Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Tingkat Kecemasan Pada Siswa Yang Mengalami Bullying: Kajian Di Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Latar Belakang Bullying bisa terjadi dalam bentuk fisik, psikologis, atau sosial, dan sering kali terjadi di sekolah, tempat berkumpul, atau bahkan di media sosial. Remaja perempuan mengalami bullying verbal seperti ejekan atau sindiran akibat kesalahpahaman, sementara remaja laki-laki sering kali menjadi sasaran bullying fisik, seperti pukulan. Situasi ini menyebabkan kecemasan, terutama ketika mereka bertemu dengan orang lain. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 39,4% siswa yang mengalami bullying cenderung menghindari situasi sosial yang dapat menekan siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan korban bullying dengan kecemasan pada siswa kelas VIII SMP. Metode Desain pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, Data di analisis menggunakan analisis statistik yaitu chi-square, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 227 siswa. Hasil Penelitian Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji chi-square. Hasil pada penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara korban bullying dengan kecemasan dengan nilai p-value sebesar 0,033. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara korban bullying dengan kecemasan pada siswa
Hubungan Karakteristik Dan Kepuasan Ibu Hamil Dengan Motivasi Melakukan Antenatal Care Di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin
Latar Belakang: Pasien atau Klien yang datang ke pelayanan Kesehatan dipengaruhi banyak factor, hal ini tentu tidak terlepas dari karakteristik yang berbeda-beda dari segi umur, tingkat Pendidikan, jenis pekerjaan, dan kepuasan serta motivasi yang berbeda dalam ketersedian ibu hamil untuk datang ke pelayanan Kesehatan. Interaksi factor-faktor tersebut akan memperngaruhi motivasinya untuk Kembali ke tempat pelayanan Kesehatan, selanjutnya akan diteliti hubungan karakteristik dan Kepuasan ibu hamil dengan motivasi melakukan Antenatal care di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin. Tujuan: Mengetahui hubungan karakteristik dan kepuasan ibu hamil dengan motivasi melakukan Antenatal care di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin. Metode: metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei analitik dengan rancangan cross sectional. Hasil: Analisis Uji Fisher’s Exact test untuk hubungan karakteristik umur ibu hamil dengan motivasi adalah 1.000. Nilai signifikan tersebut lebih besar dibandingkan dari taraf signifikan 0,05 sehingga dinyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel karakteristik (umur, Pendidikan, pekerjaan) dan kepuasan ibu hamil dengan motivasi melakukan Antenatal care di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin. Kesimpulan: Disadari bahwa faktor yang berhubungan dengan motivasi melakukan Antenatal care banyak, variabel lain mungkin mempengaruhi motivasi ibu hamil antara lain pengetahuan, sikap, kepercayaan dan tingkat social ekonom
Faktor Risiko KLB Keracunan Makanan Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Sumbawa
Latar Belakang: Gempa bumi terjadi pada bulan Juli dan Agustus di Lombok menyebabkanmunculnya beberapa masalah kesehatan salah satunya keracunan makanan. Dilaporkan kasuskeracunan makanan di Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa akibat mengkonsumsi makanansaat kegiatan trauma healing. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko danetiologi penyebab terjadinya keracunan makanan di Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode Penyelidikan dan observasi data sekunderkasus KLB keracunan makanan. Hasil: Gejala awal keracunan makanan pada pukul 16.00. Puncaktertinggi dirasakan pada pukul 19.00-19.59 sebanyak 65 orang. Masyarakat yang paling banyakmengalami keracunan makanan berjenis kelamin perempuan yaitu 59 orang (50,43%) dan kelompokumur 5-11 tahun 62 orang (53%). Gejala yang paling banyak muncul adalah muntah (95%). Jenismakanan yang dicurigai penyebab terjadinya keracunan makanan adalah ayam (AR= 81,19%), nasi(AR= 75,21%) dan sayur (AR= 67,52%). Agent yang dicurigai penyebab keracunan makanan adalahbakteri Staphylococcus, Clostridium Perfringens dan Eschericia Coli. Kesimpulan: Keracunanmakanan yang terjadi merupakan Common Source yang berasal dari satu sumber penularan yaitumakanan yang dimakan ketika kegiatan trauma healing. Jenis makanan yang dianggap memiliki risikotinggi adalah ayam, nasi dan sayur. Hasil laboratorium menunjukkan Eschericia Coli merupakanbakteri penyebab terjadinya keracunan makanan. 
