Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Tingkat Kepuasan Masyarakat Perkotaan Terhadap Implementasi Kelas rawat Inap Standar (KRIS) Pasien BPJS Kesehatan di RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar
Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit dan menjamin kesetaraan pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat perkotaan terhadap implementasi KRIS di RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Obeservasional Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 174 responden yang merupakan pasien rawat inap pengguna BPJS. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi tingkat kepuasan terhadap berbagai aspek layanan seperti prosedur, waktu pelayanan, biaya, fasilitas, perilaku pelaksana, dan sistem pengaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan puas hingga sangat puas terhadap implementasi KRIS. Aspek yang mendapat tingkat kepuasan tertinggi adalah perilaku pelaksana dan penanganan pengaduan, sementara aspek biaya dan kompetensi pelaksana masih memerlukan peningkatan. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi KRIS telah memberikan dampak positif terhadap mutu layanan dan kepuasan pasien. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dalam perbaikan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit yang adil, merata, dan berorientasi pada kebutuhan pasien
Analisis Faktor Risiko Host Terhadap Penyakit TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas Panekan Tahun 2024
Latar Belakang: Kecamatan Panekan merupakan salah satu daerah endemis TBC di Kabupaten Magetan. Kasus TBC tahun 2024 mulai Januari sampai April sebanyak 38 kasus. Penderita TBC di Puskesmas Panekan memiliki kepatuhan minum obat yang baik, akan tetapi masih terdapat kasus TBC. Tujuan : menganalisis faktor risiko host terhadap penyakit TBC di wilayah kerja Puskesmas Panekan tahun 2024. Desain penelitian ini adalah observasional analitik, pendekatan case control. Populasi penelitian adalah semua penderita TBC di Puskesmas Panekan mulai November 2023 sampai April 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu 33 kasus dan 33 kontrol. Variabel penelitian adalah penyakit TBC, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan perilaku. Analisis data adalah secara univariat dan bivariat menggunakan Odds Ratio. Hasil : sebagian besar penderita TBC adalah orang dewasa, berjenis kelamin perempuan, memiliki pendidikan rendah, mayoritas bekerja, dan memiliki perilaku kurang baik. Perempuan berisiko 1,378 kali, pendidikan rendah berisiko 3,75 kali, responden yang bekerja berisiko 4,6 kali, dan perilaku responden yang kurang berisiko 3,121 kali terjangkit TBC. Kesimpulan : host yang meliputi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan perilaku merupakan faktor risiko terjangkitnya TBC. Diharapkan masyarakat dapat menggali informasi terkait penyakit TBC lebih luas melalui media sosial dan menerapkan perilaku pencegahan penyakit TBC
PERBANDINGAN KEMAMPUAN DAUN CENGKEH DAN DAUN PEPAYA TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES AEGEPTY DI KOTA TERNATE
Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah yang dihadapi Indonesia. Penangan DBD dilakukan dengan mengendalikan vektornya. Salah satu usaha pengendalian vektor adalah pada usia jentik(larva), baik dengan cara biologi yaitu menggunakan musuh-musuh alami maupun dengan cara kimiawi yang menggunakan zat kimia berefek larvasida. Tujuan. Tujuan penelitin ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan perasan daun cengkeh dan daun pepaya pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% terhadap mortalitas Aedes aegypti. Metode Penelitian. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Post Test Only Controlled Design. Sampel pada penelitian ini adalah larva Aedes aegypti instar III. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10%, rata-rata larva yang mati pada perasan daun cengkeh adalah 4 sedangkan pada perasan daun pepaya hanya 1. Pada konsentrasi 15%, rata-rata larva yang mati pada perasan daun cengkeh adalah 10 sedangkan pada perasan daun pepaya hanya 1. Pada konsentrasi 20%, rata-rata larva yang mati pada perasan daun cengkeh adalah 10 sedangkan pada perasan daun pepaya hanya 1. Kesimpulan. Rata-rata larva yang mati pada perasan daun cengkeh di tiap konsentrasi lebih banyak dibandingkan dengan perasan daun pepaya. Pada kontrol, tidak ada larva yang mati sama sekali
Komunikasi Risiko Dalam Implementasi Nyamuk Ber-Wolbachia Untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue
