor VIII dijalankan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memiliki analisis dampak lingkungan (amdal) dan Pemprov DKI Jakarta melakukan pengujian amdal yang akan diterapkan untuk Koridor VIII. (G). Acuan : 35 ( 1962-2007) (H). Pembimbing : Dr. Gunawan, Djajaputra, S.H, M.H., S.S (I). Penulis Sonny Sukamt
EVALUASI PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA BANK MANDIRI CABANG R SUKAMTO
Email: [email protected]
This final report entitled "Evaluation of Internal Control Over Procedure Credit Bank MandiriCabang R Sukamto" The purpose of this final report to evaluate and determine Internal Control Over Procedure credit at Bank MandiriCabang R Sukamto. These results indicate that the application of internal control evaluation element in improving credit procedures at Bank MandiriCabang R Sukamto not terjalan well as Bank Mandiri still not implementing the Regulation of Bank Indonesia. As well as the factors that have an impact on internal controls of Bank Mandiri rated inadequate this can be seen from the five elements that show Bank MandiriCabang R Sukamto yet to implement the Bank Indonesia regulation that has existed about credit procedures
Manajemen Risiko Produksi Jamur Tiram Putih pada Unit Usaha Milik Bapak Sukamto di Desa Cipayung Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor
Sektor pertanian hortikultura memiliki prospek yang besar untuk dikembangkan, hal ini terkait dengan banyaknya varietas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dibudidayakan secara tepat. Peningkatan konsumsi masyarakat terhadap sayuran disebabkan pola hidup sehat yang telah menjadi gaya hidup masyarakat. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap perkembangan bisnis jamur yang merupakan salah satu bagian dari komoditas sayuran yang baik untuk kesehatan. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha jamur tiram putih milik Bapak Sukamto adalah produktivitasnya bervariasi setiap bulannya. Hal ini mengindikasi adanya risiko produksi, oleh karena itu diperlukan adanya manajemen dalam mengatur proses produksi untuk dapat meminimalisasi risiko yang dapat mengganggu jalannya proses budidaya jamur tiram putih sehingga pendapatan usaha dapat ditingkatkan. Adanya risiko produksi yang dialami dalam melakukan usaha budidaya jamur berpengaruh terhadap pemenuhan permintaan jamur tiram putih. Produksi jamur tiram putih meningkat setiap tahunnya, akan tetapi belum dapat memenuhi permintaan pasar. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengindentifikasi sumber-sumber risiko produksi dalam usaha budidaya jamur tiram putih pada usaha Bapak Sukamto, (2) menganalisis probabilitas dan dampak risiko yang disebabkan oleh sumber-sumber risiko produksi pada kegiatan usaha budidaya jamur tiram putih milik Bapak Sukamto, dan (3) menganalisis strategi penanganan risiko yang dilakukan untuk mengatasi risiko produksi pada usaha budidaya jamur tiram putih milik Bapak Sukamto. Hasil analisis ini akan menunjukkan status risiko dalam perusahaan yang akan dipetakan ke dalam peta risiko. Peta risiko ini akan menunjukkan posisi risiko dalam perusahaan. Setelah mengetahui posisi risiko, hal selanjutnya yang dilakukan adalah mempelajari penanganan risiko yang tepat untuk meminimalkan risiko yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada usaha budidaya jamur Bapak Sukamto, terdapat sumber-sumber risiko produksi yang teridentifikasi pada usaha budidaya jamur tiram ini. Sumber-sumber risiko tersebut berasal dari manusia, alam serta teknologi. Sumber risiko manusia yaitu kurangnya keterampilan tenaga kerja, sumber risiko yang berasal dari alam adalah hama dan penyakit pada jamur tiram putih yang tidak dapat diprediksi serta sumber risiko yang berasal dari teknologi yaitu teknologi pengukusan. Sumber-sumber risiko tersebut dapat menimbulkan produksi jamur tiram putih pada usaha milik Bapak Sukamto mengalami penurunan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis risiko produksi jamur tiram putih milik Bapak Sukamto. Penilaian risiko dilakukan dengan mengukur tingkat risiko menggunakan ragam (variance), simpangan baku (standard deviation), dan iii koefisien variasi (coefficient variation). Indikasi adanya risiko produksi pada usaha jamur tiram putih milik Bapak Sukamto dapat dilihat dengan adanya fluktuasi produktivitas yang didapatkan setiap periodenya. Dari hasil penilaian risiko yang menggunakan ukuran coefficient variation, diketahui bahwa usaha jamur tiram putih milik Bapak Sukamto menghadapi risiko produksi sebesar 0,10. Artinya, untuk setiap satu satuan rupiah yang diperoleh usaha jamur tiram milik Bapak Sukamto, maka risiko (kerugian) yang