Perbedaan Efektivitas Antara Pemberian Jus Tomat dengan Jus Jambu Biji Merah terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Hilir
Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin dalamdarah di bawah normal. Sebagian besar anemia adalah anemia defisiensi zat besi(Fe) yang dapat disebabkan oleh konsumsi zat besi yang kurang dari makanan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jus tomatdan jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III.Metode : Penelitian kuantitatif dengan metode quasy experimental two group pre-post test design. Sampel sebanyak 32 responden dengan teknik non probalilitysampling. Analisis data menggunakan uji Independent-T Test. Hasil : Terdapatperbedaan efektivitas antara pemberian jus tomat dan jus jambu biji merahterhadap kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Uji Independent-T Testmenunjukkan p-value 0,000 (<0,05) dengan nilai rerata kelompok jus tomatsebelum dan sesudah intervensi sebesar 1,10 sedangkan kelompok jus jambu bijimerah juga menunjukkan peningkatan rerata kadar hemoglobin ibu hamil sebelumdan sesudah intervensi sebesar 1,86. Kesimpulan : Peningkatan kadarhemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan pemberian jus jambu biji merahlebih efektif dibandingkan dengan pemberian jus toma
Pengaruh senam otak terhadap penurunan tingkat Dimensia pada lansia di Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Himo-Himo Kota Ternate
Latar Belakang: Lanjut usia jumlahnya terus meningkat seiring peningkatan kesejahteraan manusiaterutama di negara maju dan berkembang. Karena memnurunnya fungsi tubuh dan pengaruh kognitifakan mengalami dimensia dan dibutuhkan alternatif dalam mendukung upaya dalam membantu lansiadalam mengatasi hal itu. Salah satu intervensi dalam membantu menangani alzmeir adalah melaluicara latihan senam otak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otakterhadap penurunan tingkat dimensia pada lansia di panti sosial rehabilitasi sosial himo-himo kotaTernate. Metode: Penelitian kuantitatif one grup Pre-post design dengan pendekatan cross sectional.Populasi pada lansia sebanyak 60 orang pada lansia yang tinggal di panti sosial rehabilitas selamalebih 2 tahun. Pengambilan sampel dengan teknik purposif sampling yang sesuai dengan kriteria.Analisis menggunakan wilcoxon signed ranks test dengan SPSS versi 19.00. Hasil: Mayoritas usiaresponden yang mengalami demensia antara 60-74 tahun, perempuan lebih dominan (73%), Nilaikognitif sebelum penerapan senam otak lansia sebesar 33% dan setelah perlakuan naik manjadi 53%.Hasil analisis bivariat menunjukan adanya pengaruh pemberian senam otak dengan fungsi kognitiflansia dengan p Value 0,000.Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian senam otak pada lansiaterhadap penurunan tingkat dimensia. Daharapkan kepada lansia maupun instansi terkait yangmenangani lansia perlu menerapkan metode latihan senam otak sehingga dapat membantu dalammengurangi dimensia. 
