631 research outputs found
SUGRIWA SUBALI
ABSTRAKEpisode Sugriwa Subali adalah salah satu bagian dari buku Kis-kindhakanda yang sangat menarik bagi peneliti untuk diungkit dalam sebuah karya Tari. Karya ini akan memfokuskan dua saudara kandung yaitu Sugriwa dan Subali yang berselisih faham, karena berbeda pandangan hidup. Subali dikenal dengan temperamen tinggi dan gampang diasut oleh Rahwana, sementara Sugriwa mempunyai jiwa yang luhur. Budaya Hasut menghasut akhir-akhir ini kian menjadi makanan sehari-sehari dikehidupan kita. Persoalan dan kesalahpahaman Subali terhadap Sugriwa, mengakibatkan kematian Subali akibat hasutan Rahwana. Nilai inilah yang akan peneneliti coba ungkit, dengan mengeskpolorasi gerak. Gerak gerak tersebut berasal dari gerak hewan monyet, kemudian dieksplorasi dengan gerak sehari-hari, diberi curahan Ruang, Tenaga dan waktu, sehingga gerak yang dilahirkan dapat memunculkan ilusi imajinasi yang luar biasa. Jadi tidak hanya keterampilan fisik saja yang harus ia kuasai, tetapi non-fisikpun harus ia kuasai juga. Karya ini akan disajikan diruang outdoor dengan lokasi di sekitar Gunung Batu Baleendah Bandung, dengan memfokuskan kekuatan garap kinetik (tari), kekuatan atraktif (spektekel) dan juga garap karawitan yang dapat mendukung suasana yang diinginkan. Selain hal tersebut diatas karya ini akan dikemas menjadi sebuah karya Dance Film.Kata Kunci: Sugriwa Subali, Eksplorasi, Dance Film.ABSTRACTSugriwa Subali, June 2021. The Sugriwa Subali episode is a part of Kiskindakanda\u27s book which is very interesting for researchers to study in a dance piece. This episode is focusing on two siblings, Sugriwa and Subali, who have disagreements because of their different views on life. Subali was known for his high temperament and was easily abetted by Rahwana, while Sugriwa had a noble soul. Nowadays, the culture of urging someone to behave unlawfully is very common and it is well depicted by the two main characters, Sugriwa and Subali. This research is aimed at describing the movement exploration taken from the problems and misunderstanding caused by Rahwana\u27s provocation, which resulted in Subali\u27s death.This research is based on a creative movement exploration. The basic choreography is taken from monkeys’ movement combined with daily actions. Outpouring energy and time are given so that it could give an illusion of extraordinary imagination. To master this choreography, both physical and non-physical skills are essentials. This dance piece will be presented outdoor on a mountain around BatuBaleendah, Bandung. The aim of this dance piece will be reached by focusing on the kinetic energy and striking performance accompanied by a set of traditional musical instruments. This dance piece will also be adapted into a Dance Film.Keywords: Sugriwa Subali, Exploration, Dance Film
Subali Leno
Ceritera Subali Leno ini diambil dari Epos Ramayana, yaitu menceritakan matinya Subali oleh Rama Wijaya dengan panah yang bernama Guawijaya. Garapan tari ini berbentuk Langen Mandra Wanara yang diiringi oleh instrumen gamelan Jawa berlaras slendro dan pelog
Subali gugur
Garapan tari ini mengungkapkan perang saudara antara kakak beradik Subali dan Sugriwa yang disebabkan kesalahpahaman. Subali yang merasa dikianati menjadi sangat murka pada adiknya, sementara kemurkaan tersebut karena Sugriwa salah duga yaitu dikiranya Subali sudah binasa bersama Mahesasura dan Lembusure ketika berperang di gua Kiskenda, akhirnya gua tersebut ditutup dengan batu. Dalam mempertahankan Dewi Tara, Sugriwa merasa tidak mampu menandingi kakaknya, maka dengan meminta bantuan Rama Wijaya, akhirnya Subali harus menerima kematian karena dadanya tertembus oleh panah Guwa Wijaya.Dalam pementasan menggunakan mode penyajian representasional dengan tipe tari dramatari namun dramatik dari kejadian-kejadian tersebut juga ditonjolkan
Drama Tari Sugriwa-Subali
Penyajian tari Sugriwa-Subali ini tetap menggunakan bahan-bahan klasik yang telah disesuaikan dengan kondisi. Dasar penyusunan tarian ini diambil dari Kitab Arjuna Sasrabahu karangan R. Ng. Sindusastra. Ringakasan cerita: Cerita berawal dari kisah Raden Guwarsa dan Raden Guwarsi saling memperebutkan cupumanik Astagina milik Dewi Anjani, akhirnya berubah menjadi kera setelah terjun ke telaga Madirda.
