Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
    178 research outputs found

    Skrining Senyawa Fitokimia Daun Kelakai (Stecnochlaena palustris) Asal Kalimantan Tengah Sebagai Alternatif Penyembuhan Luka

    Full text link
    Latar Belakang: Tanaman Kelakai (Stecnolaena palustris) tanaman yang banyak ditenukan diseluruh wilayah Kalimantan Tengah. Habitat lahan basah, air tawar, dan semak belukar. Tanaman kelakai dikenal kalangan masyrakat adat kalimantan. Senyawa aktif daun Kelakai yang berperan dalam penyembuhan luka yaitu senyawa Flavonoid, fenol, tanin, Alkaloid sebagai penangkal bebas anti radikal. Tujuan Penelitian: Skrining dilakukan melihat potensi Daun Kelakai sebagai alternatif penyembuhan luka, dan digunakan dalam Pelayanan Kebidanan seperti Luka Perineum dengan jahitan, atau tanpa jahitan. Metode: Metode skrining fitokimia secara kualitatif reaksi warna. Hasil Penelitian: Tanaman Kelakai yang berasal dari Kalimantan Tengah Postive mengandung senyawa Alkaloid, Flavonoid, Saponin, Tanin. Kesimpulan: Senyawa aktif fitokimia yang terdapat di dalamnya membantu proses percepatan penyembuhan luka. Karena kemampuan antioksidan dan antibakteri pada kelakai yang terkandung dalamnya

    Pengaruh Murrotal Surah Ar Rahman Terhadap Penurunan Skala Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate

    Full text link
    Latar Belakang: Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. Persalinan normal adalah suatu proses di mana janin cukup bulan, dengan presentasi belakang kepala, masuk melalui jalan lahir sesuai dengan kurva partograf normal dan lahir secara spontan. Kemajuan persalinan pada kala I fase aktif merupakan saat yang paling melelahkan, berat dan kebanyakan ibu mulai merasakan sakit atau nyeri, dalam fase ini kebanyakan ibu merasakan sakit yang hebat karena kegiatan rahim mulai lebih aktif.  Surat Ar Rahman memberi detail ekstensif atas berkah serta pahala Allah SWT. Salah satu tema yang kemudian paling jelas dalam Surah Ar Rahman Ditetapkan dalam pernyataan yang terjadi secara berulang, “Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kemudian akan kamu dustakan?”. Sepanjang surat ini, Allah juga mencantumkan berkah demi berkah serta tanda demi tanda, menyebutkan berbagai cara yang melaluinya rahmat-Nya terwujud atas umat manusia. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh murrotal surah Ar Rahman terhadap penurunan skala nyeri persalinan kala I fase aktif di PMB wilayah kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dimana rancangan penelitian Rancangan penelitian menggunakan desain penelitian quasi eksperiment dengan One Grup Pre test and Post test with desain. Populasinya adalah ibu inpartu kala I Fase Aktif di PMB wilayah kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate, sampel sebanyak 30 responden dengan teknik quota sampling. Instrument pengumpulan data adalah lembar observasi.  Hasil:  Analisis bivariat menggunakan uji  uji Wilcoxon didapatkan nilai Sig=0,001 (Sig<0,05) menunjukkan ada pengaruh murrotal surah Ar Rahman terhadap penurunan skala nyeri persalinan kala I fase aktif

    Kie Dengan media Poster isi Piringku Balita Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu dan Kader tentang Pemenuhan Gizi Anak

    Full text link
    Latar Belakang: Edukasi gizi pada ibu dan kader kesehatan penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terkait pemenuhan gizi seimbang pada anak.  Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu dan kader kesehatan melalui KIE dengan media poster isi piringku Balita. Metode:  Quasy experiment dengan One Group Pretest Posttest Design. Jumlah sampel adalah 29 orang, terdiri dari ibu Balita dan kader kesehatan. Media yang digunakan adalah Poster Isi Piringku untuk Balita umur 12-24 bulan dan umur 2-5 tahun.  Analisis data adalah dengan menggunakan uji beda berpasangan Wilcoxon Signed Rank Test.  Hasil: Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi (p value: 0,000<0,05) dengan peningkatan pengetahuan gizi ibu dan kader sebanyak 23,45 %. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan gizi ibu dan kader kesehatan  tentang pemenuhan gizi anak setelah KIE dengan media poster isi piringku Balita