KIE dengan Media Audiovisual terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kespro sebagai Upaya Preventif Kanker Serviks
Latar Belakang: . Peranan remaja ke depan tentu begitu besar, persiapan sebagai calon ibu atau istri, menjadi ibu bagi anak-anaknya dan menjadi ibu yang akan merawat serta mendidik generasi penerus, yang berkontribusi dalam kemajuan dan kebangkitan masyarakat. Setiap tahun dijumpai hampir 6 juta penderita baru yang diketahui mengidap kanker, dan lebih dari 4 juta diantaranya meninggal. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh KIE dengan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kesehatan reproduksi sebagai upaya preventif kanker serviks. Metode: Penelitian ini menggunakan One Group Pretest-Posttest Design Hasil: Terdapat remaja putri SMA N 4 Semarang sebelum dan sesudah diberikan KIE dengan media audiovisual tentang kesehatan reproduksi dan kanker serviks sebesar 89,33 dan 95,33 yang termasuk dalam kategori baik. Rata-rata sikap remaja putri SMA N 4 Semarang sebelum diberikan KIE dengan media audiovisual tentang kesehatan reproduksi dan kanker serviks sebesar 88,85 yang termasuk dalam kategori mendukung sebanyak 50,0% dan tidak mendukung sebanyak 50,0%. Kesimpulan: KIE dengan media audiovisual terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri tengtang Kesehatan reproduksi sebagai Upaya preventif kanker serviks
PERAN SISWA SEBAGAI KONSELOR SEBAYA DAN PRESTASI AKADEMIK DI MAN 1 DAN SMA NEGERI 2 KOTA TERNATE TAHUN 2017
Masa remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, serta munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan reproduksi. Remaja lebih mungkin untuk mengubah sikap dan perilaku mereka, jika mereka percaya bahwa teman sebaya seperti konselor sebaya, menghadapi masalah dan tekanan yang sama. Program konselor sebaya telah menunjukkan keberhasilan dalam mengubah pengetahuan kesehatan seksual, sikap dan perilaku kesehatan. Peran sebagai konselor sebaya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan masalah remaja. Prestasi akademik adalah hasil yang dicapai siswa dalam kurun waktu tertentu pada mata pelajaran tertentu yang diwujudkan dalam bentuk angka dan dirumuskan dalam laporan hasil belajar siswa. Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran sebagai konselor sebaya dan prestasi akademik di MAN 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan jumlah responden 7 orang. Responden adalah siswa-siswa yang merupakan konselor teman sebaya aktif di MAN 1 Kota Ternate. Data yang diperoleh berupa data primer dari hasil wawancara dan data sekunder adalah nilai laporan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan mempunyai karakteristik yang sama baik usia, tingkat pendidikan (kelas) dan pengalaman menjadi konselor yaitu 2 tahun. Kegiatan konselor sebaya tidak mengganggu waktu belajar mereka, sehigga dari tabel 4.2 menunjukkan peningkatan prestasi akademik. Kesimpulan Peran sebagai konselor sebaya adalah membantu menyelesaikan masalah teman sebaya yang menjadi kebanggaan tersediri bagi konselor dengan tetap meraih prestasi akademik yang dibuktikan dengan nilai rata-rata pada laporan hasil belajar siswa semester I dan II. 
Pembuatan Cockroachtrap dengan Variasi Umpan Sebagai Media Pengundang Kecoa
Kecoa merupakan salah satu hama pemukiman yang menjadi vektor dari berbagai penyakit, tersebar luas di seluruh dunia dan berasosiasi dengan habitat manusia. Pengendalian kecoa dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti secara sanitasi, biologis, mekanis, atau kimiawi. solusi mengendalikan kecoa adalah menggunakan metode trapping dengan menggunakan variasi umpan yang disukai kecoa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara membuat alat perangkap kecoa, mengetahui kemampuan gula+ragi, susu indomilk, selai, keju, daging sapi, kuning telur sebagai media perangkap kecoa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan post test only groub design. Hasil pembuatan perangkap dapat dibuat dengan menggunakan bahan toples, pipa 2 inchi, lem. Sedangkan perangkap dengan media daging mampu mengundang kecoa dengan nilai rerata 1, media selai dengan nilai rerata 8, media susu dengan nilai rerata 3, media gula+ragi dengan nilai rerata 1, media telur dengan nilai rerata 2, media keju dengan nilai rerata 3. Pada penelitian ini jumlah media yang paling banyak mengundang kecoa yaitu media selai yaitu kecoa dengan nilai rerata 8, sedangkan media yang paling sedikit yaitu pada media daging sapi dan media gula+ragi dengan nilai rerata 1. Berdasarkan aktifitas makannya, aktifitas makan kecoa lebih beraktifitas dan mencari makan pada malam hari. 
