Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
    178 research outputs found

    Dukungan Keluarga Dengan Fungsi Kognitif Pada Penderita DM Tipe 2 di Bantul

    Full text link
    Latar Belakang: Penyakit Diabetes Mellitus merupakan masalah global karena prevalensinya mengalami peningkatan tiap tahun di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Salah satu akibat yang dapat ditimbulkan bagi penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yaitu penurunan fungsi kognitif. Namun masalah ini dapat dicegah dengan dukungan keluarga yang baik. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan fungsi kognitif pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Sedayu 2. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental, dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah tehnik simple random sampling dengan 110 responden dengan DM tipe 2 tanpa komplikasi. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Mini Mental State Examination (MMSE). Uji analisis data menggunakan Kendall’s Tau. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dukungan keluarga sebesar 56,4% dan untuk fungsi kognitif normal sebesar 34,5%. Hasil uji statistik menunjukan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan fungsi kognitif yang ditunjukan dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga yang baik pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 cenderung memiliki fungsi kognitif baik. Sehingga anggota keluarga perlu menjadi fokus pelayanan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas saat pendampingi penderita Diabetes Mellitus tipe 2 saat memeriksakan kesehatannya

    Prevalensi Jamur Malasssezia Furfur Pada Panu Anak Sekolah Dasar Negeri 47  Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate

    Full text link
    Latar Belakang: Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di garis khatulistiwa yang mempunyai iklim tropis yang memungkinkan berkembangnya penyakit menular yang di sebabkan oleh mikroorganisme seperti jamur. Malassezia furfur merupakan salah satu jenis jamur pada kulit. Adanya Malassezia furfur pada siswa menyebabkan siswa hilang konsentrasi pada saat belajar karena adanya rasa gatal selain itu juga dapat menurunkan rasa percaya diri pada siswa tersebut. Tujuan: mengidentifikasi jamur Malassezia furfur pada siswa. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian menggunakan metode total sampling sampling dimana jumlah sampel sebanyak 33 siswa. Hasil: Ditemukan 3 Sampel Positif dan 30 Sampel Negatif Pada Swab kulit  Siswa-siswi SD Negeri 47 Kelurahan Dufa-dufa Kota Ternate. Kesimpulan: Didapatkan 10% Pertumbuhan jamur Malassezia furfur Panu Anak Sekolah Dasar Negeri 47 Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternat

    Indeks Prediktif Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Perilaku Sosial Masyarakat Di Kabupaten Indramayu

    Full text link
    Latar Belakang: Dengue Haemoragic Fever (DHF), merupakan penyakit infeksi akut menularkepada manusia melalui perantara gigitan nyamuk Aedes yang mengandung virus dengue. Tujuan :Tujuan penelitian mengembangkan indeks prediktif kejadian demam berdarah dengue berbasisperilaku sosial masyarakat di Kabupaten Indramayu. Metode: Jenis penelitian observasional analitikdengan menggunakan rancang bangun case control study. Penelitian dilakukan di KabupatenIndramayu Provinsi Jawa Barat dari bulan Maret sampai Mei 2019. Populasi yang diteliti adalahseluruh warga yang tinggal di Kabuapten Indramayu tahun 2017-2018 sebanyak 544 orang. Total besarsampel 102 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sedangkan ujistatistic adalah regresi logistic sederhana, regresi logistic ganda, dan analisis ROC. Hasil: Hasil analisismultivariate menunjukkan bahwa terdapat 3 variabel yang termasuk dalam formula indeks yaitu praktik3M dirumah, kebiasaan menggantung pakaian, dan keberadaan sampah padat. Formula indeks prediktifdemam berdarah dengue (DBD) = -2,424 + 1,007* Praktek 3M di rumah (Buruk) + 1,087* KebiasaanMengantung Pakaian (Ya) + 1,107*Keberadaan Sampah Padat (Ada). Kesimpulan: Kesimpulankeberdaan ini dkator jika seseorang memenuhi minimal dua dari tiga indikator yang ada, maka orangtersebut diprediksikan risiko tinggi menderita demam berdarah dengue (DBD) Sedangkan keberdaanindicator jika seseorang memenuhi satu dari tiga indikator yang ada, maka seseorang tersebutdiprediksikan risiko rendah menderita demam berdarah dengue (DBD)

    Gambaran Personal Hygiene dengan Gejala Cacingan pada Anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya

