461 research outputs found
Konstruksi realitas peran Sri Mulyani Indrawati dalam persoalan bank Century di Metro TV
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui konstruksi realitas peran Sri Mulyani Indrawati dalam persoalan Bank Century. Metro TV sebagai agen konstruksi realitas, menayangkan wawancara eksklusif dengan Sri Mulyani Indrawati pada 3 dan 4 Januari 2010. Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analisis Framing dengan menggunakan model dari Gamson dan Modigliani. Temuan penelitian menunjukkan SMI dikonstruksikan sebagai individu yang mengetahui pihak-pihak yang terlibat dan diselamatkan melalui keputusan bailout Bank Century. Selain itu, Metro TV membingkai peran Sri Mulyani Indrawati sebagai individu yang bertanggung jawab atas keputusan bailout Bank Century dan Metro TV mengkonstruksikan bahwa Sri Mulyani Indrawati melemparkan kesalahan kepada Presiden, Wakil Presiden dan DPR dalam mengambil keputusan bailout Bank Century. Ditemukan dalam tayangan wawancara, pembingkaian dapat dilakukan oleh narasumber melalui jawaban-jawaban yang diberikan. Dalam televisi dan dalam hal ini adalah tayangan wawancara, meski telah dilakukan penyuntingan namun kesempatan narasumber membingkai sebuah realitas menjadi mungkin dilakukan
Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan dan tanggapan masyarakat terhadap lingkungannya daerah Kalimantan Timur
Buku ini membahas tentang Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan dan tanggapan masyarakat terhadap lingkungannya daerah kalimantan timur dari berbagai aspek, seperti pola produksi, pola identifikasi, pola distribusi dan pola konstruksi
The authorized biography Sri Mulyani Indrawati: no limits reformasi dengan hati
Buku ini menyampaikan perjalanan hidup Sri Mulyani Indrawati. Ia merupakan Menteri Keuangan RI terlama setelah Ali Wardhana. Tugasnya sebagai nakhoda perekonomian nasional, telah dijalaninya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Sri juga tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia, orang kedua di lembaga keuangan dunia itu, setelah sebelumnya menjabat Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF). Berkat keberhasilannya mengelola perekonomian nasional dan melewati berbagai krisis, berkali-kali ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik dan salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia. Kerja besar reformasi birokrasi dan kelembagaan di Kementerian Keuangan, sesungguhnya merupakan warisan terpentingnya yang belum banyak diketahui publik
The Types of Lexical Cohesion in Sri Mulyani Indrawati Speech at Sipa, Columbia University, New York
This research focused on investigating types of lexical cohesion found in speech of World Bank and COO Sri Mulyani Indrawati at SIPA, Columbia University, New York. The method used It is intended that by delving deeper into the lexical cohesiveness in discourse in speech, this study will add to the field of discourse analysis based on speech. The study's findings show that reiteration, which involves the recurrence of word forms, phrases, and verbs, is the most common lexical cohesion mechanism. There were a few remarks about collocations. Looking at existing discourse, reiteration with repetition is one method for conveying a moral message to the reader. The research implied used the theory of Paltridge (2012). In collecting the data, the method is observation, the technique is note-taking and the steps was watching the video, listening the video, taking note the data, and highlighting the main data. In analyzing the data, were examined using the identified method and competence in equalizing technique. The data was taken from the utterance in the Sri Mulyani Indrawati speech. There are 10 data of lexical cohesion which are divided into 6 types. The lexical cohesion with most occurrences were complaint with repetition
An Analysis Of Interpersonal Meaning in Sri Mulyani Indrawati’s Speech
This thesis entitled "An Analysis of Interpersonal Meaning in Sri Mulyani Indrawati's speech". This thesis discusses about how analyze interpersonal meaning in Sri Mulyani Indrawati's speech that delivered at the University of Virginia. In this thesis, the writer had two objectives to achieve. First, this research tried to analyze Interpersonal Meaning through Mood Structures in Sri Mulyani Indrawati's speech. Second, it also tried to analyze Speech Functions and Mood Types in the clauses of Sri Mulyani Indrawati's speech. This research used qualitative method. From the analysis of Interpersonal meaning through mood structures consist of mood element and residue element. In the mood elements, there are 141 Subjects and 158 Finites. In