39 research outputs found

    Hubungan Teman Sebaya dengan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) pada Siswa-Siswi Kelas XI di SMA Negeri Samarinda

    No full text
    Tujuan Studi: Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Teman sebaya dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada siswa-siswi kelas XI di SMA Negeri Samarinda. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi. Populasi seluruh siswa-siswi di 4 SMA Negeri di Samarinda sebanyak 1.405 siswa.pengambilan sampel  menggunakan teknik stratified random sampling, diambil berdasarkan kriteria inklusi, yaitu siswa-siswi kelas XI di SMA Negeri Samarinda, menggunakan rumus slovin dengan toleransi kesalahan5%. Sampel penelitian 311 siswa.Pengumpulan melalui wawancara dan kuesioner. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dengan uji Rank spearman menunjukan nilai p-value 0,000< 0,05 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara Teman sebaya dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dan nilai korelasi sebesar 0,259 menunjukan arah positif dengan kekuatan korelasi rendah. Manfaat: Untuk mengetahui adanya hubungan antara Teman Sebaya dengan kebiasaan konsumsi fast foo

    BATCH 2 PKM KOLABORASI KUNINGAN 2024: EDUKASI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PUBLIC SPEAKING SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN EKONOMI DIGITAL BAGI SISWA/I, KOLABORASI DENGAN PERGURUAN TINGGI DI JAWA BARAT

    No full text
    Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan keterampilan digital dan inovasi pelaku UMKM serta siswa/i SMK di Kabupaten Kuningan, guna memperkuat daya saing mereka di era industri 4.0. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup identifikasi kebutuhan peserta melalui survei awal, diikuti dengan pelatihan interaktif yang melibatkan ceramah, diskusi, demonstrasi langsung, dan penggunaan platform digital untuk pembelajaran. Pelatihan difokuskan pada pemasaran digital, pengelolaan media sosial, pembuatan konten kreatif, dan pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan produktivitas usaha. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa lebih dari 80 peserta berhasil mengembangkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan pengelolaan usaha, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam bersaing di pasar digital. Implikasi dari kegiatan ini adalah penguatan kemampuan teknis dan mental peserta dalam menghadapi tantangan bisnis di era digital, serta membangun kesadaran akan pentingnya inovasi digital untuk keberlanjutan usaha. Program ini memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM dan pendidikan vokasi di wilayah tersebut, dengan potensi untuk dijadikan model pemberdayaan yang dapat diperluas ke daerah lainnya

    INCREASING REGIONAL COMPETITIVENESS THROUGH ENTREPRENEURSHIP DEVELOPMENT IN ECOTOURISM ACTIVITIES.

    No full text
    Regional competitivesness is originated from an internal forces that produce an added value. The internal forces is based on technological innovation and entrepreneurial abilities (Drabenstott, 2006). The innovation is illustrated as a fuel, while entrepreneurship is the engine. Both are a source of employment, income and welfare. An entrepreneurial ability of local people on ecotourism activities in the Bromo Tengger Semeru National Park (BTS NP) has developed naturally (Nugroho, 2006; 2007; Nugroho and Negara, 2008). The people are often involved in ecotourism development programs held by the BTS NP. The author’s study (Nugroho, Negara and Purnomowati, 2010) proved that the ecotourism activities were economically viable than the horticultural farm. However, these experiences have not fully produced significant benefits in the development of ecotourism. Characteristic of the ecotourism activities is a cluster (Fodor and Sitanyi, 2008a, 2008b), which always put the local people in a less advantageous position. The ecotourism cluster is an ecotourism organization (Prieto, Gilmore and Osiri, 2009) that involve the local people, non-governmental organizations, private actors, the national parks and government to produce ecotourism entrepreneurship. The result of research the author (Nugroho, Negara and Nugroho, 2009) shows that the phenomenon of social entrepreneurship is an important component of conceptual framework of ecotourism entrepreneurship. This requires all parties to act to be a social entrepreneur in a framework of ecotourism organization.Iwan Nugroho, Purnawan D. Negara, and Wiwin Purnomowati. 2011. INCREASING REGIONAL COMPETITIVENESS THROUGH ENTREPRENEURSHIP DEVELOPMENT IN ECOTOURISM ACTIVITIES. The 3rd IRSA International Institute. 2011 19-21 July 2011, Padang – West Sumatra Indonesia</div

    Hubungan Teman Sebaya dengan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) pada Siswa-Siswi Kelas XI di SMA Negeri Samarinda

