1,720,957 research outputs found

    Problematika Penentuan Jujuran Di Desa Muara Sumpoi, Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya

    Full text link
    This research receipts kind of sociological research of Islamic law, or subject using purposive sampling technique that is choosing the subject of research to be the main subject in the data collection in the field. Validating the data of this study using the technique of triangulation that is comparing the observed data with the results of interviews and data analysis techniques is data collection (collecting data), data reduction (Data Reduction), a data display (presentation of data), and data conclousion (conclusion). Of the existing problems, can be obtained a description of the research that determination Problems honesty in the village of Muara Sumpoi due to the factors that influence it, and the more dominant factor is economic. How that is done to resolve the problem of determining the honesty, which gives the sense of religious customs associated with honesty. The way that is done in the view of Islam justified, that honesty should be something that does not contradict the Shari'ah of Islam, because there are no provisions in the governing religion</p

    Manajemen kurikulum keagamaan sekolah dasar islam terpadu an najiah Seruyan

    Full text link
    Abstract Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) An Najiah Seruyan mempunyai keunggulan dan keunikan serta berciri khas ke Islaman, maksudnya Pendidikan agamanya lebih banyak dan diunggulkan, seperti belajar Piqih, Bahasa Arab, Aqidah Akhlak, Tafsir, Siroh Hadits, Hafalan Al Qur’an dan Hafalan Hadits Arbain. Pagi hari khusus belajar Al Qur’an, sore hari Hapalan Al Qur’an dimulai hari Senin sampai Rabu, Hapalan Hadits Arbain hari Kamis sampai Jum’at. Sehingga peneliti merasa tertarik mengadakan penelitian dengan judul: Manajemen Kurikulum Keagamaan Sekolah Dasar Islam Terpadu An Najiah Seruyan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah dan Guru Pengajar Pikih dan sebagai informannya adalah Guru Bidang Koordinator Tahfizh Qur’an dan Hapalan Hadits, guru pengajar Di SDIT An Najiah. Analisis data berpedoman pada model analisis interaktif dari Miles dan Michael Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Perencanaan manajemen kurikulum keagamaan di SD IT An Najiah Seruyan ini, sudah berjalan baik, dan koordinator bidang melaksanakan perencanaan yang diprogramkan sekolah dan Perencanaan kurikulum keagamaan di SD IT An Najiah Seruyan dilakukan dengan berpedoman pada kurikulum nasional, dan kurikulum pengembangan keunggulan lokal bidang Tahfizh dan hapalan hadits arbain, dan adaptasi kurikulum keagamaan dipondok pesantren Solo, yang diwujudkan dalam struktur dan muatan kurikulum mayoritas pelajaran agama Islam berupa ilmu tafsir, hadits, fiqih, akidah akhlak, Bahasa arab. (2) Pengorganisasian manajemen kurikulum di SD IT An Najiah Seruyan ini, melaui SK Kepala Sekolah tentang pembagian tugas sebagai dasar dalam melaksanakan tugas dan struktur kurikulum yang sesuai standar Pemerintah dan kurikulum unggulan sekolah yang sudah disusun. (3) Pelaksanaan kurikulum keagamaan di SD IT An Najiah Seruyan terealisasi dalam berbagai bentuk kegiatan berupa pembelajaran pagi, sore hari, tahfidzul qur’an dan hapalan hadits arbain, kegiatan ekstrakurikuler demi mengembangkan potensi siswa. Pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan kurikulum adalah kepala madrasah sebagai pengambil keputusan, guru sebagai administrator pembelajaran, koordinator bidang kegiatan dan saling mendukung demi suksesnya pelaksanaan kurikulum di SD IT An Najiah. (4) Evaluasi kurikulum keagamaan di SD IT An Najiah dilakukan untuk menilai hasil belajar siswa yang dilaksanakan dalam bentuk ujian semester, ujian sekolah dan ujian kurikulum nasional dan muatan kurikulum keagamaan lokal. ABSTRACT SD IT An Najiah Seruyan has superiority and uniqueness and also has Islamic characteristics, which means much more Islamic Education than other subjects, like fiqih, Arabic, Aqidah Akhlah, Tafisr, Siroh Hadits, Alqur’an and Hadits Arbain memorization. In the morning learn Al-Qur’an, while in the noon memorize it started from Monday until Wednesday, while Hadits Arbain memorization started from Thursday and Friday. So the researcher interested to do a research entitled: Religious Curriculum Management at SD IT An Najiah Seruyan. The research approach was qualitative. Data collection techniques were observation, interview and documentation. Research subjects were Principal and Teacher who taught Fiqih and informants were Coordinator teacher on Tahfizh Qur’an and Hadits memorization, and teachers in that school. Data analysis based on interactive analysis model of Miles and Huberman. The result showed that: (1) Planning on religious curriculum management in this school has run well, and field coordinator implemented the planning that programmed by school before and Planning religious curriculum in that school done based on national curriculum, Tahfizh and Hadits Arbain memorization development curriculum, adapted religious curriculum from Islamic Boarding School in Solo that realized in structure and curriculum contents that majority on Islamic Education like Tafsir, Hadits, Fiqih, Akidah Akhlak and Arabic. (2) Organization of curriculum management in this school through Principal’s decree about division of tasks as base in implemented the task and curriculum structure that appropriated with Government standard and school’s superior curriculum that has arranged. (3) Implementation of religious curriculum in this school realized in many activity forms like learning in the morning and noon, Tahfidzul Qur’an and Hadits Arbain memorization, extracurricular activity exist to develop student potential. They were who responsibility in implemented the curriculum like Principal as decision-maker, teachers as learning administrator and field coordinator supported each other for the success of curriculum implementation in that school. (4) Evaluation of religious curriculum in this school done to evaluate the students learning outcome that implemented in semester exam, school exam, and national exam and local religious curriculum contents

