Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
Not a member yet
    178 research outputs found

    Intervensi untuk Menurunkan Kebisingan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU): Systematic Review

    Full text link
    Latar Belakang: Paparan kebisingan di NICU yang tidak terhindarkan dikaitkan dengan peningkatan stres, peningkatan respons fisiologis dan perilaku tidur terjaga yang pada akhirnya berdampak pada perkembangan bayi prematur. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai intervensi untuk menurunkan kebisingan di NICU dan mengidentifikasi peluang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Metode: Fokus studi pada intervensi dengan desain randomized controlled trials (RCTs) dan quasy experiment. Metode pencarian artikel dilakukan pada enam database dari ProQuest, ScienceDirect, PubMed, Scopus, Embase, dan MEDLINE serta pencarian secara manual melalui daftar referensi artikel yang relevan. Studi dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu tempat di ruang NICU, intervensi untuk mengurangi kebisingan lingkungan, artikel full text, berbahasa Inggris, artikel dipublikasi tahun 2013-2023 dan hasil ukur dalam desibel (dBA). Semua penulis dalam studi ini secara independen menilai daftar artikel dan abstrak yang relevan, melakukan ekstraksi data dan melakukan penilaian kualitas metode penelitian dengan pedoman Joanna Briggs Institute (JBI).  Hasil: Studi ini menganalisis 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Studi yang disertakan secara keseluruhan memiliki risiko bias yang moderate. Intervensi yang dapat menurunkan kebisingan di NICU meliputi program pendidikan, multikomponen perangkat peringatan dan intervensi yang berhubungan dengan pasien seperti penggunaan earplug dan penutup inkubator pada bayi prematur. Kesimpulan: Program pendidikan dan multikomponen merupakan intervensi yang paling efektif untuk menurunkan tingkat kebisingan. Intervensi seperti penggunaan earplug maupun penutup inkubator dapat menurunkan tingkat kebisingan namun penurunan tersebut tidak signifikan secara statistik sehingga diperlukan penelitian berkualitas tinggi dengan risiko bias rendah dan tindak lanjut jangka panjang

    Gambaran Kualitas Fisik Lingkungan pada Ruang Dosen Gedung B PSDKU Universitas Airlangga

    Full text link
    Kondisi fisik lingkungan ruang yang tidak baik dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan berupa Sick Building Syndrome. Ruang dosen berpotensi mengalami masalah kualitas fisik lingkungan yang berdampak pada penghuninya karena banyak terdapat perabotan, tumpukan buku, perkakas, serta tingginya aktivitas perkantoran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas fisik lingkungan dan menggambarkan karakteristik ruang dosen gedung B PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dianalisis secara deskriptif dengan pengumpulan data primer berupa pengamatan karakteristik ruangan, pengukuran temperatur, kelembaban, pencahayaan, dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan (130,12 lux), kebisingan (52,18 dBA), dan kelembaban (50,6%)telah memenuhi persyaratan baku mutu, sedangkan parameter temperatur sebesar 300C melebihi dari persyaratan sesuai regulasi yaitu 18-280C. Disarankan melakukan perbaikan temperatur ruangan dengan pengendalian melalui penambahan ventilasi ruangan, baik alami maupun buatan.&nbsp

    PENGARUH DODOL JAHE TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PRIMER SISWI ALMULTAZAM KABUPATEN KUNINGAN 2017