    No full text
    Tujuan:Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Teman sebaya dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada siswa-siswi kelas XI di SMA Negeri Samarinda. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi. Populasi seluruh siswa-siswi di 4 SMA Negeri di Samarinda sebanyak 1.405 siswa.pengambilan sampel&nbsp; menggunakan teknik stratified random sampling, diambil berdasarkan kriteria inklusi, yaitu siswa-siswi kelas XI di SMA Negeri Samarinda, menggunakan rumus slovin dengan toleransi kesalahan5%. Sampel penelitian 311 siswa.Pengumpulan melalui wawancara dan kuesioner. Hasil Penelitian:Hasil penelitian Teman sebaya dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dan nilai korelasi sebesar 0,259 menunjukan arah positif dengan kekuatan korelasi rendah. Manfaat: Sebagai penambah wawasan pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan untuk mengetahui adanya hubungan antara Teman Sebaya dengan kebiasaan konsumsi fast foo

    Penerapan Prinsip Manajemen Kurikulum Islam: Kajian Sosial Budaya Berdasarkan Hadits Nabi

    No full text
    Manajemen kurikulum Islam memegang peranan penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan beramal dengan ilmu yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana prinsip-prinsip manajemen kurikulum Islam yang berlandaskan Hadits Nabi diterapkan dari perspektif sosial budaya. Penelitian ini menganalisis pentingnya nilai-nilai Islam dalam konteks manajemen kurikulum di lembaga pendidikan, khususnya dalam membangun keselarasan antara ajaran Islam dengan dinamika sosial. Pendekatan sosial budaya digunakan untuk memahami bagaimana interaksi antara nilai-nilai Islam dengan konteks sosial mempengaruhi implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertumpu pada pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur Hadits dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti keadilan, keseimbangan, koherensi dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran memberikan kontribusi yang signifikan untuk membangun sistem pendidikan yang komprehensif. Di samping itu, pendekatan sosial budaya menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum Islam dengan kondisi, tradisi, dan tantangan masyarakat setempat, sehingga tercipta sinergi antara pendidikan berbasis Islam dengan perubahan sosial yang dinamis dan memberikan kontribusi positif untuk membangun masyarakat yang harmonis dan adil.Manajemen kurikulum Islam memegang peranan penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana prinsip-prinsip manajemen kurikulum Islam yang berlandaskan hadis Nabi diterapkan dari perspektif sosial budaya. Penelitian ini betapa pentingnya nilai-nilai Islam dalam konteks manajemen kurikulum di lembaga pendidikan, khususnya dalam membangun keselarasan antara ajaran Islam dengan dinamika sosial. Pendekatan sosial budaya digunakan untuk memahami bagaimana interaksi antara nilai-nilai Islam dengan konteks sosial yang mempengaruhi implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertumpu pada pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur hadis dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti keadilan, keseimbangan, koherensi dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran memberikan kontribusi yang signifikan untuk membangun sistem pendidikan yang komprehensif. Selain itu, pendekatan sosial budaya menyoroti pentingnya mengadaptasi kurikulum Islam dengan kondisi lokal, tradisi dan tantangan masyarakat, sehingga tercipta sinergi antara pendidikan berbasis Islam dengan perubahan sosial yang dinamis dan memberikan kontribusi positif untuk membangun masyarakat yang harmonis dan adil

    Penerapan Prinsip Manajemen Kurikulum Islam: Kajian Sosial Budaya Berdasarkan Hadits Nabi

