21 research outputs found
Pengaruh Pendekatan Scientific Terhadap Hasil Belajar Tematik Peserta Didik
This research starts from the problem of the lack of teachers involving students in learning, the lack of teachers in guiding students to do exercises, the lack of teachers explaining things that are difficult to understand by students. This results in low learning outcomes of students. This study aims to reveal the influence of the scientific approach on thematic learning outcomes in Class I State Elementary School 166 / II in Tirta Mulya Village, Bungo District. This research is a quasi-experimental study. The research design used in this study is the static camparison: randomized group control only design. Where in the two sample classes a different treatment was applied, in the experimental class the scientific approach was applied while in the control class a conventional approach was applied. The population in this study were all students of class I SD N 166 / II in the village of Tirta Mulya, Bungo Regency with samples of the IB class as the experimental class and IA class as the control class. Sampling is done randomly. Research data was collected through student learning outcomes tests. The proposed hypothesis was tested using the t-test. Based on the findings of the study and discussion, it was concluded that there were differences in learning outcomes of students who were taught using the scientific approach to learning outcomes of students who were taught using a conventional approach to integrated thematic learning. significant 5% is 1,645
UPAYA MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS III SDN 105/II DESA RAMBAH
This research is motivated by groupings that only use the lecture method without using media in the application of students who are not active in learning such as group discussions and asking questions. In addition, from the data obtained by students' science learning outcomes are still low, which is still below the Minimum Completion Criteria (KKM), which is 70. This study aims to improve Student Learning Processes and Results by using Image and Image Methods in Science Learning. The design of this study is classroom action research using two cycles, each cycle consisting of four stages, namely planning, implementation, and reflection. The research subjects were teachers and third grade students of Public Elementary School No.105 / II in Rambah Village who practiced 36 students. Data collection techniques use teacher performance measurements and tests. The results showed that the teacher in the first cycle of my meeting got a score of 69.32% with good criteria, meeting II with a score of 72.73% with good criteria. In the second cycle my meeting with a score of 82.95% criteria was very good, in the second cycle of the second meeting with a score of 100%. And classical completeness of student learning outcomes in the first cycle of meeting I was 33% and the first cycle of meeting II was 50%. In the second period, the first meeting was 67% and the second meeting was 94%..Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pada pembelajaran yang hanya menggunakan metode ceramah tanpa menggunakan media dalam penerapannya siswa kurang aktif dalam pembelajaran seperti diskusi kelompok dan bertanya. Selain itu, dari data yang diperoleh hasil belajar IPA siswa masih rendah yaitu masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Picture and Picture dalam Pembelajaran IPA. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas III SD Negeri No.105/II Desa Rambah yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi penilaian kinerja guru dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja guru pada siklus I pertemuan I diperoleh skor 69,32% dengan criteria baik, pertemuan II dengan skor 72,73% dengan criteria baik. Pada siklus II pertemuan I memperoleh dengan skor 82,95% criteria sangat baik, pada siklus II pertemuan ke II dengan skor 100%. Dan ketuntasan klasikal hasil belajar siswa siklus I pertemuan I sebesar 33% dan siklus I pertemuan II sebesar 50%. Pada siklus II pertemuan I sebesar 67% dan pertemuan II sebesar 94%
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PGSD STKIP-MB
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, bertujuan mendeskripsikan proses keterlaksanaan dan pencapaian hasil setiap siklus tindakan melalui penerapan pendekatan NHT dalam meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi PGSD STKIP-MB dengan subyek penelitian mahasiswa semester 3 kelas C pada mata kuliah pembelajaran IPA kelas rendah. Instrumen penelitian berupa lembar observasi motivasi berprestasi, lembar observasi sikap, lembar observasi keterampilan, dan soal tes hasil belajar kognitif. Penelitian ini berhasil dilaksanakan dalam 3 siklus tindakan. Setiap siklus tindakan mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan persentase motivasi berprestasi pada siklus I mencapai 60,71%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 71,40%, dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 85,71%. Persentase sikap pada siklus I mencapai 75,10%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 83,75%, dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 91,24%. Persentase keterampilan pada siklus I mencapai 73,75%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 82,50%, dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 92,50%. Hasil belajar kognitif pada siklus I mencapai 58,62 (kategori rendah), pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 68,96 (kategori sedang), dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 82,75 (kategori tinggi). Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan NHT dapat meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar mahasiswa.