    Sistem Kaderisasi Hizbut Tahrir Indonesia(HTI) DPD Kalimantan Tengah di Palangka Raya

    Full text link
    Kaderisasi adalah sebuah siklus pembinaan dengan tujuan untuk mempertahankan eksistensi organisasi. Adanya perputaran siklus tersebut menciptakan regenerasi kader. Dewasa ini, banyaknya organisasi yang memiliki garis juang dan tujuan beragam begitu pula poda Hizbut Tahrir (HT), memiliki tujuan untuk menegakan syariat Islam dengan pola pengkaderannya pembentukan pola pikir yang Islami sesuai dengan syariat Islam. Delam penelitian ini, permasalahan yang diangkat adalah penerapan pola kaderisasi Hizbut Tahrir Indonesia DPD Kalimantan Tengah di Palangka Raya termasuk didalamnya input pengkaderan, proses kaderisasi dan output dari pengkaderan tersebut. Adapun tujuan yang ingin dilihat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui input, proses dan output dari sistem kaderisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTT) DPD Kalimantan Tengah di Palangka Raya pada anggotanya. Sebagai upaya menjawab permasalahan serta memenuhi tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka dikumpulkan data baik dari referensi tertulis maupun tidak tertulis yang berkaitan dengan permasalahan tersebut dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini empat orang pembina dan satu orang ketua pengurus dan limu orang anggota biasa sebagai informan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan sumber. Analisis data yang digunakan adalah Collection Data (mengumpulkan data), Reduction Duta (pengurangan data), Display Data (penyajian data), Conchetion Drawing/Verifying (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam sistem pengkaderan yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Kalimantan Tengah di Palangka Raya dari segi input: setiap orang berhak untuk menjadi anggota asal memenuhi persyaratan sebagai muslim dan akil bolig (remaja). Anggota baru yang lebih diprioritaskan adalah pemuda terpelajar dengan pertimbangan sudah memiliki wawasan dasar tentang kondisi sosial dan umumnya sudah memiliki pergolakan dalam pemikirannya. Tempat pelaksanaan kegiatan lebih diprioritaskan masjid. Selain itu, materi yang akan disuguhkan lebih difokuskan pada perubahan fikriyah (perubahan pola pikir) yang termuat di dalamnya tentang tata cara hidup Islami yang bersandar pada. Alquran dan Alhadits. Setiap kegiatan yang diselengarakan, dibiayai oleh seluruh sumbangan sukarela anggota dan tidak menerima sumbangan dari pihak Ketiga. Hal ini dilakukan agar netralitas Hizbut Tahrir Indonesia terjaga sehingga tidak ada behan moral kepada siapa pun jua. Pada proses pembinaan yang dilakukan ada dua cara terjadinya pembinaan yaitu halaqoh (kelompok kecil) dan pengajian umum. Pada halaqah, metode yang diterapkan merupakan metode permanen, yakni ceramah, Tanya jawab dan diskusi. Khusus untuk pengajian umum dengan peserta minimal sepuluh orang,metode yang kerap digunakan adalah metode ceramah. Hal ini dilakukan karena dipandang dari sisi efektivitasnya. Setelah melalui dua tahapan tersebut, output dari pengkaderan memiliki pengetahuan tentang syariat Islam sebagai bekal untuk menyampaikan kembali kepada masyarakat. Seorang kader yang dicetak menjadi juru dakwah harus memiliki pola pikir dan pola sikap yang Islami yakni sebagai teladan serta memiliki keterampilan dan mampu beradaptasi pada masyarakat sasaran dakwahnya. Indikator keberhasilan kaderisasi adalah seluruh ide atau pemikiran Hizbut Tahrir teradopsi kemudian berpengaruh terhadap pola perilaku dan pola pikir kader tersebut. Abstract Regeneration is a construction circle to defense organization existence. The circle rotation creates regeneration of generation. Nowadays, there are many organization have objectives kind, likewise at Hizbut Tahrir (HT) has purpose to build Islamic laws (syariat Islam) by its create of Islamic thinking based on islamic laws. In this study, the problems that wants to research is application of regeneration Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Central Kalimantan in Palangka Raya its included input of regeneration process of regeneration and output of regeneration itself. The objectives of this study are to know the input, process and output of regeneration the System of Hizbut Tahrir Indonesia (HTT) DPD Central Kalimantan in Palangka Raya. in this study, the writer collect the data from written references although in written references is correlate to problems of the study by interview technique deeply observation and documentation. The subject in this study is four instructor one chairman and five members as informant. To choose the subject the writer use purposive sampling technique. The approach in this study, the writer use descriptive qualitative approach the validity of the data is used triangulation technique by of the object. In Analyzing of the data is used data collection, data reduction, data display and conclusion drawing/verifying. The results of this study are showed in System of Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD of Central Kalimantan in Palangka Raya from input side everyone may become to member if they fulfill the requirements as a Moslem and adolescent (akil baliq). The priorities of the new members are educated man who has principle knowledge of social and general condition in their mind. Besides the material is focused on idea. transformation that included about Islamic life manner to be based on Koran and Hadits Every activities are organized by all of member contribution without receipt it from the other. It is doing for kept the idealism of HTI and too protected from the moral task to the other people. In process side, there are two manner on construction such as halagoh (little group) and general doctrine. The method in applied is permanent like talkative, question and answer and discussion. Particularly, in general discussion by the minimal of ten members, the method is used talkative method. This matter is done because their activity side. In output side, from regeneration is hoped has Islamic laws knowledge as provision to convey to society. Regeneration is created to be conveyor who has Islamic knowledge and attitude as example and skill that can be adaptation to society as covey's target The indicator of regeneration success is all of idea or thinking of Hizbut Tahrir is adopted and it is influenced to attitude and idea transformation of its generation

