254 research outputs found

    Pengindonesiaan kata dan ungkapan asing

    No full text
    Sejalan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan bahasa asing, khususnya bahasa ln ggris, untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia, tetap diperlukan sebagai sumber kata dan ungkapan yang memuat konsep baru. Namun, penyerapan kata asing yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia sebaiknya dihindari. Untuk menopang upaya tersebut, Pusat Bahasa pada tahun 1995 telah menerbitkan buku Pedoman Pengindonesiaan Nama dan Kata Asing

    Dari Hitu ke Barus

    No full text

    Pelepasan subjek dalam Bahasa Indonesia

    No full text
    Buku Pelesapan Subyek Dalam Bahasa Indonesia ini semula merupakan Naskah Disertasi yang berjudul "Pelesapan Subjek Dalam Bahasa Indonesia". Naskah Disertasi ini disusun oleh Dendy Sugono dan telah diajukan pada Sidang Senat Terbuka Universitas Indonesia pada tanggal 23 Februari 1991 di bawah pimpinan Rektor Universitas Indonesia, Prof. DR.Sujudi

    Dari Amerika ke Catatan Langit

    No full text

    Verba transitif dialek Osing : analisis tagmemik

    No full text
    Buku Verba Tmnsitif Dialek Osing: Amtisis Tagmemik semula adalah naskah yang berjudul 'Verba Transitif Dialek Osing: Analisis Tagmemik" yang disusun oleh Drs. Dendy Sugono pada Penataran linguistik tahun 1980. Naskah ini diterbitkan dengan dana Proyek Pengeiiibangan Bahasa dan Sastra Indonesia. ujuan uraian penelitian verba transitif dialek Osing ini ialah mengumpulkan dan mengolah data verba transitif dialek Osing untuk keperluan pengembangan dan pendokumentasian dialek Osing khususnya dalam rangka pengembangan bahasa

    ANALISIS BAHASA FIGURATIF DALAM ANTOLOGI PUISI MASTERA DARI AMERIKA KE CATATAN LANGIT KURATOR DENDY SUGONO

    No full text
    ABSTRAKVirnanci, Yolanda. 2021. Analisis Bahasa Figuratif dalam Antologi Puisi Mastera dari Amerika ke Catatan Langit Kurator Dendy Sugono. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd., (2) Herman R. S.Pd., M.Pd.Kata kunci: bahasa figuratif, puisi, mastera, dari langit ke catatan AmerikaPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bahasa figuratif yang terdapat dalam Antologi Puisi Mastera dari Amerika ke Catatan Langit dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik koding. Data dianalisis melalui empat tahap yaitu, identifikasi, klasifikasi, analisis, dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa figuratif yang terdapat dalam kumpulan puisi dari Amerika ke Catatan Langit kurator Dendy Sugono ada 8 jenis bahasa figuratif, yaitu metafora, simile, personifikasi, hiperbola, ironi, metonimia, sarkasme dan retoris. Ada tiga jenis bahasa figuratif yang paling dominan, jenis bahasa figuratif simile sebanyak 10 puisi, bahasa figuratif personifikasi sebanyak 9 puisi dan yang terakhir bahasa figuratif metafora sebanyak 8 puisi, sedangkan bahasa figurative yang paling sedikit ditemukan metonimia dan sarkasme, masing masing 1 puisi. Penggunaan bahasa figuratif dalam Antologi Puisi Mastera dari Amerika ke Catatan Langit Kurator Dendy Sugono berfungsi sebagai penjelas dari setiap makna dan bait puisi yang diciptakan oleh penyair

    Pembinaan bahasa Indonesia/Melayu dalam dunia pendidikan

    No full text
    Isi buku ini secara keseluruhan merupakan risalah (procee^mgs) Seminar ke-7 Majelis Bahasa Brunei Darussalam-IndonesiaMalaysia ^abbim) yang diselenggarakan selama dua hari (S—9 Maret 1999) di Kampus IKIP Malang dan Hotel Pumama, Batu, Malang. Seminar yang diadakan sehubungan dengan Sidang ke-38 Mabbim itu bertema Tembinaan Bahasa Indonesia/Melayu dalam Dunia Pendidikan". Pembukaan seminar tersebut diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kebudayaan di Kampus TKTP Malang. Topik yang dibahas dalam seminar tersebut, melalui penyajian sebelas buah makalah, boleh dikatakan cukup beragam, tetapi masih tetap dalam konteks tema Seminar: dua makalah tentang pemasyarakatan istilah hasil Mabbim; tujuh makalah berkenaan dengan pengembangan bahasa Melayu di ketiga negara anggota; dan dua makalah mengenai penman sastra dalam dunia pendidikan. Selain itu, pada buku ini juga disajikan risalah diskusi panel yang topiknya juga erat berkaitan dengan tema Seminar. Pada diskusi itu ditampilkan tiga orang panedis, yaitu tiga orang pakar bahasa yang masing-masing mewakili negara anggota Mabbim (Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia)

    Lancar berbahasa indonesia : untuk sekolah dasar kelas 6Dendy Sugono

    No full text
    Jilid 4xiv, 146p. : il.; 21 cm

    BAHASA INDONESIA MENUJU BAHASA INTERNASIONAL

    No full text
    Dalam perikehidupan masyarakat Indonesia telah terjadi berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan tata ekonomi dan politik. Di bidang ekonomi, misalnya, telah terjadi perubahan dalam sistem perdagangan dari perdagangan tradisional ke perdagangan bebas, dari sistem tawar ke sistem harga mati. Situasi itu telah merambah ke kota-kota kecil di Tanah Air. Bahkan, sistem itu telah merambah ke perdagangan eceran (kecil), seperti pasar-pasar/toko kecil (mini market) dan kios-kios barang dan minuman. Selain hilangnya budaya tawar, ada fenomena baru sedang mewabah seolah menandai kelas sosial masyarakat, yaitu belanja secara daring (online), belanja tak perlu keluar rumah cukup memesan secara daring dan barang diantar ke rumah. Kondisi itu mendatangkan pengusaha besar memasuki area perdagangan tradisional, bahkan sejumlah pengusaha besar dari luar Indonesia mendekati pasar-pasar tradisional. Sistem perdagangan pun telah berubah diawali dengan Tata Ekonomi Eropa dan perkembangan di kawasan Asia Tenggara. Kawasan Asia Tenggara ini telah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kondisi itu telah menempatkan bahasa asing pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa itu memasuki berbagai sendi kehidupan bangsa dan memengaruhi perkembangan bahasa di kawasan negara-negara ASEAN, seperti bahasa Indonesia (Sugono, 2014). Keadaan itu telah membawa perubahan gaya hidup dan perilaku masyarakat dalam bertindak dan berbahasa, khususnya di Indonesia. Misalnya, rasa kebersamaan telah tergeserkan oleh individualisme; interaksi sosial di tempat umum telah kehilangan ruang, seperti pusat belanja yang disebut pasar dahulu menjadi tempat interaksi sosial warga masyarakat. Kini tempat itu telah berganti pasar modern (swalayan) yang tidak memberi peluang terjadinya interaksi sosial, bahkan antara pembeli dan penjual, apalagi dengan pemilik barang dagangan, tidak ada percakapan. Gejala tersebut merupakan indikasi bahwa ruang gerak penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan mengalami pergeseran. Sebaliknya, penggunaan bahasa asing makin memperoleh tempat dalam tatanan kehidupan masa kini
    corecore