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, bertujuan mendeskripsikan proses keterlaksanaan dan pencapaian hasil setiap siklus tindakan melalui penerapan pendekatan NHT dalam meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi PGSD STKIP-MB dengan subyek penelitian mahasiswa semester 3 kelas C pada mata kuliah pembelajaran IPA kelas rendah. Instrumen penelitian berupa lembar observasi motivasi berprestasi, lembar observasi sikap, lembar observasi keterampilan, dan soal tes hasil belajar kognitif. Penelitian ini berhasil dilaksanakan dalam 3 siklus tindakan. Setiap siklus tindakan mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan persentase motivasi berprestasi pada siklus I mencapai 60,71%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 71,40%, dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 85,71%. Persentase sikap pada siklus I mencapai 75,10%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 83,75%, dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 91,24%. Persentase keterampilan pada siklus I mencapai 73,75%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 82,50%, dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 92,50%. Hasil belajar kognitif pada siklus I mencapai 58,62 (kategori rendah), pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 68,96 (kategori sedang), dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 82,75 (kategori tinggi). Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan NHT dapat meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar mahasiswa
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DI KELAS V SD NEGERI 13 KOTO BARU KECAMATAN KUBUNG KABUPATEN SOLOK
The background of this research is the low speaking skills of the fifth grade students of SD Negeri 13 Koto Baru. The purpose of this study is to describe the planning, implementation and improvement of speaking skills using the cooperative model think pair share in class V SD Negeri 13 Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. The type of research used in this research is Classroom Action Research. The research was conducted at SD Negeri 13 Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. The research was conducted in the second semester, namely May-June 2017, carried out in 2 cycles consisting of two meetings. Each cycle consists of 4 stages, namely planning, acting, observing, and reflecting. The subjects of this study were students of class V with a total of 12 students. The data collection tools used were observation guidelines, tests and documentation. The result of this research is that speaking skills using the cooperative model of the think pair share type have increased, especially in using the right choice of words, pronunciation, intonation, stress, and expression. In the first cycle of meeting I, the students' speaking skills were 60.7%, increasing in the first cycle of the second meeting to 67% with a completeness level of 41.7%. Likewise in the second cycle of meeting I students' speaking skills increased to 72.3% and meeting II became 80.1% with a completeness level of 83.3%. It is suggested that teachers should be able to apply learning speaking skills using the Think Pair Share type cooperative model.Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri 13 Koto Baru. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan Model kooperatif tipe think pair share di kelas V SD Negeri 13 Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan di SD Negeri 13 Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Penelitian dilakukan pada semester II, yaitu bulan Mei-Juni 2017, dilaksanakan dalam 2 siklus yang terdiri atas dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah siswa 12 siswa. Alat Pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah keterampilan berbicara dengan menggunakan Model kooperatif tipe think pair share mengalami peningkatan, khususnya dalam menggunakan pilihan kata, lafal, intonasi, tekanan, dan ekspresi yang tepat. Pada siklus I pertemuan I keterampilan berbicara siswa adalah 60,7% meningkat pada siklus I pertemuan II menjadi 67% dengan tingkat ketuntasan 41,7%. Demikian juga pada siklus II pertemuan I keterampilan berbicara siswa meningkat menjadi 72,3% dan pertemuan II menjadi 80,1% dengan tingkat ketuntasan 83,3%. Disarankan bagi guru hendaknya dapat menerapkan pembelajaran keterampilan berbicara dengan menggunakan model kooperatif tipe Think Pair Share
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI SEKOLAH DASAR
This study began with the low learning outcomes of science students in grade V SDN 223 /II Rantau Embacang. This study aims to improve the science learning outcomes by using a contextual approach. This type of research is classroom action research. This research was conducted in two cycles. Every cycle there are activities of planning, implementation, observation and reflection. The results of this study indicate that the use of contextual approaches can improve the learning outcomes of science students in grade V SDN 223 / II Simp. Rantau Embacang. The results showed that the Natural Science Learning using the contestant approach class V SDN 223 /II Simp. Rantau Embacan at the implementation stage of the action on the teacher aspect in accordance with observers' observations achieved good success and aspects of students achieving good success. The average value of
student learning outcomes at meeting 1 is 79, 48 and meeting II is 80.63. Student learning outcomes in the second cycle reached an average value of 80%. Based on that, this study ended in cycle II.Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 223/II Simp. Rantau Embacang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan pendekatan kontesktual. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdapat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil pembelajaran IPA siswa kelas V SDN 223/II Simp. Rantau Embacang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan kontesktual siswa kelas V SDN 223/II Simp. Rantau Embacang pada tahap pelaksanaan tindakan pada aspek guru sesuai dengan hasil pengamatan observer mencapai keberhasilan baik dan aspek siswa mencapai keberhasilan baik. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pertemuan 1 yaitu 79, 48 dan pertemuan II yaitu 80,63. Hasil belajar siswa pada siklus II mencapai nilai rata-rata 80%. Berdasarkan hal itu, penelitian ini berakhir di siklus II
