1,725,279 research outputs found
Persepsi mad'u terhadap dakwah KH. Subhan Ma'mun di Kabupaten Brebes
Penelitian ini membahas tentang persepsi mad’u terhadap aktivitas dakwah yang dilakukan KH. Subhan Ma’mun di Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui klasifikasi mad’u KH. Subhan Ma’mun dan persepsi mad’u terhadap dakwah KH. Subhan Ma’mun di Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan perbandingan dan psikologi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi dan membercheck, triangulasi dibagi menjadi dua yakni triangulasi sumber data dan triangulasi teknis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi mad’u KH. Subhan Ma’mun yaitu: Pertama, jika dilihat dari segi sosiologis, mad’u KH. Subhan Ma’mun berasal dari berbagai desa bahkan Kabupaten seperti Cirebon, Brebes, Tegal, dan Pemalang. Kedua, jika dilihat dari segi usia, mad’u KH. Subhan Ma’mun paling muda berusia 15 tahun dan paling tua berusia 73 tahun. Ketiga, jika dilihat dari segi pendidikan, mad’u KH. Subhan Ma’mun terdiri dari lulusan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, D3, S-1, dan S-2. Keempat, jika dilihat dari segi profesi, mad’u KH. Subhan Ma’mun terdiri dari wiraswasta, petani, penjahit, pedagang, pelajar/mahasiswa/ santri, guru, dan dosen.
Sementara hasil persepsi mad’u terhadap dakwah KH. Subhan Ma’mun menunjukkan bahwa mad’u KH. Subhan Ma’mun lebih memilih untuk mengikuti kajian dakwah secara konvensional. Hal ini dikarenakan akses yang masih bisa dijangkau dan ada sebagian mad’u yang tidak terlalu memahami dunia digital bahkan tidak memiliki hp android. Kemudian persepsi mad’u terhadap dakwah KH. Subhan Ma’mun bisa dilihat dari beberapa aspek yaitu aspek kognisi meliputi: Pertama, mad’u bisa menerima dan memahami tausiyah KH. Subhan Ma’mun. Kedua, KH. Subhan Ma’mun memiliki pengetahuan yang cukup luas salah satunya mahir dalam ilmu Nahwu Shorof. Ketiga, selain metode dakwah bil-hikmah, mauidzah hasanah, dan mujadalah, KH. Subhan Ma’mun juga menggunakan metode home visit supaya bisa dekat dengan warganya. Aspek afeksi diantaranya: Pertama, mad’u menyukai ceramah KH. Subhan Ma’mun dikarenakan apa yang disampaikan KH. Subhan Ma’mun seperti cerminan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, KH. Subhan Ma’mun berdakwah dengan ikhlas. Aspek konasi meliputi: Pertama, jika nasehat beliau diamalkan efek positifnya sangat terasa dalam kehidupan. Kedua, lingkungan sekitar mempengaruhi perilaku individu dalam kehidupan sehari-hari
Konsep Perempuan persepektif Zaitunah Subhan: kritik terhadap pemikiran Zaitunah Subhan dalam buku Tafsir Kebencian
Ketimpangan terhadap hak-hak perempuan masih menjadi isu yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat di berbagai Negara, khususnya di Indonesia. Hal ini memicu terhadap ketidakadilan terhadap kaum perempuan di semua aspek kehidupan. Baik di dalam ranah domestik ataupun publik. Namun, dalam buku Tafsir Kebencian karya Zaitunah Subhan ini mencoba untuk menjelaskan konsep kesejajaran antara laki-laki dan perempuan. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kedudukan perempuan menurut pemikiran Zaitunah Subhan dalam buku Tafsir Kebencian? 2) Bagaimana Hak-hak perempuan menurut Zaitunah Subhan dalam buku Tafsir Kebencian? Tujuan penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui sekaligus mengkritik pemikiran Zaitunah Subhan terhadap kedudukan perempuan dan Hak-hak perempuan dalam bukunya, yaitu buku Tafsir Kebencian. Penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan pengambilan data dari sumber-sumber primer dan sekunder dengan menggunakan tehnik Content Analysis (analisis isi). Hasil penelitian yang dilakukan penulis adalah bahwa dalam pemikiran Zaitunah Subhan, beliau mencoba memberikan sebuah pandangan penafsiran tentang konsepnya dalam kesetaraan dalam persamaan antara laki-laki dan perempuan, dengan tujuan untuk menghilangkan bias gender yang selama ini terjadi di masyarakat. Kesetaraan menurutnya adalah laki-laki dan perempuan menjadi mitra yang sejajar yang harmonis. Saling menghormati dan menghargai terhadap peran masing-masing
Retorika Dakwah Ustadz Subhan Bawazier di Media Sosial Instagram
Dakwah adalah mengajak umat manusia untuk kembali ke fitrahnya yaitu sebagai khalifah di bumi dan juga sebagai hamba yang senantiasa beribadah kepada Allah. Dalam berdakwah seorang da?i perlu menguasai retorika agar dakwahnya mudah diterima oleh mad?u. Ustadz Subhan Bawazier adalah salah satu dai yang memiliki ciri khas dalam dakwahnya sehingga mampu menarik mad?unya untuk menyimak. Dari latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana retorika dakwah Ustadz Subhan Bawazier di media sosial instagram? dan gaya bahasa apa yang digunakan dalam dakwahnya? Adapun teori yang digunakan adalah teori The Five Canons of Rhethoric Aristoteles serta gaya bahasa berdasarkan pilihan kata dan nada. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan kualitatif serta teknik analisis dari Miles dan Huberman. Ada empat tahap dalam teknik analisis Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, kedua reduksi data, ketiga penyajian data, dan keempat adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sumber data dalam penelitian ini melalui teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Ustadz Subhan Bawazier dalam retorika dakwahnya di media sosial instagram menerapkan lima tahapan dalam penyusunan pidatonya. Berdasarkan pilihan katanya Ustadz Subhan Bawazier lebih sering menggunakan gaya bahasa percakapan. Walaupun dalam kontennya ditemukan juga beberapa dengan gaya bahasa tidak resmi. Kemudian berdasarkan nadanya Ustadz Subhan Bawazier menggunakan gaya bahasa menengah, sederhana, serta mulia dan bertenaga. Namun dari ketiganya yang lebih sering digunakan adalah gaya bahasa dengan nada menenga