the residue elements, there are 117 predicators, 122 complements, 27 mood adjuncts, 75 circumstantial adjuncts, 3 comment adjuncts and 67 conjunctive adjuncts. And from the analysis of Speech Functions, there are 135 statements, 11 questions and 13 commands.Skripsi ini berjudul "An Analysis of Interpersonal Meaning in Sri Mulyani Indrawati’s speech".Skripsi ini membahas tentangbagaimana menganalisis makna interpersonal dalam pidato Sri Mulyani Indrawati yang disampaikan di Universitas Virginia. Dalam skripsi ini, penulis memiliki dua tujuan untuk dicapai. Pertama, penelitian ini mencoba menganalisis Makna Interpersonal melalui Mood Structures dalam pidato Sri Mulyani Indrawati. Kedua, juga mencoba menganalisis Speech Functions dan Mood Types dalam klausul pidato Sri Mulyani Indrawati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dari analisis makna interpersonal lewat mood structures terdiri dari mood element dan residue element. Dalam mood element, ada 141 Subject dan 158 Finite. Dalam residue element, ada 117 predicator, 122 complement, 27 mood adjuncts, 75 circumstantial adjuncts, 3 comment adjuncts dan 67 conjunctive adjuncts. Dan dari analisis Speech Functions ada 135 pernyataan, 11 pertanyaan dan 13 perintah.Skripsi Sarjan
PENGARUH PERKEMBANGAN INTERNAL DAN EKSTERNALTERHADAP UPAYA PENYATUAN KEMBALI TAIWAN DENGAN RRS ( 1949-1993 )
Pertentangan RRC dengan Taiwan yang bermula dari pertentangan antara dua politik yang ada di cina setelah runtuhnya dinasti manch
MAKNA SIMBOLIS GERAK TARI TOPENG SASIKIRANA STUDIO TARI INDRAWATI LUKMAN BANDUNG (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Sasikirana merupakan pengembagan dari karya tari topeng pamindo. Hal yang menarik dalam karya sasikirana ini, banyaknya eksplorasi dan inovasi yang dilakukan baik dalam hal gerak, struktur gerak, iringan dan kostum. Sasikirana terkesan lebih modern dari segi penyajian. Penulis akan menggali maknadari tanda-tanda yang terdapat pada gerak tari sasikirana karya Indrawati Lukman menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Kajian terpusat pada tanda – tanda gerak dalamkarya tari topeng sasikirana, dikaji secara mendalam
sehingga mampu membongkar realitas makna dibalik karya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolis dari gerak tari Sasikirana karya Indrawati Lukman melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tari Sasikirana dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki kekayaan simbolis yang merefleksikan nilai budaya dan kearifan lokal yang unik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Peirce, yang membagi tanda menjadi tiga komponen: representament, Objek, dan Interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak-gerak dalam tari Sasikirana memiliki makna simbolis yang mendalam, yang merepresentasikan feminitas, keagungan perempuan, serta filosofi hidup masyarakat yang dihormati dalam budaya setempat.
Kata Kunci: Gerak Tari Sasikirana, Indrawati Lukman, Semiotika, Charles Sanders Peirce, Makna Simbolis.
ABSTRACTTHE SYMBOLIC MEANING OF SASIKIRANA MASK DANCE MOVEMENTS OF INDRAWATI LUKMAN DANCE STUDIO BANDUNG: SEMIOTIC (ANALYSIS OF CHARLES SANDERS PEIRCE), DECEMBER 2014. Sasikirana is a development of Pamindo mask dance. The interesting things in Sasikirana dance work are the extensive exploration and innovation applied to movements, movement structure, accompaniment, and costumes. Sasikirana appears to be more modern in its presentation style. The author would examine the meaning of the symbols in Sasikirana dance movements by Indrawati Lukman, using a qualitative method with a semiotic approach. This study focuses on the symbolic movements in Sasikirana mask dance, with deep analyzing process to uncover the underlying meanings. The purpose of this research is to reveal the symbolic meanings of the movements in Sasikirana dance by Indrawati Lukman through the semiotic approach of Charles Sanders Peirce. Sasikirana dance has been selected as the research subject because of its symbolic richness reflecting unique cultural values and local wisdom. The research method used is descriptive qualitative, involving data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted using Peirce\u27s semiotic theory, which divides signs into three components: representament, Object, and Interpretant. The findings show that the movements in Sasikirana dance owes deep symbolic meanings, representing femininity, the majesty of women, and the community life
Naskahditerimapada,7Septemberrevisiakhir3Oktober2024 |157
philosophy respected within the local culture.
Keywords: Sasikirana Dance Movements, Indrawati Lukman, Semiotics, Charles Sanders Peirce, Symbolic Meaning
- …
