35 research outputs found
Pendidikan Kewirausahaan Dari Teori Ke Aplikasi Model Patriot Sejati
Buku ini merupakan salah satu dari seri buku pengembangan budaya kewirausahaan yang memaparkan kajian teori dan implementasinya dalam praktek berwirausaha di lapangan yang dipaparkan dalam 5 bagian. Bagian pertama buku ini memaparkan esensi pendidikan kewirausahaan untuk menjawab pertanyaan: apa, mengapa, bagaimana, dan untuk apa berwirausaha, serta perangkat kompetensi wirausaha dan alternatif model pendidikannya.
Bagian kedua buku ini membahas model teoretik pendidikan wirausaha, mulai dari konstruk teoretik, metode kerja operasional, sampai pada penerapannya ke dalam model PATRIOT.
Bagian ketiga memaparkan kajian empirik pendidikan kewirausahaan di dunia usaha dan industri (DUDI).
Bagian keempat memberikan gambaran tentang standar operasional pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi dan pemanfaatan teknologi-multimedia dalam Pendidikan Kewirausahaan.
Sebagai penutup, bagian kelima membahas rancangan evaluasi program pendidikan kewirausahaan
Pendidikan Kewirausahaan dari Teori ke Aplikasi Model Patriot Sejati : Seri Pengembangan Budaya Kewirausahaan
xii, 282 hlm.; 23 c
Pendidikan Kewirausahaan dari Teori ke Aplikasi Model Patriot Sejati : Seri Pengembangan Budaya Kewirausahaan
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS UMKM UNTUK MENGEMBANGKAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI
Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan alternatif Model Pendidikan Kewirausahaan terpadu berbasis UMKM dalam usaha menumbuhkembangkan budaya kewirausahaan perguruan tinggi. Sistem Pendidikan Kewirausahaan dengan fasilitas perangkat pendukung yang tersedia untuk kegiatan tridarma PT didasarkan pada pemikiran bahwa peningkatan kompetensi perilaku berkarya lulusan perguruan tinggi erat kaitannya dengan upaya meningkatkan daya saing output di pasar kerja. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah mengaitkan kompetensi utama program studi dengan program pengembangan budaya kewirausahaan yang melembaga. Dalam konteks kegiatan ini, budaya kewirausahaan mencakup penguasaan dasar konseptual dan prosedur mengimplementasikannya dalam kegiatan nyata di lokasi UMKM untuk menghasilkan produk karya cipta para pelaku kegiatan wirausaha. Kedua aspek itu kembangkan secara sistematik melalui kegiatan belajar yang berangkai dan berkesinambungan dalam disain blended learning dari teori ke aplikasi. Pengintegrasian kegiatan belajar melalui tatap-muka dan belajar melalui website (on-lines) dalam suatu kegiatan belajar itulah hal baru yang menjadi ciri khas kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini. Secara teoretik, rekayasa pengembangan mengikuti alur pendekatan sistem dan pemikiran teori belajar konstruktivistik yang disesuaiakan dengan prosedur kerja penelitian pengembangan. Isi bahan ajar dan urutan skenario kegiatan pembelajaran mengikuti alur model PATRIOT. Kegiatan pembelajaran dimulai dari proses pemahaman terhadap ajaran nilai dan karakter, dilanjutkan ke penguasaan dasar keilmuan (PAT), dan keterampilan untuk mengenali realitas, info-bisnis, dan obyek (RIO) bisnis di lapangan. Berbekal ketiga kompetensi dasar itulah, skenario pembelajaran difokuskan ke peningkatan capaian kompetensi perilaku berkarya dalam bentuk tindakan yaitu menyusun Rancana Bisnis jasa, dagang dan industri. Prototipa kelima sub-domain itu didesain, diuji-coba, dan direvisi, serta diimplementasikan pada bidang garapan Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi sejalan dengan visi, misi dan karakteristiknya. Dari pekerjaan itu ditargetkan luaran produk yang bisa dicapai secara bertahap sebagai bagian dari sistem Manajemen Pendidikan Kewirausahaan. Produk itu berupa Model PKWU dengan 10 komponen fungsional dalam formula Epkwu: f → AKU PATRIOT, yang dapat diaplikasikan untuk menumbuh-kembangkan jiwa wirausaha mahasiswa melalui jalur UMKM. Hasil pengujian model di lapangan menunjukkan bahwa, ajaran nilai, konsep, prinsip dasar, aturan dan teori yang dipelajari dapat meningkatkan pemahaman, sedangkan pembelajaran tentang realitas, info, dan obyek UMKM meningkatkan kemampuan menyusun Rencana Usaha Sejenis setelah mahasiswa melakukan kegiatan praktek kerja di lapangan.</jats:p
