40 research outputs found
PENGARUH PENERAPAN SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KONSENTRASI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENJAS (Studi Eksperimen pada Siswa SMP Negeri 51 Bandung)
PENGARUH PENERAPAN SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KONSENTRASI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENJAS
(Studi Eksperimen pada Siswa SMP Negeri 51 Bandung)
Cecep Ramdani
Email: [email protected]
Program Studi PJKR, Universitas Pendidikan Indonesia
Pembimbing I: dr. Lucky Angkawidjaja R, M.Pd
Pembimbing II: Suherman Slamet, M.Pd
ABSTRAK
Masalah konsentrasi tentunya memengaruhi proses pembelajaran siswa sehingga diperlukan adanya perhatian khusus dan kreativitas guru agar siswa lebih berkonsentrasi. Konsentrasi belajar bisa diterapkan melalui self regulated learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan self regulated learning berpengaruh terhadap konsentrasi siswa melalui pembelajaran pendidikan jasmani. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain menggunakan One group Pretest-Post Test Design. Penelitian dilaksanakan di SMPN 51 Bandung siswa kelas VII. Sampel pada penelitian ini adalah 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes Grid Concentration Exercise. Pengujian analisis data menggunakan teknik Paired T-Test dengan pengambilan keputusan menggunakan perbandingan berdasarkan nilai probabilitas. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan rata-rata hasil pretest yaitu sebesar 11,00 dan posttest sebesar 13,16. Dari hasil uji hipotesis menggunakan uji t pada taraf kepercayaan 95% didapat diperoleh signifikansi (Sig.) sebesar 0,006 < 0,05. Dapat disimpulkan dengan kata lain terdapat pengaruh dalam penerapan self regulated learning terhadap konsentrasi siswa melalui pembelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri 51 Bandung.
Kata Kunci: Self Regulated Learning, Konsentrasi, Pembelajaran Penjas
THE EFFECT OF THE IMPLEMENTATION OF SELF REGULATED LEARNING TOWARDS STUDENTS’ CONCENTRATION THROUGH PHYSICAL EDUCATION LEARNING
(An Experimental Study in SMPN 51 Bandung)
Cecep Ramdani
Email: [email protected]
Program Studi PJKR, Universitas Pendidikan Indonesia
Supervisor I: dr. Lucky Angkawidjaja R, M.Pd.
Supervisor II: Suherman Slamet, M.Pd.
ABSTRACT
Concentration problem of learning influences students' learning process. Thus, there should be special attention and creativity of the teacher to make the students have higher level of concentration.This study aimed to recognize whether the implementation of self regulated learning influences the concentration of the students through physical education learning. The method of this study was an experiment using One Group Pre test – Post test design. The sample of this study was 32 students of the seventh grade of middle school students. The sample was taken by simple random sampling. The instrument of the study was Grid Concentration Exercise. The data analysis technique was Paired t-test based on the calculation of the probability value. The result showed that the post-test value which is 13,16 is greater than pre-test which is 11,00 with probability value which is 0,006 < 0,05. In conclusion, there is a significant influence of the implementation of self regulated learning towards the students' concentration through physical education learning on middle school students.
Key words: Self Regulated Learning, Concentration, Physical Education Learnin
Learning Community Management in Improving the Quality of Learning in Elementary Schools
The underutilization of school learning communities in improving learning quality and teacher competence is still a concern. This study explores planning, organizing, implementing, and evaluating learning communities at SD Negeri Galudra and SD Negeri Manangga Sumedang (April 9–16, 2025) using observation, interviews, and documentation.Findings indicate a strong link between rising Education Report scores and effective management. The program works through four stages. Planning includes forming teams, setting goals, commitments, strategies, schedules, and budgets. Organization builds resilient teams, assigns responsibilities, and establishes structures. Implementation involves analyzing Education Report results, studying the Pancasila Student Profile (P5), developing P5 modules, and holding open learning activities. Supervision/Evaluation is done through reflection, group assessment, and follow-up plans. Overall, the learning community is managed effectively, though challenges remain in commitment and time coordination. The solution is reinforcing shared responsibility and arranging short, regular schedules to ensure continuity amidst busy routines
The Challenges to Improving Public Services and Judicial Operations: A unique balance between pursuing justice and public service in Indonesia
This chapter explores judicial perspectives on sentencing minor drug offenders in Indonesia. As a basis for the framework for this study, a concept of Goffman on dramaturgy was used to explain the dramaturgical competence of the panel judges in their attempts to show accountability to their audiences (i.e., the sphere of politics, the public, and religion). Conceptualisation of this study stems from this author former self-identity as a judge but also from the author biography since the author more familiar with the practical pressure and challenges of lower court judges. This chapter contributes to knowledge by considering that the judicial awareness of the issues surrounding justice and public acceptance led to the situation where they were attempting to present a unique balance between pursuing justice and public service