Alkisah Subali merasa dikhianati Sugriwa, sempat terjadi salah paham, akhirnya Subali kembali bertapa untuk memohon petunjuk dewata.
Kata kunci: kisah wayang, drama tar
TATA RIAS KARAKTER SUBALI DALAM PERGELARAN THE FUTURISTIC OF RAMAYANA
TATA RIAS KARAKTER SUBALI DALAM PERGELARAN
THE FUTURISTIC OF RAMAYANA
Oleh:
Tri Fatmawati
08519134001
ABSTRAK
Proyek akhir ini bertujuan untuk: 1) Mendisain kostum, pelengkap kostum
dan tata rias wajah karakter, pada tokoh Subali dengan konsep“The Futuristic of
Ramayana”. 2) Mengaplikasikan tata rias wajah karakter, kostum, dan pelengkap
kostum pada tokoh Subali dengan konsep“The Futuristic of Ramayana”. 3)
Menampilkan tata rias wajah karakter, kostum, dan pelengkap kostum pada tokoh
Subali dengan konsep“The Futuristic of Ramayana”.
Metode penerapan rias wajah karakter, kostum, dan pelengkap kostum
pada tokoh Subali melalui beberapa tahap, yaitu: 1) Pengkajian untuk mendisain
kostum, pelengkap kostum yaitu mencari sumber ide, mencari sumber-sumber
refrensi, menentukan rancangan kostum dan tata rias wajah karakter yaitu
mendiagnosa serta menentukan konsep rancangan tata rias wajah pada tokoh
Subali dengan konsep“The Futuristic of Ramayana”. 2) Pengkajian untuk
mengaplikasikan tata rias wajah karakter yaitu membuat pola menyerupai kera
dengan kosmetik body painting, kostum, dan pelengkap kostum yaitu memasang
kelat bahu, gelang tangan, gelang kaki dan penutup kepala atau kapucong pada
tokoh Subali dengan konsep“The Futuristic of Ramayana”. 3) Pengkajian untuk
menampilkan tata rias wajah karakter yaitu untuk menampilkan make up karakter
kera pada tokoh Subali, pemilihan kostum, serta pelengkap kostum dengan
konsep“The Futuristic of Ramayana”.
Hasil penataan rias wajah karakter, kostum, dan pelengkap kostum pada
tokoh Subali: 1) Hasil disain kostum, dan pelengkap kostum rias wajah karakter,
pada tokoh Subali melalui proses diagnosa wajah Subali yaitu alis tebal dan tegas,
riasan mata tajam, dan eye liner tegas. Kostum yang digunakan mewujudkan
karakter Subali yaitu menggunakan rampek. 2) Hasil pengaplikasian rias wajah
karakter, kostum, dan pelengkap kostum pada tokoh Subali, tata rias wajah
karakter Subali adalah alis tegas, tajam dan berwarna hitam, eye shadow coklat
tembaga dan hitam. Kostum yang digunakan mewujudkan karakter Subali karena
menggunakan warna merah, putih dan silver yang tidak meninggalkan warna
pakemnya namun tetap futuristic 3) Hasil penampilan penataan rias wajah
karakter, kostum, dan pelengkap kostum pada tokoh Subali melalui sebuah drama
tari “Ramayana” yang dipentaskan pada Pergelaran Tata Rias The Futuristic of
Ramayana rias karakter Subali yang berwujud kera dan kostum dan pelengkap
kostum yang mendukung perwujudan karakter Subali
Komposisi Tari"Sugriwa-Subali"
Komposisi Tari"Sugriwa-Subali"
Karya: Indra Rahmad Yusuf, Ujian penyajian Tari, Pendapa ISI Surakart
FRAGMEN TARI SUGRIWA SUBALI KARYA DIDIK BAMBANG WAHYUDI (Tinjauan Estetik)
Skripsi yang berjudul Fragmen Tari Sugriwa Subali Karya Didik Bambang Wahyudi (Tinjauan Estetik) bertujuan untuk mengungkap makna keindahan Fragmen Tari Sugriwa Subali dengan mendeskripsikan dan menjelaskan tentang: (1) bentuk atau sensasi Fragmen Tari Sugriwa Subali yang mencangkup : tema, gerak, polatan/ekspresi, pola lantai, rias, busana, properti dan musik/karawitan tari, (2) menjelaskan tentang konsep atau gagasan dalam Fragmen Tari Sugriwa Subali, (3) menjelaskan lambang atau simbol estetik yang ada dalam karya Fragmen Tari Sugriwa Subali, dan (4) tanggapan penonton meliputi: tanggapan para pakar, penari, dan penonton. Keempat masalah tersebut dikaji dengan teori estetika De Witt H Parker. Dalam aplikasinya untuk menganalisis bentuk sebagai sensasi ungkap dalam karya tersebut menggunakan teori seni pertunjukan menurut Maryono. Analisis konsep atau gagasan dalam karya ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan teori tindak tutur Kreidler. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pengumpulan data atau informasi melalui tahap menyajikan kembali karya tari (re-produksi), studi pustaka, wawancara dengan narasumber terpilih, dan pengamatan terhadap karya Fragmen Tari Sugriwa Subali. Hasil penelitian bahwa: karya tari ini berdasarkan bentuk sensasi, konsep atau gagasan, lambang atau simbolisasi, dan tanggapan para pakar, penari dan penonton secara estetik Fragmen Tari Sugriwa Subali merupakan sebuah karya yang menggambarkan suatu peperangan antara Sugriwa dan Subali dalam memperebutkan Dewi Tara yang berfungsi sebagai hiburan estetis bagi para penonton dan juga sebagai lambang perjuangan dalam memperoleh suatu kebahagiaan.
