118 research outputs found

    PERAN KOMUNITAS MUJI TRESNO DALAM MELESTARIKAN KESENIAN DOLALAK DI DESA PETUGURAN KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran, faktor pendukung dan penghambat sertastrategi Komunitas Muji Tresno dalam melestarikan kesenian Dolalak. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri daripengurus Komunitas Muji Tresno, penari seni kesenian Dolalak, dan masyarakat Desa Petuguran,pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Validitas data yang digunakan dengan teknik triangulasi. Padabagian analisis data menggunakan tahap analisis Milles dan Hubberman. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa peran Komunitas Muji Tresno dalam melestarikan kesenian Dolalak yaitumengikuti kegiatan yang diselenggarakan pemerintah dan masyarakat seperti acara merti desa, HUTRI maupun festival kesenian Dolalak serta mengadakan rapat evaluasi untuk kesejahteraan KomunitasMuji Tresno dan juga secara langsung membantu perekonomian anggota Komunitas Muji Tresno.Sedangkan faktor pendukungnya yaitu adanya dukungan dari pihak pemerintah dengan memberikananggaran dana setiap tahunnya dan memberikan perizinan saat pementasan kesenian Dolalak. Faktorpenghambatnya yaitu belum adanya kesepakatan atau perjanjian terkait tarif dan juga penampilanpenari serta belum tersedianya sarana dan prasarana yang mewadahi. Selain itu strategi KomunitasMuji Tresno meliputi aspek intern dan aspek ekster

    Etika Jawa Yang Diceritakan Dalam Novelet Sri Sumarah Dan Dawuk Karya Umar Kayam

    No full text
    Novelet Sri Sumarah Dan Dawuk Karya Umar Kayam mengandung pandangan dan pedoman yang digunakan oleh masyarakat jawa dalam bertingkah laku .Pandangan dan pedoman yang digunakan dalam bertingkah laku itu adalah etika jawa.Nilai nilai tentang etika jawa dalam novelet Sri Sumarah dan Dawuk masih dipertahankan oleh pengarang .

    PENGARUH INKLUSI KEUANGAN, LITERASI KEUANGAN, FINANCIAL TECHNOLOGY CROWDFUNDING DAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, Financial Technology Crowdfunding, dan Potensi Sumber Daya Alam Terhadap Keberlangsungan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Kabupaten Kediri” ditulis oleh Muji Sri Lestari, NIM. 12403193038, pembimbing Dr. Lantip Susilowati, S.Pd., M.M. Latar belakang dari penelitian ini yaitu pentingnya peningkatan UMKM yang ada di Kediri yang dapat dilakukan dengan cara memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM, meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan keuangan serta memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar dengan sebaik mungkin. Kemajuan media teknologi berbasis digital pada saat ini merupakan salah satu media utama dalam melakukan komunikasi dan bisnis. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami cara memanfaatkan media berbasis digital untuk mengembangkan usaha mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti 1) pengaruh inklusi keuangan, literasi keuangan, financial technology crowdfunding, dan potensi sumber daya alam terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 2) pengaruh inklusi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 3) pengaruh literasi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 4) pengaruh financial technology crowdfunding terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 5) pengaruh potensi sumber daya alam terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang didapat melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku UMKM di Kabupaten Kediri dengan jumlah sampel sebanyak 385 dari populasi 9.475 pelaku UMKM di Kabupaten Kediri. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, dengan mengunakan alat bantu SPSS 26. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan 1) inklusi keuangan, literasi keuangan, fintech crowdfunding, dan potensi sumber daya alam secara bersamasama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, secara parsial 2) inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 3) literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 4) financial technology crowdfunding tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan UMKM di Kabupaten Kediri, 5) potensi sumber daya alam berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan usaha pelaku UMKM di Kabupaten Kediri. Kata Kunci: Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, Financial Technology Crowdfunding, Potensi Sumber Daya Alam, Keberlangsungan UMKM

    Jatiwaseso

    No full text
    Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional. Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah dari Jawa. tepatnya dari Surakarta yang berjudul Serat Sri Jatiwaseso isinya tentang seorang permaisuri raja yang sedang me ncari kebenaran sejati ajaran-ajaran agama Islam, dengan melalui suami sebagai gurunya. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai-nilai keagamaan. menyangkut nilai ketakwaan, keimanan dan nilai sosial kemasyarakatan seperti nilai dalam keluarga dan nilai hubungan sosial sebagai pelebaran nilai dalarn keluarga. Nilai-nilai tersebut di atas cukup dapat menunjang pembangunan terutama dalam pembangunan spirituil