    Full text link
    Latar Belakang:Penyakit cacingan banyak dijumpai di negara berkembang beriklim tropis dansubtropis, seperti Indonesia. Kejadian cacingan merupakan penyakit yang sering dialami oleh anakdengan personal hygiene buruk. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranpersonal hygiene dengan gejala cacingan pada anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya.Metode:Penelitian ini merupakan studi epidemiologi deskriptif pendekatan kuantitatif denganrancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan seluruh total populasi yang berjumlahsebanyak 49 anak berusia 5-12 tahun. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data dianalisissecara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi tabulasi silang dengan melihat nilai Odd Rasio(OR) dan probabilitas (P). Hasil:Hasil penelitian menunjukkan (38,8%) responden bergejalacacingan dan sebagian besar memiliki personal hygienebaik (73,5%). Responden yang memilikikebiasaan defekasi yang buruk memiliki kemungkinan 1,059 kali mengalami gejala cacingan(P=51%). Kesimpulan:Personal hygiene yang buruk terutama pada kebiasaan defekasi dapatberisiko menimbulkan gejala cacingan pada anak. Oleh karena itu diharapkan peran orang tua dalampola asuh dapat mengajarkan dan membiasakan anak untuk senantiasa berperilaku hidup bersih dansehat.&nbsp

    Dampak Strategi Coping Spiritual Terhadap Stres dan Depresi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA): Systematic Review

    Full text link
    oai:ejournal.poltekkesternate.ac.id:article/1Latarbelakang: Gangguan mental sangat erat kaitannya dengan penyakit yang sulit disembuhkan, salah satu diantaranya adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Orang dengan HIV AIDS (ODHA) adalah komunitas yang rentan mengalami beban psikososial selain beban secara fisik. ODHA memiliki peluang lebih tinggi mengalami gangguan mood, kecemasan, depresi dan kognitif. Pengalaman suatu penyakit akan menuntut penderitanya untuk mampu menghadapi berbagai macam tekanan sehingga mekanisme koping sangat berpengaruh untuk menentukan keberhasilan individu menghadapi tekanan tersebut. Koping spiritual/keagamaan merupakan salah satu koping yang terbukti mampu mengatasi beban psikososial, stress dan depresi pada ODHA. Tujuan: Untuk menganalisis manfaat atau dampak dari koping spiritual terhadap Kesehatan mental ODHA. Metode: Menggunakan pendekatan systematic review melalui pencarian artikel yang disesuaikan terhadap rumusan pertanyaan penelitian dengan formula PICO pada database Proquest, Scopus, Clinical Key, Science Direct dan PubMed. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi koping spiritual/religious bermanfaat dalam mengatasi gejala ansietas dan juga depresi pada ODHA.. Kesimpulan: Strategi koping spiritual/religius memiliki dampak yang positif dan bermanfaat bagi kesehatan mental orang dengan HIV AID

    PENERAPAN STANDAR KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

    Full text link
    Keselamatan menjadi isu global dan terangkum dalam lima isu penting yang terkait di rumah sakit yaitu keselamatan pasien, keselamatan pekerja atau petugas kesehatan, keselamatan bangunan dan peralatan di rumah sakit, keselamatan lingkungan dan keselamatan bisnis rumah sakit yang terkait dengan kelangsungan hidup rumah sakit. Mengingat masalah keselamatan pasien merupakan masalah yang perlu ditangani segera maka diperlukan standar keselamatan pasien fasilitas pelayanan kesehatan yang merupakan acuan untuk melaksanakan kegiatannya.Berdasarkan Permenkes RI Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan keselamatan pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana penerapan standar keselamatan pasien di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan subjek penelitian berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi. Analisis data kualitatif dan validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa dampak penerapan standar keselamatan pasien mulai dari hak pasien, pendidikan bagi pasien dan keluarga, keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan, penggunaan metoda-metoda peningkatan kinerja, peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien, mendidik staf tentang keselamatan pasien dan komunikasi di rumah sakit telah diterapkan dan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan peraturan yang ada. RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menerapkan standar keselamatan pasien berdasarkan Permenkes RI No 11 Tahun 201

    Analisis Karakteristik Individu Dengan Gejala Cacingan Pada Anak Kampung Pasar Keputran Surabaya : Anak gejala cacingan, karakteristik individu