    Determinan Sosial dan Literasi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita TB Paru

    Full text link
    Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita Tuberkulosis (TB) tertinggi kedua di dunia. Meskipun obat anti-tuberkulosis (OAT) telah dijamin ketersediaannya oleh pemerintah, tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan masih rendah dan belum menunjukan dampak signifikan terhadap keberhasilan terapi. Ketidakpatuhan tersebut berkaitan dengan kurangnya pengetahuan pasien mengenai penyakit, terbatasanya pendidikan kesehatan yang diterima, status pekerjaan, serta rendahnya tingkat literasi kesehatan. Jumlah populasi penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tatelu Kabupaten Minahasa Utara yakni sebanyak 55 pasien. Besar sampel menggunakan total populasi yakni 55 pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara determinan sosial dan literasi kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada penderita TB Paru . Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan menggunakan instrumen Health Scale European Union (HLS-EU) dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk kemudian dilakukan uji statistik chi square. Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara determinan sosial dengan kepatuhan pengobatan TB Paru diantaranya didapatkan nilai  p-value 0.130 untuk jenis kelamin, p-value 0.188 untuk pendidikan, p-value 0.101 untuk pendapatan, dan p-value 0.308 untuk status pekerjaan. Pada hubungan literasi kesehatan juga mendapatkan hasil yang sama berdasarkan uji statistic dengan nilai p-value 0.135. Kesimpulan: Determinan sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pengobatan pada semua aspek yaitu jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, dan status pekerjaan. Begitu pula dengan literasi kesehatan tidak ada hubungan yang signifikan dengan kepatuhan pengobatan TB Par

    Kadar Histamin, pH dan Kadar Air Pada Abon Ikan Sayuran

    Full text link
    Background: Vegetable fish floss is one of the developments of processed fish products, namely mackerel, which is complemented with young jackfruit vegetables. The combination of these two ingredients produces good nutritional value for health. However, mackerel generally contains histamine compounds that can cause poisoning with symptoms in the form of allergic reactions, such as rashes, swelling, or difficulty breathing. To maintain safety in the development of food products, it is important to analyze the histamine content in processed fish products. In addition, it is necessary to analyze the pH and water levels in vegetable fish floss to ensure food safety and quality, because the pH and water levels in food products can affect the durability of the food product. Objective: In this study, researchers made vegetable fish floss from mackerel with young jackfruit, which then aimed to determine the histamine, pH and water content in vegetable fish floss. Method: This type of research is quantitative with a design that does not have a control group to be compared with the experimental group called pre-experimental design. Results: The results of the study showed a histamine content of 18.575 mg, pH value of 5.18 and water content of 4.42% per 100 grams of vegetable fish floss. Conclusion: Vegetable fish floss is safe for consumption by all age groups, because it has histamine levels, pH, and water content in vegetable fish floss that meet SNI standards

    Pengaruh Terapi Reminiscence Terhadap Kecemasan pada Lansia di Bailang

    Full text link
    Latar Belakang: Kecemasan adalah kondisi psikologis seseorang yang penuh dengan rasa takut dan khawatir, dimana perasaan takut dan khawatir akan sesuatu hal yang belum pasti akan terjadi. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap kecemasan pada lansia di Kelurahan Bailang Lingkungan V Kecamatan Bunaken. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasy Eksperimental serta jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pre-Post Test Design. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 15 lansia dengan menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusif dan eksklusif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan responden dan pengisian kuesioner. Hasil: Analisis uji Wilcoxon didapatkan nilai ρ Value tersebut lebih kecil dari nilai signifikan sebesar (0,000<0,05).  Kesimpulan: terdapat pengaruh terapi reminiscence terhadap kecemasan pada lansia di Kelurahan Bailang Lingkungan V Kecamatan Bunaken

    Gambaran Pemeriksaan Hb, Eritrosit, Indeks Eritrosit, dan Hct Untuk Mendeteksi Anemia pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Poltekkes Kemenkes Kaltim

    Full text link
    lah satu faktor penyebab anemia remaja adalah tingginya aktifitas fisik yang dilakukan remaja. Aktivitas fisik yang berat membutuhkan banyak energi dari remaja sehingga menyerap banyak kebutuhan remaja yang bila tidak cukup dapat menyebabkan remaja kekurangan gizi sehingga terjadi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemeriksaan hb, eritrosit, indeks eritrosit, dan hct untuk mendeteksi anemia pada mahasiswa tingkat akhir di Poltekkes Kemenkes Kaltim. Metode penelitian observasional deskriptif dengan Teknik systematic random sampling dengan jumlah 110 sampel. Sampel berupa darah dengan antikoagulan K3EDTA yang diambil pada vena mahasiswa tingkat akhir poltekkes kaltim dan dilakukan pemeriksaan hb, eritrosit, indeks eritrosit dan hct. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pemeriksaan hb, eritrosit, indeks eritrosit, dan hct untuk mendeteksi anemia pada prodi D-III Teknologi Laboratorium Medik sebanyak 35 (68,7%)  responden menunjukkan hasil normal dan 16 (31,3%) responden terdeteksi anemia, prodi  Str Gizi dan Dietetika sebanyak 25 (65,8%) responden menunjukkan hasil normal dan 13 (34,2%) responden terdeteksi anemia dan pada prodi D-III Kebidanan sebanyak sebanyak 16 (80%) responden menunjukkan hasil normal dan 4 (20%) responden terdeteksi anemia. Dapat disimpulkan bahwa gambaran pemeriksaan hb, eritrosit, indeks eritrosit dan hct untuk mendeteksi anemia pada mahasiswa tingkat akhir di Poltekkes Kemenkes Kaltim menunjukkan sebanyak 33 (30,2%) mahasiswa terdeteksi adanya anemia

    Program Latihan Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Pada Lansia Dengan Sindrom Lokomotif: Systematic Review

    Full text link
    Latar Belakang: Mobilitas fisik adalah aspek penting untuk menjaga kualitas hidup dan kemandirian lansia. Gangguan mobilisasi menjadi prediktor awal disabilitas fisik dan risiko jatuh. Locomotive syndrome (LS) umum terjadi pada lansia, mengakibatkan penurunan kemampuan sistem muskuloskeletal dan meningkatkan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Penting bagi perawat memberikan strategi latihan yang efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui jenis aktivitas fisik yang efektif meningkatkan kekuatan otot pada lansia dengan masalah lokomotif. Metode: Tinjauan sistematis digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Artikel diperoleh dari beberapa database yaitu ScienceDirect, ProQuest, EBSCO, dan Pubmed dengan kata kunci “older adults” OR “elderly” OR “geriatrics” AND “locomotive syndrome” AND “exercise” OR “physical fitness” OR “physical activity” AND “muscle strength”. Protokol penelitian ini diterbitkan di PROSPERO (CRD42024613419). Hasil: Tiga penelitian didapatkan melaporkan efektivitas latihan fisik menunjukkan hasil positif dan signifikan dalam meningkatkan kekuatan otot lansia. Kesimpulan: Program latihan fisik yang terstruktur dan terintegrasi, yaitu kombinasi lokomotion training, aerobik, dan latihan berjalan kaki progresif efektif meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilisasi pada lansia dengan LS. Saran: agar perawat dan tenaga kesehatan lainnya merancang dan menerapkan program latihan fisik yang lebih komprehensif sebagai bagian dari perawatan rutin bagi lansia dengan LS.