    KEMAMPUAN MENGINTERPRETASI MAKNA TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X DI MAN 2 JEMBER

    No full text
    Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang penting. Pembelajaran tersebut bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia digunakan di semua bidang ilmu oleh siswa. Kemampuan setiap siswa berbeda-beda, untuk mendapatkan hasil aau nilai yang maksimal, siswa harus berusaha memahami materi yang diajarkan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan teks. Salah satunya adalah kemampuan menginterpretasi makna teks anekdot yang diajarkan di kelas X semester I. Permasalahan yang muncul berdasarkan latar belakang di atas adalah sebagai berikut: (1) bagaimana kemampuan siswa kelas X MAN 2 Jember dalam menginterpretasi makna teks anekdot melalui penilaian terhadap karakter tokoh, (2) bagaimana kemampuan siswa kelas X MAN 2 Jember dalam mengaitkan interpretasi makna teks anekdot dengan nilai moral, (3) bagaimana kemampuan siswa kelas X MAN 2 Jember dalam mengaitkan interpretasi makna teks anekdot dengan nilai budaya. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Jenis penelitian ini bersifat deskripsi evaluasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes objektif. Instrumen penelitian terdiri atas instrumen pengumpulan data dan instrumen pemandu analisis data yang terdiri dari penentuan data, pengoreksian, pembobotan, perhitungan, dan pengualifikasian. Berdasarkan hasil analisis data berupa kemampuan siswa dalam menginterpretasi makna teks anekdot siswa kelas X di MAN 2 Jember menunjukkan bahwa, (1) siswa dalam menginterpretasi makna teks anekdot pada penilaian terhadap karakter tokoh dinyatakan mampu sejumlah 1 siswa dengan taraf penguasaan 76%-100% dan skor sejumlah 31-40, 3 siswa yang dinyatakan cukup mampu dalam taraf penguasaan 56%-75% dan skor sejumlah 21-30, 25 siswa dinyatakan kurang mampu dengan taraf penguasaan 40%-55% dan skor sejumlah 11-20, sedangkan 1 siswa dinyatakan tidak mampu dengan taraf penguasaan kurang dari 40% dan skor sejumlah 0-10, (2) siswa dalam menginterpretasi makna teks anekdot melalui penilaian terhadap nilai moral dinyatakan mampu sejumlah 3 siswa dengan taraf penguasaan 76%-100% dan skor sejumlah 31-40, 17 siswa yang dinyatakan cukup mampu dalam taraf penguasaan 56%-75% dan skor sejumlah 21-30, 7 siswa dinyatakan kurang mampu dengan taraf penguasaan 40%-55% dan skor sejumlah 11-20, sedangkan 3 siswa dinyatakan tidak mampu dengan taraf penguasaan kurang dari 40% dan skor sejumlah 0-10, (3) siswa dalam menginterpretasi makna teks anekdot melalui penilaian terhadap nilai budaya dinyatakan mampu sejumlah 5 siswa dengan taraf penguasaan 76%-100% dan skor sejumlah 31-40, 15 siswa yang dinyatakan cukup mampu dalam taraf penguasaan 56%-75% dan skor sejumlah 21-30, 7 siswa dinyatakan kurang mampu dengan taraf penguasaan 40%-55% dan skor sejumlah 11-20, sedangkan 3 siswa dinyatakan tidak mampu dengan taraf penguasaan kurang dari 40% dan skor sejumlah 0-10, Kesimpulan dari pembahasan di atas, kemampuan menginterpretasi makna teks anekdot pada siswa melalui penilaian terhadap karakter tokoh, nilai moral, nilai budaya dinyatakan mampu sejumlah 2 siswa dengan taraf penguasaan 76%-100% dan skor sejumlah 31-40, 8 siswa yang dinyatakan cukup mampu dalam taraf penguasaan 56%-75% dan skor sejumlah 21-30, 18 siswa dinyatakan kurang mampu dengan taraf penguasaan 40%-55% dan skor sejumlah 11-20, sedangkan 2 siswa dinyatakan tidak mampu dengan taraf penguasaan kurang dari 40% dan skor sejumlah 0-10. Saran bagi siswa, harus memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Siswa yang mendapatkan hasil baik harus dipertahankan bahkan harus ditingkatkan, dan saran bagi siswa yang belum memperoleh hasil baik, jangan pernah patah semangat

    Analisis Struktur dan Gambaran Keadilan Tokoh dalam Novel Abal-Abal Karya Arswendo Atmowiloto: Suatu Tinjauan Humaniora.