Kebijakan pemerintah untuk menyebarkan nyamuk ber-Wolbachia sebagai upaya upaya pencegahan dan penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menimbulkan kekhawatiran pada sebagian masyarakat, sehingga program pengendalian penyakit berbasis teknologi seperti pelepasan nyamuk ber-Wolbachia menuntut strategi komunikasi risiko yang efektif agar dapat diterima oleh masyarakat luas. Komunikasi yang efektif sangat penting dalam merespon kekhawatiran publik, meningkatkan penerimaan, dan memastikan keberhasilan sebuah program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi risiko dalam implementasi program nyamuk ber-Wolbachia serta mengkaji persepsi masyarakat terhadap inovasi tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 12 informan dalam 3 kelompok diskusi, kemudian dianalisis secara tematik dengan merujuk pada teori komunikasi risiko Covello dan Sandman yang menekankan pentingnya kepercayaan, kejelasan informasi, dan keterlibatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Persepsi publik dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan terhadap otoritas, pemahaman terhadap informasi, dan pengetahuan awal tentang teknologi nyamuk ber-Wolbachia sebagai sebuah metode pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). 2). Ditemukan pula adanya kekhawatiran dan kesalahpahaman terkait dampak lingkungan dan kesehatan, yang menegaskan perlunya pendekatan komunikasi yang lebih transparan dan partisipatif yang melibatkan masyarakat. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model komunikasi kesehatan yang adaptif dan relevan untuk mendukung keberhasilan program pengendalian penyakit berbasis inovas
Faktor Determinan Kejadian Stunting Di Wilayah Puskesmas Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah
Latar Belakang: Prevalensi stunting di wilayah Puskesmas Bulukerto cukup tinggi (32%) melebihi prevalensi stunting nasional (30,8%). Stunting disebabkan oleh berbagai faktor determinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan terjadinya stunting di wilayah Puskesmas Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah Balita usia 6-59 bulan dan jumlah sampel adalah 138 responden. Data penelitian (paritas, pendidikan terakhir ibu, usia ibu saat hamil, umur kandungan saat melahirkan, berat badan bayi lahir, riwayat ASI, dan usia anak) diperolah dari Laporan Surveilans Gizi Puskesmas bulan Desember 2020. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan uji multivariat menggunakan uji regresi logistik. Prevalensi kejadian stunting pada penelitian ini adalah 62,4%. Faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian stunting adalah usia kehamilan saat melahirkan (p=0,035), riwayat pemberian ASI (p=0,003), dan usia anak (p= 0,006). Faktor yang paling berkaitan dengan kejadian stunting adalah riwayat pemberian ASI. ASI tidak eksklusif menjadi faktor yang paling berkaitan dengan stunting. Edukasi pada calon ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan deteksi dini stunting sangat penting dilakukan agar dapat mencegah risiko timbulnya stunting pada balita
Pengaruh Hiit Kardio Jangka Pendek Terhadap Vo2 Maks Dan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Perempuan
Latar Belakang: High intensity interval training (HIIT) dapat meningkatkan daya tahan kardiorespirasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah hemoglobin. Pada remaja perempuan yang kurang melakukan aktifitas fisik, peningkatan kebugaran dengan HIIT belum diketahui lebih lanjut, karena adanya persepsi remaja perempuan enggan melakukan latihan yang melelahkan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh HIIT kardio terhadap kadar hemoglobin dan VO2 max pada remaja perempuan. Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pada 43 subjek yang dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok HIIT kardio dan kelompok kontrol yang dilakukan selama 4 minggu. Subjek diukur VO2 max dengan Queens College Step Test (QST) dan kadar hemoglobin dengan haemoglobin analysis meter. Hasil: Analisis statistic Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan VO2 max pada kelompok HIIT kardio (p=0,670) dankelompok control (p=0,272). Terdapat perbedaan signifikan kadar hemoglobin pada kelompok HIIT kardio (p=0,038) dibanding kelompok control (p=0,330). Hasil uji selisih pre post test antar kelompok dengan Mann Whitney didapatkan tidak terdapat perbedaan pada VO2 max (p=0,789) dan terdapat perbedaan signifikan pada kadar hemoglobin (p=0,044). Kesimpulan: Latihan HIIT kardio dalam jangka pendek belum mampu meningkatkan VO2 max secara signifikan, namun meningkatkan kadar hemoglobin
Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Kebakaran Wilayah Pesisir: Studi Korelasi