    Efektivitas Berbagai Metode Aromaterapi Dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Lansia: Systematic Review

    Full text link
    Latar belakang: Lansia sering mengalami gangguan tidur yang berdampak negatif pada kualitas hidup mereka secara keseluruhan, di mana perubahan fisiologis dan psikologis yang terkait dengan penuaan memperburuk masalah ini. Faktor-faktor seperti kondisi kesehatan kronis dan efek samping obat dapat memperburuk masalah terkait tidur, yang mengakibatkan peningkatan kecemasan dan penurunan kesejahteraan di kalangan orang tua. Dalam konteks ini, aromaterapi telah muncul sebagai intervensi nonfarmakologis yang menjanjikan untuk meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan dalam demografi ini. Tujuan:untuk mengevaluasi efektivitas berbagai metode aplikasi aromaterapi, termasuk inhalasi, aplikasi topikal, dalam meningkatkan kualitas tidur pada orang dewasa dan lansia.Metode :Menggunakan pendekatan systematic review melalui pencarian artikel yang disesuaikan terhadap rumusan pertanyaan penelitian dengan formula PICO pada database PubMed, Semantic Scholar, Proquest, ClinicalKey, Embase dan Proquest. Data disajikan berdasarkan rekomendasi PRISMA. Setelah penilaian rinci diperoleh 10  artikel yang memenuhi kriteria inklusi sehingga seluruhnya dimasukkan ke dalam review kerangka PICO diterapkan, dengan memeriksa literatur dari basis data seperti PubMed, Semantic Scholar, Proquest, ClinicalKey, Embase dan Proquest. Hasil: hasil penelitian menunjukan dari 10 artikel yang di inklusikan semuanya menunjukkan bahwa aromaterapi secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kecemasan pada lansia, dengan berbagai metode aplikasi, termasuk penggunaan diffuser, inhalasi langsung, dan aplikasi topikal. Kesimpulan:  Secara keseluruhan, aromaterapi merupakan pendekatan non-farmakologis yang bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam program kesehatan untuk meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan lansia

    Model Aplikasi “Hallo Perawat” Dalam Memberikan Informasi dan Edukasi Kesehatan Pada Masyarakat

    Full text link
    Latar Belakang: Penyelenggaraan pelayaan informasi kesehatan kepada masyarakat perlu dikembangkan dan terfokus. Salah satu tren dengan menggunakan aplikasi berbasis smartphone. Dalam hal ini pengelola informasi kesehatan perlu memberikan pendukung seperti menggunakan aplikasi. Aplikasi dapat menjadi sarana dalam memberikan informasi, edukasi dan kiat-kiat dalam mengatasi masalah secara mandiri serta mendukung pengambilan Keputusan. Tujuan umum penelitian ini untuk melihat pengaruh penggunaan model aplikasi “Hallo perawat” dalam memberikan informasi dan edukasi kesehatan kepada Masyarakat di Kota Ternate. Metode penelitian kuantitatif  dengan jenis inferensial, menggunakan desain penelitian pra-eksperimantal dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 100 orang diambil dari perwakilan kelompok masyarakat di 4 kecamatan Kota Ternate. Hasil disajikan dalam bentuk deskripsi dengan penyajian distribusi univariat dan bivariat, uji menggunakan Uji z-tes sebagai pilihan. Diperoleh tingkat pengetahuan sangat baik 72 orang (72%), baik 25 orang (25%), cukup 2 orang (2%) dan kurang 1 orang (1%). Kepuasan penggunaan diperoleh sangat puas 63 orang (63%), puas 32 orang (32%), tidak puas 4 (4%), sangat tidak puas 1 (1%). Hubungan penggunaan aplikasi dengan pengetahuan dan kepuasan dengan nilai p value: 0.000. Aplikasi ini dapat dijadikan salah satu media pemberian informasi dan edukasi kepada Masyarakat

    165

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