1,721,826 research outputs found
Komposisi karawitan "Owah"
Komposisi karawitan "Owah"
Karya: Sriyanto, Ujian penyajian karawitan, Pendapa ISI Surakart
Kajian Resepsi Penonton Terhadap Pertunjukan Wayang Mbah Soero Oleh Ki Bandung Sriyanto di Kota Sawahlunto
Penelitian ini merupakan sebuah studi Resepsi penonton terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto”. Dua pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana struktur dan tekstur pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki bandung Sriyanto 2). Bagaimana resepsi penonton terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Penelitian ini menggunakan teori resepsi sastra, yaitu bagaimana penerimaan penonton terhadap apa yang ditontonnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif atas struktur dan tekstur pertunjukan dan resepsi penonton terhadap pertunjukan. Data yang dikumpulkan berupa, video, dan wawancara. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penonton Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto merupakan penonton pasif. Artinya, penonton tidak menciptakan karya baru yang ide penciptaanya berasal dari apa tontonannya. Pemaknaan yang ditangkap hanya digunakan sebagai pengalaman dan pemahaman pribadi. Dari 10 (sepuluh) penonton ada 6 (enam) yang menangkap struktur dan 8 (delapan) penonton menangkap tektur pertunjukan. Maka penonton lebih dominan menangkap unsur tekstural dibanding unsur struktural. Peneliti juga menemukan horison penerimaan penonton yang pro dan kontra terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Ada penonton yang merasa puas atas apa yang ia tonton dan ada yang tidak puas atas pertunjukan tersebut. Semua itu dipengaruhi oleh pengetahuan penonton terhadap pertunjukan Wayang Purwa
Kajian Resepsi Penonton Terhadap Pertunjukan Wayang Mbah Soero, Dalang Ki Bandung Sriyanto di Kota Sawahlunto
Penelitian ini merupakan penelitian terhadap objek penelitian “Resepsi penonton terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto”. Dua pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana struktur dan tekstur pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki bandung Sriyanto 2). Bagaimana resepsi penonton terhadap pertunjukanWayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Penelitian ini menggunakan teori resepsi sastra untuk menjawab dua pertanyaan di atas. Teori resepsi, yaitu bagaimana penonton memberikan makna terhadap apa yang ditontonnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif atas struktur dan tekstur pertunjukan dan resepsi penonton terhadap pertunjukan. Data yang dikumpulkan berupa, video, dan wawancara. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penonton Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto merupakan penonton pasif. Artinya, penonton tidak menciptakan karya baru yang ide penciptaanya berasal dari apa tontonannya. Pemaknaan yang ditangkap hanya digunakan sebagai pengalaman dan pemahaman pribadi. Dari 10 (sepuluh) penonton ada 6 (enam) yang menangkap struktur dan 8 (delapan) penonton menangkap tektur pertunjukan. Maka penonton lebih dominan menangkap unsur tekstural dibanding unsur struktural. Peneliti juga menemukan horison penerimaan penonton yang pro dan kontra terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Ada penonton yang merasa puas atas apa yang ia tonton dan ada yang tidak puas atas pertunjukan tersebut. Semua itu dipengaruhi oleh pengetahuan penonton terhadap pertunjukan Wayang Purwa
Implementasi Nilai Keadilan Sosial Oleh Hakim Dalam Perkara Lanjar Sriyanto Dari Perspektif Pancasila Dan Kode Etik Profesi Hakim
Hakim Pengadilan Negeri Karanganyar yang memutus perkara Lanjar Sriyanto atas kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan istrinya meninggal dunia dan anaknya mengalami luka, dalam pertimbangan hukumnya telah menggunakan pemikiran secara progresif yakni meskipun Lanjar Sriyanto secara fakta dan alat bukti yang dihadirkan telah memenuhi unsur rumusan pasal yang didakwakan namun hakim menilai dengan menggunakan dasar kemanusiaan dan keadaan Lanjar Sriyanto maka tidak ada sifat dapat dicelanya Lanjar Sriyanto dan adanya alasan pemaaf sehingga hakim memutuskan Lanjar Sriyanto tidak perlu menjalani hukuman pidana. Hakim pada tingkat Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung telah merubah putusan Hakim Pengadilan Negeri sehingga menyatakan lanjar Sriyanto telah memenuhi rumusan delik dan patut dipidana. Sehingga karena hakim pada tingkat Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung hanya melihat pada penerapan hukum bukan melihat langsung keadaan Lanjar Sriyanto maka keadilan dirasa belum dihadirkan sebagaimana keadilan sosial yang diamanatkan dalam Pancasila, Kode Etik Hakim, Undang-undang Kekuasaan