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPAS Berbantu Media Wordwall
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi dan capaian hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Model Problem Based Learning (PBL) yang menekankan pada pemecahan masalah kontekstual serta pelibatan aktif siswa, jika dipadukan dengan media Wordwall yang interaktif, diharapkan dapat mendorong siswa lebih antusias dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PBL berbantuan media Wordwall. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar dari kategori “baik” (75%) pada siklus I menjadi “sangat baik” (94%) pada siklus II, serta peningkatan hasil belajar dari 66% (kategori cukup) menjadi 95% (kategori sangat baik). Simpulan dari penelitian ini adalah integrasi model PBL dengan media Wordwall terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi, hasil belajar, dan kualitas proses pembelajaran siswa. Prospek penelitian selanjutnya dapat mengkaji penerapan strategi ini pada mata pelajaran lain atau tingkat pendidikan yang berbeda untuk memperluas manfaat dan efektivitasnya
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Accelerated Learning Berbantu Media Roda Berputar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model Accelerated Learning berbantuan media roda berputar pada siswa kelas V SD Negeri 36/VI Rantau Panjang. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengukur kualitas proses pembelajaran serta tes untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, serta peningkatan pada hasil belajar. Proses pembelajaran mengalami peningkatan dari kategori “baik” pada siklus I menjadi “sangat baik” pada siklus II, sementara persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 55% pada kondisi awal menjadi 90% pada akhir siklus. Temuan ini membuktikan bahwa model Accelerated Learning dengan media roda berputar efektif dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam pembelajaran di sekolah dasar
Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berubah dengan pesat, sehingga menuntut seluruh pemangku dalam dunia pendidikan untuk mampu berdaptasi dengan Perubahan-Perubahan dan perkembangan tersebut, termasuk dalam pemanfaatan dan penggunaan teknologi. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran semakin terasa ketika dunia dihadapkan dengan mewabahnya virus corona atau Covid 19, pandemi Covid 19 berdampak pada pengalihan pembelajaran secara tatap muka dengan system pembelajaran secara daring. Kemasan pembelajaran daring yang menarik diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pembelajaran daring dengan menggunakan media Mind Papping terhadap motivasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Penelitian ini melibatkan dua kelompok yaitu kelompok yang akan memperoleh perlakuan dan tidak memperoleh perlakuan. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari (1) variabel bebas, (2) variabel terikat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Randomized Group Only Design. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa motivasi belajar mahasiswa secara daring dengan mengunakan media Mind Mapping lebih tinggi dari pada motivasi belajar mahasiswa yang tidak menggunakan media MindMapping dalam pembelajaran darin
Project Based Learning untuk Pembelajaran IPAS Kelas IV SDN 118/II Candi
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) di kelas IV SDN 118/II Candi. Studi ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dan hasil belajar yang kurang memuaskan, yang sebagian besar disebabkan oleh dominasi metode ceramah dan kurangnya variasi dalam strategi pengajaran. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas IV. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan siswa, serta tes untuk menilai perkembangan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan kemajuan yang signifikan baik dalam keterlibatan kelas maupun kinerja siswa. Aktivitas guru meningkat dari 62,50% menjadi 95,83%, sementara persentase siswa dengan partisipasi kategori “sangat baik” naik dari 18,75% menjadi 40,63%. Selain itu, proporsi siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP) meningkat dari 53,13% menjadi 84,38%. Temuan ini membuktikan bahwa metode PjBL efektif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna, serta mendorong siswa untuk terlibat langsung dalam tugas-tugas berbasis proyek yang relevan dan menantang
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI QUANTUM READING PADA SISWA KELAS V SDIT AL AKHYAR KABUPATEN BUNGO
Reading is one of the most important skills to be taught in elementary school. Quantum Reading Strategy is an alternative that can be used to improve students' reading comprehension. The purpose of this research is to describe the implementation of Quantum Reading strategy in improving reading comprehension skills during pre-reading, reading-reading and post-reading in grade V SDIT Al-Akhyar Muara Bungo. This research is classroom action research with four stages of planning, implementation, observation and reflection. The results of data analysis show that the use of Quantum Reading strategy can improve students' reading comprehension skills at the pre-reading, while-reading and post-reading stages in class V SDIT Al-Akhyar Muara Bungo.Membaca adalah salah satu keterampilan yang sangat penting untuk diajarkan di Sekolah Dasar. Strategi Quantum Reading adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman membaca peserta didik, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi strategi Quantum Reading dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada saat prabaca, saatbaca dan pascabaca di kelas V SDIT Al-Akhyar Muara Bungo. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan empat rangkayan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan strategi Quantum Reading dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa pada tahap prabaca, saatbaca dan pascabaca di kelas V SDIT Al-Akhyar Muara Bungo