Kata Kunci : Fragmen Tari Sugriwa Subali, estetis
Sugriwa - Subali
Karya Sugriwa-Subali ini diambil dari kitab Arjuna srabahu, sedangkan didalam penyusunan laku atau jalan cerita ada sedikit perubahan agar supaya dari segi dramatiknya lebih mengena, stage yang dipergunakan untuk pementasan adalah proscenium stage dengan pengiringnya adalah gamelan Jawa yang berlaraskan slendro dan pelog
ANALISIS KOMPARATIF TARI JAIPONG SUBALI SUGRIWA KARYA YAYAN SHOFIYAN DAN ANDRI WIRAGUNA
Tari jaipongan sebagai salah satu genre tari di Jawa Barat memiliki perkembangan yang relative cukup baik dibandingkan dengan rumpun tari lainnya di Jawa Barat. Tari jaipong Subali dan Sugriwa sebagai salah satu contoh jenis tarian yang memiliki keunikan khas dari aspek gerak, busana dan musiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara umum dan berdasarkan fakta tentang ide penciptaan, struktur gerak, tata rias dan busana Tari Jaipong Subali Sugriwa. Tujuan tersebut untuk dapat mendeskripsikan tenatnag ide penciptaan Tari Jaipong Subali Sugriwa, mendapatkan gambaran secara umum tentang struktur gerak, tata rias dan busana Tari Jaipong Subali Sugriwa, dapat menganalisis perbandingan fari struktur gerak, tata rias dan busana Tari Jaipong Subali Sugriwa. Mengapa peneliti mengangkat judul tersebut karena masih sedikitnya kepustakaan akan Tari Jaipong Subali Sugriwa. Metode yang digunakan menggunakan metode deskriptif dalam melakukan perbandingan dua materi tari jaipongan melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara bersama koreografer pencipta Tari Jaipong Subali Sugriwa. Hasil penelitian menunjukan bahwa ide penciptaan dari Tari Jaipong Subali Sugriwa kaya Yayan Shofiyan didasarkan oleh kecintaannya terhadap pewayangan sedangkan Tari Jaipong Subali Sugriwa karya Andri Wiraguna mendapatkan inspirasi saat sedang menunjang studinya di ISBI Bandung, peneliti juga mendapatkan persamaan dan perbedaan pada karya Yayan Shofiyan dan karya Andri Wiraguna dari segi penciptaan, tata rias dan busana dimana masing-masing koreografer memiliki ciri khas tersendiri walaupun memiliki latar belakang yang sama yaitu dari cerita Ramayana Kiss-Kindakanda
Perancangan karya tari "Sugriwa Subali"
Perancangan karya tari ini berbentuk tari wireng pethilan yang mengambarkan peperangan antara dua orang tokoh bersaudara yang berwujud kera yang ernama Raden Sugriwa dan Raden Subali dimana sebelumnya berwujud kera adalah dua kesatriya muda. Dalam perancangan tari ini masih mengacu pada struktur bentuk komposisi tari tradisi, yaitu beksan wireng gaya Surakarta dengan gerak dasar tari putra gagah, tata laku dari garapan ini juga masih sepeti garap tardisi yaitu maju beksan, beksan inti dan mundur beksan
- …