Kehakiman. Penelitian hukum ini adalah non-doktrinal menggunakan pendekatan Socio Legal Research. Hakim tidak hanya memutus berdasarkan pada rumusan pasal yang didakwakan, namun hakim wajib menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, Kode Etik Hakim, Undang-undang Kekuasaan Kehakiman. Hakim menegakkan hukum juga harus menegakkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat termasuk nilai keadilan sosial. Menegakkan hukum harus menguraikan makna dan tujuan hukum itu sendiri, bukan hanya menerapkan aturan perundang-undangan yang tertulis sehingga hakim bukan hanya sebagai corong undang-undang, namun hakim wajib menghadirkan tujuan hukum yaitu keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum. Hakim wajib memutus perkara dengan keyakinannya serta dilandasi pada kebijaksanaannya. Hakim dipengaruhi oleh nilai-nilai yang ada dalam masyarakat karena sejatinya hakim tidak berada dalam ruang hampa dari pengaruh-pengaruh sosial.</jats:p
Conceptual Model for Developing Creativity in Batik Industry
The purpose of this research is to develop a conceptual
model of creativity in batik industry. This model was developed by conducting a study from previous research that discuss important factors for the development of creativity. This conceptual model was built based on four variable, namely creative person, intrinsic motivation, job skills training, and creative organizational climate. Creative person will stimulate the creativity development in batik industry. A creative person are more able to improve their creativity if they have intrinsic motivation, given some training that related with the job skills they needed, and supported by organization that have positive
climate (climate in organization that respects creativity, provide opportunities, time, facilities, infrastructure and incentives to employees to think about, designing, researching and developing new products that better and more innovative). For the further research, this study can be continued by testing the model empirically through distributing the questionnaire to some participant of SMEs and processing data from the results of questionnaire distribution using the data processing software like SPSS, LISRELL, etc
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN PADA KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
Anang Sriyanto Pambudi. Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga(KEMENPORA) Biro Humas dan Hukum. Jakarta 10 Juli 2017 – 5 September 2017 (40 hari kerja) Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta.
Praktik Kerja Lapangan bagi Praktikan bertujuan untuk menambah pengalaman dan melatih diri untuk persiapan persaingan di dunia kerja nanti dan untuk mendapatkan wawasan yang tidak diperoleh pada saat perkuliahan. Praktikan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Finance Department diBiro Humas dan Hukum Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA). Tugas yang diberikan kepada Praktikan antara lain:mengolah data SPPD menggunakan programMs.Excel, SPPDPerhitungan biaya perjalanan dinas menggunakan programMs.Excel,Pendataan pembayaran wartawan menggunakan programMs.Word, menggolongkan berdasarkan Standar Biaya Masukan tahun 2017 (SBM). Dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ini, Praktikan mengetahui bagaimana sistem pengelolaan keuangan di Finance Department di Biro Humas dan Hukum Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga(KEMENPORA).
Kata Kunci : Praktik Kerja Lapangan (PKL),SPPD, SPPD Perhitungan biaya perjalanan dinas, pembayaran wartawan, Laporan SK
Praktikum manajemen keuangan/ Endang Winarsi Sriyanto (et al)
viii, 140 hal.: ill, tab.; 26 cm
Conceptual Model to Enhance Creativity of the Batik Industry
Creative industry are defined as industry derived from
the use utilization of creativity, skills and individual talents of individual to create wealth and generate employment by producing and exploiting individual creativity. Creative industry’s contribution to National GDP is equal to 7.8% at 2002-2008. Batik industry is one of the creative industry are included in the crafts sector. The purpose of this research is to develop a conceptual model to enhance creativity batik industry.
This conceptual model was built based on four aspect, namely
Press, Person, Process, and Product (4P). Press or creative
organizational climate will stimulate the development of creative human resources (person) and creative process (process). The interaction between the creative process (process) with the creative human resources will produce a creative product(product). Creative products is the real object that can represent creativity
Praktikum manajemen keuangan/ Endang Winarsi Sriyanto (et al)
viii, 140 hal.: ill, tab.; 26 cm
- …