    Full text link
    Dismenore Primer merupakan hal yang biasa terjadi terutama pada remaja. Hampir 90% remaja mengalami hal ini dan sekitar 50% perempuan di dunia mengeluhkan terjadinya dismenore primer. Jahe menjadi salah satu alternatif pereda nyeri. Jahe mengandung senyawa gingerol, shagaol dan zingeron yang memiliki aktifitas sebagai antioksidan yang dapat meringankan nyeri. Dodol merupakan makanan khas Indonesia yang hampir semua kalangan menyukainya termasuk remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dodol jahe terhadap penurunan dismenore. Desain penelitian menggunakan pendekatan quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Uji statistik yang digunakan adalah univariabel, bivariabel dan multivariabel. Univariabel dengan mean, median nilai minumum dan maksimum. Bivariabel mengunakan uji wilcoxcon, mann whitney dan korelasi spearman. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi SMP IT Al-Multazam Kabupaten Kuningan berjumlah 82 orang dengan teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan rerata intensitas nyeri haid sebelum dan setelah intervensi adalah 4,12 ; 0,90. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian dodol jahe dengan penurunan intensitas nyeri dismenore dengan nilai value =0,00. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jahe dapat menjadi salah satu alternatif komplementer dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore. Sarannya adalah untuk penelitian selanjutnya dapat mengkaji tentang adakah efek samping dari konsumsi jahe pada wanita yang sedang haid.&nbsp

    Deteksi Dini Diabetes Mellitus Tipe 2 Terhadap Kegawatdaruratan Hiperglikemia Dan Hipoglikemia Melalui Screening GDS

    Full text link
    tar Belakang: IDF melaporkan  prevalensi diabetes secara global sebanyak 537 juta pada tahun 2021, diperkirakan akan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045. Angka kematian di atas 6,7 juta pada tahun 2021, 1 kematian setiap 5 detik. Indonesia menempati urutan kelima dengan 19,5 juta pada tahun 2021. Lebih dari 90% menderita T2D akibat faktor sosial ekonomi, demografi, lingkungan, dan genetik. Kegawatdaruratan hipoglikemia dan hiperglikemia dapat menyebabkan Ketoasidosis Diabetikum dan Status Hiperosmolar Hiperglikemi yang mengancam jiwa, sehingga perlu deteksi dini melalui screening GDS. Tujuan: Mengetahui adanya kegawatdaruratan hiperglikemia dan Hipoglikemia melalui Screening GDS. Metode: Penelitian menggunakan desain analisis deksriptif dengan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan secara survey observasional retrospektif pada 343 sampel. Hasil: Berdasarkan screening GDS menunjukkan hipoglikemia ringan 3,8%, sedang (0,6%) dan hiperglikemia ringan (23,9%), sedang 34,7%) dan berat (24,4%). Analisis korelasi Pearson menunjukkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara nilai GDS dan kegawatdaruratan hiperglikemia (r=0,308, p=0,000). Namun, tidak terdapat korelasi antara GDS dan kegawatdaruratan hipoglikemia (r=0,022, p=0,682).Kesimpulan: Screening GDS dapat digunakan untuk deteksi dini kegawatdaruratan hiperglikemia dan hipoglikemia, dimana penderita telah teridentifikasi mengalami gejala kegawatdaruratan hiperglikemia dan hipoglikemia

    The Relationship of Gargling Activity to The Amount Growth of Candida sp Fungus in Saliva In People With Type 2 Diabetes Melitus

    No full text
    Diabetes mellitus (DM) is a disease caused by abnormalities in the insulin hormone which can not work to control glucose properly. DM is a predisposing factor for oral candidiasis because salivary secretions containing excess sugar will support the growth of Candida sp. Oral candidiasis can be anticipated by gargling with commercial mouthwash. The research aimed to determine the relationship between gargling activity and the amount of Candida sp fungus growth in the saliva of DM sufferers. This type of research is pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. The total was 30 saliva samples from DM sufferers at the Sidomulyo Samarinda Health Center using a purposive sampling technique. Data were analyzed univariately and bivariately. The research results showed that the presence of Candida sp fungus in DM sufferers based on age in the elderly category (>40 years) was 24 (88.8%); wo25 (89.2%). Growth of Candida sp fungus before gargling 27 (90%) were positive for Candida sp fungus; after gargling, 15 (50%) were positive for Candida sp. The number of Candida sp fungus growth based on activity before gargling was 27 (90%) with the number of Candida sp colonies <400 CFU/ml; after gargling 30 (100%) with the number of Candida sp colonies <400 CFU/ml. The statistical test results obtained a significant value of 0.000 < 0.05, it can be concluded that there is a relationship between mouth gargling activity and the amount of Candida sp fungus growth in the saliva of DM sufferers