Analisis Maslahah terhadap pemikiran Zaitunah Subhan tentang konsep Nushuz
Skripsi ini adalah hasil penelitian pustaka dengan judul Analisis Maslahah terhadap Pemikiran Zaitunah Subhan Tentang Konsep Nushuz. Rumusan masalah adalah: pemikiran Zaitunah Subhan tentang konsep nushuz. Bagaimana analisis maslahah terhadap pemikiran Zaitunah Subhan tentang konsep nushuz. Penelitian ini menggunakan penelitian normatif atau kepustakaan, dimana penelitian dilakukan dengan cara meneliti bahan yang telah ada, berupa buku, kitab, undang-undang, skripsi yang berkaitan dengan analisis maslahah terhadap konsep nushuz, kemudian di analisis dengan menggunakan teori maslahah. Hasil penelitian menunjukkan pemikiran Zaitunah Subhan tentang konsep nushuz yaitu nushuz tidak hanya ditujukan kepada perempuan sebagaimana keadilan gender, Zaitunah Subhan mengkritisi peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia dimana nushuz seakan-akan hanya ditujukan kepada perempuan, berkat gagasan para aktivis gender seperti Zaitunah Subhan martabat perempuan menjadi lebih dihargai. Hasil analisis maslahah menunjukkan bahwa nushuz termasuk dalam maslahah al-hajjiyyah. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa maslahah hajjiyyah yaitu menyempurnakan kemaslahatan pokok (mendasar) hifdun nasl (keturunan) yang berbentuk keringanan untuk mempertahankan dan memelihara kebutuhan manusia. Tercapainya pemeliharaan tersebut akan melahirkan keseimbangan dalam kehidupan keagamaan dan keduniaan. Jika kemaslahatan ini tidak ada, maka akan timbul kekacauan dalam hidup keagamaan dan keduniaan manusia. Akibat dari hal itu ialah, mereka akan kehilangan keselamatan dan kebahagiaan di akhirat. Maka, kaitannya analisis maslahah terhadap pemikiran Zaitunah Subhan tentang konsep nushuz merupakan untuk kemaslahatan, yaitu kemaslahatan menjaga keturunan (hifdun nasl). Jika paradigma perempuan Indonesia masih tetap saja kecanduan akan budaya patriarki maka peradaban Indonesia akan sulit untuk berubah menjadi lebih maju dan lebih baik. Maka, untuk Pemerintah Indonesia seharusnya aktif memberikan penyuluhan kepada kepada masyarakat mengenai pentingnya memprioritaskan kesetaraan gender, karena kalau kesetaraan gender dalam suatu negara tidak teraplikasikan maka sulit untuk mencapai kemajuan peradaban
Persepsi Mad’u Terhadap Dakwah KH. Subhan Ma’mun Di Kabupaten Brebes
Penelitian ini membahas persepsi mad'u terhadap aktivitas dakwah yang dilakukan oleh KH. Subhan Ma'mun di Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik mad'u KH. Subhan Ma'mun dan persepsi mereka terhadap dakwahnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Pendekatan perbandingan dan psikologi digunakan untuk mengidentifikasi persepsi, pendapat, dan tanggapan mad'u terhadap dakwah KH. Subhan Ma'mun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mad'u KH. Subhan Ma'mun memiliki karakteristik yang beragam. Pertama, mereka berasal dari berbagai desa dan Kabupaten. Kedua, rentang usia mad'u adalah 15 hingga 73 tahun. Ketiga, tingkat pendidikan mad'u bervariasi dari SD hingga perguruan tinggi. Keempat, mad'u memiliki berbagai profesi seperti wiraswasta, petani, pedagang, dan pengajar. Persepsi mad'u terhadap dakwah KH. Subhan Ma'mun menunjukkan kecenderungan untuk mengikuti kajian dakwah secara langsung (tatap muka). Dalam hal ini, mad'u mampu menerima dan memahami tausiyah, mengakui pengetahuan luas KH. Subhan Ma'mun, dan menghargai metode dakwah seperti bil-hikmah, mauidzah hasanah, mujadalah, serta kunjungan ke rumah mad'u. Dalam rangka mencapai tujuan dakwah, seorang da'i harus memperhatikan karakteristik mad'u dalam memilih materi, metode, dan media berdakwah. Hal ini penting mengingat keragaman karakteristik mad'u yang ada.
Secure camera nodes for IoT applications
Subhan Ullah, M.Sc.Dissertation Alpen-Adria-Universität Klagenfurt 201
Secure camera nodes for IoT applications
Subhan Ullah, M.Sc.Dissertation Alpen-Adria-Universität Klagenfurt 201
Memo to Rajneesh Swami Prartho Subhan on public records request
A memo from Bob Oliver, legal counsel to Governor Atiyeh, to Swami Prartho Subhan, Rajneesh staff attorney, relating to a public records request by the Rajneesh. Oliver had responded to a previous request by denying access to certain records. Oliver explains that there is a file containing letters strictly related to the attempted appointment of a Rajneesh member to the Oregon Health Council that Subhan is welcome to look into. This item was a part of the papers of Bob Oliver
- …