Kebakaran sering terjadi di Kota Tarakan, terutama di wilayah yang padat penduduk. Penyebab utama kebakaran di wilayah tersebut sering kali terkait dengan kebiasaan masyarakat. Hal ini menunjukkan tingginya risiko kebakaran di wilayah pesisir Kota Tarakan yang padat penduduk, sehingga memerlukan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran di wilayah pesisir Kota Tarakan yang padat penduduk. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah populasi 144 orang dan sampel 106 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 73 orang (68,9%), dan sebagian besar memiliki sikap positif yaitu sebanyak 78 orang (73,6%). Selain itu, sebagian besar kesiapsiagaan responden berada pada kategori siap yaitu sebanyak 64 orang (60,4%). Hasil uji gamma menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran. Studi ini menunjukkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan, semakin siap masyarakat, dan semakin positif sikap, semakin siap pula masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran
Kota Baru Market Sanitation Inspection In Ternate City Health Center Working Area
Market sanitation is an effort to supervise and improve the market environment closely related to environmental pollution, disease transmission, or other health issues. The purpose of this research is to determine the environmental health of markets in the working area of the Ternate City Health Center. This study uses a survey method, observations are carried out using sanitation inspection instruments for public places. The observed variables are market environments including clean water, public toilets, wastewater disposal, waste management, counseling facilities, and firefighting equipment. Based on the results, there is 1 public tap available that can be used but is mossy. There is 1 functional public toilet and 1 non-functional one, although the public toilet is clean despite an unpleasant odor. Public toilets can only be used on market days (Wednesday and Saturday). Wastewater disposal channels are only located in front of the main market entrance and its surroundings do not have wastewater disposal channels. There are 2 garbage bins in different locations, but scattered garbage is still found due to the inadequate capacity of the garbage bins. There are no counseling facilities or evacuation route signs, only signs directing to public toilets and no firefighting equipment available
Membandingkan Pengaruh Ketahanan Pangan Terhadap Morbiditas di Pulau Kalimantan dan Sulawesi
Menjaga kecukupan konsumsi pangan sangat penting untuk dapat hidup sehat dan produktif. Penelitian ini menawarkan bukti yang menjelaskan pengaruh ketidakcukupan konsumsi pangan dengan tambahan variabel penjelas seperti pertumbuhan PDB per kapita, pendidikan, akses hunian layak, merokok, dan unmet need pelayanan kesehatan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel. Penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2017-2024. Bukti yang menarik menjelaskan ketidakcukupan konsumsi pangan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Pertumbuhan PDB per kapita berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Variabel pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan berpengaruh signifikan di Pulau Sulawesi. Akses hunian layak berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan merokok berpengaruh positif dan signifikan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan Sulawesi Unmet need pelayanan kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap morbiditas di Pulau Kalimantan dan tidak berpengaruh signifikan di Pulau Sulawesi
Efektivitas Spray Daun kelakai (Stecnolaena Palustris) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas
Latar Belakang: Luka jahitan perineum terjadi pada 75% ibu yang melahirkan secara normal. Prognosis atau kemungkinan diagnosis pada ibu nifas dengan luka jahitan perineum adalah kemungkinan terjadinya infeksi pada luka jahitan perenium. Spray lebih aman dan tolerabilitas dibanding dengan sediaan yang pengaplikasiannya secara konvensional. Tanaman kelakai merupakan tanaman memiliki kandungan flavonoid, tanin, saponin, Alkaloid, Tripenoid. Tujuan Penelitian: Melihat efektivitas Spray daun kelakai terhadap penyembuhan luka perineum. Metode: Rancangan quasy eksperimen pre and post test with control group design. Pengambilan sampel secara acak. Dengan jumlah sampel 17 responden. Ibu nifas hari ke-1 sampai hari ke-7 dengan penjahitan luka perineum derajat II. Analisis data menggunakan uji Friedman, uji mann whitney. Hasil Penelitian: Spray daun Kelakai (Stenochlaena palustris) sebagai alternatif pengobatan dalam penyembuhan luka perineum, nilai Friedman p=0,000 (<0,05) terdapat perbedaan skor REEDA pada pre dan post, dalam penyembuhan luka perineum pada kelompok intervensi. uji wilcoxon nilai p=0.000 (<0,05) menunjukkan adanya perbedaan skor REEDA setiap interval waktu pengamatan pada kelompok intervensi yang diberikan spray daun Kelakai