    No full text
    LatarBelakang: Anak di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya 57% bergejala cacingan,sebagian besargejala yang dimiliki di antaranya, batuk, perut sering sakit, anemia, kurus, pucat,nafsu makan kurang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik individudengan gejala cacingan pada anak usia 6-15 tahun di Kampung Pasar Keputran Kota Surabaya.Metode: Penelitian ini merupakan studi epidemiologi deskriptif pendekatan kuantitatif rancangancross sectional dengan menggunakan sumber data sekunder. Populasi pada penelitian ini adalahseluruh anak usia 6-15 tahun berjumlah 42 responden. Penelitian ini mengambil total populasi.Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi tabulasisilang dengan melihat nilai OR dan probabilitas. Hasil: Penelitian menunjukan 59,5% respondenbergejala cacingan. Responden yang lebih berisiko mengalami gejala cacingan berkarakteristikperempuan (35,7%; OR = 1,050; P = 51%), usia ≥ 10-15 tahun (26,7%; OR = 1,440; P = 59%),status giziwasted (4,7%; OR = 1,739; P = 63%), status ekonomi bawah (40,5%; OR = 1,889; P =65%) dan berpengetahua nkurang (23,8%; OR 1,600; P = 62%). Kesimpulan: Karakteristik individuyang berstatus gizi wasted, ekonomi bawah dan berpengetahuan kurang menunjukkan risikomengalami gejala cacingan lebih besar dibandingkan dengan karakteristik lainny

    Baby Massage Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Prematur

    Full text link
    Latar belakang: Artikel diawali dengan Judul Artikel, Nama Penulis, Alamat Afiliasi Penulis, Bayiprematur adalah bayi lahir dengan masa kehamilan < 37 minggu atau bayi kurang bulan. Bayi prematursering mengalami masalah akibat berat badan rendah. Penanganan untuk mengoptimalkan pertumbuhanbayi prematur yaitu baby massage.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh baby massage terhadappeningkatan berat badan bayi prematur.Metode: Metode yang digunakan adalah metode quasieksperimen dengan rancangan the non-equivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 22 bayiprematur. Variabel independen pada penelitian ini adalah baby massage. Variabel dependen yang diukuradalah berat badan bayi menggunakan timbangan bayi. Analisis statistik menggunakan uji dependent ttest Hasil: Ada pengaruh yang signifikan baby massage terhadap peningkatan berat badan bayiprematur pada kelompok intervensi dan kontrol (p value 0,002). Kesimpulan: Adanya pengaruh Babymassage terhadap peningkatan berat badan pada bayi prematur

    Kebisingan Di Sektor Informal : Studi Kasus Mesin Penghalus Bahan Makanan Di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju

    Full text link
    Latar Belakang : Mesin penghalus atau penggiling menjadi salah satu penyumbang sumber kebisingan di Pasar. Mesin tentunya membutuhkan pekerja untuk dapat mengoperasikan mesin tersebut. Pekerja yang sering terpapar oleh suara yang ditimbulkan dapat menimbulkan gangguan pendengaran dari ringan hingga berat. Tujuan: Mengetahui tingkat kebisingan dan jenis kebisingan. Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju pada tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang yang memiliki mesin penghalus bahan makanan di Kecamatan Mamuju yaitu 41 pedagang. Sampel dipilih dengan teknik total population sampling, yang berarti semua  populasi menjadi responden penelitian. Prosedur pengumpulan data untuk intensitas kebisingan diukur menggunakan Sound Level Meter, sesuai dengan standar SNI-7231-2009. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif untuk menentukan rata-rata dan distribusi karakteristik kebisingan. Hasil : Pengukuran intensitas kebisingan menunjukkan rata-rata 93,97 dB, 94,76 dB, dan 95,48 dB. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar mesin menghasilkan kebisingan intermittent. Kesimpulan : intensitas kebisingan yang dihasilkan oleh mesin penghalus makanan melebihi nilai ambang batas (NAB) sebesar 85 dB

    Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Kehamilan Mempengaruhi Kepatuhan Melaksanakan Antenatel Care (Anc) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Ternate

    Full text link
    Antenatal Care (ANC) merupakan setiap kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga sebelum dimulainya proses persalinan yang diberikan kepada seluruh ibu hamil. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesemas Kota Ternate. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 65 responden dan pengumpulan data mengunakan kuesioner.Metode analis mengunakan Analisa univariat. Dari hasil penelitian ditemukan sebagian besar pada tingkat pendidikan ibu hamil pendidikan rendah SD (36.9), Usia ibu hamil berada pada usia 20-35 tahun (58.5%), paritas ibu hamil berada pada primigravida (58.5%).Sebagian besar pada tingkat pengetahuan berada pada penegetahuan kurang (47.7%) sebagian besar pada kehadiran kunjungan hadir pada kunjungan Tidak Patuh (61.5%). Dari hasil diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan antenatal care (ANC) dengan nilai probabilitasnya (0,006)<sig_α=0,05. Kesimpulannya , pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan ANC. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil agar dapat meningkatkan kepatuhan ANC dan kesehatan ibu hamil secara keseluruhan.

    165

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