    Pendidikan Agama pada Keluarga Nelayan di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan

    Full text link
    Pendidikan berperan penting dalam kehidupan manusia, tanpa pendidikan manusia tidak berdaya. Pada dasarnya pendidikan ialah usaha orang tua atau generasi tua untuk mempersiapkan anak agar nantinya dapat hidup secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas-tugas dalam hidupnya secara baik. Anak-anak dilihat dalam kehidupan sehari-harinya kurang mengerti tata cara beribadah dan tata cara sopan santun, hal itu dapat dilihat pada waktu berbicara dengan orang yang lebih tua seharusnya tingkah laku dan tutur kata menghormatinya. Kepemimpinan keluarga nelayan dipegang oleh ayah, kebersamaan ayah sangat kurang karena mereka bekerja. Orang tua beranggapan yang terpenting adalah kebutuhan anak tercukupi, apabila kebutuhan anak tercukupi, orang tua sudah melaksanakan kewajibannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Proses pendidikan agama pada keluarga nelayan di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan; 2. metode pendidikan agama pada keluarga nelayan di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan; 3. bentuk pola pengasuhan pendidikan agama pada keluarga nelayan di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) karena merupakan penyelidikan mendalam (indepth study). Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan Kuesioner (Angket), wawancara dan dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Proses pendidikan agama pada keluarga nelayan di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan orang tua lebih sering memberikan pengawasan terhadap pendidikan agama anak dengan persentase 44%. Metode pendidikan agama pada keluarga nelayan di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang digunakan orang tua dalam memberikan pendidikan agama terhadap anak lebih sering memberikan bimbingan terhadap anak dengan persentase 51%. Bentuk pola pengasuhan pendidikan agama pada keluarga nelayan di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah dengan menggunakan pola bentuk pengasuhan otoriter sebesar 52%. Artinya pola otoriterlah yang sering digunakan dengan alasan untuk tetap menjaga wibawa orang tua dihadapan anak-anaknya dan menjaga agar peraturan yang telah disepakati tetap dilaksanakan

    Pengaruh Penggunaan Komposisi Tepung Tapioka Dan Tepung Ganyong Terhadap Kualitas Bakso Daging Rusa Sambar (Cervus unicolor)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas bakso daging rusa (Cervus unicolor) yang diisi dengan tepung ganyong dan tepung tapioka. Variabel yang dinilai meliputi aroma, warna, rasa dan kekenyalan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2013. Metode penilaian kualitas bakso menggunakan quisioner dengan melibatkan 20 panelis. Data yang diperoleh dianalisis dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) faktorial 2 x 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa panelis dominan menyukai aroma bakso ganyong pada level 30% dengan nilai 3,98 dan warna pada bakso ganyong pada level 30% dengan nilai 4,56.  Sedangkan untuk rasa bakso, panelis dominan menyukai rasa bakso pada tepung tapioka pada level 15% dengan nilai 3,98 dan kekenyalan pada tepung tapioka pada level 45% dengan nilai 4,92

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore