Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
    178 research outputs found

    Pengaruh Konsumsi Tablet Fe dan Daun Singkong Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil

    Full text link
    Tubuh kita tidak hanya membutuhkan vitamin, protein, lemak, karbohidrat, gula dan zat gizi lainnya, tetapi juga membutuhkan zat besi dalam proses pembentukan sel darah merah. Oleh karena itu, masalah kekurangan zat besi perlu mendapatkan perhatian yang besar, terutama kekurangan zat besi pada ibu hamil. Masalah kekurangan zat besi atau yang disebut anemia ini dapat diatasi dengan cara mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat besi, seperti sayur-sayuran hijau, salah satunya yaitu daun singkong. Daun singkong merupakan sayuran yang memiliki banyak kandungan gizi diantaranya zat besi. Daun singkong merupakan salah satu suplemen makanan untuk meningkatkan  hemoglobin yang mengandung zat-zat yang dapat meningkatkan penyerapan absorbsi Fe (enhancer Fe) yang diperlukan oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui pengaruh konsumsi daun singkong terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Eksperiment dengan desain pretest-posttest without control group design, jumlah sampel 36 orang. Uji statistik menggunakan Independent sample t test menunjukan bahwa terdapat pengaruh konsumsi tablet Fe dan daun singkong terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia nilai p=0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa  mengkonsumsi daun singkong dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia

    Pengaruh Range Of Motion (ROM) Dengan Menggunakan Squeezing Sqishy Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung

    Full text link
    Latar Belakang: Stroke terjadi secaral akibat adanya disfungsi neurologis padal otak, medula spinalis, dan retina. Salah satu indikasi dan gejala yang umum dijumpai adalah kelemahan pada kekuatan otot terutama pada ektermitas atas. Jenis latihan rehabilitasi yang dianggap efektif pasien diberikan terapi dengan media squishy yang dikombinasikan dengan gerakan Range of Motion. Penelitian ini dilakukan karena ingin mengeksplorasi potensi intervensi fisioterapi yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke dengan menggabungkan ROM dan squeezing squishy. Metode: Penelitianl ini adalah penelitian quasi eksperimen (two group pre-test post-test with control group design). 30 respondenl dengan teknik nonprobability sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen yaitu skala pengukuran kekuatan otot MRC dan Standar Operasional Prosedur (SOP) ROM dengan menggunakan squishy. Hasil: Hasil uji t independen hasil mean post-test kelompok intervensi dan kontrol mean difference 0.60 hasil uji statistik didapatkan p value = 0.035 (αl < 0.05) artinya ada pengaruh ROM dengan menggunakan squishy pada ektermitas atas. Kesimpulan: ROM dengan menggunakan squishy, ternyata bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot pada ektermitas atas pada pasienl stroke dan dari hasill penelitian sangat efektif adal peningkatan kekuatan otot setelah diberikan intervensi ROM dengan squishy

    Pengembangan Sop Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah

    Full text link
    Latar belakang: Diabetes melitus (DM) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat saat ini, penangganan yang ideal diperlukan dalam proses pengobatan salah satu adalah pengembangan SOP teknik relaksasi otot progresif. Tujuan : Pengembangan SOP teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus. Metode : Jenis penelitian ini merupakan pengembangan (Research End Development). Populasi penelitian adalah semua pasien diabetes melitus tahun 2022 sebanyak 169 orang. Pemilihan sampel mengunakan Purposive Sampling, hasilnya 17 orang dijadikan sample penelitian ini. Pengumpulan data berupa data primer yaitu hasil validasi SOP dan sekunder yaitu data pasien diabetes melitus. Analisis data berupa uji validasi ahli instrumen dan konten dengan mengunakan uji Parametrik Pairet Sample Test. Hasil Penelitian : Pengembangan SOP teknik relaksasi otot progresif yang dilakukan memperoleh nilai signifikan p value 0,027 < 0,050. Kesimpulan : Berhasil dalam menurunkan kadar gula darah pasien diabetes melitus setalah melakukan tindakan dengan perolehan 207 mg/dl. Oleh karena itu, pengembangan SOP teknik relaksasi otot progresif yang telah dikembangkan dapat diimplementasikan sebagai salah satu intervensi non farmakologi kepada penderita diabetes mellitus sebagai upaya meminimalkan peningkatan prevalensi penderita diabetes melitus

    Evaluasi Penerapan Manajemen Pengelolaan Limbah Padat Domestik di Rumah Sakit X Surabaya

