12 research outputs found

    Hubungan Customer Perceived Value dengan Kepuasan Pasien pada KRIS RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar Tahun 2024

    No full text
    Latar Belakang: Strategi memprioritaskan kepuasan pasien dengan memperhatikan nilai yang dirasakan pelanggan (customer perceived value/CPV) merupakan pilihan yang tepat bagi rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan terutama dengan munculnya berbagai inovasi pada sistem kesehatan. Fenomena penurunan nilai kepuasan pasien serta belum tercapainya standar kepuasan menurut SPM di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar terjadi seiring diberlakukannya kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dalam rangka pemenuhan prinsip ekuitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan CPV dengan kepuasan pasien di kelas rawat inap standar RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 208 orang pasien rawat inap yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara instalasi (0,000), profesionalisme (0,000), kualitas (0,000), nilai emosional (0,000), nilai sosial (0,000), dan persepsi nilai yang dirasakan/CPV (0,000) dengan kepuasan pasien. Kesimpulan: Pada penelitian ini diperoleh fakta bahwa masing-masing dimensi instalasi, profesionalisme, kualitas, nilai emosional, nilai sosial dan CPV secara kolektif berhubungan dengan kepuasan pasien di kelas rawat inap standar RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar

    HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS HOME CARE DENGAN KEPUASAN PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAYANG

    No full text
    Background: Quality of service can be said to be qualified if it gives satisfaction to patients. As time goes by, with increasing levels of education and people's incomes, the demands of the community to obtain quality health services are also increasing. Purpose: This study aims to determine the relationship between the quality of home care-based health services and patient satisfaction in the work area of the Layang Public Health Center, Makassar City. Methods: This type of research is quantitative with a cross sectional study approach. The population in this study were 159 home care patients in the working area of the Layang Health Center in Makassar City. The sampling technique used simple random sampling with a total sample of 60 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire/checklist sheet. The research results were analyzed using SPSS. Results: In general, from the research results of each research variable, it was found that the majority of respondents expressed satisfaction with the quality of Home Care services in the work area of the Layang Health Center. The results of the correlation analysis using the chi-square test (p < 0.05) showed that there was a relationship between the dimensions of technical competence (p = 0.000), human relations (p = 0.02), and accuracy time (p = 0.000) with patient satisfaction. That is, the better the quality of services provided, the higher the resulting patient satisfaction. Conclusion: There is a relationship between the dimensions of technical competence, human relations, safety, continuity, and timeliness of possession with patient satisfaction. It is hoped that the Layang Health Center can improve the quality of services provided to home care patients, especially in the timeliness of patient examination

    Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Membayar Iuran BPJS Non PBI Pada Pasien di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar

    No full text
    Latar Belakang: Komponen terpenting untuk memudahkan pemanfaatan pelayanan kesehatan, yaitu kepatuhan dalam membayar iuran JKN bagi peserta mandiri. Pembayaran iuran setiap bulannya maksimal tanggal 10. Tujuan: untuk meneliti faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Non PBI pada pasien di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross sectional study, dengan besar sampel 137 responden di instalasi rawat jalan, teknik pengambilan data membagikan pertanyaan dari kuisioner dan wawancara terhadap responden, penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, dan teknik analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian dari enam variabel yang peneliti ambil. Ternyata, dua diantaranya menunjukkan ada hubungan  pendapatan dan motivasi terhadap kepatuhan membayar iuran BPJS Non PBI pada pasien di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Sedangkan empat variabel tidak ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan persepsi terhadap kepatuhan membayar iuran BPJS Non PBI pada pasien di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendapatan (p=0,000)  dan motivasi (p=0,000), dan tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,030), pekerjaan (p=0,024), pengetahuan (p=1,000), dan persepsi (p=0,013) terhadap kepatuhan membayar iuran BPJS Non PBI pada pasien di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Saran kepada BPJS Kesehatan untuk memberikan sosialisasi atau informasi kepada peserta BPJS Kesehatan agar peserta dapat termotivasi untuk patuh dalam membayar iuran BPJS dan menyukseskan program JKN

    Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan BPJS Kesehatan pada Pedagang di Pasar Sentral Kota Makassar Tahun 2023