    No full text
    Novel Abel Abel yang diteliti dalam penelitian ini, mengungkapkan adanya keadilan terhadap manusia abal-abal di dalam penjara. Peneliti menganalisis gambaran keadilan dalam novel Abal-Abal karya Arswendo Atmowiloto, karena novel Abal-Abal mengungkapkan tentang keadilan. Keadilan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah perbuatan atau perlakuan yang adil dan tidak adil dari para tokoh cerita dalam novel Abal-Abal. Selain itu, pengarang pernah diperlakukan tidak adil oleh pemerintah orde baru, sehingga Arswendo harus mendekam di dalam penjara. Pengalaman hidup Arswendo tersebut, mengilhami proses terciptanya novel Abal-Abal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi human control bagi pembaca, yaitu memiliki kepekaan dan sikap kritis untuk menolak atau menerima terhadap perasaan, pikiran, dan tingkah laku dalam cerita yang terdapat dalam novel Abal-Abal, sehingga dapat memberikan manfaat dalam kehidupan pembaca

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (Direct Instruction) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PETA PADA SISWA KELAS VII SMP TERBUKA 05 MALANG

    No full text
    ABSTRAKLestari, Sri Muji. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Peta Pada Siswa Kelas VII SMP Terbuka 05 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si. M.Si, (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd.Kata Kunci : Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Keterampilan Membaca PetaHasil observasi yang dilakukan di SMP Terbuka 05 Malang, menunjukkan bahwa selama ini pembelajaran IPS-Geografi pada materi peta, guru hanya menjelaskan pengertian peta dan komponen-komponennya secara singkat dan tidak menjelaskan informasi yang terdapat pada peta tersebut. Hal ini menyebabkan kurangnya kemampuan siswa menunjukkan letak suatu tempat/lokasi geografis, kurangpahamnya siswa tentang orientasi peta (menentukan arah pada peta), kurangnya kemampuan siswa dalam mengartikan simbol-simbol yang ada pada peta, dan kemampuan siswa dalam mengungkapkan informasi yang ada sangat kurang. Metode yang sering digunakan oleh guru dalam pembelajaran terbatas pada ceramah saja. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi IPS-Geografi SMP Terbuka 05 Malang yaitu Ibu Nunuk Wijayanti yang dilakukan pada tanggal 28 Maret 2009  diperoleh informasi bahwa keterampilan siswa kelas VII dalam membaca peta masih rendah. Hal itu dibuktikan dengan skor rata-rata hasil penilaian produk pada pra tindakan yang dilakukan peneliti pada tanggal 06 April 2009, diperoleh skor rata-rata siswa sebesar 53,88 dengan ketuntasan keterampilan membaca peta sebesar 32%, sedangkan Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ditetapkan SMP Terbuka 05 Malang sebesar 65. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca peta. Keterampilan membaca peta meliputi: (1) keterampilan membaca dan menjelaskan informasi pada peta dan (2) keterampilan mengubah ukuran peta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2009. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VII yang berjumlah 25 siswa SMP Terbuka 05 Malang. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Satu siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran. Alokasi waktu 1 jam pelajaran terdiri dari 40 menit. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, lembar kerja produk, lembar catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca peta siswa mengalami peningkatan mulai dari pra tindakan ke siklus 1 dan siklus 1 ke siklus 2. Rata-rata keterampilan membaca peta siswa pada pra tindakan sebesar 53,88 pada siklus 1 meningkat menjadi 65,6 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 75,08. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) dapat meningkatkan keterampilan membaca peta siswa. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) sebaiknya diterapkan oleh guru Geografi karena dapat meningkatkan keterampilan membaca peta siswa