    Full text link
    Pengelolaan limbah padat domestik di rumah sakit berperan penting dalam menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian bertujuan mengevaluasi penerapan manajemen pengelolaan limbah padat domestik di Rumah Sakit X Surabaya berdasarkan pendekatan fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dan analisis unsur manajemen 5M (Man, Money, Material, Method, Machine). Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengukuran timbulan limbah, serta dokumentasi, dan dianalisis secara naratif dengan dukungan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan pengelolaan limbah belum optimal. Timbulan limbah selama tujuh hari mencapai 1620 kg dengan dominasi limbah anorganik. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata yang tergolong baik pada semua tahapan, dengan nilai tertinggi pada tahap pelaksanaan (98%) dan terendah pada pengorganisasian (71%). Analisis SWOT menempatkan rumah sakit pada Kuadran I, yang mencerminkan posisi agresif untuk pengembangan. Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kompetensi SDM, adopsi teknologi ramah lingkungan, penguatan alokasi anggaran, serta kerja sama eksternal dalam mendukung program “Indonesia Bebas Sampah 2025”

    Implementasi Data Mining Untuk Memprediksi Pre-Eklampsia Dalam Kehamilan Menggunakan Algoritma C4.5

    Full text link
    Background: Maternal Mortality Rate (MMR) is an indicator to see the success of maternal health efforts. Hypertension in pregnancy, including pre-eclampsia (PE), is the main cause of maternal death and is one of the pregnancy complications whose cases continue to increase. The development of technology and information can be utilized in the health sector. The data mining process can help determine pre-eclampsia status through pregnancy and childbirth medical record data. Purpose: identify PE risk factors using data mining analysis with the C4.5 algorithm. Method: Using the c4.5 algorithm to help determine the risk factors that most influence the incidence of pre-eclampsia with stages: data selection, data cleaning, data transformation, looking for data patterns, and evaluating results. Results: The results of the C4.5 algorithm indicate that a history of preeclampsia (PE) has a strong correlation with the occurrence of PE, with a value of 0.71, followed by a maternal history of hypertension and a family history of hypertension. Conclusion: Mothers without a history of PE but with a parity of >2 and obesity are likely to experience PE. Mothers with a history of hypertension/PE, a family history of hypertension/PE, a parity of >2, diabetes, and a birth interval of <2 years are likely to experience PE

    Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis

    Full text link
    Latar Belakang: Kelelahan adalah pengalaman yang menyulitkan dan bersifat subjektif yang sering dialami pasien yang menjalani hemodialisis. Pasien dapat mengalami kelelahan terburuk berupa kehilangan energi, penurunan aktivitas bahkan dapat terjadi hipotensi setelah menjalani proses hemodialisis. Namun, faktor penyebab terkait kelelahan masih menjadi kontroversi sehingga harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode: Studi cross-sectional dilakukan di RSU Yarsi Pontianak, Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang pasien yang menjalani hemodialisis. Pemilihan sampel menggunakan pendekatan total sampling. Alat yang digunakan berupa kuisioner FACIT fatigue scale, catatan rekam medik dan kategori latihan fisik dari WHO. Analisis data yang digunakan menggunakan uji korelasi eta, spearman rank dan regresi linier berganda. Hasil: Tedapat korelasi yang signifikan antara latihan fisik (p value 0,036 dan r = 0,235), status merokok (p value <0,05) dan lama menjalani hemodialisis  (p value 0,037 dan r = -0,234) dengan kelelahan. Namun, tidak terdapat korelasi dari riwayat penyakit (p value >0,05) dengan kelelahan. Variabel merokok merupakan faktor yang dominan yang mempengaruhi kelelahan dari pada faktor lain dengan nilai standardized coefficient beta 0,323. Kesimpulan: Variabel merokok merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi kelelahan. Saran kepada perawat hemodialisis agar dapat memberikan edukasi terkait bahaya merokok sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelaha

    Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Di Sektor Minerba Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis

    Full text link
    Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan petunjuk teknis penerapan, penilaian, dan pelaporan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Mineral dan Batubara (Minerba). Implementasi SMKP terutama pada petunjuk penilaian masih belum banyak dan secara seragam digunakan khususnya dalam memberikan gambaran budaya keselamatan (safety culture). Tujuan penelitian ini untuk melakukan tinjauan literatur sistematis terhadap implementasi SMKP pada sektor industri pertambangan di Indonesia. Metode penelitian menggunakan systematic literature review yang mengadopsi kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil analisis terhadap dua jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga September 2024. Salah satu penelitian tidak dapat menggambarkan kondisi secara faktual sejauh mana SMKP ini telah diimplementasikan. Juga hasilnya tidak memberikan informasi tingkatan safety culture karena tidak menggunakan metode yang tepat untuk melakukan penilaian tingkat kinerja keselamatan pertambangan (KKP). Metode penilaian implementasi SMKP dapat disimpulkan mengadopsi model pendekatan budaya K3 sesuai Safety Maturity Level (SML) UK Coal Journey. Pendekatan budaya K3 tersebut terdiri atas 5 tingkatan yang sama yaitu tingkat dasar, tingkat reaktif, tingkat terencana, tingkat proaktif, dan tingkat resilien. Disarankan implementasi SMKP pada sektor industri pertambangan di Indonesia agar mengikuti Keputusan Direktur Jenderal Minerba Nomor 10.K/MB.01/DJB.T/202

    Pengetahuan dan Kesiapan Mahasiswa Memberikan Bantuan Hidup Dasar Dengan Metode Flipped Classroom

    Full text link
    Kegawatdaruratan seperti henti jantung memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kematian. Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan intervensi awal yang krusial. Mahasiswa keperawatan perlu dilatih untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mereka dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan BHD dengan metode Flipped Classroom terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapan mahasiswa keperawatan dalam memberikan pertolongan pertama. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental jenis one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 68 mahasiswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai tingkat pengetahuan dan kesiapan melakukan BHD. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesiapan mahasiswa keperawatan setelah mengikuti pelatihan BHD dengan metode Flipped Classroom. Pelatihan menggunakan metode Flipped Classroom efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mahasiswa dalam melakukan pertolongan pertama, yang dapat berkontribusi pada upaya penanganan kegawatdaruratan

    Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Orang Tua  Dalam  Penanganan  Pertama Choking Pada Anak Usia Prasekolah

    Full text link
    Latar Belakang: World Health Organization (WHO) tahun 2022 menyebutkan sekitar 17.537 anak-anak berusia 3 sampai 5 tahun sering mengalami tersedak (choking). Choking merupakan salah satu situasi gawat darurat yang sering terjadi di masyarakat khususnya pada anak-anak. Apabila kejadian tersedak tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan terjadinya kondisi kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap orang tua dalam penanganan pertama choking pada anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 40 orang dan menggunakan teknik total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini yaitu sikap orang tua. Instrumen pengukuran pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner dengan skala guttman. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil univariat didapatkan usia rata-rata dalam penelitian yaitu 30-40 tahun (55%), jenis kelamin perempuan (87,5%), pendidikan SMA (57,5%) dan sebagian orang tua bekerja (65%). Berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman, terdapat korelasi positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap orang tua dalam penanganan pertama choking (ρ = [nilai koefisien korelasi], p = 0,001). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diperlukan adanya peningkatan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama choking bagi orang tua dengan anak usia prasekolah melalui program di sekolah maupun di komunitas

    Ketetapan Pengukuran Kadar Glukosa Dalam Serum dan Darah Kapiler

    Full text link
    Pemeriksaan glukosa menjadi salah satu indikator dalam melihat status kesehatan dan untuk memantau kadar glukosa pada penderita DM. Pemeriksaan glukosa   bertujuan untuk membantu dalam menegakkan diagnosa dengan spesimen yang digunakan dapat berupa whole blood (darah lengkap ) yang berasal dari darah vena atau kapiler, dan serum  dengan alat pemeriksaan yang digunakan dapat berupa  alat POCT (Point of Care Test) ataupun alat Chemical Analyzer dengan metode pemeriksaan GOD-PAP. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observational analitik pendekatan cross-sectional. Jumlah subjek penelitian sebanyak 31 dengan sampel 93. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar glukosa darah sewaktu (GDS) yang diperiksa dengan Analyzer pada bahan pemeriksaan serum sebesar 83.067 mg/dL, rata-rata kadar GDS yang diperiksa dari serum diperiksa dengan POCT sebesar 104,193 mg/dL, dan rata-rata kadar GDS yang diperiksa dari sampel kapiler menggunakan POCT sebesar 101,709 mg/dL selanjutnya data dianalisis dengan menggunan Uji Repeated Anova  dengan hasil uji  Sig sebesar 0,000 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara kadar glukosa darah sewaktu yang diperiksa dengan menggunakan chemical analyzer dan POCT menggunakan serum dan kadar GDS dari kapiler yang diperiksa dengan POCT. Kesimpulannya, kadar GDS dari sampel serum yang diperiksa dengan mengggunakan POCT lebih tinggi daripada kadar GDS yang diperiksa dengan alat Chemical analyzer.

    165

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