Proses pengendalian dan pengawasan material kabel telpon dengan menggunakan bahasa pemrograman clipper 5.3 di Divisi Pembangunan PT.Telkom Indonesia
Prosesn pengendalian dan pengawasan material kabel telpon dengan pemrograman clipper 5.3 membantu kelancaran informasi dan komunikasi melalui jaringan telepon
Inhomogeneous spherical-earth finite element model of coseismic offset due to the 2012 Indian Ocean Earthquake
B-value and slip rate sensitivity analysis for PGA value in Lembang fault and Cimandiri fault area
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL “TEUN A VAN DIJK” TERHADAP TEKS WACANA BERITA DARING CNN INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan struktur makro dan struktur mikro teks wacana beritadaring Pemilukada serentak 2020 dilansir dari cnnindonesia.com menggunakan model Teun AVan Dijk. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi referensi pembaca berita untuk bisamenilai berita dengan sudut pandang yang lebih luas. Agar terhindar dari berita Hoax danbahkan ujaran kebencian yang marak terjadi di dunia maya.Hasil dari analisis beberapa beritamenunjukan sisi subjektivitas wartawan dan instansi media dalam menyuguhkan berita.Ada sisiyang diangkat dan ada yang secara tersirat dijatuhkan melalui narasi-narasi yangdibangun.Berdasarkan hal itu maka penulis mengarahkan pembaca untuk bisa memahami isiberita secara keseluruhan menggunakan poin-poin analisis menurut Teun A Van Dijk yangmudah untuk dipahami
Pengaruh pendapatan asli daerah terhadap Kemandirian Keuangan Daerah di Kabupaten Garut Periode 2012-2016
Kemandirian Keuangan Daerah (KKD) sangatlah penting untuk ditingkatkan demi tercapainya tujuan otonomi daerah secara utuh. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Garut, peneliti menemukan bahwa KKD Kabupaten Garut tahun 2012-2016 sangatlah rendah. Hal ini diduga dipengaruhi oleh rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut. Sehingga rendahnya KKD ini selalu menjadi hambatan dalam pencapaian target pembangunan daerah. Berdasarkan hasil olah data rasio kemandirian Kabupaten Garut memiliki rata-rata rasio 11,04% dari tahun 2012-2016. Artinya tingkat kemandirian keuangan Kabupaten Garut rendah sekali dan memiliki pola hubungan instruktif yang berarti peranan pemerintah pusat lebih dominan daripada kemandirian pemerintah daerah (daerah tidak mampu memaksimalkan otonomi daerah).
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, hasil pegelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lain-lain pendapatan asli daerah, serta PAD secara simultan terhadap KKD Kabupaten Garut tahun 2012-2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian assosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kabupaten Garut selama 5 tahun dari tahun 2012-2016. Data yang telah diolah terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik dengan kemudian uji hipotesis menggunakan uji regresi linier berganda, uji t, uji f, serta uji koefisien determinasi.
Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial dimensi PAD yang berpengaruh dan siginifikan terhadap KKD yaitu dimensi lain-lain pendapatan asli daerah dengan memperoleh nilai thitung (4,423) > ttabel (3,182) dengan presentasi pengaruh sebesar 64,8%. Adapun dimensi lainnya tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap KKD. Adapun secara simultan Uji-F, menunjukan bahwa Fhitung > Ftabel yaitu 17,657 > 10,13 dan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara seluruh dimensi PAD terhadap terhadap Kemandirian Keuangan Daerah tahun 2012-2016. Hal ini didukung juga dari nilai koefisiensi determinasi yaitu R^2 (R Square) sebesar 0,855 atau 85,5% yang menunjukan bahwa variabel independen PAD (pajak daerah, retribusi daerah, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah) dapat menjelaskan sebesar 85,5% variasi atau perubahan dari variabel dependen yaitu KKD. Sedangkan 14,5% dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis.
Cecep Imam Hidayat: The Effect of Local Original Income Against Regional Financial Independence in Garut Regency Period Year 2012-2016.
Regional Financial Independence (KKD) is very important to be improved in order to achieve the goals of regional autonomy as a whole. Based on the observations that researchers do in the Agency for Management of Finance and Regional Assets (BPKAD) Garut regency, researchers found that KKD Garut regency in 2012-2016 is very low. This is allegedly influenced by the low income of local (PAD) Garut regency. So low KKD is always a barrier in achieving the target of regional development. Based on the results if data independence ratio Garut Regency has an average ratio of 11.04% from 2012-2016. This means that the level of financial independence of Garut regency is very low and has an instructive relationship pattern which means the role of the central government is more dominant than the independence of local government (regions cannot to maximize regional autonomy).