    Puzzle Mempengaruhi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah di TK At Taqwa Mekarsari Cimahi Puzzle influence motoric development smile age of prasekolah

    Full text link
    Perkembangan motorik halus anak salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan alat permainan edukatif. Terdapat jenis permainan edukatif yang digunakan dalam menstimulus perkembangan motorik halus anak diantaranya adalah puzzle. Namun sayangnya dilapangan, kegiatan yang dapat menstimulus perkembangan motorik halus anak masih belum dilakukan dengan adekuat, dalam hal ini frekuensinya masih kurang dari yang digunakan. Sehingga perkembangan motorik halus anak menjadi kurang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat permainan edukatif jenis puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di Taman Kanak-Kanak at Taqwa Mekarsari, Cimahi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment design dengan rancangan pretest dan posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah 17 responden kelompok intervensi permainan edukatif jenis puzzle. Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dengan cara observasi. Penilaian menggunakan lembar instrumen DENVER II yang diambil aspek pengukuran motorik halus. Analisa data yang digunakan adalah uji t 2 sampel dependen dan uji t 2 sampel independen untuk bivariat. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh intervensi permainan edukatif jenis puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk menstimulus perkembangan motorik halus anak, agar dilakukan dengan menambah frekuensi permainan, dapat menggunakan puzzle.&nbsp

    OUTBREAK INVESTIGATION OF FOOD INTOXICATION OF FINGER CANDY (CASE STUDY AT ELEMENTARY SCHOOL IN DENPASAR BALI, INDONESIA)

    Full text link
    KLB akibat keracunan makanan masih sering terjadi di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan KLB salah satu sekolah dasar di Denpasar, berdasarkan laporan lima siswa yang mengalami gejala keracunan pada tanggal 24 Oktober 2016. Wawancara dilakukan dengan petugas surveilans Dinas Kesehatan Kota Denpasar, petugas surveilans Puskesmas, guru, siswa dan penjual permen jari yang dicurigai sebagai penyebab terjadinya keracunan makanan. Gejala keracunan yang dialami kelima siswa adalah pusing dan mual. Selang waktu dari mengonsumsi permen jari hingga timbulnya gejala berkisar 20-35 menit. Berdasarkan hasil wawancara dengan kelima siswa, mereka mengonsumsi makanan yang bervariasi di kantin sekolah dan di rumah sebelum mengonsumsi permen jari. Hasil wawancara dengan siswa lain menunjukkan terdapat riwayat (2-4 minggu sebelumnya) yang sama dialami 3 dari 7 siswa yang mengonsumsi permen jari dengan merk yang sama. Kasus ini tidak dilaporkan pada guru. Hasil uji laboratorium menunjukkan permen jari yang dikonsumsi siswa mengandung bahan berhaya formalin sebesar 12,28 ppm yang tidak boleh ada pada makana

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PASIEN TUBERKULOSIS TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI PUSKESMAS MEDAN AREA SELATAN

    Full text link
    Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pasien tentang penyakit TB paru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bersifat prospektif dengan memberikan kuesioner kepada pasien TB paru yang berobat di puskesmas Medan Area Selatan. Responden yang dijadikan sampel adalah yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan menghitung distribusi karakteristik responden (jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan lama menderita TB) serta jawaban kuesioner yang mencakup (pengetahuan, sikap dan tindakan). Hasil dari karakteristik responden yang paling banyak adalah berada pada usia dewasa (76,47%); laki-laki (82,35%); pendidikan SMA (64,71%); pekerjaan wiraswasta (64,71%); lama menderita TB<6 bulan (76,47%); penghasilan >Rp.1.000.000-Rp.2.000.000 dan tidak berpenghasilan adalah sebesar 35,29%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan paling banyak berada dalam kategori cukup baik (64,71%), baik (88,24%), dan baik (70,59%) secara berturut-turut. Tingkat pengetahuan yang cukup baik dari pasien TB paru Puskesmas Medan Area Selatan, diimplementasikan dalam sikap dan tindakan dalam kategori baik terhadap penularan, penyebab, pencegahan dan pengobatan TB