    No full text
    Latar belakang: Keikutsertaan BPJS Kesehatan pada pedagang merupakan bagian dari perwujudan pemerintah untuk mencapai Universal Health Coverage atau Cakupan Kesehatan Universal di Indonesia yang berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 dimana menargetkan jumlah UHC sebanyak 98 % ditahun 2024. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan BPJS Kesehatan pada pedagang di Pasar Sentral Kota Makassar Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi sebanyak 894 pedagang dengan sampel sebanyak 87 pedagang. Pengambilan sampel menggunakan Teknik accidental sampling di Wilayah Pasar Sentral Kota Makassar. Anlasisis data yang dilakukan degan uji chi-square. Hasil: Secara umum, dari hasil penelitian yang didapatkan Sebagian besar pedagang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan keikutsertaan BPJS Kesehatan pada pedagang di Pasar Sentral ialah variabel Sikap (p=0,001), Pengetahuan (p=0,015), Dukungan Keluarga (p=0,001) dan Persepsi (p=0,001), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan keikutsertaan BPJS Kesehatan pada pedagang di Pasar Sentral ialah variabel Pendidikan (p=0,624) dan Pendapatan (p=0,624). Artinya, jika variabel berhubungan, maka minat keikutsertaan BPJS Kesehatan akan meningkat juga. Kesimpulan: Terdapat variabel yang berhubungan dengan keikutsertaan BPJS Kesehatan pada pedagang di Pasar Sentral Kota Makassar ialah variabel sikap, pengetahuan, dukungan keluarga dan persepsi, sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan keikutsertaan BPJS Kesehatan pada pedagang di Pasar Sentral Kota Makassar ialah variabel pendidikan dan pendapatan

    Hubungan Brand Image dengan Keputusan Pasien Memilih Pelayanan Kesehatan Unit Rawat Inap Rumah Sakit Anugrah Pangkajene

    No full text
    Citra rumah sakit akan berdampak pada sikap dan perilaku pasien terhadap rumah sakit, hubungan citra merek (brand image) rumah sakit dan pengaruhnya terhadap intensi pasien sangat diperlukan. Rumah sakit Anugrah terbilang baru, awalnya hanya klinik Dokter Spesialis pada tahun 2000 kemudian tahun 2005 menjadi rumah sakit khusus dan  tahun 2015  menjadi rumah sakit Umum Swasta. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan brand image dengan keputusan pasien memilih pelayanan kesehatan pada unit rawat inap Rumah Sakit Anugrah Pangkajene Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2022. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu pasien rawat inap Rumah Sakit Anugrah yang berjumlah 57 orang dengan pengambilan sampel simple random sampling. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan variabel brand image berpengaruh terhadap keputusan pasien memilih rawat inap adalah lingkungan fisik (physical environment) (p value=0,002), pegawai rumah sakit (contact personel) (p value=0,005), dan pelayanan yang diberikan  (service offering) (p value=0,005). Sedangkan variable brand image yang tidak berpengaruh terhadap keputusan pasien adalah identitas rumah sakit (corporate identity) (p-value=0,426). Kesimpulan tidak ada hubungan antara identitas rumah sakit dan ada hubungan antara lingkungan fisik, pegawai rumah sakit, pelayanan yang diberikan dengan keputusan pasien memilih pelayanan kesehatan unit rawat inap Rumah Sakit Anugrah Pangkajene

    Meningkatkan Kepuasan Pasien melalui Customer Perceived Value: Studi pada Kelas Rawat Inap Standar

    No full text
    Buku ini mengkaji secara mendalam konsep Customer Perceived Value (CPV) sebagai strategi untuk meningkatkan kepuasan pasien dalam layanan kelas rawat inap standar di rumah sakit. Dengan mengintegrasikan pendekatan konseptual dan temuan empiris, penulis menyajikan analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhi persepsi nilai pasien, seperti kualitas layanan, biaya, lingkungan fisik, serta interaksi antara pasien dan tenaga kesehatan. Melalui penelitian yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia, buku ini menyoroti pentingnya persepsi nilai sebagai penghubung antara harapan dan pengalaman pasien. Hasil studi menunjukkan bahwa CPV memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien, yang pada gilirannya berdampak pada loyalitas serta citra rumah sakit secara keseluruhan. Ditulis dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis data, buku ini tidak hanya bermanfaat bagi praktisi dan manajemen rumah sakit, tetapi juga bagi akademisi dan mahasiswa dalam bidang manajemen pelayanan kesehatan. Secara keseluruhan, buku ini menekankan bahwa pengelolaan CPV yang optimal merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing rumah sakit di era jaminan kesehatan nasional

    Tingkat Kepuasan Masyarakat Perkotaan Terhadap Implementasi Kelas rawat Inap Standar (KRIS) Pasien BPJS Kesehatan di RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar

    No full text
    Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit dan menjamin kesetaraan pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat perkotaan terhadap implementasi KRIS di RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Obeservasional Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 174 responden yang merupakan pasien rawat inap pengguna BPJS. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi tingkat kepuasan terhadap berbagai aspek layanan seperti prosedur, waktu pelayanan, biaya, fasilitas, perilaku pelaksana, dan sistem pengaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan puas hingga sangat puas terhadap implementasi KRIS. Aspek yang mendapat tingkat kepuasan tertinggi adalah perilaku pelaksana dan penanganan pengaduan, sementara aspek biaya dan kompetensi pelaksana masih memerlukan peningkatan. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi KRIS telah memberikan dampak positif terhadap mutu layanan dan kepuasan pasien. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dalam perbaikan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit yang adil, merata, dan berorientasi pada kebutuhan pasien

    Analysis of the Relationship between the Use of Hypertension Services in Achieving Minimum Service Standards (SPM) in the Community on Barrang Caddi Island

    No full text
    Introduction: Based on Makassar City health profile data in 2021, there are still several health service and management criteria that have not achieved the SPM targets for Health Sector or SDG's. At the Barrang Lompoa Community Health Center, the SPM achievement related to patients receiving health services who suffer from hypertension in 2021 is 46.2%. This achievement still does not meet the target that has been set, namely 100%. Objective: To find out the factors that influence the use of hypertension services in the community at Pustu Barrang Caddi in 2024. Methode: The type of research used is Cross Sectional Study. This research was conducted on Barrang Caddi Island, Makassar City in March - April 2024. The population in this study was 351 households. The sample in this study was part of the population on Barrang Caddi Island, that is 188 households. Result: The results of data analysis include univariate analysis with frequency distribution and bivariate chi-square test. Data analysis was carried out bivariately using the Chi-Square test with a significance level of 5% (?=0.05). The influence of age (p=0.890), education (p=0.980), employment (p=1.000), and access (p=0.577), from Chi-Square results found a relationship between factors on the utilization of hypertension services at Pustu Barrang Caddi in 2024

    Attitudes and Family Support of the Barrang Caddi Island Community Related to the Utilization of Hypertension Services in Achieving Minimum Service Standards (SPM)

    No full text
    Introduction: Based on Makassar City health profile data in 2021, several aspects of health services and health management still have not achieved the SPM targets for Health and SDG's. At the Barrang Lompoa Community Health Center, only 46.2% of patients suffering from hypertension received health services in 2021, far from the target set at 100%. Objective: To understand the correlation between individual attitudes and family support towards the use of hypertension services at Pustu Barrang Caddi in 2024. Method: The type of research used is Cross Sectional Study. This research was conducted on Barrang Caddi Island, Makassar City in March - April 2024. The population in this study was 351 households. The sample in this study was part of the population on Barrang Caddi Island, that is 188 households. Result: The results of data analysis include univariate analysis with frequency distribution and bivariate chi-square test. Data analysis was carried out bivariate using the Chi-Square test with a significance level of 5% (?=0.05). influence between attitude (p=0.000), family support (p=0.000). From the results of the Chi-Square test, a relationship was found between attitudes and family support on the use of hypertension services at Pustu Barrang Caddi in 2024. Conclusion: There is a relationship between attitudes and family support on the use of hypertension services at Pustu Barrang Caddi in 2024

    Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien PTM di UPTD Puskesmas Tosora: The Relationship of Health Service Quality With PTM Patient Satisfaction in UPTD Puskesmas Tosora

    No full text
    Latar Belakang: Pelayanan kesehatan dipahami sebagai pemenuhan kebutuhan pasien dan kualitas pelayanan yang diterima pasien dapat dinilai salah satunya berdasarkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien adalah perasaan bahagia yang muncul pada diri seorang sehabis menerima pelayanan yang diterima atau dialam secara eksklusif atau menggunakan istilah lain tingkat perasaan seseorang pelanggan sehabis membandingkan kinerja atau output yang dirasakan. Tujuan: untuk mengetahui Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasaan Pasien Rawat Jalan Penyakit Tidak Menular Puskesmas Tosora. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 responden. Penelitian dilakukan pada bulan April – Mei 2022. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi teknis (p=0.086), akses terhadap pelayanan (p=0.013), hubungan interpersonal (p=0,000), dan kenyamanan (p=0,006). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan anatara variabel akses terhadap pelayanan, hubungan interpersonal, kenyamanan dengan kepuasan pasien rawat jalan penyakit tidak menular di UPTD Puskesmas Tosora. Sedangkan, tidak ada hubungan antara variabel kompetensi teknis dengan kepuasan pasien rawat jalan penyakit tidak menular di UPTD Puskesmas Tosora Kabupaten Wajo. Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor variabel akses terhadap pelayanan, hubungan interpersonal, dan kenyamanan dengan kepuasan pasien rawat jalan penyakit tidak menular di UPTD puskesmas Tosora Kabupaten Wajo. Saran penulis untuk pihak Puskesmas agar meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, sehingga dapat memberikan dampak kepuasan kepada pasien
    corecore