PENGARUH PELATIHAN KONSELOR SEBAYA TERHADAP PENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS, NAPZA DAN SEKS PRANIKAH DI KELURAHAN TOBOLEU KOTA TERNATE
Masa remaja merupakan masa terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis dan sosial. Pola karakteristik ini menyebabkan remaja suka mencoba hal-hal baru untuk mencari jati diri tetapi kurang mempertimbangkan dampaknya. Perilaku beresiko yang terjadi pada remaja seperti Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Penyalahgunaan NAPZA dan Seks Pranikah. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) menitik beratkan pemberian informasi dan edukasi, konseling, pendidikan keterampilan hidup sehat dan pelatihan Peer Counselor/ Konselor Sebaya. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah PreExperimental Design dengan pendekatan one-group pre-test post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengikuti pelatihan konselor sebaya terbanyak pada umur 18 tahun (53,3 %) dan terbanyak diikuti oleh perempuan yaitu 22 orang (73,3 %), terdapat peningkatan pengetahuan remaja yang dibuktikan dengan terdapatnya nilai post test 26 responden lebih tinggi dari nilai pre test, nilai ratarata 13,50. Hasil uji statistic Wilcoxon Signed Rank Test, nilai p = 0,000 < α = 0,05 ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan konselor sebaya terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS, NAPZA dan Seks Pranikah di Kel. Toboleu Kec. Kota Ternate Utara
RANCANGAN KEBUTUHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KESIAPAN PENANGANAN KECELAKAAN SEHARI-HARI ANAK SEKOLAH DASAR
Masalah kesehatan dan kecelakaan sehari-hari dapat terjadi di sekolah, diperlukan kebutuhan penanganannya, karena proses pertolongan pertama sangat penting. Kejadian kecelakaan sehari-hari di sekolah sering terjadi pada anak-anak dipengaruhi oleh karakter kepribadian, cuaca dan tempat, kurangnya pengawasan serta kelambanan yang disebabkan karena buruknya koordinasi otot anak. Pertolongan pertama di sekolah adalah upaya pertolongan dan perawatan pertama pada anak di sekolah dengan persediaan kelengkapan pertolongan pertama. Tujuan umum adalah mengetahui efektifitas dari rancangan kebutuhan pertolongan pertama pada kesiapan penanganan kecelakaan sehari-hari Anak Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan (Research & Development) sederhana dan untuk merancang kebutuhan pertolongan pertama. Lokasi pelaksanaan penelitian ini di 3 tempat Sekolah Dasar di Kota Ternate. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, pedoman wawancara dan check list observasi. Untuk membuktikan signifikansi perbedaan sistem kerja lama dan baru tersebut, perlu diuji secara statistik dengan Uji t-test. Hasil yang diperoleh, adanya perbedaan antara sistem kerja lama dengan yang baru dengan nilai signifikan >0.005. Rancangan model kelengkapan pertolongan pertama yang baru dapat digunakan dalam kesiapan penanganan masalah kesehatan dan kecelakaan sehari-hari anak sekolah dasar di kota Ternate. Sistem penanganan pertama masalah kesehatan dan kecelakaan di sekolah dasar perlu di kembangkan menjadi Tas P3K guna menyesuaikan aktivitas. Perlunya pelatihan bagi sekolah sehingga penggunaan dan pemanfaatan sistem baru dapat berguna