Pendidikan Kewirausahaan Dari Teori Ke Aplikasi Model Patriot Sejati : Seri Pengembangan Budaya Kewirausahaan
IMPLEMENTATION OF A PROJECT-BASED LEARNING MODEL TO DEVELOP STUDENTS' ABILITY TO DO BUSINESS
This applied research was conducted to implement a project-based learning (PBL) model with five variations of business management activities and its five components in an integrated manner to improve the ability to run a business. The implementation of this prescriptive model was carried out to improve operational and managerial skills, as well as business development through improving product quality and access to markets. The research design used was descriptive-exploratory, starting from the selection of the type of business, continuing to the identification of strengths and weaknesses, opportunities and threats, and action plans to turn threats into new business opportunities. The ability to run a business is measured from the aspects of resources, capital, products, markets, and future development programs. Data on the improvement of managerial and operational skills, as well as data on the business development of the 35 student and alumni entrepreneurs were collected through project assignments and field observations. The efforts to improve the ability to run a business and the ability to capture market opportunities were analyzed by SWOT analysis and component analysis. The results of the analysis show that the ability to find business opportunities and predict future needs for goods and services can be developed through lecture classes, while operational skills and managerial abilities can be improved through the process of interaction with economic business actors in the field
Pengaruh Literasi Digital dan Prakerin Terhadap Kesiapan Berwirausaha Digital Yang Dimediasi Sikap Kewirausahaan Pada Siswa SMK
Penelitian ini memanfaatkan desain penelitian ex post facto dengan metode pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan kuesioner dengan populasi siswa kelas XII jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Negeri 1 Boyolangu, dengan jumlah sampel sebanyak 100 siswa dari 3 kelas. Analisis hipotesis dilakukan dengan memanfaatkan analisis jalur dan uji sobel dengan memanfaatkan program IBM SPSS versi 26. Berlandaskan hasil penelitian, ditemukan bahwasanya: (1) Literasi digital berpengaruh yang positif dan signifikan terhadap kesiapan dalam berwirausaha digital. (2) Prakerin tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha digital. (3) Sikap kewirausahaan berpengaruh yang positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha digital. (4) Literasi digital melalui sikap kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha digital. (5) Prakerin melalui sikap kewirausahaan berpengaruh yang positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha digital
The role of purchasing interest: do halal certification and halal awareness determine purchasing decisions?
Developing distribution marketing is the biggest challenge for MSME businesses in the Blitar district. Demands policy from the government For all products circulating on the modern market must Already have a halal label in 2024, namely challenge for producers. _ Buying decision be the wrong key For producers measure how much efficient halal certification and halal awareness. The explanatory method with a quantitative approach is this type of research. The population in this study is consumer food light in the district Blitar, for taking samples a purposive random sampling technique, with 2 criteria chosen by the author, found 385 respondents. The path analysis technique is a data analysis technique used in this research. This research result shows that halal certification and awareness have a positive and significant influence on consumers' buying interests, halal certification and buying interests have a positive and significant influence on purchasing decisions, but awareness No there is influence on purchasing decisions. As well as interests buy in a way Partial can mediate between halal certification on purchasing decisions, interests buy capable mediate between halal awareness of purchasing decisions.