dihadapi adalah sebesar 0,10 atau 10 %. Nilai probabilitas sumber risiko yang tertinggi adalah teknologi pengukusan (sterilisasi) yaitu sebesar 46,4 %, diikuti oleh sumber keterampilan tenaga kerja 41,7 % penyakit sebesar 35,2 %, dan sumber risiko hama sebesar 33,7 %. Nilai dampak sumber risiko yang tertinggi adalah teknologi pengukusan (sterilisasi) yaitu sebesar Rp 138.625.507,40 diikuti oleh sumber risiko keterampilan tenaga kerja sebesar Rp 83.156.725,33 sumber risiko akibat penyakit sebesar Rp 41.587.652,21 serta hama sebesar Rp 13.862.550,73. Strategi yang dapat dilakukan oleh usaha budidaya jamur Sukamto adalah dengan strategi preventif dan strategi mitigasi. Strategi preventif dilakukan untuk mencegah agar sumber risiko tidak terjadi sedangkan strategi mitigasi dilakukan apabila sumber-sumber risiko sudah terjadi. Strategi preventif direkomendasikan untuk risiko yang probabilitasnya tinggi yaitu penyakit, diatasi dengan melakukan perencanaan pembibitan dengan baik, menambah intensitas pemeriksaan terhadap baglog yang sudah dipanen, agar tidak ada batang jamur yang tertinggal yang dapat menimbulkan penyakit dan teknik penyimpanan baglog di dalam ruang pemeliharaan lebih ditata dengan baik. Strategi mitigasi direkomendasikan untuk risiko yang memiliki dampak yang besar yaitu teknologi pengukusan dan penyakit, strategi yang direkomendasikan adalah dengan membeli autoclave yang baru untuk mengganti penggunaan drum pengukus, pengawasan oleh pemimpin pada saat proses pengukusan, pemimpin melakukan tindakan tegas dalam mengarahkan dan membimbing tenaga kerja dan keterampilan tenaga kerja dapat ditingkatkan dengan mengikuti penyuluhan atau pelatihan-pelatihan
Bibliotherapy: An alternative therapy in dealing with adolescent problems
Studies in psychiatry and psychology have been conducted to find alternatives of therapies to deal with the adolescent problems. One of the alternatives is bibliotherapy. Recently, the studies of bibliotherapy in Indonesia, especially in Surabaya, have been increasing. The purpose of this article is to explore the effectiveness of bibliotherapy in dealing with the adolescent problems based on theoretical review and results of some studies on bibliotherapy (Novitawati, Rahayu, & Lasmono, 2001; Sukamto, 2005; Hidayat, 2008; Patricia, 2007; Suprapto, 2009). Some studies proved that bibliotherapy was effective in reducing smoking behavior (Novitawati et al., 2001), body image dissatisfaction (Sukamto, 2005), and enhancing self-concept (Patricia, 2007), whereas the other studies (Hidayat, 2008; Suprapto, 2009) still could not prove the significant effectiveness
KONTESTASI SIMBOLIK PERUPA AGUS “KOECINK” SUKAMTO DALAM ARENA SENI RUPA DI KOTA SURABAYA
Tesis berjudul “Kontestasi Simbolik Perupa Agus “Koecink”
Sukamto dalam Arena Seni Rupa di Kota Surabaya” ini memfokuskan
kajiannya pada keberadaan kontestasi simbolik seorang perupa dalam arena
seni rupa. Subjek penelitian ini perupa Agus “Koecink” Sukamto yang terlibat
berkarya dengan menggunakan ide dan gagasan agar bisa diterima masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan, yaitu 1). Bagaimana
kondisi arena seni rupa Surabaya menjadi latar praktik berkesenian Agus
Koecink, 2). Bagaimana strategi Agus Koecink untuk meraih legitimasi dalam
arena seni rupa di Surabaya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tesis ini
menyandarkan metodenya pada penelitian berparadigma kualitatif dengan
pendekatan sosiologi seni. Sebagai penajaman, peneliti menggunakan teori
Arena Produksi Kultural milik Pierre Felix Bourdieu. Teori tersebut mewujud
dalam sebuah bentuk sistem pemikiran yang berhasil mengungkap langkah
pola-pola praktik sosial yang dilakukan individu untuk menjawab
permasalahan yang dimunculkan dalam penelitian.
Setelah analisis, didapatkan hasil temuan bahwa dalam arena seni
rupa di Surabaya, legitimasi yang berhak didapatkan Agus “Koecink”
Sukamto adalah legitimasi borjuis dengan ditunjukan beberapa pengakuan dari
pemerintah. Agus Koecink melakukan praktik kompetitif dengan para perupa
di kota Surabaya. Strategi Agus Koecink untuk meraih legitimasi dalam arena
seni rupa di Surabaya dengan cara: 1) Modal ekonomi. Hasil menjual lukisan,
karya yang dikoleksi oleh para kolektor dan studio seni rupa merupakan
kekuatan modal ekonomi yang dimiliki oleh Agus Koecink. 2) Modal sosial.
Kepercayaan pemerintah kepada Agus Koecink, merupakan kekuatan modal
sosial. 3) Modal simbolik. Kepercayaan pemerintah Perancis mengundang
perupa Agus Koecink untuk mengerjakan ruang ASIA di Perancis. Strategistrategi
tersebut yang membuat Agus Koecink meraih legitimasi dalam arena
seni rupa di kota Surabaya
- …