    No full text
    Manajemen kurikulum Islam memegang peranan penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan beramal dengan ilmu yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana prinsip-prinsip manajemen kurikulum Islam yang berlandaskan Hadits Nabi diterapkan dari perspektif sosial budaya. Penelitian ini menganalisis pentingnya nilai-nilai Islam dalam konteks manajemen kurikulum di lembaga pendidikan, khususnya dalam membangun keselarasan antara ajaran Islam dengan dinamika sosial. Pendekatan sosial budaya digunakan untuk memahami bagaimana interaksi antara nilai-nilai Islam dengan konteks sosial mempengaruhi implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertumpu pada pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur Hadits dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti keadilan, keseimbangan, koherensi dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran memberikan kontribusi yang signifikan untuk membangun sistem pendidikan yang komprehensif. Di samping itu, pendekatan sosial budaya menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum Islam dengan kondisi, tradisi, dan tantangan masyarakat setempat, sehingga tercipta sinergi antara pendidikan berbasis Islam dengan perubahan sosial yang dinamis dan memberikan kontribusi positif untuk membangun masyarakat yang harmonis dan adil.Manajemen kurikulum Islam memegang peranan penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana prinsip-prinsip manajemen kurikulum Islam yang berlandaskan hadis Nabi diterapkan dari perspektif sosial budaya. Penelitian ini betapa pentingnya nilai-nilai Islam dalam konteks manajemen kurikulum di lembaga pendidikan, khususnya dalam membangun keselarasan antara ajaran Islam dengan dinamika sosial. Pendekatan sosial budaya digunakan untuk memahami bagaimana interaksi antara nilai-nilai Islam dengan konteks sosial yang mempengaruhi implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertumpu pada pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur hadis dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti keadilan, keseimbangan, koherensi dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran memberikan kontribusi yang signifikan untuk membangun sistem pendidikan yang komprehensif. Selain itu, pendekatan sosial budaya menyoroti pentingnya mengadaptasi kurikulum Islam dengan kondisi lokal, tradisi dan tantangan masyarakat, sehingga tercipta sinergi antara pendidikan berbasis Islam dengan perubahan sosial yang dinamis dan memberikan kontribusi positif untuk membangun masyarakat yang harmonis dan adil

    Tari Ringkang Jawari: Elemen Emansipasi Wanita Dalam Tari Kreasi Banten

    No full text
    Writing on Tari Ringkang Jawari: Elements of Emancipation in Banten Creative Dance aims to provide an explanation of how women's emancipation can develop and progress over time without losing their identity by revealing movement structures that have symbolic meaning and various movements and forms of presentation. Ringkang Jawari dance in the Performing Arts department as teaching material in the Banten creative dance course will be described clearly. The Ringkang Jawari dance as teaching material in the Banten Creative Dance course in the arts department has many meanings, including the symbolic meaning that exists in every dance movement, containing symbols, make-up, clothing, and accompaniment as well as meaningful and symbolic attributes. The name of the movement and meaning that is also found in the Ringkang Jawari dance is marked by the dancers who dance this dance using almadad, symbolizing the strength of Banten women in fighting for the progress of their region with a symbol of strength.Especially in the field of dance, in order to preserve and develop the Ringkang Jawari dance, which is a typical art of the Banten people, the author needs to provide wider socialization about the typical dance arts of Banten, especially the Ringkang Jawari dance, to the community by becoming learning material for courses in the performing arts department of FKIP and trying the Ringkang Jawari dance as a dance treasure in Banten

    Usaha Peningkatan Disiplin Kerja Dalam Memperlancar Kinerja Karyawan Pada PT Hindoli Cargill Estate Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan

    No full text
    The research has aimed to determine the influence of work discipline to the employee performance at PT Hindoli Cargill Kabupaten Musi Banyuasin South Sumatera, the method used by the author are a quantitative method.Data collection techniques that writer do are observation, interview, and questionnaires.Based on the results of the research show the application of the rules on disciplinary violations committed have an impact on employee performance because does not know the indicators that will be assessed by the company, and timing of, in this case the need for firmness of a leader of the company to students.Problems: Lack of awareness of employees to comply with regulations concerning labor discipline set by the company such as (1) There are still staff employees who come late to office, (2) Permission to go home without explanation. Consequently the work that has been assigned to employees delayed or not completed or not realized within the time specified by the company.Suggestions: (1) So that a work is not delayed and can be realized, then the employee can start from within yourself first, after which it can be applied in other occupations. (2) Leader must be more assertive in taking action and give punishment to the indiscipline employee

    Mass of Malam Jumat Kliwon at Sendang Sriningsih: Sociological and Theological Insights

    No full text
    This research was conducted using qualitative methods. The method taken is to conduct interviews with 3 sources. This research is motivated by the author's interest in the Kliwon Friday night Mass at the Sendang Sriningsih Maria Cave, Dalem, Klaten. The author feels that the Kliwon Friday night Tirakatan Mass is a form of inculturation in the Catholic Church, specifically for Catholicism in the Sriningsih area. In this research, the author wants to look at the meaning of the Kliwon Friday night Mass for the people in Sriningsih. The theoretical framework that the author takes is to use the Javanese philosophy of life according to Suwardi Endraswara's book, Querida Amazonia Document which deals with inculturation, also from Gaudium et Spes which talks about the relationship of evangelism with culture. This research produces data that the people really feel the sincerity and solemnity of the Tirakatan Kliwon Friday Mass, even though there is no special ritual in the celebration. The absence of special rituals is not a barrier for people to meet and find God
    corecore