The purpose of this research is to determine the effect of local taxes, regional retribution, the results of separated regional wealth management, other legitimate local revenue, and PAD simultaneously against KKD Garut regency in 2012-2016. The method used in this research is the method of associative research with quantitative approach. Population and sample in this research is Budget Realization Report (LRA) Garut Regency for 5 years from year 2012-2016. The data have been processed first done classical assumption testing with then hypothesis test using multiple linear regression test, t test, f test, and test coefficient of determination.
The result of this research shows that partially PAD dimension which influences and significant to KKD is dimension of other legitimate local revenue with the value thitung (4,423) > ttabel (3,182) with presentation of influence equal to 64,8%. The other dimensions have no significant effect on KKD. As for simultaneous Test-F, shows that Fhitung > Ftabel is 17,657> 10,13 and concluded that there is influence simultaneously between all dimension of PAD to towards Regional Financial Independence year 2012-2016. This is also supported by the determination coefficient value of R^2 (R Square) of 0.855 or 85.5% which indicates that the independent variables X (PAD) can explain 85.5% variation or change of dependent variable Y (KKD). While 14.5% influenced and explained by other variables not examined by the author
KOMIK LEGENDA POHON MAJA SEBAGAI MEDIA PENYAMPAIAN CERITA RAKYAT DAERAH MAJALENGKA
Cerita rakyat kini mulai tergantikan oleh kisah-kisah fiksi dari luar negeri yang mudah difahami dan memiliki daya tarik tersendiri. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, dapat mengikis atau mengilangkan sebuah mahakarya para leluhur. Hal tersebutlah yang mendorong penulis untuk menciptakan cerita dengan mengangkat cerita rakyat Majalengka ke dalam bentuk media komik, karena komik memiliki pendekatan yang baik untuk masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu bagaimanakah deskripsi unsur-unsur komik, ilustrasi, dan konsep pewarnaannya.
Metode dalam penciptaan ini, melalui proses ide berkarya, menganalisa kebutuhan, stimulasi, pengolahan ide, persiapan alat dan bahan, setelah itu barulah ke proses pembuatan komik. Penulis menggunakan teknik digital dalam pembuatannya, tahap-tahap tersebut yaitu membuat sinopsis, storyline, storyboard, karakter tokoh verbal, mendesain karakter tokoh, visualisasi komik, pencetakan dan penjilidan.
Unsur komik membahas isi cerita yang bertemakan cerita rakyat sebagai latar belakang kemudian disambung dengan cerita baru yang dikarang oleh penulis sendiri. Ilustrasi menggunakan gaya manga, panel dan macam-macam bentuk dan peralihannya, balon kata dengan berbagai jenisnya, efek suara yang dibuat menyerupai/mewakili sumber suaranya, dan garis gerak dalam komik yang dibuatuntuk memberikan efek gerak. Sedangkan untuk pewarnaan penulis menganalisis berdasarkan pencahayaan. Komik Legenda Pohon Maja yang begitu singkat ini akan susah menangkap sifat yang ada dalam diri setiap tokohnya, oleh karena itu penulis memberi warna pada setiap karakter sebagai simbol, Komik yang baik tidak hanya memiliki cerita yang menarik, namun harus ditunjang dengan teknik yang bagus agar menciptakan komik yang berkualitas. Dengan adanya komik Legenda Pohon Maja, diharapkan dapat menjadi media alternatif dalam menyampaikan cerita rakyat Majalengka dan menjadi upaya untuk pelestarian tradisi budaya lokal.
Folklore is now being replaced by fictional stories from abroad easily understood and has its own charm. Coupled with the rapid technological developments, can erode or mengilangkan a masterpiece of the ancestors. This is exactly what encourages writers to create stories with lift Majalengka folklore in the form of comics media, because the comic has a good approach to the community, especially children and adolescents. The problem of this thesis is how the description of the elements of comics, illustration, and coloring concept.
The method in this creation, the idea of working through the process, analyzing needs, stimulation, processing of ideas, tools and material preparation, only then to the process of making comics. The author uses digital techniques in the making, the stages that make synopsis, storyline, storyboard, character verbal character, the character design, comic visualization, printing and binding.
Discuss the contents of the comic elements of the story as folklore-themed background and then connected with a new story that is written by the author himself. Illustration using the manga style, panels and various forms and its transition, word balloons with various kinds, sound effects that resemble / represent the sound source, and the line of march in the comic dibuatuntuk motion effect. As for the coloring authors analyzed based lighting. Comic legend Maja Trees are so short this will be hard to capture the nature that exists within each of the characters, therefore the author gives color to each character as a symbol, not only a good comic has an interesting story, but it must be supported with a good technique to create comic quality. With the comic legend Trees Maja, is expected to be an alternative media to convey folklore Majalengka and be efforts for the preservation of local cultural traditions.
Keyword: Comics, Majalengka Folklor