    Penilaian Asupan Makronutrient, Natrium, dan Kalium pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Pajar Bulan

    Full text link
    Latar belakang : Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh pola makan baik berupa asupan zat gizimakro ataupun mikro seperti protein, lemak, karbohidrat, natrium, dan kalium. Tujuan : Untukmengetahui gambaran asupan karbohidrat, lemak, protein, natrium dan kalium pada pasien denganhipertensi di Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Muara EnimTahun 2020. Metode : Jenis penelitianyang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau dalampenelitian ini adalah semua pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Pajar Bulan pada bulanJanuari Tahun 2019 – Juli Tahun 2020 dengan 48 sampel menggunakan teknik total sampling. Analisadata univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil : Asupan karbohidratterbanyak adalah cukup yaitu 39 orang (81,3%), asupan protein terbanyak adalah lebih yaitu 33 orang(68,8%), asupan lemak terbanyak adalah cukup yaitu 32 orang (66,7%), asupan natrium terbanyakadalah lebih yaitu 32 orang (66,7%) dan asupan natrium terbanyak adalah kurang yaitu 48 orang(100%). Kesimpulan : Asupan karbohidrat terbanyak adalah cukup, asupan protein terbanyak adalahlebih, asupan lemak terbanyak adalah cukup, asupan natrium terbanyak adalah lebih dan asupannatrium terbanyak adalah kurang&nbsp

    HIV/AIDS dan Dampaknya Terhadap Produktivitas Kerja di Perusahaan Indonesia

    Full text link
    Latar Belakang: HIV/AIDS dapat menjadi suatu ancaman besar bagi angkatan kerja Indonesia danmembawa dampak yang sangat buruk bagi perekonomian dan permasalahan di tempat kerja.Berbagai dampak negatif yang muncul sebagai akibat terinfeksi HIV/AIDS seperti kesakitanindividu, kurang produktif dalam bekerja, dan bahkan kematian.Tujuan: Penulisan kajian pustaka iniadalah untuk menjelaskan dampak HIV/AIDS di perusahaanterhadap produktivitas kerja tenagakerja.Metode:Kajian pustaka (literatur review)merupakan bagian penting dalam penelitianyangmenggambarkansecara naratifliteratur relevan tentang HIV/AIDS di perusahaan dan dampaknyaterhadap produktivitas tenaga kerjamelalui pencarian berbagai literatur yang bersumberdari GoogleScholar.Hasil: Penelusuran literatur yang telah dilakukan dari sumber pencarian artikel diperolehinformasi bahwa tenaga kerja yang menderita HIV/AIDS akan mengalami kerugian ekonomi dankehilangan pekerjaan. Dampak lainnya berupa kesakitan dan bahkan kematian akan dirasakan olehtenaga kerja status HIV/AIDS. Perusahaan akan mengeluarkan biaya yang cukup besar dalampenanganan berupa biaya pengobatan dan perawatan serta rehabilitasi karyawan status HIV/AIDS.Selain gangguan kesehatan tambahan yang dapat dialami karyawan akibat terinfeksi HIV/AIDS jugaberdampak pada penurunan produktivitas kerjasehinggamempengaruhi kuantitas maupun kualitasproduksi dan secara signifikan berdampak pada perekonomian nasional.Kesimpulan: Berbagaidampak negatif yang diakibatkan dari adanyatenaga kerja yang terinfeksi HIV/AIDS antara lainkerugian ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung akandialamitenaga kerja, perusahaan,dan negara

    165

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