    PENERAPAN STRATEGI MOTIVASI DENGAN MODEL ARCS DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI MATERI EKSPRESI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS X-4 SEMESTER GENAP 2011-2012 DI SMA NEGERI 1 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Muji Sri. 2012. Penerapan Strategi Motivasi dengan Model ARCS dalam Pembelajaran Seni Tari Materi Ekspresi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar pada Siswa Kelas X-4 Semester Genap 2011-2012 di SMA Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Hj. EW. Suprihatin Dyah P, M.Pd, (II) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.Si.   Kata Kunci: Motivasi belajar, hasil belajar, ARCS, SMA.   Berdasarkan data awal yang diperoleh diketahui bahwa motivasi belajar siswa rendah. Hal ini terlihat dari kurang antusias dan kurang bersemangat dalam melakukan praktik menari, pada saat guru memberikan penjelasan tentang prosedur tugas terlihat ada siswa yang berbicara sendiri, hanya ada beberapa siswa yang aktif  bertanya mengenai materi ekspresi yang sedang dipelajari. Serta hasil belajar siswa yang masih di bawah KKM dengan rerata kelas 69,41.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) peningkatan motivasi belajar setelah penerapan strategi motivasi model ARCS pada mata pelajaran seni tari materi ekspresi pada siswa kelas X-4 di SMA Negeri 1 Malang (2) peningkatan hasil  belajar setelah penerapan strategi motivasi model ARCS pada mata pelajaran seni tari materi ekspresi pada siswa kelas X-4 di SMA Negeri 1 Malang. Strategi motivasi model ARCS merupakan pengelolaan motivasi belajar  yang terdiri dari 4 komponen yaitu Attention (perhatian), Relevance (relevansi), Confidence (percaya diri), dan Satisfaction (kepuasan). Strategi motivasi model ARCS adalah suatu bentuk pembelajaran yang mengutamakan perhatian siswa, menyesuaikan materi pembelajaran dengan pengalaman belajar siswa, menciptakan rasa percaya diri dalam diri siswa, dan menimbulkan rasa puas dalam diri siswa. Pelaksanaan penelitian yang digunakan adalah PTK dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pelaksanaan PTK mengacu pada model siklus oleh Arikunto meliputi empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, wawancara, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data dalam penelitian akan dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan model Miles and Huberman meliputi 3 tahap yaitu: (1) reduksi data, (2) Penyajian data, (3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi motivasi model ARCS dalam pembelajaran seni tari materi ekspresi motivasi dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan, yaitu (1) motivasi belajar siswa secara klasikal pada awal sebelum tindakan, 14 siswa dalam kategori baik dan 20 siswa dalam kategori sangat baik. Pada komponen Attention dengan jumlah skor 1412, Relevance 656, Confidence 813, Satisfaction 1286. Hasil analisis angket setelah tindakan secara klasikal 2 siswa dalam kategori baik dan 32 siswa dalam kategori sangat baik. Pada komponen Attention dengan jumlah skor 1514, Relevance 719, Confidence 881, Satisfaction 1382, (2) hasil belajar meningkat yaitu  ditunjukkan dengan ketuntasan belajar klasikal dari pra tindakan sebanyak 14,71%. Pada siklus I, ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 73,53%. Pada siklus II, ketuntasan belajar klasikal mencapai 94,12%. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II adalah sebesar  3,94%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan strategi motivasi model ARCS dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi ekspresi. Dalam penelitian ini disaranakan, (1) kepala sekolah sebagai pihak yang berwenang dalam mengambil kebijakan hendaknya memotivasi dan mengarahkan guru agar lebih terfokus dalam peningkatan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran seni budaya sub bidang seni tari khususnya agar dapat menerapkan strategi motivasi model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction). (2) guru sebagai subyek pendidikan yang berinteraksi secara langsung dengan siswa sebaiknya menerapkan strategi motivasi model ARCS pada mata pelajaran seni tari pada materi yang lain dan dapat dijadikan alternatif pertimbangan dalam penggunaan variasi model pembelajaran. (3) peneliti yang lain, penelitian yang terbatas pada materi, perlu adanya penelitian lanjutan dengan menggunakan strategi motivasi model ARCS pada pokok materi lain.

    Analisis Struktur dan Gambaran Keadilan Tokoh dalam Novel Abal Abal Karya Arswendo Atmowiloto: Suatu Tinjauan Humaniora

    No full text
    Novel Abal Abal yang diteliti dalam penelitian ini, mengungkapkan adanya keadilan terhadap manusia abal-abal di dalam penjara. Peneliti menganalisis gambaran keadilan dalam novel Abal Abal karya Arswendo Atmowiloto, karena novel Abal Abal mengungkapkan tentang keadilan. Keadilan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah perbuatan atau perlakuan yang adil dan tidak adil dari para tokoh cerita dalam novel Abal Abal. Selain itu, pengarang pernah diperlakukan tidak adil oleh pemerintah orde baru, sehingga Arswendo harus mendekam di dalam penjara. Pengalaman hidup Arswendo tersebut, mengilhami proses terciptanya novel Abal Abal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi human control bagi pembaca, yaitu memiliki kepekaan dan sikap kritis untuk menolak atau menerima terhadap perasaan, pikiran, dan tingkah laku dalam cerita yang terdapat dalam novel Abal Abal, sehingga dapat memberikan manfaat dalam kehidupan pembaca. Objek penelitian ini adalah novel Abal Abal karya Arswendo Atmowiloto, tahun 1994, penerbit PT Pustaka Utama Grafiti Jakarta

    KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KATA YANG BERSINONIM , BERHOMONIM DAN BERPOLSEMI SISWA SLTP 2 BONDOWOSO KELAS 3 CAWU 3DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 1998-1999

    No full text
    Banyak kendala yang dihadapi anak dapat menguasai bahasa indonesia.Tujuan yng ingin di capai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menggunakan sinonim dan homonim
    corecore